of 31 /31
SATUAN ACARA PENGAJARAN DIET UNTUK PENDERITA HIPERTENSI Disusun Untuk Memenuhi Tugas Panum Keperawatan Keluarga OLEH : Ferdiansyah Sirotujani 070114b019 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

SAP Hipertensi Eka

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SAP HIPERTENSI

Citation preview

Page 1: SAP Hipertensi Eka

SATUAN ACARA PENGAJARAN

DIET UNTUK PENDERITA HIPERTENSIDisusun Untuk Memenuhi Tugas Panum Keperawatan Keluarga

OLEH :

Ferdiansyah Sirotujani070114b019

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

NGUDI WALUYO

UNGARAN

2015

Page 2: SAP Hipertensi Eka

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

A. IDENTITAS PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan : Diet Untuk Penderita Hipertensi

Hari, tanggal : 15 Juni 2015

Waktu : 08.00 WIB – 09.00 WIB

Pertemuan : ke-1

Sasaran : Keluarga dewasa dengan hipertensi

Penyuluh : Ferdiansyah Sirotujani

Tempat : di rumah Tn. Bj

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah menyelesaikan penyuluhan, keluarga Tn. Bj mampu memahami

hipertensi.

2. Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan, keluarga Tn. Bj diharapkan mampu :

a. Memahami pengertian hipertensi

b. Memahami tanda dan gejala hipertensi

c. Mengerti cara pencegahan hipertensi

d. Memahami cara pengaturan makanan sehat untuk penderita hipertensi

Page 3: SAP Hipertensi Eka

C. POKOK BAHASAN

Penanganan Untuk Penderita Hipertensi

D. SUB POKOK BAHASAN

1. Menjelaskan pengertian hipertensi

2. Menjelaskan penyebab hipertensi

3. Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi

4. Menjelaskan cara pencegahan hipertensi

5. Menjelaskan pengaturan makanan untuk penderita hipertensi

6. Mendemonstrasikan cara membuat jus mentimun secara tradisional

E. METODE

Ceramah

F. MEDIA

Flipchart

G. SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Penyaji

: Audiens

Flipchart

Page 4: SAP Hipertensi Eka

H. KEGIATAN PENYULUHAN

TAHAP KEGIATAN

PENGAJAR

KEGIATAN

MAHASISWA

MEDIA

DAN

ALAT

METODE

Pendahulua

n

(5 menit)

1. Memberi salam

2. Mengenalkan diri

3. Menjelaskan maksud

dan tujuan

4. Kontrak waktu

5. Menanyakan

pendapat keluarga

Tn. Bj tentang

Hipertensi

Menjawab salam

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Menjawab dan

memberikan

sumbang saran

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Tanya jawab

Penyajian

(15 menit)

1. Menjelaskan kepada

keluarga Tn. Bj

tentang pengertian

hipertensi

2. Menjelaskan tentang

penyebab hipertensi

3. Menjelaskan tanda

gejala hipertensi

4. Menjelaskan

pencegahan

hipertensi

5. Menjelaskan cara

pengaturan makanan

untuk penderita

Memperhatikan

Memperhatikan

Memperhatikan

Flipchart

Flipchart

Flipchart

Flipchart

Flipchart

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Ceramah

Page 5: SAP Hipertensi Eka

hipertensi

6. Mendemonstrasikan

cara membuat jus

mentimun secara

tradisional

Mende

monstrasikan

Penutup

(2 menit)

1. Memberi kesempatan

kepada keluarga Tn.

Bj untuk bertanya

2. Memberi motivasi

kepada keluarga Tn.

Bj untuk selalu taat

dengan diet untuk

penderita hipertensi

yang dianjurkan

3. Menyampaikan

terima kasih kepada

keluarga Tn. Bj

4. Menutup pertemuan

dengan salam.

Bertanya

Memperhatikan

Memperhatikan

Menjawab salam

1. Ceramah

2. Ceramah

3. Ceramah

I. EVALUASI

Page 6: SAP Hipertensi Eka

1. Struktur

- Membuat satuan acara pembelajaran

- Menyiapkan media

2. Proses

- Keluarga Tn. Bj memperhatian saat penkes.

