36
RINITIS ALERGI Sepfrita Katerine A 2007.04.0.0017

Rinitis Alergi Sepfrita 150522

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rhinitis alergi

Citation preview

RINITIS ALERGI & RHINOSINUSITIS

RINITIS ALERGI

Sepfrita Katerine A2007.04.0.0017

1PENDAHULUANBerdasarkan penyebabnya, ada 2 golongan rhinitis :

1. rhinitis alergidisebabkan oleh adanya alergen yang terhirup oleh hidung

2. rhinitis non-alergidisebabkan oleh faktor-faktor pemicu tertentu :- rhinitis vasomotor : idiopatik; sensitif terhadap fumes, odors, temperature & atmospheric changes, irritant- rhinitis medicamentosa- rhinitis struktural : abnormalitas struktural2DEFINISIMenurut WHO (2001)

Kelainan pada hidung dengan gejala bersin-bersin, rinore, rasa gatal dan tersumbat setelah mukosa hidung terpapar alergen yang diperantarai oleh IgE

3EPIDEMIOLOGIPrevalensi rhinitis alergi berkisar 4 40%Ada kecenderungan peningkatan prevalensi rhinitis alergi di AS dan di seluruh duniaPenyebab belum bisa dipastikan, tetapi nampaknya ada kaitan dengan meningkatnya polusi udara, populasi dust mite, kurangnya ventilasi di rumah atau kantor, dll.4JENIS ALERGEN

5Alergen inhalan (merupakan alergen utama) : debu rumah, tungau, jamur, bulu binatangAlergen okupational (ditempat kerja) : pabrik rokok, pabrik tekstil, pabrik rotiAlergen ingestan (makanan) : telur, susu, ikan laut6KLASIFIKASIBerdasarkan waktunya, ada 3 golongan rhinitis alergi :1. Seasonal allergic rhinitis (SAR)terjadi pada waktu yang sama setiap tahunnya : musim bunga, banyak serbuk sari beterbangan2. Perrenial allergic rhinitis (PAR)terjadi setiap saat dalam setahun, penyebab utama : debu, animal, jamur, kecoa3. Occupational allergic rhinitis : terkait dengan pekerjaan7Klasifikasi rhinitis alergi menurut guideline ARIA (2001)

ARIA : Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma

Berdasarkan lamanya terjadi gejala

KlasifikasiGejala dialami selamaIntermitenkurang dari 4 hari seminggu, atau kurang dari 4 minggusetiap saat kambuhpersistenlebih dari 4 hari seminggu, atau lebih dari 4 minggu setiapsaat kambuh82. Berdasarkan Keparahan dan kualitas hidupKlasifikasiGejala dialami selamaringantidak mengganggu tidur, aktivitas harian, olahraga, sekolah,atau pekerjaantidak ada gejala yang mengganggusedang sampaiberatmengganggu tidur, aktivitas harian olahraga, sekolah,atau pekerjaan terganggu,ada gejala yang mengganggu9PATOGENESISKomponen :AlergenImmunoglobulin (IgE)Mastosit (sel mast)Eosinofil

10PATOFISIOLOGIVasodilatasi dan udimHipersekresi kelenjar mukus dan sel gobletInfiltrasi eosinofil pada mukosa dan submukosa 11

12

13Pada SAR : sneezing, runny nose, watery & itchy eyes Pada PAR : nasal congestion, post-nasal drip

gejala lambat berlangsung setelah fase cepat sampai 24 jam . Bila paparan alergen berlangsung terus kronisGEJALA

Bersin berulangkaliHidung berair (rhinorrhea)Tenggorokan, hidung,kerongkongan gatalMata merah, gatal, berair

14DIAGNOSISAnamnesisBersin > 5x (tiap serangan)Rinore (ingus, bening, encer)Gatal hidung, tenggorok, langit-langit, telingaHidung tersumbat (menetap atau berganti)Hiposmia/anosmiaFaktor pemicu (kontak dengan alergen)

