SAP 7A ASI

Embed Size (px)

DESCRIPTION

oleh mahasiswa

Citation preview

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan: ASISub pokok bahasan: Pengetahuan tentang ASI EsklusifSasaran: Pasien, keluarga pasien dang pengunjungTempat:Ruang Rawat inap 7A RSUD dr.Saiful AnwarHari/Tanggal: 11 Febuari 2016Waktu: 1x30 Menit

A. LATAR BELAKANG

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan bayi dengan standar emas. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman lainnya, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Selain itu, ASI juga steril dan merupakan makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya. Setelah enam bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat tidak cukup hanya dari ASI. Bayi perlu diberi makanan tambahan selain ASI yaitu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan organ tubuh bayi dan kebutuhan bayi akan nutrisi yang bisa mencukupi atau kemampuan lambung bayi mencerna mulai dari makanan lumat, bubur dan nasi tim. Pemberian ASI bersama MP-ASI hingga bayi usia dua tahun atau lebih sangatlah penting bagi bayi. (Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI; Pedoman Pelaksanaan Pekan ASI sedunia tahun 2008. DEPKES RI)

1Sentra Laktasi Indonesia mencatat ada sekitar 13% bayi berusia dibawah dua tahun yang diberi susu formula dan 15% sudah diberi makanan tambahan. Padahal bayi tidak akan pernah kelaparan dengan hanya menkonsumsi ASI saja, tanpa makanan tambahan lainnya. Baru setelah bayi berusia 6 bulan ke atas mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan, karena kondisi pencernaannya sudah matang. Kekurangan gizi pada bayi bukan karena tidak minum susu formula, akan tetapi tidak diberikan ASI dan makanan pendamping secara benar. Akibat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang salah, maka sekitar 27,3% dari seluruh balita di Indonesia menderita kurang gizi. Sebanyak 1,5 juta di antaranya menderita gizi buruk. Sementara itu di Indonesia berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2006-2007 pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2 bulan hanya 64%. Prosentase ini menurun dengan jelas seiring bertambahnya umur bayi menjadi 46% pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14% pada bayi berumur 4-5 bulan yang lebih memprihatinkan pada bayi berumur dibawah 2 bulan sudah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi umur 2-3 bulan sudah diberi makanan tambahan.

B. TUJUAN1. Tujuan Instruksional UmumUntuk meningkatkan pengetahuantentangASI2. Tujuan Instruksional KhususSetelah diberikan penyuluhanselama30 menit tentang ASI diharapkan pasien, keluarga pasien dan pengunjung dapat:a. Menyebutkan Pengertian ASIb. MenyebutkanManfaat ASIc. MenyebutkanCara Pemberian ASId. MenjelaskanLarangan pemberian ASIe. Menyebutkan Masalah dalam pemberian ASI

C. METODE PEMBELAJARANa. Ceramah b. Tanya jawab

D. MEDIA PEMBELAJARANa. Power pointb. Leaflet

E. MATERITerlampir

F. KEGIATAN PENYULUHAN

NoTahapan dan WaktuKegiatan PembelajaranKegiatan Klien dan keluarga

1.Pembukaan (5)1. Mengucapkan salam2. Memperkenalkan diri3. Menjelaskan tujuan umum1. Menjawab

2. Mendengarkan

2.Kegiatan inti (10)

1. Menjelaskan pengertian ASI2. Menjelaskan tentang manfaat ASI3. Menjelaskan Tentang cara pemberian ASI4. Menjelaskan larangan pemberian ASI5. Menjelaskan masalah dalam memberikan ASI

1. Mendengarkan

2. Memperhatikan3. Memperhatikan

4. Memperhatikan

5. memperhatikan

3.Penutup (5)1. Mengajukan beberapa pertanyaan2. Merangkum hasil/ kesimpulan materi3. Salam penutup1. Menjawab

2. Memperhatikan

3. Menjawab

G. KRITERIA EVALUASI1. Apakah yang dimaksud dengan ASI ?2. Apa saja manfaat ASI ?3. Jelaskan cara pemberian ASI ?4. Sebut dan jelaskan Larangan pemberian ASI !

