RPP IPS KLS 7, 8, 9

  • Published on
    20-Jul-2015

  • View
    599

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>PERANGKAT PEMBELAJARANPANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester Nama Guru NIP/NIK Sekolah : Ilmu Pengetahuan Sosial : SMP/MTs. : VII s/d IX /1-2 : ........................... : ........................... : ...........................</p> <p>KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)I. Pendahuluan Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkahlangkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian II. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mencantumkan identitas Nama sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Catatan: RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. A.Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : a. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD b. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. B. Kompetensi Dasar</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar b. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran C.Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.</p> <p>D. Materi PembelajaranMateri pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. E. Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.</p> <p>F. Langkah-langkah Kegiatan PembelajaranUntuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan : a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>G. Sumber BelajarPemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. H. Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu A. B. C. D. E. F. : SMP........................... : ................................... : ................................... : ..... x 40 menit ( pertemuan)</p> <p>Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Tujuan Pembelajaran: Materi Pembelajaran Model/Metode Pembelajaran Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst G. Sumber Belajar H. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>PERANGKAT PEMBELAJARANRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester Nama Guru NIP/NIK Sekolah : Ilmu Pengetahuan Sosial : SMP/MTs. : VII /1 : ........................... : ........................... : ...........................</p> <p>KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Alokasi Waktu : : : : : : .tuui.................................. Ilmu Pengetahuan Sosial VII / 1 1. Memahami lingkungan kehidupan manusia 1.1. Mendiskripsikan keragaman bentuk muka bumi, pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan 12 jam pelajaran ( 6 x pertemuan )</p> <p>proses</p> <p>A. TUJUAN PEMBELAJARAN* : Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran, siswa dapat : Pertemuan 1 : Menjelaskan proses alam endogen yang menyebabkan terjadinya bentuk muka bumi dengan Tekun ( diligence ) ( NK, Tekun ( diligence ) Pertemuan 2 : Menjelaskan gejala diastropisme dan vulkanisme dengan Tekun ( diligence ) (NK, Tekun ( diligence ) Membedakan tipe-tipe gunung menurut bentuknya dengan Tekun ( diligence ) Pertemuan 3 : Menyebutkan faktor-faktor penyebab terjadinya gempa bumi dan akibat yang ditimbulkan Secara telitian ( carefulness) Menyebutkan jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya Secara telitian ( carefulness) Pertemuan 4 : Menjelaskan terjadinya proses pelapukan dengan Tekun ( diligence ) Pertemuan 5 : Menyebutkan faktor penyebab erosi dan dampak erosi Secara telitian ( carefulness) Pertemuan 6 : Menjelaskan dampak positif dan negatif dari tenaga endogen dan eksogen dengan Tekun ( diligence )</p> <p>Karakter siswa yang diharapkan :</p> <p>Disiplin ( Discipline ) Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence ) Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)</p> <p>B. MATERI PEMBELAJARAN</p> <p>: 1. PROSES ALAM ENDOGEN TERHADAP PEMBENTUKAN MUKA BUMI. Keberagaman bentuk muka bumi disebabkan oleh kekuatan besar yang bekerja pada bumi. Kekuatan itu disebut tenaga geologi. Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam,</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen ialah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun. Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga ini mempunyai sifat merusak permukaan bumi. a. Proses Alam Endogen Tahukah kamu bahwa bumi yang kita pijak ternyata berjalan-jalan dengan kecepatan beberapa cm per tahun? Pergerakan tersebut tidak terasa oleh kita. Namun, pergerakan tersebut menyebabkan perubahan relief muka bumi. Pernahkah kamu melihat permukaan jalan yang amblas? Jalan amblas ialah contoh adanya pergerakan dalam bumi. Pergerakan tersebut disebabkan oleh tenaga yang berasal dari dalam bumi yang disebut tenaga endogen. Dengan demikian, di dalam bumi terdapat sumber energi. Dari manakah energi itu berasal? Ternyata di dalam bumi terdapat sumber panas yang berasal dari inti bumi. Perhatikanlah gambar lapisan bumi dibawah ini.</p> <p>Keterangan: Lapisan Inti: cairan kental bersuhu di atas 4.500 C dan bertekanan tinggi, mengandung mineral cairan Besi dan Nikel (disebut juga lapisan Nife). Lapisan Astenosfer: merupakan lapisan kedua yang melapisi lapisan inti dengan suhu antara 2.0004.000 C dan tekanan terus menurun, mengandung mineral Silicium dan Magnesium (disebut juga lapisan Sima). Lapisan Litosfer: merupakan lapisan lebih kental dengan suhu &lt; 2.000 C dan tekanan terus turun. Lapisan ini disebut juga lapisan mantel bumi. Kerak Bumi: padat dan keras, menempel pada mantel bumi, mengandung mineral Silicium dan Aluminium (disebut juga lapisan Sial). Kita telah mengetahui bahwa kulit bumi itu padat, dingin, dan terapung di atas mantel bumi. Kerak bumi yang membentuk dasar samudera disebut lempeng samudera. Kerak bumi yang membentuk dasar benua disebut lempeng benua. Lempeng samudera dan lempeng benua terletak di atas lapisan mantel. Kita juga telah belajar bahwa lapisan mantel mendapat pemanasan terus-menerus dari lapisan Sima. Pemanasan ini menyebabkan terjadinya gerakan cairan dengan arah vertikal (konveksi) pada lapisan mantel. Akibatnya, arus konveksi ini menumbuk kulit bumi yang terapung di atasnya.</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>Karena tumbukan lempeng samudera dan lempeng benua, salah satu lempeng akan menujam ke bawah. Padahal, makin ke dalam suhu makin panas. Akibatnya, bagian kulit bumi yang padat dan dingin yang menujam ke bawah akan meleleh dan berubah menjadi magma serta mengeluarkan energi. Karena tumbukan terjadi terus-menerus, akan terkumpul tumpukan magma dan tumpukan energi. Penumpukan ini akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut. (1) Tekanan ke atas dari magma, gerak lempeng, dan energi yang terkumpul akan mampu menekan lapisan kulit bumi sehingga terjadi perubahan letak atau pergeseran kulit bumi. Akibatnya, kulit bumi bisa melengkung (disebut lipatan) atau patah (disebut patahan). Gejala ini disebut tektonisme. (2) Magma akan menerobos lempeng benua di atasnya melalui celah atau retakan atau patahan dan terbentuklah gunung api. Gejala ini disebut vulkanisme. (3) Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya. Goyangan atau getaran ini disebut gempa bumi. Gejala ini disebut seisme. b. Proses Alam Eksogen Tenaga eksogen ialah tenaga yang berasal dari luar bumi yang berpengaruh terhadap permukaan bumi. Tenaga eksogen dapat menyebabkan relief permukaan bumi berubah. Proses perubahan muka bumi dapat berlangsung secara mekanis, biologis, maupun secara kimiawi. Tenaga eksogen ini menyebabkan terjadinya pelapukan, erosi, gerak massa batuan, dan sedimentasi yang bersifat merusak bentuk permukaan bumi. 2. GEJALA DISATROPISME DANN VULKANISME Vulkanisme Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme. Gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber tenaga magma untuk menekan batuan yang ada di sekitarnya. Lalu apa yang disebut magma? Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi, terjadi dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terjadi akibat adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun suhunya cukup tinggi, tetapi batuan tetap padat. Jika terjadi pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan, tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut magma.</p> <p>(RPP) Mapel : Ilmu Pengetahuan Sosial</p> <p>KTSP Perangkat Pembelajaran Madrasah Tsanawiyah (MTs)</p> <p>Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan bisa sampai ke permukaan bumi. Jika gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi disebut intrusi magma. Sedangkan magma yang bergerak dan mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga vulkan. Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan. Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk (perhatikan gambar penampang gunung api), yaitu: 1. Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat. 2. Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan la...</p>