RPP Berkarakter IPA

  • View
    495

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of RPP Berkarakter IPA

Lampiran I

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 01 Sekolah Kelas/ Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi. B. Kompetensi Dasar 4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat. C. Indikator y Kognitif: Produk 1. Menjelaskan pengertian suhu dan kalor 2. Menjelaskan prinsip kerja thermometer 3. Menjelaskan hubungan skala celcius, Fahrenheit, reamur, dan Kelvin. 4. Menjelaskan perbedaan antara titik didih dan titik beku. y Kognitif: Proses 1. Melakukan pengamatan terhadap benda yang dipengaruhi oleh suhu. y Psikomotorik 1. Membaca penunjukan skala pada termometer. y Afektif 1. Karakter Jujur Bertanggung Jawab : SMA Negeri 2 Takalar : X/ II (Dua) : Fisika : 2 x 45 menit

2. Keterampilan social Memberikan pertanyaaan ketika mengalami kesulitan. Mengikuti pembelajaran dan menjadi pendengar yang baik. Mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik dan teliti.

-

Mengkomunikasikan dari suatu idea atau gagasan pada saat belajar

D. Tujuan Pembelajaran y Kognitif Pengetahuan produk 1. Melaui serangkaian kegiatan, peserta didik dapat mengemukakan definisi Suhu dan kalor. Dengan menggunakan kata-kata sendiri 2. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, peserta didik dapat menjelaskan prinsip kerja thermometer 3. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, peserta didik dapat menjelaskan hubungan skala celcius, Fahrenheit, reamur, dan Kelvin. 4. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara titik didih dan titik beku. Pengetahuan Proses 1. Peserta didik dapat Melakukan pengamatan terhadap benda yang dipengaruhi oleh suhu. y Psikomotorik

1. Peserta didik dapat membaca penunjukan skala pada termometer. y Afektif

1. Karakter: Peserta didik mengamati kejadian dalam percobaan dan mencatat data sesuai dengan hasil pengamatan dengan jujur, serta menyampaikan hasil kerjanya dengan penuh tanggung jawab 2. Keterampilan Sosial: Peserta didik bekerjasama dalam kelompoknya, menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat orang lain. D. Materi Pembelajaran a. Pengertian suhu dan kalor. Suhu menyatakan derajat panas suatu benda atau ukuran panas dinginnya suatu benda. Sedangkan panas atau kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat menyebabkan perubahan suhu. b. Alat ukur suhu Untuk menyatakan suhu suatu benda secara kuantitatif diperlukan alat ukur yang disebut termometer. Ada beberapa jenis termometer

dengan

menggunakan Pada

konsep

perubahan-perubahan raksa dan

sifat

karena alkohol

pemanasan.

termometer

termometer

menggunakan sifat perubahan volum karena pemanasan. Ada beberapa termometer yang menggunakan sifat perubahan volum karena

pemanasan, antara lain: Celcius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin. Masing-masing termometer tersebut mempunyai ketentuanketentuan tertentu dalam menetapkan nilai titik didih air dan titik beku air pada tekanan 1 atm, seperti terlihat pada gambar berikut.

Gambar Beberapa Macam Termometer Dari ketentuan tersebut diperoleh perbandingan skala dari keempat thermometer tersebut sebagai berikut:

Hubungan antara termometer Celcius dan Kelvin secara khusus dapat dinyatakan:

Secara umum hubungan termometer yang satu dengan yang lain adalah sebagai berikut:

Gambar Perbandingan thermometer secara umum E. Model Pembelajaran 1. Model 2. Metode F. Sumber Belajar : Kooperatif : Inside outside circle (IOC) :

- Buku fisika SMA kelas X. Bob Foster: Erlangga - LKS : Suhu Semua LKS dan LP dilengkapi dengan kunci sebagai panduan bagi guru G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal Waktu (detik) 10

1. Motivasi: Apa perbedaan suhu dan kalor? 2. Prasyarat: Apa satuan SI suhu? 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan menuliskannya di papan tulis