Jawab : a. Pengertian ASI :Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan bayi dengan standar emas. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman lainnya, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Selain itu, ASI juga steril dan merupakan makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya

b. Manfaat ASI :Ditinjau dari aspek gizi Kandungan gizi lengkap Mudah dicerna dan diserap Mengandung lipase untuk pencernaan lemak Mempertinggi penyerapan kalsium Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas)Ditinjau dari aspek psikologis Mendekatkan hubungan ibu dan bayi Menimbulkan rasa aman bagi bayi Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust)Ditinjau dari aspek KB Menunda kembalinya kesuburan Menjarangkan kehamilanBagi ibu Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara Mengurangi insiden HPV (Human Papilo Virus) Mempercepat involusi uterusBagi keluarga Aspek Ekonomi : hemat karena tidak membeli susu formula dan bayi jarang sakit sehingga biaya pengobatan dapat dihemat Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lainBagi bangsa dan negara Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak Mengurangi subsidi rumah sakit untuk perawatan ibu dan anakMeningkatkan kualitas generasi penerus.

c. Cara pemberian ASI :

Dalam memberikan ASI , sebaiknya memperhatikan hal hal di bawah ini :

Teknik menyusui Teknik menyusui perlu diperhatikan, karena sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahahankan menyusui dan memperbanyak produksi ASIPosisi ibu menyusui Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu pakailah kursi yang ada sandaran punggung dan lengan Gunakan bantal untuk mengganjal bayi, agar jarak bayi tidak terlalu jauh dari payudaraMemasukkan putting susu Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan, letakkanlah kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kanan, badan bayi mengahadap ke badan ibu Lengan kiri bayi di letakkan di seputar pinggang ibu, tangan kanan ibu memegang pantat / paha kanan bayi Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari tangan kiri dibawahnya, dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak diatas bagian yang berwarna hitam ( aerola mamae ) Sentuhlah mulut bayi dengan putting susu Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar Masukkan putting susu secepatnya kedalam mulut sampai daerah berwarna hitam

Melepaskan hisapan bayi Setelah selesai menyusukan bayi selama 10 menit, lepaskanlah isapan bayi dengancara : Masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi atau Dengan menekan dagu bayi kebawah Dengan menutup lubang hidung bayi Jangan menarik putting susu untuk melepaskannyaMenyendawakan bayiSetelah hisapan bayi dilepaskan . sendawakan bayi sebelum menyusukan dengan payudara yang lain, dengan cara : Sandarkan bayi dipundak ibu tepuklah punggungnya dengan pelan sampai keluar sendawa Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu, sambil digosok punggungnya.

Tanda-tanda menyusui yang benar Bayi cukup tenang Mulut bayi terbuka lebar Bayi menempel betul pada ibu Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu Seluruh areola tertutup mulut bayi Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat Putting susu ibu tidak terasa nyeri Kuping dengan lengan bayi berada pada satu garis Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendongHal-hal yang perlu diingat Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara bergantian Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih / tehSelama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada bayi

d. Larangan pemberian ASI :Sekalipun upaya untuk memberikan ASI digalakkan tetapi pada beberapa kasus pemberian ASI tidak dibenarkan yaitu :1. Faktor Ibu Ibu dengan penyakit jantung yang berat karena akan menambah beratnya penyakit ibu. Ibu dengan pre eklampsi dan eklampsi karena banyaknya obat-obatan yang diberikan sehingga dapat mempengaruhi bayinya. Penyakit infeksi berat pada payudara, sehingga kemungkinan menular pada bayinya Karsinoma payudara mungkin dapat menimbulkan menimbulkan metastasis Ibu dengan psikosis, dengan pertimbangan kesadaran ibu sulit diperkirakan sehingga dapat membahayakan bayi. Ibu dengan infeksi virus. Ibu dengan TBC atau lepra.2. Faktor Bayi Bayi dalam keadaan kejang-kejang yang dapat menimbulkan bahaya aspirasi ASI Bayi yang menderita sakit berat dengan pertimbangan dokter anak tidak dibenarkan untuk mendapatkan ASI Bayi dengan berat badan lahir rendah, karena refleks menelannya sulit sehingga bahaya aspirsi mengancam Bayi dengan cacat bawaan yang tidak mungkin menelan (labiokisis, palatoknakisis, labioknatopalatokisis) Bayi yang tidak menerima ASI, penyakit metabolisme seperti alergi ASIPada kasus tersebut di atas untuk memberikan ASI sebaiknya dipertimbangkan dengan dokter anak.3. Patologis PayudaraPada rawat gabung dapat diharapkan bahwa kemungkinan stagnasi ASI yang dapat menimbulkan infeksi dan abses dapat dihindari.sekalipun demikian masih ada keadaan patologis payudara yang memerlukan konsultasi dokter sehingga tidak merugikan ibu dan bayinya. Keadaan patologis yang memerlukan konsultasi adalah : Infeksi payudara Terdapat abses yang memerlukan insisi Terdapat benjolan payudara yang membesar saat hamil dan menyusui ASI yang bercampur dengan darah

Lampiran materi :ASI ( AIR SUSU IBU )