- Keluarga Tn. Bj aktif bertanya.

- Keluarga Tn. Bj mampu mengulangi materi yang disampaikan.

3. Hasil

Keluarga Tn. Bj dapat menjelaskan kembali tentang hipertensi dan cara

pengaturan makanan untuk penderita hipertensi

REFERENSI

Health. 2008. Diet Untuk Penderita Hipertensi. Retrived 2 juni 2010, from http://medica7.blogspot.com/2008/11/diet-untuk-penderita-hipertensi-dan.html

Alam. 2009. Hipertensi. Retrived 2 juni 2010, from http://www.blogdokter.net/2007/03/25/hipertensi-tekanan-darah-tinggi/

2010. Gizi Pada Lansia Hipertensi. Retrived 2 juni 2010. from http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/gizi-pada-lansia-hipertensi.html

2009.Makanan Terbaik untuk Penderita Hipertensi Retrived 2 juni 2010. from www.DechaCare.com.

LEMBAR EVALUASI

Page 7: SAP Hipertensi Eka

A. Daftar Pertanyaan Lisan

1. Jelaskan apa itu hipertensi?

2. Jelaskan bagaimana cara pengaturan makanan untuk penderita hipertensi?

B. Daftar Jawaban

1. Jelaskan apa itu hipertensi

Hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah dari batas nrmal (140/90 mmHg)

2. cara pengaturan makanan

a. Batasi Bahan Makanan sumber Natrium (garam)

Garam Natrium secara alami terdapat dalam bahan makanan

hewani dan nabati. Selain itu juga merupakan bahan yang ditambahkan

pada masakan/makanan, jadi batasi juga makanan seperti:

1) Tepung Susu Penuh ( Full cream)

2) Margarine

3) Soda kue (Natrium bikarbonat)

4) Pengawet daging (Sendawa),

5) Pengawet buah (Sodium benzoat)

6) Bumbu mie instan, petis, tauco, vetsin dan kecap

b. Batasi makanan yang asin atau diawetkan dengan garam:

Contohnya semua makanan yang telah diolah, seperti:

1. Biskuit, krekers, bolu, kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan

margarine.

2. Dendeng, abon, corned beef, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang

kering, telur asin.

3. Keju, selai kacang tanah (pindakas).

4. Sayuran dalam kaleng.

c. Bahan makanan yang diperbolehkan:

Page 8: SAP Hipertensi Eka

1. Bahan makanan segar, seperti beras, ubi, mie, maizena, hunkwee,

terigu, gula pasir.

2. Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti kacang hijau, kacang

merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.

3. Minyak goreng, margarine tanpa garam.

4. Bumbu seperti : bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit,

kencur, laos, salam, sereh, dan lain-lain.

Page 9: SAP Hipertensi Eka

LAMPIRAN MATERI

DIET UNTUK PENDERITA HIPERTENSI

A. Pengertian

Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan

sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Smith

Tom, 1995 ) Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan

tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan

diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ). Hipertensi

dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 – 104 mmHg,

hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan

hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini

berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari

peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ).

B. Klasifikasi

Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas : hipertensi dimana tekanan

sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik sama

atau lebih besar dari 90 mmHg dan hipertensi sistolik terisolasi lebih besar dari

160 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah dari 90 mmHg.(Darmojo, 1999).

Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sesuai dengan

rekomendasi dari “The Sixth Report of The Join National Committee, Prevention,

Detection and Treatment of High Blood Pressure “ (JNC VI) sebagai berikut :

(Rahardjo, 2000)

No Kategori Sistolik(mmHg) Diastolik(mmHg)

1. Optimal <120 <80

Page 10: SAP Hipertensi Eka

2. Normal 120 – 129 80 – 84

3. High Normal 130 – 139 85 – 89

4. Hipertensi

Grade 1 (ringan) 140 – 159 90 – 99

Grade 2 (sedang) 160 – 179 100 – 109

Grade 3 (berat) 180 – 209 100 – 119

Grade 4 (sangat berat) >210 >120

C. Gejala

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun

secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya

berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala

yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah

kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi,

maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala

berikut:

1. Sakit kepala

2. Kelelahan

3. Mual

4. Muntah

5. Sesak nafas

6. Gelisah

7. Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada

otak, mata, jantung dan ginjal.

