RINGKASAN JTM

  • View
    235

  • Download
    22

Embed Size (px)

Text of RINGKASAN JTM

SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIKTEGANGAN MENENGAH

Sistem Distribusi Tegangan Menengah merupakan sistem listrik tenaga yang diawali dari sisi tegangan menengah pada GI (GI - sisi sekunder) sampai dengan tiang akhir jaringan distribusi tegangan rendah yang berfungsi untuk mendistribusikan tenaga listrik pada pemanfaatan tenaga listrik.

BAB 1JARINGAN SUTM

1. Struktur Jaringan DistribusiPada saluran distribusi dikenal berbagai macam jenis feeder (penyulang), ada feeder primer da nada feeder sekunder. Jenis-jenis feeder ini sangat diperlukan dalam ,memenuho tingkat kontinuitas pelayanan pada pelanggan.a) Aspek pentanahan netral sistem : Netral diisolasikan (Underground) atau sistem dengan netral tidak ditanahkan, misalnya : LBS,GI,GH,Trafo dll Netral ditanahkan(Grounded)1) Melalui tahanan contohnya Netral trafo dan JTM 20 kv2) Melalui ditanahkan (grounding)3) Secara langsung/solid multi grounding4) Peterson coil : digunakan untuk GIb) Aspek penggunaan hantaran : Dari segi lintasannya1) Jaringan Udara misalnya AAAC2) Jaringan bawah tanah Dari segi fasa saluran1) Saluran dengan sati fasa2) Saluran tiga fasa Saluran fasa 3 kawat Saluran fasa dengan satu kawat tanah

c) Hubungan antara sumber pengisian dengan sumber pemakaian Jaringan radial Jaringan lingkar Jaringan anyaman2. Jaringan Distribusi Tegangan MenengahBerdasarkan konstruksinya, jaringan distribusi Tegangan Menengah dapat dikelompokkan menjadi 2 macam konstruksi, yaitu sebagai berikut : SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) SKTM (Saluran Kabel Tegangan Menengah)Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) merupakan konstruksi termurah untuk penyaluran tenaga listrik pada daya yang sama. Konstruksi ini paling banyak digunakan untuk konsumen jaringan Tegangan Menengah yang digunakan di Indonesia. Ciri utama jaringan ini adalah penggunaan penghantar telanjang yang ditopang dengan isolator pada tiang besi/beton. Penggunaan penghantar telanjang, dengan sendirinya harus diperhatikan factor yang terkait dengan keselamatan ketenagalistrikan seperti jarak aman minimum yang harus dipenuhi penghantar bertegangan 20 kV tersebut antar Fase atau dengan bangunan atau dengan tanaman atau dengan jangkauan manusia. Termasuk dalam kelompok yang diklasifikasikan SUTM adalah juga bila penghantar yang digunakan adalah penghantar berisolasi setengah AAAC-S (half insulated single core).

3. Pola Jaringan Distribusi PrimerSistem distribusi primerdigunakan untuk menyalurkantenaga listrikdarigardu induk distribusike pusat-pusat beban. Sistem ini dapat menggunakansaluran udara,kabel udara, maupunkabel tanahsesuai dengan tingkat keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan.Saluran distribusiini direntangkan sepanjang daerah yang akan disuplai tenaga listriksampai ke pusat beban.Terdapat bermacam-macam bentukrangkaian jaringan distribusi primer, yaitu: Jaringan Distribusi Radial, dengan model: Radial tipe pohon, Radial dengan tie dan switch pemisah, Radial dengan pusat beban dan Radial dengan pembagian phase area. Jaringan distribusi Ring (loop), dengan model: Bentuk open loop dan bentuk Close loop. Jaringan distribusi spindlea. Konfigurasi Radial Sistem distribusi dengan pola Radial adalah sistem distribusi yang paling sederhana dan ekonomis. Pada sistem ini terdapat beberapa penyulang yang menyuplai beberapa gardu distribusi tetapi penyulang ini tidak saling berhubungan. Kerugian tipe jaringan ini apabila jalur utama pasokan terputus maka seluruh penyulang akan padam. Kerugian lain mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling akhir kurang baik, hal ini dikarenakan besarnya rugi-rugi pada saluran.

b. Konfigurasi Ring (Loop) Pada sistem ini terdapat penyulang yang terkoneksi membentuk loop atau rangkaian tertutup untuk menyuplai gardu distribusi. Gabungan dari dua struktur radial menjadi keuntungan pada pola loop karena pasokan daya lebih terjamin dan memiliki keandalan yang cukup.

c. Konfigurasi Spindle Sistem spindle adalah suatu pola konfigurasi jaringan dari pola radial dan ring. Spindle terdiri dari beberapa penyulang (feeder) yang tegangannya diberikan dari gardu induk dan tegangan tersebut berakhir pada gardu hubung (GH). Pada sebuah spindle biasanya terdiri dari beberapa penyulang aktif dan sebuah penyulang cadangan (express) yang akan dihubungkan melalui gardu hubung.