A. PENGERTIAN ASI Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan bayi dengan standar emas. ASI terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh makanan dan minuman lainnya, karena ASI mengandung zat gizi yang paling tepat, lengkap dan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Selain itu, ASI juga steril dan merupakan makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya. Setelah enam bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat tidak cukup hanya dari ASI. Bayi perlu diberi makanan tambahan selain ASI yaitu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan organ tubuh bayi dan kebutuhan bayi akan nutrisi yang bisa mencukupi atau kemampuan lambung bayi mencerna mulai dari makanan lumat, bubur dan nasi tim. Pemberian ASI bersama MP-ASI hingga bayi usia dua tahun atau lebih sangatlah penting bagi bayi. (Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI; Pedoman Pelaksanaan Pekan ASI sedunia tahun 2008. DEPKES RI)

1Sentra Laktasi Indonesia mencatat ada sekitar 13% bayi berusia dibawah dua tahun yang diberi susu formula dan 15% sudah diberi makanan tambahan. Padahal bayi tidak akan pernah kelaparan dengan hanya menkonsumsi ASI saja, tanpa makanan tambahan lainnya. Baru setelah bayi berusia 6 bulan ke atas mulai diperkenalkan dengan makanan tambahan, karena kondisi pencernaannya sudah matang. Kekurangan gizi pada bayi bukan karena tidak minum susu formula, akan tetapi tidak diberikan ASI dan makanan pendamping secara benar. Akibat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping ASI yang salah, maka sekitar 27,3% dari seluruh balita di Indonesia menderita kurang gizi. Sebanyak 1,5 juta di antaranya menderita gizi buruk. Sementara itu di Indonesia berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2006-2007 pemberian ASI eksklusif pada bayi berumur 2 bulan hanya 64%. Prosentase ini menurun dengan jelas seiring bertambahnya umur bayi menjadi 46% pada bayi berumur 2-3 bulan dan 14% pada bayi berumur 4-5 bulan yang lebih memprihatinkan pada bayi berumur dibawah 2 bulan sudah diberi susu formula dan satu dari tiga bayi umur 2-3 bulan sudah diberi makanan tambahan.

B. MANFAAT ASI Ditinjau dari aspek gizi Kandungan gizi lengkap Mudah dicerna dan diserap Mengandung lipase untuk pencernaan lemak Mempertinggi penyerapan kalsium Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas) Ditinjau dari aspek psikologis Mendekatkan hubungan ibu dan bayi Menimbulkan rasa aman bagi bayi Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust) Ditinjau dari aspek KB Menunda kembalinya kesuburan Menjarangkan kehamilan

Bagi ibu Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara Mengurangi insiden HPV (Human Papilo Virus) Mempercepat involusi uterusBagi keluarga Aspek Ekonomi : hemat karena tidak membeli susu formula dan bayi jarang sakit sehingga biaya pengobatan dapat dihemat Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lainBagi bangsa dan negara Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak Mengurangi subsidi rumah sakit untuk perawatan ibu dan anak Meningkatkan kualitas generasi penerus C. LARANGAN PEMBERIAN ASISekalipun upaya untuk memberikan ASI digalakkan tetapi pada beberapa kasus pemberian ASI tidak dibenarkan yaitu :3. Faktor Ibu1. Ibu dengan penyakit jantung yang berat karena akan menambah beratnya penyakit ibu.2. Ibu dengan pre eklampsi dan eklampsi karena banyaknya obat-obatan yang diberikan sehingga dapat mempengaruhi bayinya.3. Penyakit infeksi berat pada payudara, sehingga kemungkinan menular pada bayinya4. Karsinoma payudara mungkin dapat menimbulkan menimbulkan metastasis5. Ibu dengan psikosis, dengan pertimbangan kesadaran ibu sulit diperkirakan sehingga dapat membahayakan bayi.6. Ibu dengan infeksi virus.7. Ibu dengan TBC atau lepra.4. Faktor Bayi Bayi dalam keadaan kejang-kejang yang dapat menimbulkan bahaya aspirasi ASI Bayi yang menderita sakit berat dengan pertimbangan dokter anak tidak dibenarkan untuk mendapatkan ASI Bayi dengan berat badan lahir rendah, karena refleks menelannya sulit sehingga bahaya aspirsi mengancam Bayi dengan cacat bawaan yang tidak mungkin menelan (labiokisis, palatoknakisis, labioknatopalatokisis) Bayi yang tidak menerima ASI, penyakit metabolisme seperti alergi ASIPada kasus tersebut di atas untuk memberikan ASI sebaiknya dipertimbangkan dengan dokter anak.5. Patologis PayudaraPada rawat gabung dapat diharapkan bahwa kemungkinan stagnasi ASI yang dapat menimbulkan infeksi dan abses dapat dihindari.sekalipun demikian masih ada keadaan patologis payudara yang memerlukan konsultasi dokter sehingga tidak merugikan ibu dan bayinya. Keadaan patologis yang memerlukan konsultasi adalah : Infeksi payudara Terdapat abses yang memerlukan insisi Terdapat benjolan payudara yang membesar saat hamil dan menyusui ASI yang bercampur dengan darah