Kegiatan inti

70

1. Guru menyampaikan materi pelajaran dan menanyakan hal baru dengan pengetahuan dasar Peserta didik. 2. Peserta didik dibimbing oleh guru membentuk kelompok yang terdiri dari 5-6 orang 3. Membedakan konsep suhu dan kalor melalui kegiatan memanaskan benda hingga terjadi perubahan suhu. 4. Membaca literatur tentang macam-macam skala termometer dan

mengkomunikasikannya lewat diskusi kelompok dan tugas kelompok secara tertulis 5. Membagikan bahan bacaan yang bersifat umum mengenai materi Suhu dan kalor kepada peserta didik, serta menggaris bawahi kata-kata penting dan membuat pertanyaan berdasarkan bahan bacaan yang dibagikan. 6. Pendidik menunjuk salah satu kelompok dalam mempersentasikan hasil diskusinya ke depan kelas, dan kelompok lain menanggapi pendapat dan menjadi pendengar yang baik untuk memperoleh kesimpulan mengenai hubungan jarak terhadap waktu dan kecepatan terhadap waktu 7. Pendidik memberikan penghargaan kepada peserta didik Penutup 10

1. Peserta didik dibimbing oleh pendidik untuk menyimpulkan simulasi percobaan yang ditampilkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan Suhu dan kalor. 2. Pesrta didik diberikan waktu oleh pendidik untuk bertanya dan menyampaikan usulan agar pembelajaran berikutnya lebih baik

Makassar, Januari 2011 Mengetahui, Dosen pembimbing Mahasiswa,

Drs. Agus Martawijaya.,M.Pd

Mustikah.M

Lampiran II

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 02 Sekolah Kelas/ Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi. B. Kompetensi Dasar 4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap pengaruh zat C. Indikator y Kognitif: Produk : SMA Negeri 2 Takalar : X/ II (Dua) : Fisika : 2 x 45 menit

1. Menjelaskan pengertian proses pemuaian 2. Menjelaskan perubahan yang terjadi pada masing-masing zat 3. Menjelaskan contoh proses pemuaian yang terjadi dalam kehidupan seharihari. 4. Menerapkan besaran fisika dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. y Kognitif: Proses

1. .mengamati sifat-sifat pemuaian pada masing-masing zat y Psikomotorik

1. Terampil melakukan percobaan dengan menggunakan alat sederhana pada pemuaian gas. y Afektif

1. Karakter Jujur Bertanggung Jawab

2. Keterampilan social Memberikan pertanyaaan ketika mengalami kesulitan. Mengikuti pembelajaran dan menjadi pendengar yang baik. Mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik dan teliti. Mengkomunikasikan dari suatu idea atau gagasan pada saat belajar

D. Tujuan Pembelajaran y Kognitif Pengetahuan produk 1. Melaui serangkaian kegiatan, peserta didik dapat mengemukakan proses pemuaian. Dengan menggunakan kata-kata sendiri 2. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, peserta didik dapat menjelaskan pemuaian yang terjadi pada masing-masing zat 3. Dengan menggunakan kata-kata sendiri, peserta didik dapat menjelaskan hubungan antara kofisien muai panjang, luas, dan volume. 4. Peserta didik dapat menjelaskan beberapa contoh proses pemuaian dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan Proses 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi sifat-sifat pemuaian pada masingmasing zat. y Psikomotorik

1. Peserta didik mampu melakukan percobaan dengan menggunakan alat sederhana pada pemuaian gas. y Afektif

1. Karakter: Peserta didik mengamati kejadian dalam percobaan dan mencatat data sesuai dengan hasil pengamatan dengan jujur, serta menyampaikan hasil kerjanya dengan penuh tanggung jawab 2. Keterampilan Sosial: Peserta didik bekerjasama dalam kelompoknya, menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat orang lain. E. Materi Pembelajaran Pemuaian adalah peristiwa bertambah atau berkurangnya panjang, luas, volume suatu benda akibat perubahan suhu.

Jenis-jenis pemuaian 1. Pemuaian zat padat a. Pemuaian panjang Muai panjang ( ) didefinisikan sebagai pertambahan panjang benda yang panjangnya suatu satuan panjang (m) dengan kenaikan suhu satuan suhu.