15Anamnesa (gejala subjektif)batuk kronisFrekuensi serangan, berat penyakit,Lama sakit, intermitten, persistenPengaruh terhadap kegiatan sehari-hariAnamnesa lain :Manifestasi penyakit alergi lainRiwayat atopi keluargaRiwayat terapi16Pemeriksaan FisikMukosa konka pucat/kebiruan, odem, sekret encer beningMata kemerahan dengan hiperlakrimasiPada anak :alergi shiner, allergic saluteDinding faring posterior kasar akibat sekret hidung yang mengalir pada tenggorok (post nasal drip)17Pemeriksaan penunjang1. Jika diperlukan, lakukan test : skin test/skin prick test atau RAST (Radioallergosorbent test)

Cara skin testMenyuntikkan ekstrak alergen (senyawa test) secara subkutan kulit digores dengan jarum steril, ditetesi senyawa alergen tunggu reaksinya2. IgE serum spesifik dan IgE serum total3. Tes provokasi hidung4. Eosinofil darah dan sekret hidung18

19TERAPI1. Menghindari alergen2. Medikamentosa3. Imunoterapi4. Pembedahan

20Tujuan TerapiMengurangi secara maksimal gejala rhinitisMenghindari komplikasi21

22Tata laksana terapi1. Menghindari pencetus (alergen)

Amati benda-benda apa yang menjadi pencetus (debu, serbuk sari, bulu binatang, dll). Jika perlu, pastikan dengan skin testJaga kebersihan rumah, jendela ditutup, hindari kegiatan berkebun. Jika harus berkebun, gunakan masker wajah232. Menggunakan obat untuk mengurangi gejalaAntihistaminDekongestanKortikosteroid nasalSodium kromolinIpratropium bromidaLeukotriene antagonis

3. Imunoterapi : terapi desensitisasi24Obat-obatan yang digunakanAnti HistaminAnti histamin adalah medicamentosa utama untuk terapi penyakit alergiEfek : menghilangkan bersin dan rinore tetapi kurang efektif untuk buntu hidung

25Anti histamin generasi I :

Short actingEfek sedasi ok dapat menembus sawar otakIkatan tidak spesifik juga mengikat reseptor cholinergic (muscarinic) mulut kering, takikardi, konstipasiObat : CTM, dipenhidramin, tripolidin

26Anti histamin generasi II dan III :Long actingLebih spesifik terhadap reseptor H1 mengurangi ESOAnti inflamasi yang kuat ok menghambat lepasnya berbagai mediator inflamasidari jaringan dan sel darahContoh :loratadin, terfenadin, setrizin desloration, levosetirizin 27DECONGESTANBermanfaat untuk RA dengan gejala buntu hidung yang menonjolGolongan simpatomimetik vasokonstriksi, menciutkan mukosa yang membengkak, dan memperbaiki pernafasanBentuk topikal lebih efektif mengatasi buntu hidungPenggunaan agen topikal yang lama (lebih dari 3-5 hari) dapat menyebabkan rinitis medikamentosa, di mana hidung kembali tersumbat akibat vasodilatasi perifer batasi penggunaanEx : efedrin, pseudoefedrinES oral: gelisah, insomia, mudah marahKI : penyakit jantung, HT, DM, penyakit tiroid28KORTIKOSTEROID INTRANASALSangat efektif mencegah timbulnya gejala nasal pada RA baik pada early dan late onsetAnti inflamasi lokal yang kuatTerapi lini1 untuk RA musiman/intermitten maupun persisten/perineal terutama kategori sedang atau berat Contoh : momentason furoat, fluticason propionate

29Terima kasih :)30Ostiomeatal komplek

31Caldwell luc

32Operasi ini ialah membuka sinus maksila, dengan menembus tulang pipiIndikasi: degenerasi mucosa irreversibleKI : anak