Page 11: SAP Hipertensi Eka

8. Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan

bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut

ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.

D. Penyebab Hipertensi

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :

1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum

diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh

hipertensi).

2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat

dari adanya penyakit lain.

Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab;

beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan

bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder.

Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit

ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau

pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah

feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan

hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas

berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu

terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang

diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah

untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah

biasanya akan kembali normal.

Page 12: SAP Hipertensi Eka

E. Komplikasi

1. Stroke

2. Kegagalan jantung

3. Kerusakan ginjal.

F. Pengelolaan

1. Perilaku

a. Latihan Fisik

Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan

untuk penderita hipertensi adalah olah raga yang mempunyai empat

prinsip yaitu :

a). Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari, jogging,

bersepeda, berenang dan lain-lain

b). Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik

atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan.

Denyut nadi maksimal dapat ditentukan dengan rumus 220 – umur

c). Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit berada dalam zona

latihan

d). Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x

perminggu

b. Edukasi Psikologis

Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi :

a). Tehnik Biofeedback

Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan

pada subyek tanda-tanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar

oleh subyek dianggap tidak normal.

Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi

Page 13: SAP Hipertensi Eka

gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain, juga untuk

gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan.

b). Tehnik relaksasi

Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk

mengurangi ketegangan atau kecemasan, dengan cara melatih

penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi

rileks

c. Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan )

Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan

pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien

dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

2. Terapi dengan Obat

Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja

tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar

penderita dapat bertambah kuat. Pengobatan hipertensi umumnya perlu

dilakukan seumur hidup penderita. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh

Komite Dokter Ahli Hipertensi ( joint national committee on detection,

evaluation and treatment of high blood pressure, usa, 1988 ) menyimpulkan

bahwa obat diuretika, penyekat beta, antagonis kalsium, atau penghambat

ACE dapat digunakan sebagai

obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan penderita dan

penyakit lain yang ada pada penderita.

Pengobatannya meliputi :

a. Step 1 : Obat pilihan pertama : diuretika, beta blocker, Ca

antagonis, ACE inhibitor

b. Step 2 : Alternatif yang bisa diberikan

1) Dosis obat pertama dinaikkan

2) Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama

Page 14: SAP Hipertensi Eka

3) Ditambah obat ke –2 jenis lain, dapat berupa diuretika , beta blocker,

Ca antagonis, Alpa blocker, clonidin, reserphin, vasodilator

c. Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh

1) Obat ke-2 diganti

2) Ditambah obat ke-3 jenis lain

d. Step 4 : Alternatif pemberian obatnya

1) Ditambah obat ke-3 dan ke-4

2) Re-evaluasi dan konsultasi

b. Follow Up untuk mempertahankan terapi

Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan

komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan

( perawat, dokter ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. Hal-hal

yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan

adalah sebagai berikut :

a. Setiap kali penderita periksa, penderita diberitahu hasil pengukuran

tekanan darahnya

b. Bicarakan dengan penderita tujuan yang hendak dicapai mengenai

tekanan darahnya

c. Diskusikan dengan penderita bahwa hipertensi tidak dapat sembuh,

namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan

mortilitas

d. Yakinkan penderita bahwa penderita tidak dapat mengatakan tingginya

tekanan darah atas dasar apa yang dirasakannya, tekanan darah hanya

dapat diketahui dengan mengukur memakai alat tensimeter

e. Penderita tidak boleh menghentikan obat tanpa didiskusikan lebih dahulu

f. Sedapat mungkin tindakan terapi dimasukkan dalam cara hidup penderita

g. Ikutsertakan keluarga penderita dalam proses terapi

h. Pada penderita tertentu mungkin menguntungkan bila penderita atau

keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah

Page 15: SAP Hipertensi Eka

i. Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x

sehari atau 2 x sehari

j. Diskusikan dengan penderita tentang obat-obat anti hipertensi, efek

samping dan masalah-masalah yang mungkin terjadi

k. Yakinkan penderita kemungkinan perlunya memodifikasi dosis atau

mengganti obat untuk mencapai efek samping minimal dan efektifitas

maksimal

l. Usahakan biaya terapi seminimal mungkin

m. Untuk penderita yang kurang patuh, usahakan kunjungan lebih sering

n. Hubungi segera penderita, bila tidak datang pada waktu yang ditentukan.