Berdasarkan persamaan tersebut, panjang suatu benda/zat setelah dipanaskan dapat dihitung dengan persamaan

b. Pemuaian luas Muai luas ( ) didefinisikan sebagai pertambahan luas terhadap luas awal per kenaikan suhu. Persamaan kofisien muai luas

c. Pemuaian volume Muai volume adalah bilangan yang menunujukkan bertambahnya volume suatu benda dari volume asalnya per kenaikan suhu. Persamaan kofisien muai volume

2. Pemuaian zat cair Tidak semua benda menurut hukum pemuaian ini, misalnya air. Didalam interval 00- 40 C air akan berkurang volumenya bila dipanaskan, tetapi setelah mencapai 40 C volume air akan bertambah (Seperti pada

benda-benda lainnya). Hal tersebut diatas disebut ANOMALI AIR. Jadi pada 40 C air mempunyai volume terkecil, dan karena massa benda selalu tetap jika dipanaskan maka pada 40 C tersebut air mempunyai massa jenis terbesar. Vo dan Vo berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda sebelum dipanaskan. Vt dan Vt berturut-turut adalah volume dan massa jenis benda setelah dipanaskan. m adalah massa banda. Vo = m Vo Vt = m Vt Vt = Vo (1 + K (t ) Vt = Vt = m Vo (1 t)o

1

t

3. Pemuaian zat gas Kita tinjau sejumlah gas bermassa m, bertekanan P, bertemperatur T dan berada dalam ruang tertutup yang bervolume V. Dari percobaan-percobaan gas tersebut dapat menunjukkan hal-hal sebagai berikut : a. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu, pada tekanan tetap, ternyata volumenya sebanding dengan temperatur mutlaknya atau dikenal dengan HUKUM GAY LUSSAC dan proses ini disebut dengan proses ISOBARIK. V=C.T Atau V =C TV1 = V2 T1 T2

Jadi pada TEKANAN TETAP berlaku :

b. Untuk sejumlah gas bermassa tertentu, pada temperatur konstan, ternyata tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya atau dikenal dengan HUKUM BOYLE dan proses ini disebut dengan proses ISOTERMIS. P= C VP.V = C

atauP1 V1 = P2 V2

Jadi pada TEMPERATUR TETAP berlaku :

c. Selain itu gas dapat diekspansikan pada volume tetap dan prosesnya disebut dengan proses ISOKHORIS atau dikatakan tekanan gas sebanding dengan temperatur mutlaknya. P=C.T Atau P =C T P1 = P 2 T1 T 2

Jadi pada VOLUME TETAP berlaku :

Dari kenyataan-kenyataan di atas maka untuk gas bermassa tertentu dapat dituliskan dalam bentuk P V = Konstan T Atau P1 V1 = P 2 V 2 T2 T1

Dan persamaan di atas disebut :BOYLE GAY LUSSAC

F. Model Pembelajaran 1. Model 2. Metode G. Sumber Belajar - Buku fisika SMA kelas X. Bob Foster: Erlangga - LKS : Suhu Semua LKS dan LP dilengkapi dengan kunci sebagai panduan bagi guru H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan awal Waktu (detik) 10 : Kooperatif : Inside outside circle (IOC)

1. Motivasi:jika sebatang besi dipanaskan apa yang akan terjadi? 2. Prasyarat: Apa perbedaan suhu dan kalor? 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan menuliskannya di papan tulis Kegiatan inti 70

1. Guru menyampaikan materi pelajaran dan menanyakan hal baru dengan pengetahuan dasar Peserta didik. 2. Peserta didik dibimbing oleh guru membentuk kelompok yang terdiri dari 56 orang 3. Membaca literatur tentang pemuaian dan mengkomunikasikannya lewat diskusi kelompok dan tugas kelompok secara tertulis 4. Membagikan bahan bacaan yang bersifat umum mengenai materi pemuaian zat padat, cair, dan gas kepada peserta didik, serta menggaris bawahi kata-

kata penting dan membuat pertanyaan berdasarkan bahan bacaan yang dibagikan. 5. Pendidik menunjuk salah satu kelompok dalam mempersentasikan hasil diskusinya ke depan kelas, dan kelompok lain menanggapi pendapat dan menjadi pendengar yang baik untuk memperoleh kesimpulan mengenai hubungan jarak terhadap waktu dan kecepatan terhadap waktu 6. Pendidik memberikan penghargaan kepada peserta didik Penutup 10