BAB 2KONSTRUKSI JARINGAN DISTRIBUSI

2.1 Konstruksi Pemasangan TiangKonstruksi jaringan tenaga listrik saluran udara kawat terbuka untuk system distribusi terdiri dari beberapa macam bentuk atau formasi ini disebabkan karna beberapa faktor dan menyebabkan karakteristik komponen-komponen sistemnya berbeda.

Konstruksi Jaringan SUTM

Kontruksi saluran udara jaringan distribusi tegangan menengah yang digunakan secara garis besar dibagi atas 4 macam,yaitu :1) Formasi Horizontal simetris tanpa kawat tanah2) Formasi horizontal tidak simetris dengan kawat tanah3) Formasi segititigfa dengan kawat tanah di bawah kawat fasanya4) Formasi vertical2.2 Standarisasi Konstruksi Jaringan Distibusi Tegangan Menengah

a. Konstruksi TM-1Konstruksi TM-1 merupakan tiang tumpu yang digunakan untuk rute jaringan lurus, dengan satu traves (cross arm) dan menggunakan tiga buah isolator jenis pin insulator dan tidak memakai trek skoor

Konstruksi Tiang Penyangga TM-1 SUTM

Kode pada gambar distribusi

b. Konstruksi TM 2Konstruksi TM-2 digunakan untuk tiang tikungan dengan sudut 150 170 derajat, menggunakan double traves dan double isolator dan mempunyai treck skoor karna letaknya disudut.

Konstruksi Tiang sudut TM-2 SUTM

Kode pada gambar distribusi

c. Konstruksi TM 3Konstruksi TM-3 terpasang pada konstruksi tiang lurus, mempunyai double traves. Isolator yang digunakan adalah 6 buah isolator jenis suspension isulator dan 3 buah isolator jenis pin insulator dan tidak memakai treck schoor.

Konstruksi Tiang Penegang TM-2

Detail rangkaian isolator tarik

d. Kontruksi TM-4Kontruksi TM-4 digunakan pada kontruksi tiang TM akhir,mempunyai double traves dengan 3 buah isolator jenis suspension insulator dan memakai treck schoor.

e. Kontruksi TM-5Kontruksi TM- 5 terpasang pada kontruksi tiang TM lurus dengan belokan antara 120-180 derajat,menggunakan doub;e traves dengan enam buah isolator jenis suspension dan tiga buah isolator jenis pin insulator dan memakai treck schoor

f. Kontruksi TM-6Kontruksi TM-6 ini terpasang pada kontruksi tiang TM siku.Masing-masing double traves disilang 4.Isolator yang digunakan berjenis suspension insulator sebanyak 6 buah dan 1 isolator berjenis pin insulator,kontruksi ini memakai treck schoor.

g. Kontruksi TM-7Kontruksi TM-7 digunakan pada kontruksi pencabangan jaringan tegangan menengah dengan sudut siku.Masing-masing double traves disilang 4.pada TM induk memakai isolator suspension,pada TM pencabangan ditambah dengan isolator jenis pin dan kontruksi ini memakai treck schoor.

h. Kontruksi TM-8Kontruksi TM-8 ini terpasang pada kontruksi percabangan JTM sudut siku.Masing-masing double traves disilang 4.TM induk memakai isolator tumpu dan TM percabangan memakai isolator suspension

i. Kontruksi TM-9Kontruksi TM-9 terpasang pada kontruksi jaringan TM penyangga lurus mempunyai satu traves,type isolator tumpu dan tidak memakai treck schoor.Kontruksi ini biasanya digunakan pada daerah perkotaan.

j. Kontruksi TM-10Kontruksi TM-10 sama dengan TM-6.TM-10 terpasang pada kontruksi tiang tikungan siku.Masing-masing double traveling disilang 4 dan memakai treck scoor ganda.

