of 19 /19
RINITIS NON ALERGI

Rinitis Non Alergi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rinitis

Citation preview

RINITIS ALERGI

RINITIS NON ALERGI

1ANATOMI HIDUNG

2RINITISDEFINISIRinitis adalah inflamasi yang terjadi pada hidung dan diklasifikasikan didalam gejala nasal, yang termasuk anterior dan posterior rinorea, demam, hidung bersin, dan hidung tersumbat. Gejala tersebut terjadi lebih dari 2 hari, yang setiap harinya terjadi selama kurang lebih 1 jam.3RINITIS NON ALERGIRinitis non alergi biasanya terdapat gejala rinorea berwarna bening dan obstruksi hidung. Bersin, gatal , mata berair biasanya tidak selalu terdapat pada rinitis non alergi. Ada peningkatan insiden rinitis non alergi dengan bertambah umur .Pasien dengan rinitis non alergi harus selalu diperiksa tentang riwayat penyakit, pekerjaan, dan pengobatan.4KLASIFIKASI

5RINITIS VASOMOTORSuatu keadaan idiopatik yang didiagnosis tanpa adanya infeksi, alergi, eosinofilia, perubahan hormon, pajanan obat.6ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGINEUROGENIKKetidakseimbangan antara impuls saraf simpatis dan parasimpatis pada hidung.NEUROPEPTIDAAbnormalnya saraf sensoris hidung sehingga terjadi pelepasan neuropeptida berlebih.NITRIK OKSIDAMeningkatnya NO sehingga terjadi nekrosis epitel hidung.TRAUMA7

8GEJALA KLINISObstruksi nasalPeningkatan sekresi ( Watery Rhinorrhea)Bersin, pruritus, kelainan konjungtiva jarang terjadi.9RINITIS MEDIKAMENTOSASuatu kelainan hidung berupa gangguan respon normal vasomotor akibat pemakaian vasokontriktor topikal dalam waktu lama dan berlebihan.10PATOFISIOLOGIPemakaian vasokontriktor berulang dalam jangka waktu lamaFase dilatasi berulang(Rebound dilatation) setelah vasokontriksiObstruksi hidung, terus menerus menggunakan obat vasokontriktorpeningkatan agonis alfa adrenergik pada mukosa hidungPenurunan sensitivitas reseptor alfa adrenergik pada pembuluh darahAktivitas vasokontriksi menghilangDilatasi dan kongesti jaringan mukosa hidung (rebound congestion)11GEJALA KLINISHidung tersumbat terus menerus dan berairPemeriksaan tampak edema/ hipertrofi konka dengan sekret hidung berlebihanApabila diberi tampon adrenalin, edema konka tidak berkurang12RINITIS HORMONALPerubahan hidung dapat terjadi selama siklus menstruasi , pubertas , kehamilan dan di gangguan endokrin tertentu seperti hipotiroidisme dan acromegaly. Estrogen merangsang kongesti vaskular membrana hidung dan juga pembesaran uterus. Pada kasus hipotiroid gejala tersebut dapat diredakan menggunakan ekstrad tiroid. 13RINITIS PADA PEROKOKPada perokok, iritasi mata dan kepekaan bau lebih banyak dari pada tidak perokok. Asap rokok merubah mucociliary eosinophilic dan dapat menyebabkan alergi atau peradangan pada hidung. Pada beberapa orang yag peka terhadap rokok dan tembakau menyebabkan sakit kepala, hidung ( rinorea, iritasi, bersin ).14RINITIS INFEKSI Terjadinya proses inflamasi mukosa hidung yang dapat disebabkan oleh infeksi. Mikroorganisme penyebab infeksi terdiri dari bakteri, virus, dan jamur15RINITIS ATROFIInfeki hidung kronik yang ditandai oleh adanaya atrofi progesif pada mukosa hidung dan tulang konka. Pada pemeriksaan histopatologi tampak metaplasia epitel torak bersilia menjadi epitel kubik atau epitel gepeng berlapis.16RINITIS ATROFIETIOLOGIInfeksi kuman (Klebsiella ozena, stafilokokus,streptokokus, pseudomonas)Def. Fe dan vit. ASinusitis kronikGEJALANafas berbau Sekret hijau kentalKrusta hijauSakit kepala Hidung tersumbatKonka inferior dan media atrofi17ALGORITMA PEMERIKSAAN

18TATALAKSANAMenghindari alergenKortikosteroidAntikolinergikDekongestanAntibiotikIrigasi nasal19