C. CARA PEMBERIAN ASIDalam memberikan ASI, sebaiknya memperhatikan hal hal di bawah ini :Teknik menyusui Teknik menyusui perlu diperhatikan, karena sangat menentukan keberhasilan dalam mempertahahankan menyusui dan memperbanyak produksi ASIPosisi ibu menyusui Duduklah dengan posisi enak dan santai kalau perlu pakailah kursi yang ada sandaran punggung dan lengan Gunakan bantal untuk mengganjal bayi, agar jarak bayi tidak terlalu jauh dari payudaraMemasukkan putting susu Bila menyusukan mulai dengan payudara kanan, letakkanlah kepala bayi pada siku bagian dalam lengan kanan, badan bayi mengahadap ke badan ibu Lengan kiri bayi di letakkan di seputar pinggang ibu, tangan kanan ibu memegang pantat / paha kanan bayi Sanggahlah payudara kanan ibu dengan keempat jari tangan kiri dibawahnya, dan ibu jari diatasnya, tetapi tidak diatas bagian yang berwarna hitam ( aerola mamae ) Sentuhlah mulut bayi dengan putting susu Tunggu sampai bayi membuka mulut lebar-lebar Masukkan putting susu secepatnya kedalam mulut sampai daerah berwarna hitam

Melepaskan hisapan bayi Setelah selesai menyusukan bayi selama 10 menit, lepaskanlah isapan bayi dengan cara : Masukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi atau Dengan menekan dagu bayi kebawah Dengan menutup lubang hidung bayi Jangan menarik putting susu untuk melepaskannyaMenyendawakan bayiSetelah hisapan bayi dilepaskan. sendawakan bayi sebelum menyusukan dengan payudara yang lain, dengan cara : Sandarkan bayi dipundak ibu tepuklah punggungnya dengan pelan sampai keluar sendawa Bayi ditelungkupkan dipangkuan ibu, sambil digosok punggungnya.

Tanda-tanda menyusui yang benar : Bayi cukup tenang Mulut bayi terbuka lebar Bayi menempel betul pada ibu Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu Seluruh areola tertutup mulut bayi Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat Putting susu ibu tidak terasa nyeri Kuping dengan lengan bayi berada pada satu garis Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong

Hal-hal yang perlu diingat Susukanlah bayi dengan kedua payudara secara bergantian Sebelum menyusui minumlah 1 gelas air putih / teh Selama menyusui berikanlah perhatian yang penuh pada bayi

D. MASALAH DALAM MEMBERIKAN ASI1. Asi KurangSeringkali ibu merasa produksi ASInya kurang padahal sebenarnya tidak, apalagi bila bayinya seing menangis, ibu tergesa-gesa ingin memberikan tambahan susu formula. Penanggulangannya : Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi Menyusuilah dengan sabar Menyusui secara bergantian antara kedua payudara Minimalkan penggunaan alat (misal : dot) karena akan membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi rangsangan untuk memproduksi ASI2. Bayi Bingung PuttingBayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI akan mengalami nipple confusion sehingga waktu menyusu ibunya sering terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusu ibunya.Penanggulangan : Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif Menyusui dengan cara yang benar Menyusui lebih lama dan sering

3. Payudara BengkakPada hari-hari pertama, seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI mengumpul di dalam payudara, menekan pembuluh darah dan saluran limfe. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan nyeri.Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah : Susui bayi segera setelah bayi lahir Susui menurut kehendak bayi, jangan dijadwalkan Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyususi yang benar Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompaPenanggulangan : Bayi disusukan untuk menghindari pembengkakan Berikan kompres dingin untuk menguragi nyeri Lakukan pengurutan atau massage payudara4. Puting Susu Nyeri Atau LecetRasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya putting susu yang masuk ke dalam mulut bayi sedangkan areola tidak masuk mulut. Disamping itu juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara.Penanggulangan : Lakukan tehnik menyususi yang benar Menyususi pada payudara yang tidak lecet Jangan membersihkan putting dengan sabun atau alcohol

5. MastitisMastitis adalah peradangan payudara akibat infeksi. Biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan yang tersumbat atau luka pada putting yang terinfeksi.Penanggulangan : Kompres air hangat Ibu tetap menyusui bayinya pada payudara yang tidak terinfeksi Cukup istirahat Minum air putih minimal 2 liter/hari Minum anti biotik Lakukan perawatan payudara