k. Kontruksi TM-11Kontruksi TM-11 terpasang pada kontruksi tiang TM akhir,Opstijg kabel.TM duble traves,isolator type suspension dan memakai treck schoor

l. Kontruksi TM-12Kontruksi TM-12 merupakan tiang penyangga lurus.Terpasang pada kontruksi tiang untuk hutan lidung,mempunyai isolator berjenis tumpu dan tidak memakai traves.Merupakan tiang penyangga yaitu tiang yang dipasang pada saluran listrik yang lurus dan berfungsi sebagai penyangga

m. Kontruksi TM-13Kontruksi TM-13 merupakan tiang penyangga lurus.Kontruksi tiang ini biasanya terpasang pada kontruksi untuk tiang hutan lindung,mempunyai isolator tipe tumpu dan tidak memakai traves.

n. Kontruksi TM-14Kontruksi TM-14 merupakan kontruksi tiang tarik vertical dan tiang ini biasanya terpasan pada hutan lindung,mempunyai type isolator suspension dan tidak memakai traves.

o. Kontruksi TM-15Kontruksi TM-15 merupakn TM yang terpasang pada kontruksi tiang tarik akjir dengan menggunakan arrester,mempunyai double traves menggunakan type isolator tumpu dan memakai treck schoor.

2.3 Material SUTM 3 fasa 20 kv1. Tiang Tiang Kayu SPLN 115 : 1995 berisikan tentangTiang Kayu untuk jaringan distribusi, kekuatan, ketinggian dan pengawetan kayu sehingga pada beberapa wilayah pengusahaan PT PLN Persero bila suplai kayu memungkinkan, dapat digunakan sebagai tiang penopang penghantar penghantar SUTM. Tiang Besi Adalah jenis tiang terbuat dari pipa besi yang disambungkan hingga diperoleh kekuatan beban tertentu sesuai kebutuhan. Walaupun lebih mahal, pilihan tiang besi untuk area/wilayah tertentu masih diijinkan karena bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan tiang beton. Pilihan utama juga dimungkinkan bilamana total biaya material dan transportasi lebih murah dibandingkan dengan tiang beton akibat diwilayah tersebut belum ada pabrik tiang beton. Tiang Beton Untuk kekuatan sama, pilihan tiang jenis ini dianjurkan digunakan di seluruh PLN karena lebih murah dibandingkan dengan jenis konstruksi tiang lainnya termasuk terhadap kemungkinan penggunaan konstruksi rangkaian besi profil.

2. KonduktorSUTM konduktor yang disediakan adalah jenis kawat AAAC Konduktor Telanjang (BC : Bare Conductor) Konduktor dengan bahan utama tembaga(Cu) atau alluminium (Al) yang di pilin bulat padat Pilihan konduktor penghantar telanjang yang memenuhi pada decade ini adalah AAC atau AAAC. Sebagai akibat tingginya harga tembaga dunia, saat ini belum memungkinkan penggunaan penghantar berbahan tembaga sebagai pilihan yang baik.

Penghantar Berisolasi Setengah AAAC-S (half insulated single core) Konduktor dengan bahan utama aluminium ini diisolasi dengan material XLPE (croslinkpolyetilene langsung), dengan batas tegangan 6 kV

3. Lighting arresterKemampuan isolasi lighting arrester maksimum adalah 24 kV.Lighting Arrester harus memnuhi standard IEC 99-1 dan sudah termasuk perlengkapan seperti brackets,fixing bolt,nut dan washer4. SuspensionSuspension yang dipakai adalah dari jenis yang terbuat dari porselen,lengkap dengan aksesorisnya seperti : Strain clamp,socker eye ball eye Dll

5. Tap ConnectorConnector yang digunakan pada umumnya adalah dengan mempergunakan tiga baut.

6. Insulator 20 kV tipe PinInsulator 20 kV terdiri dari type pin Post Insulator dan Line Post Insulator yang terbuat dari jenis porselen atau Anealed Glass.

7. Joint sleeve

8. Plat Baja Penahan

9. GroundingMenggunakan tipe tembaga ukuran 50 mm yang berjenis Bare Copper Conductor Hard sedangkan untuk bagian penahan menggunakan Carbon Steel.