Melihat pentingnya kepatuhan pasien dalam pengobatan maka sangat

diperlukan sekali pengetahuan dan sikap pasien tentang pemahaman dan

pelaksanaan pengobatan hipertensi.

3. Diet

a) Tujuan Pengaturan Makanan

Menurunkan atau mempertahankan tekanan darah sehingga mencapai batas

normal dan mencegah / menghilangkan penimbunan garam.

Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :

a). Restriksi garam secara moderat dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr

b). Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh

c). Penurunan berat badan

d). Penurunan asupan etanol

e). Menghentikan merokok

b) Cara Pengaturan Makanan

1. Batasi Bahan Makanan sumber Natrium (garam)

Garam Natrium secara alami terdapat dalam bahan makanan hewani

dan nabati. Selain itu juga merupakan bahan yang ditambahkan pada

masakan/makanan, jadi batasi juga makanan seperti:

Page 16: SAP Hipertensi Eka

1) Tepung Susu Penuh ( Full cream)

2) Margarine

3) Soda kue (Natrium bikarbonat)

4) Pengawet daging (Sendawa),

5) Pengawet buah (Sodium benzoat)

6) Bumbu mie instan, petis, tauco, vetsin dan kecap

Penderita hipertensi sekarang tidak perlu khawatir apabila tidak

mampu menahan makan – makanan yang mengandung garam. Sekarang

sudah dibuat sebuah garam yaitu garam lososa baik digunakan /

dikomsumsi bagi orang yang mempunyai kecenderungan hipertensi

maupun untuk mencegah, karena garam lososa diproduksi dengan

kandungan natrium yang rendah sehingga aman untuk kesehatan.

Petunjuk Penggunaan Garam Untuk Penderita Hipertensi

a. Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet:

Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan

untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan.

b. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang

(100-114 mmHg). Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur.

c. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan

(diastole kurang dari 100 mmHg), garam dapur dianjurkan ½ sendok

teh.

2. Batasi makanan yang asin atau diawetkan dengan garam:

Contohnya semua makanan yang telah diolah, seperti:

a. Biskuit, krekers, bolu, kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan

margarine.

b. Dendeng, abon, corned beef, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang

kering, telur asin.

c. Keju, selai kacang tanah (pindakas).

d. Sayuran dalam kaleng.

Page 17: SAP Hipertensi Eka

3. Bahan makanan yang diperbolehkan:

a. Bahan makanan segar, seperti beras, ubi, mie, maizena, hunkwee,

terigu, gula pasir.

b. Kacang-kacangan dan hasil olahnya, seperti kacang hijau, kacang

merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.

c. Minyak goreng, margarine tanpa garam.

d. Bumbu seperti : bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit,

kencur, laos, salam, sereh.

Mnurut sumber dari Dechacare.com pengaturan pola dan jenis makan yang

tepat adalah kunci penting mencegah hipertensi. Berikut beberapa makanan yang

baik bagi penyandang hipertensi.

1. Ikan

Di antara semua produk hewan, ikan paling menyehatkan, tinggi protein dan

rendah lemak. Kandungan asam lemak omega-3 membantu mencegah

pembentukan plak pada dinding pembuluh darah, mengurangi peradangan dan

mencegah tekanan darah tinggi. Minyak flaxseed, semisal minyak ikan. Kaya

akan asam lemak omega-3 untuk mencegah plak pada pembuluh darah.

2. Jus seledri

Orang China sudah lama menggunakan jus seledri untuk tekanan darah tinggi.

Minum jus seledri 2-3 gelas perhari dapat mencegah tekanan darah tinggi atau

mengembalikan tekanan darah ke level normal. Sebagai tambahan, seledri

juga bagus untuk orang dengan penyakit asam urat.

3. Minyak Zaitun

Sejak lama digunakan dalam diet ala Mediterania dan menunjukkan manfaat

terhadap lemak darah dan menurunkan tekanan dalam masakan maupun salad.

