SAP-CA-PARU

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Oleh mahasiswa D3 Poltekkes Rs Dr.Soepraoen Malang

Citation preview

SATUAN ADMINISTRASI PENYULUHAN TENTANG Ca PARU (Ca bronchogenic) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr.SAIFUL ANWAR MALANG

OLEH :

KELOMPOK 25

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN dr.SOEPRAOEN MALANG2015/2016SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATANPENYAKIT CANCER PARUPokok Bahasan: Cancer ParuSub Pokok Bahasan: Pencegahan dari penyakit Ca ParuSasaran: Keluarga pasien dan masyarakatHari / Tanggal: Kamis, 7 januari 2015Waktu: Pukul 10.00 10.30 WIBRuangan: Ruang 24B RSSAI. Latar BelakangKanker paru-paru (bronchogenic carcinoma) merupakan penyebab tertinggi kematian di dunia. Kanker paru-paru biasanya tidak dapat diobati, pengobatan mungkin hanya dengan jalan pembedahan, dimana sekitar 13% dari pasien dengan pembedahan mampu bertahan selama lima tahun. Metastasis penyakit biasanya timbul, dan hanya 16% pasien yang penyakitnya dapat dilokalisasi saat diagnosis (Boring, 1994). Dikarenakan terjadinya metastasis, maka penatalaksanaan medis kanker paru-paru sering kali ditujukan untuk mengatsi gejala (paliatif). Diperkirakan 85% dari kanker paru-paru terjadi akibat merokok. Oleh karena itu, pencegahan yang paling baik adalah jangan memulai merokok.

II. Tujuan UmumSetelah diberikan penyuluhan selama 40 menit, peserta penyuluhan dapat memahami tentang pencegahan terjangkitnya ca paru.III. Tujuan KhususSetelah mengikuti penyuluhan selama 40 menit diharapkan Bapak / Ibu para penunggu keluarga pasien serta masyarakat di sekitar Rumah Sakit Saiful Anwar:

a. Mampu menjelaskan pengertian atau definisi dari penyakit Ca Parub. Mampu menyebutkan penyebab penyakit Ca Paruc. Mampu menyebutkan tanda dan gejala dari penyakit Ca Parud. Mampu menyebutkan pencegahan dari penyakit Ca ParuIV. Metode1. Ceramah

2. Tanya jawab / Diskusi

V. Media PenyuluhanLeaflet, LCD dan Laptop.VI. Isi MateriMateri yang akan dibahas adalah sebagai berikut :1. Pengertian atau definisi penyakit Ca Paru2. Faktor-faktor penyebab penyakit Ca Paru3. Tanda dan gejala penyakit Ca Paru4. Pencegahan dari penyakit Ca ParuVII. Proses PelaksanaanNOTAHAPWAKTUKEGIATAN

PERAWATRespon Pasien / Keluarga

1.Pendahuluan5 menit1. Memberikan salam

2. Memperkenalkan diri

3. Menyampaikan pokok bahasan

4. Menyampaikan tujuan

5. Apersepsi tentang Ca Paru1. Menjawab salam

2. Menyimak

3. Menyimak

4. Menyimak

5. Menjawab dengan benar

2.Isi20 menit1. Penyampaian materi tentang :

Pengertian penyakit Ca Paru Faktor-faktor penyebab penyebab Ca Paru Tanda dan gejala dari penyakit Ca Paru Pencegahan Ca Paru1. Peserta mendengarkan secara seksama

2. Peserta memperhatikan

3.Penutup15 menit1. Diskusi

2. Evaluasi3. Kesimpulan4. Memberikan salam penutup1. Aktif bertanya

2. Menjawab pertanyaan3. Memperhatikan4. Menjawab salam

VIII. Setting Tempat

IX. Daftar Pustaka1. Buku Ajar ilmu Penyakit Dalam edisi ketiga, 2001. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.2. Price, Sylvia A. 2006. Patofisiologi Volume 2. Jakarta : EGC

3. Smeltzer, Suzzane C dan Brenda G. Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth Volume 1. Jakarta :EGC.4. Soemantri, Irman. 2007. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika X. Pengorganisasian1. Ketua

: I Made Wiadyana Putra2. Sekretaris

: Reni Ambar Wati3. Moderator

: Nungki Putri Pebriyanti 4. Penyaji

: Noviana Rahayu5. Observer

: Reni Ambar WatiI. Lampiran Materi1. Pengertian

Kanker paru merupakan keganasan pada jaringan paru (Sylvia A. Price, 2006). Kanker paru merupakan abnormalitas dari sel sel yang mengalami proliferasi dalam paru (Underwood, Patologi, 2000). Kanker paru adalah penyakit yang disebabkan oleh karsinogen dan zat promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebisaan merokok. (Irman Somantri, 2008)