ISOLATORIsolator yang digunakan dalam kontruksi SUTM 20 kV dan trafo tiang,material Pin dan Sting insulator.1. Isolator tumpu 20 kVa. Terdiri dari tpe Pin Post Insulator dan Line Post Insulator adalah jenis jenis yang terbuat dari porselen dipergunakan untuk pemasangan luar.b. Pin tersebut harus memenuhi standarisasi dari PLN

2. String Insulator 20 kVa. Yang biasanya dipakai adalah yang berjenis porselen,produksi yang telah diakui olleh PLN dan mendapat sertifikasi.b. String Insulator harus memenuhi standarisasi dari PLNc. String Insulator harus kengkap dengan aksesorisnya seperti :Starin Clamp,socker eye,clevis,Croos arm dll3. Guy insulatorBahan yang digunakan untuk membuat Guy insulator terbuat dari jenis porselen dan mendapat sertifikat dari PLN dan diakuia. Guy insulator tegangan menengahb. Guy insulator tegangan rendah harus mempunyai kekuatan tarik mekanis minimum 5000 Kg dan bertipe oval.

2.4 Pemasangan Jaringan SUTM

PengertianSUTM adalah jaringan yang di khususkan untuk menghubungkan antara gardu induk atau Gardu hubung ke pusat pusat trafo beban untuk menyalurkan tenaga listrik yang bertegangan 20 KV.Perlengkapan dan pemasangan jaringan SUTM TiangPada pekerjaan jaringan SUTM ini memakai bahan tiang yang terbuat dari beton antara lain : Tiang 12 M Tiang 14 MTiang ini di khususkan pemakaiannya untuk menghindari jaringan TM/tegangan menengah sepanjang berada sepanjan jaringan expres feeder.

1. Pemasangan tiangSebelum tiang didirikan terlebih dahulu digali lubang sedalam 1/6 panjang tiang yang digunakan atau yang akan dipasang.Lobang dibuat lebih besar dari penampang tiang bagian bawah agar nantik lebih mudah sewaktu mendirikan nya.

Alat dan bahan yang digunakan untuk mendirikan tiang : Bor tanah penggali lobang Skop Tali dan papan Linggis

2. Macam-macam peletakan tianga) Tiang awal/tiang akhirSejenis tiang yang dipasang pada permulaan dan akhir penarikan kawat hantaran,dimana gaya tarik kawat bekerja terhadap tiang satu arah.

b) Tiang penyanggaSejenis tiang yang digunakan atau dipasang pada saluran listrik yang berfungsi sebagai penyangga kawat hantaran,dimana gaya yang diderita tiang adalah gaya tarikan 2 arah dan berat kawat.

c) Tiang sudutSejenis tiang yang dipasangkan pada lokasi atau tempat pemasangan yang berda pada tempat pembelokan.Jadi arah pemasangan kawat penghantar horizontal.

d) Tiang penegangSejenis tiang yang digunakan untuk dipasangkan pada saluran listrik yang lurus,dimana gaya tarikan kawat bekerja terhadap tiang dari 2 arah yang berlawanan.

e) Tiang penopangAdalah tiang yang digunakan untuk menyangga tiang akhir,tiang sudut dan tiang penegang agar kemungkinan tiang menjadi miring akibat gaya tarik kawat penghantar dapat dihindari.

3. Mendirikan tiang Lubang untuk penempatan tiang harus cukup lebar dan tegak lurus supaya tiang dapat bebas masuk dan mudah mendirikan nya,juga mempunyai ruangan yang cukup antara tiang dengan pinggiran lubang,sehingga memungkinkan pada waktu penutupan kembali lubangnya dapat dipadatkan sempurna disekeliling lubangnya.

Pemasangan iang harus tegak lurus dan panjang bagian tiang yang ditanam adalah 1/6 panjang tiang yang digunakan.

Pemasangan tiang pada tanah lembek,dibawah tiang harus diberi beton blok dengan ukuran 42 x 10 cm.

Untuk pemasangan tiang didaerah pantai atu daerah yang mengandung banyak bauksit,tiang harus dibungkus dengan goni minimum 2 lapis.

Penimbunan tiang harus disekelilingi atau ditimbun sekelilingnya dengan menggunakan batu.

Setelah tiang berdiri harus dibungkus dengan mantel beton/dicor beton dengan campuran 1 pcs : 3 krl : 5 psl,yang diperkuat dengan beton 6 mm.