4. Buah dan sayuran aneka warna

Dua item ini "wajib" dikonsumsi oleh orang hipertensi setiap hari.

5. Ketimun

Page 18: SAP Hipertensi Eka

Buah berair banyak ini membantu hidrasi tubuh dan menurunkan tekanan

pada pembuluh nadi. Makanlah dua buah timun setiap hari selama 2 minggu

dan lihat hasilnya. 

6. Cuka apel

Selama puluhan tahun, cuka apel yang di dapat dari fermentasi buah apel

diklaim mampu mengobati berbagai penyakit, diantaranya mengencerkan

darah dan menurunkan tekanan darah.

Pada pagi hari saat perut masih kosong, minumlah segelas air hangat yang

dicampur 1 sendok makan cuka apel dan 1 sendok madu secara teratur. Ini

bertujuan melancarkan pencernaan agar tidak kesulitan buang air besar (bab).

Pasalnya, susah bab bisa membuat jengkel dan emosi sehingga memicu

tekanan darah tinggi. 

Jika ada yang baik maka ada yang jahat. Beberapa makanan yang tidak baik

bagi orang hipertensi dan harus dihindari adalah garam, gula pasir murni, kopi

dan alkohol.

7. Wortel

Manfaat wortel sangat luar biasa bagi tubuh kita, selain sebagai penyedia

vitamin wortel juga memiliki manfaat untuk mengendalikan penyakit tekanan

darah tinggi

c) Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia

1. Karbohidrat

Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. Pada lansia konsumsi gula

dibatasi karena:

a. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Sedangkan pada

lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin, protein dan

mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi

tubuh.

Page 19: SAP Hipertensi Eka

b. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan

kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas

(kegemukan) dan diabetes.

Makanan yang boleh: Beras, kentang, singkong, terigu, gula yang

diolah tanpa garam seperti macaroni, mie, biscuit dll.

Makanan yang tidak boleh: Roti, biscuit dan kue yang dimasak

dengan garam dapur.

2. Protein

Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh.

Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging

sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging

pada sehari.

Makanan yang boleh: daging, ikan telur dan susu, semua kacang-

kacangan dan sayuran.

Makanan yang tidak boleh: ikan asin, keju, kornet, ebi, telur asam,

pindang, dendeng, udang, kacang tanah dan sayuran yang dimasak/

diawetkan dengan garam dapur.

3. Lemak

Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K, membentuk

tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lemak juga

berfungsi sebagai cadangan energi.

a. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi , mengingat:

Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga

menurun.

b. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak

tidak sempurna, s3ehingga membebani usus dan lambung yang

akan mengakibatkan gangguan pada usus.

c. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu

penyakit jantung dan pembuluh darah.

Page 20: SAP Hipertensi Eka

d. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam

bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan.

e. cenderung mengakibatkan kanker usus.

Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam.

Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa

4. Vitamin

Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme,

mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan

dan pembentukan jaringan.Pada lansia vitamin sangat penting, terutama

vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Contoh makanan: beras merah

Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda, air

putih.

Makanan yang tidak boleh: durian, buah-buahan yang diawtkan oleh

garam dan soda, kopi dan coklat.

5. Mineral dan Air

Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh, memelihara

keseimbangan asam basa dll.

Pada lansia, kalsium sangat penting karena , terutama lansia wanita

mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. Contoh makanan yang

tingggi kalsium adalah susu, ikan yang dimakan dengan tulangnya,

sayuran hijau, kedelai dan rumput laut.

Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal

menurun dan melancarkan BAB.

Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi

garam dapur.

6. Serat

Serat tidak dapat dicerna, maka serat tidak mengandung gizi tetapi

tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit, wasir, kanker usus, penyakit

jantung dan kegemukan bila kekurangan serat.

Page 21: SAP Hipertensi Eka

Serat ada 2 jenis:

a) Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol

b) Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB.

d) TIPS Pemberian Makanan Bagi Lansia Dengan Hipertensi

1) Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering

2) Makanlah makanan yang mudah dicerna

3) Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, goring-gorengan dll.

4) Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang

baik.

(tutorialkuliah.blogspot.com/2009)