1. Peserta didik dibimbing oleh pendidik untuk menyimpulkan simulasi percobaan yang ditampilkan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pemuaian. 2. Peserta didik diberikan waktu oleh pendidik untuk bertanya dan menyampaikan usulan agar pembelajaran berikutnya lebih baik

Makassar, Januari 2011 Mengetahui, Dosen pembimbing Mahasiswa,

Drs. Agus Martawijaya.,M.Pd

Mustikah.M

Lampiran III

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 03 Sekolah Kelas/ Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu A. Standar Kompetensi 4. Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi. B. Kompetensi Dasar 4.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat. C. Indikator y Kognitif: Produk 1. Menjelaskan proses perubahan wujud zat 2. Menjelaskan perbedaan wujud zat cair, padat, dan gas. 3. Menjelaskan perbedaan antara kalor laten peleburan dan kalor laten penguapan. 4. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi wujud zat y Kognitif: Proses 1. Mengamati peristiwa kalor serta perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari. y Psikomotorik 1. Terampil mengamati peristiwa kalor serta perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari. y Afektif 1. Karakter Jujur Bertanggung Jawab : SMA Negeri 2 Takalar : X/ II (Dua) : Fisika : 2 x 45 menit

2. Keterampilan social Memberikan pertanyaaan ketika mengalami kesulitan. Mengikuti pembelajaran dan menjadi pendengar yang baik. Mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik dan teliti. Mengkomunikasikan dari suatu idea atau gagasan pada saat belajar

D. Tujuan Pembelajaran y Kognitif Pengetahuan produk 1. Peserta didik dapat menjelaskan proses perubahan wujud. 2. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan wujud zat cair, padat, dan gas. 3. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan antara kalor laten peleburan dan kalor laten penguapan. 4. Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi wujud zat Pengetahuan Proses 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi peristiwa kalor serta perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari. y Psikomotorik

1. Peserta didik dapat memahami peristiwa kalor serta perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari . y Afektif 1. Karakter: Peserta didik mengamati kejadian dalam percobaan dan mencatat data sesuai dengan hasil pengamatan dengan jujur, serta menyampaikan hasil kerjanya dengan penuh tanggung jawab 2. Keterampilan Sosial: Peserta didik bekerjasama dalam kelompoknya, menyampaikan pendapat dan menanggapi pendapat orang lain. E. Materi Pembelajaran Wujud zat dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu zat padat, zat cair dan zat gas. Wujud suatu zat dapat berubah dari wujud zat yang satu menjadi wujud yang lain. Perubahan wujud dapat disebabkan karena pengaruh kalor.

Perubahan wujud zat selain karena penyerapan kalor, dapat juga karena pelepasan kalor. Setiap terjadi perubahan wujud terdapat nama-nama tertentu. Berikut adalah skema perubahan wujud zat beserta nama perubahan wujud zat tersebut.

Gambar skema perubahan wujud zat Banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan selama terjadi perubahan wujud dapat dinyatakan dengan persamaan:

Q = banyak kalor yang diserap atau dilepaskan (dalam joule) m = massa zat yang mengalami perubahan wujud (dalam Kg) L = kalor laten (dalam Joule/Kg) Nama-nama kalor laten, antara lain: y y y y y pada saat melebur disebut kalor lebur pada saat menguap disebut kalor uap pada saat menyublim disebut kalor sublim pada saat membeku disebut kalor beku pada saat mengembun disebut kalor embun Perubahan wujud es sampai menjadi uap jenuh, beserta persamaan kalor yang diserap dapat digambarkan seperti bagan di bawah ini.

Gambar Perubahan wujud air dan kalor yang diserap Dari es dengan suhu