4. Meluruskan dan Memiringkan Tianga. Apabila tiang letaknya keluar dari garis maka tiang tersebut harus diluruskan atau dipindahkan ketempat yang lain.

b. Tiang ddiraikan harus tegak lurus,kecuali tiang sudut atau tiang akhir yang harus didirikan agak miring ke arah yang berlawanan dengan beban,sehingga setelah kawat menerima beban maka puncak tiang tersebut tegak luru.

c. Tiang awal,tiang akhit dan tiang sudut yang mempunyai sudut tarikan agak tajam harus diberi schorr supaya tiang-tiang tersebut tetap tegak lurus.

Pemasangan travvesTravees berfungsi untuk kedudukan isolator pin,staring isoilator meupun hang isolator.Travees yang digunakan untuk jaringan expres feeder SUTM 20 KV terbuat dari besi PNP

a. Travves tunggalTravves ini digunakan pada tiang penyangga yang mempunyai sudut kurang dari 5 derajat.Pada travvers ini dipasang 3 buah isolator,travvers ini dipakai untuk peletekan 3 buah isolator

b. Travvers gandaTravvers ini digunakan pada beberapa tiang: Tiang awal dan tiang akhirPemasangan travers pada tiang awal dan tiang akhir ini digunakan untuk peletakan hang isolator Tiang yang terletak pada daerah pembelokan dan tiang tempat penyambungan hantaran.Pemasangan travvers ganda pada pembelokan digunakan untuk peletakan 6 buah isolator.

c. Travvers double 2 tingkatTravvers semacam ini digunakan untuk peletakan double hang isolator yang dipasang di daerah yang berbelokan 120-150 derajat.

d. Travvers penyanggaDigunakan untuk menupang travvers supaya travvers tersebut terpasang kokoh dan datar.

Penggunaan tupang travers : Pemasangan travvers tunggal memerlukan tupang travvers dua buah. Pemasangan travvers memakai tupang travvers empat buah Pemasangan travvers dua tingkat dan perlu memakai tupang travvers delapan buah.

Cara Pemasangan Travvers. Semua travvers harus dilobangi terlebih dahulu kemudian baru dipasang pada tiang.Bila ada pemasangan khusus, sehingga ada bagian yang perlu dilobangi lagi.

Semua baut-baut dan lainnya untuk keperlua pemasangan peralatan yang baut-baut tersebut harus cukup eluruhnya mengalir pada mur.

Dalam pemasangan travvers ini yang kita lakukan pertama sekali hendaklah memasang penopangnya dibawah,sebelum kita sampai diatas tiang. Pemasangan travvers harus datar dan kita perlu memperhatikan juga letak travvers nya.dimana travvers harus berhadap-hadapan dan saling membelakangi.

Klebihan panjang baut tidak boleh lebih dari 2 inchi dari ujung mur setelah dikerasi (dikunci).Untuk mencapai keadaan ini kita harus menggunakan baut yang sesuai dengan panjangnya,agar kita tidak memotong baut tersebut setelah dipasang.Kecuali ada pertimbangan isolasi untuk keamanan dan bila ujung baut terpakssa dipotng maka bekas potongan harus dicat dengan bahan anti karat.

Isolator pen harus dipasang pada pen-nya dengan keras dan lobang isolator harus segari dengan jaringnya.

IsolatorIsolator adalah sebagai sejenis alat pengikat arus listrik yang dibentuk sedemikian rupa,sehingga dapat dipergunakan sebagai penyangga atau tempat peletakkan kawat berarus yang berada diatas biasanya terdiri dari bahan porselin gelas,keramik dan ebonik.Ditinjau dari Segi Kegunaannya isolator berfungsi Untuk:1) Mengisalir atara kawat fasa dengan kawat fasa2) Mengisolir kawat fasa dengan tanah.3) Menahan berat kawat/hantaran.4) Menahan adanya perubahan konduktor akibat adanya perubahan angin.5) Mengatur jark dan sudut konduktor.Ditinjau dari Segi Kontruksinya dapat Dibagi atas:1) Isolator gantung2) Isolator tarik3) Isolator pasak

Macam-macam isolator dan pemasangannya:a. Hang IsolatorIsolator ini bekerja untuk menarik kawat yang dipasang pada tiang awal dan tiang akhir dan juga dipasang pada tiang tempat penyambungan kawat/hantaran.Isolator ini dapat juga dinamakan Isolator Tarik.

b. Pen IsolatorIsolator ini digunakan untuk penyangga atau penahan berat hantaran diatas tiang. Isolator ini dipasang pada tiang penyangga atau tiang jaringan lurus.Cara pemasanga Isolator: Pemasangan isolator harus dengan hati-hati dan pen isolator harus diperiksa betul bahwa baut-baut telah terletak atau terpasang pada pennya,isolator pen harus dipasang dengan keras dan lubang isolator harus segaris.