Jadi dari ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan, kanker paru adalah penyakit yang disebabkan oleh karsinogen, zat promotor tumor, dan abnormalitas proliferasi sel dalam paru, sehingga menyebabkan keganasan pada jaringan paru.2. Penyebab

Meskipun etiologi sebenarnya dari kanker paru belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang agaknya bertanggung jawab dalam peningkatan insiden kanker paru. Mayoritas penyakit kanker paru-paru disebabkan oleh karsinogen dan zat promotor tumor yang masuk ke dalam tubuh melalui kebiasaan merokok. Beberapa zat karsinogen tersebut antara lain :

1. Rokok Tembakau

Merupakan kandungan tar, suatu persenyawaan hidrokarbon aromatic polisiklik ( risiko meningkat 60-70 kali lipat untuk seseorang yang merokok dua pak sehari selama 20 tahun dibandingkan individu bukan perokok). Tak diragukan lagi merokok merupakan faktor utama. Suatu hubungan statistik yang defenitif telah ditegakkan antara perokok berat (lebih dari dua puluh batang sehari) dari kanker paru (karsinoma bronkogenik). Perokok seperti ini mempunyai kecenderung sepuluh kali lebih besar dari pada perokok ringan. Selanjutnya orang perokok berat yang sebelumnya dan telah meninggalkan kebiasaannya akan kembali ke pola resiko bukan perokok dalam waktu sekitar 10 tahun. Hidrokarbon karsinogenik telah ditemukan dalam tar dari tembakau rokok yang jika dikenakan pada kulit hewan, menimbulkan tumor.

2. Polusi Udara

Banyak sekali polusi udara yang dapat menyebabkan kanker paru-paru, diantaranya sulfur, emisi kendaraan bermotor, dan polutan yang berasal dari pabrik.

3. Asap Pabrik / Industri/ Tambang

4. Debu Radioaktif/ Ledakan Nuklir (rado)

Beberapa zat kimia antara lain asbes, arsen, krom, nikel, besi, uranium.5. Diet Vitamin A

Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara diet rendah vitamin A dengan timbulnya kanker paru-paru. Kemungkinan hal ini terjadi karena vitamin A berhubungan dengan regulasi dari deferensiasi sel. (Irman Soemantri, 2007: 102)6. Genetik.

Pada sel kanker paru-paru didapatkan sejumlah lesi genetic termasuk aktivasi onkogen dominan dan resesif (inaktifasi supresor tumor).

3. Tanda dan Gejala penyakit Ca ParuPada fase awal kebanyakan kanker paru tidak menunjukan gejala-gejala klinis. Bila sudah menampakkan gejala berarti pasien sudah dalam stadium lanjut. Gejala-gejala dapat bersifat :

1) Lokal (tumor tumbuh setempat) :

Batuk baru atau batuk lebih hebat pada batuk kronik

Hemoptisis

Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran nafas.

Kadang terdapat kavitas seperti abses paru

2) Invasi Lokal:

Nyeri dada

Dispneu karena efusi Pleura

Invansi ke pericardium terjadi tamponade atau aritmia

Sindrom vena cava superior

Sindrom horner (facial anhidrosis, ptosis, miosis)

Suara serak, karena penekanan pada nervus laryngeal recurrent

Sindrom Pancoast, karena invansi pada fleksus brankialis dan saraf simpatis servikalis

3) Gejala Penyakit Metastasis:

Pada otak, tulang, hati, adrenal

Limfadenopati servikal dan supraklavikula (sering menyertai metastasis)4) Sindrom Paraneoplastik

Terdapat pada 10 % kanker paru, dengan gejala:

Sistemik : penurunan berat badan, anoreksia, demam.

Hematologi : leukositosis, anemia, hiperkoagulasi.

Hipertrofi osteo artropati

Neurulogik : demensia, ataksia, tremor, neuropati perifer.

Neuromiopati

Endokrin : sekresi berlebihan hormon paratiroid (hiperkalsemia)

Dermatologik : eritemamultiform, hyperkeratosis

5) Asimtomatik dengan Kelainan Radiologis

Sering terdapat pada perokok dengan PPOK/COPD yang terdeteksisecara radiologis

Kelainan berupa nodul soliter

4. Pencegahan

a) Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokokb) Menghindari kontak langsung dengan polusi udara (polutan dari pabrik, asap kendaraan bermotor)c) Menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan kebutuhan (pekerja yang terpajan asbes, asap pabrik/ industri)d) Mengonsumsi vitamin A yang cukup bagi tubuh.II. Lampiran EvaluasiPOST TEST

1. Apa pengertian penyakit Ca Paru ?

2. Apa penyebab penyebab penyakit Ca Paru?

3. Apa sajakah tanda dan gejala dari Ca Paru?4. Bagaimanakah pencegahan dari penyakit Ca Paru ?Penyaji & Moderator

Laptop dan LCD

N

o

t

u

l

e

n

Dosen pembimbing

Audiens

Observer

Fasilitator

PAGE