Pertama kali kita mengangkat isolator keatas tiang dengan menggunakan tali tarik.Setelah itu isolator dimasukkan kedalam lobang travvers agar tidak goyang.

Memasang hantaranKawat yang dipakai dalam pemasangan jaringan expres feeder ini adalah kawat AAAC kawat ini terbuat dari bahan campuran alumunium.

1. Langkah-langkah dan cara penarikan kawat: Menggelar kawat dengan menggunakan kaki tiga uang terbuet dari besi,alat ini sebagai poros pemutaran spel kawat.Pergelaran ini dengan menggunakan tenaga manusia.

Menaikkan kaawat keatas tiangSebelum kawat dinaikan keatas tiang segala halangan harus dihindari,halangan itu seperti SR,kawat telepon Setelah semua kawat sudah dinaikkan ke ats travvers barulah kawat itu dinaikan ke atas isolator.

Menarik kawat diatas isolator

2. Alat dan bahan yang digunakan: Kawat AAAC Ashel Track base Kunci secukupnya Tali pembantu Kawat pengikat

Memasang Treck schoorBerfungsi untuk menahan tiang supaya tiang dapat berdiri dengan kokoh dan kuat dan agar terhindar dari tiang miring karena adanya gaya tarikan dari kawat.

1. Alat dan Bahan : Kawat sling Tui isolator TM Picnet Sekande Beton blok Angker Spanskrup Kosen gegalv

2. Cara pemasangan Treck schoor,Sebelum kita melakukan pemasangan treck schoor terlebih dahulu dilakukan penanaman beton blok.

Adapun cara penanaman beton block adalah: Gali tanah sedalam 180 cm Setelah digali masukkan beton blok kedalam lubang yang dilengkapi dengan angker. Kemudian lubang tersebut ditimbun pertama kali dengan tanah ini bertujuan agar beton blok tidak pecah sewaktu ditimbun Setelah ditimbun dengan tanah lalu ditimbundengan batu yang sama tujuan nya supaya beton blok tidak goyang sewaktu melakukan penarikan kawat Untuk melakukan penarikan kawat ini dilakukan dengan menggunakan track bas

Memasang kontramastKontramast diperlukan pemasangan apabila pemasangan treck schoor tidak memungkinkan,kontramast sering dipakai pada keadaan jaringan bertikungan atau berbelok. Memasang druck schoordalah sebagai alatt penahan tinggi tiang yang biasanya terdapat pada tiang akhir,tiang sudut dan tiang yang terletak pada jaringan yang berbelok.Druck schoor ini dipasang apabila penahan jenis lain seperti kontramast dan treck schoor tidak memungkinkan untuk dipasang klarena jaringannya banyak berbelok. Menjamper dan Mendrak hantaranSetelah selesai penarikan kawat dari awal sampai akhir maka langkah selanjutnya menjamper dan mendrag kawat.

a) Menjamper kawatMenjamper dapat diartikan adlah penyambungan hantaran dari hang isolator ke hang isolator lainnya/dari suatu jaringan ke jaringan lainnya.Penyampbungan kawat tidak bisa dihindari karena: Panjang kabel yang terbatas Mengingat transportasi Pencabangan untuk konsumen baru

b) Mendrak kawatYang dimaksud mendrag kawat adalah mengikat kawat yang terletak di ats isolator atau mengikat hantaran dengan suatu alat pengikat yang terletak diatas isolator.Tujuannya supaya kawat yang terletak diatas isolator dapat menjadi kuat dan kokoh dan menghindari dari jatuhnya kawat.

Pemasanagan arresterDalam pekerjaan wxpres feeder ini arester dipasang pada tiang portal,pemasangan tiang portal berfungsi untuk tempat penyambungan kawat saluran udara hantaran saluran bawah tanah.Pemasangan bertujuan untuk menjaga jaringan terhadap sambaran petir.

ALQAF YEFRI.S - 1101024024