rev s2 widi

  • View
    1.976

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of rev s2 widi

HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN BERBICARASebuah Survei Siswa Kelas V SD di UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Unit Kecamatan Petanahan Usulan Penelitian Tesis ini Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia

Oleh Widi Riani S 840908127

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

i

HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN BERBICARASebuah Survei Siswa Kelas V SD di UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Unit Kecamatan Petanahan

Disusun oleh Widi Riani S 840908127 Telah disetujui oleh Tim Pembimbing Dewan Pembimbing Jabatan Pembimbing I Nama Dr. Budhi Setiawan , M.Pd. NIP. 131809046 Tanda tangan Tanggal

____________ ___________ _

Pembimbing II

Dr. Retno Winarni, M.Pd. NIP. 131127613 ____________ ___________ _ Mengetahui Ketua Program Pendidikan Bahasa Indonesia

Prof. Dr. Herman J. Waluyo, M.Pd. NIP. 130692078

ii

DAFTAR ISI

JUDUL....................................................................................................................i PENGESAHAN.....................................................................................................ii DAFTAR ISI.........................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.................................................................1 B. Perumusan Masalah........................................................................4 C. Tujuan Penelitian............................................................................4 D. Manfaat Penelitian..........................................................................5 BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, HIPOTESIS PENELITIAN A. Kajian Teori....................................................................................6 1. Hakikat Keterampilan Berbicara..............................................6 2. Hakikat Penguasaan Struktur Bahasa.....................................13 3. Hakikat Motivasi Belajar........................................................17 B. Penelitian yang Relevan...............................................................24 C. Kerangka Berpikir........................................................................25 1. Hubungan antara Penguasaan Struktur Bahasa dan Keterampilan Membaca...................................................25 2. Hubungan antara Motivasi Belajar dan Keterampilan Berbicara...................................................26 3. Hubungan antara Penguasaan Struktur Bahasa dan Motivasi secara Bersama-sama dengan Keterampilan Berbicara..........26 D. Hipotesis Penelitian .....................................................................29

iii

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian.......................................................30 1. Tempat Penelitian ...................................................................30 2. Waktu Penelitian .....................................................................30 B. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel........................31 1. Populasi ..................................................................................31 2. Sampel ....................................................................................31 3. Teknik Penarikan Sampel .......................................................31 C. Desain Penelitian..........................................................................32 D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional...............................33 1. Variabel Penelitian ..................................................................33 2. Definisi Konseptual ................................................................33 3. Drfinisi Operasional................................................................34 E. Teknik Pengumpulan Data...........................................................35 F. Instrumen Penelitian ......................................................................6 G. Validitas dan Reabilitas Instrumen ..............................................37 1. Validitas Instrumen .................................................................37 2. Reabilitas Instrumen ...............................................................38 H. Uji Normalitas .............................................................................39 I. Teknik Analisis Data ....................................................................40 J. Hipotesis Statistik.........................................................................41 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................43

iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan alat komunikasi yang umum dalam masyarakat. Tidak ada masyarakat di manapun mereka tinggal yang tidak memiliki bahasa. Bagaimanapun wujudnya sikap masyarakat pastilah memiliki bahasa sebagai alat komunikasi. Sekalipun ada diantara kita yang membayangkan tulisan bila mendengarkan pembicaraan tentang bahasa, namun bahasa sebenarnya adalah ucapan. Bahasa diucapkan dan didengar, bukan ditulis dan dibaca, hanya pada masyarakat yang sudah relatif maju, yang sudah menemukan tulisan, bahasa itu kemudian ditulis dan dibaca, disamping tetap ada yang diucapkan dan didengarkan. Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan dan ini cukup banyak jumlahnya bahasa selalu diucapkan dan didengarkan. Keterampilan berbicara yang merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa memiliki peran yang strategis. Nanang Edi Wasono (1997: 7.1) mengatakan bahwa seseorang yang memiliki keterampilan berbicara mudah dalam menyampaikan ide dan gagasan kepada orang lain, keberhasilan menyampaikan ide dan gagasan sehingga dapat diterima oleh orang yang mendengarkan atau yang diajak berbicara. Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa keterampilan berbicara sangat layak untuk dikuasai. Untuk dapat berbicara dalam suatu bahasa dengan

v

baik, pembicara harus menguasai lafal, struktur, dan kosakata yang bersangkutan. Di samping itu diperlukan juga penguasaan masalah dan atau gagasan yang akan disampaikan, serta kemampuan memahami bahasa lawan bicara. Untuk dapat menjadi pembicara yang baik, seorang pembicara selain menguasai masalah yang dibicarakan, juga harus memperlihatkan keberanian dan kegairahan. Selain itu pembicara harus berbicara dengan jelas dan tepat. Dalam hal ini ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh pembicara yaitu aspek kebahasaan meliputi pengucapan vokal, pengucapan konsonan, penempatan tekanan, pilihan kata, pilihan ungkapan, variasi kata, tata bentuk, struktur kalimat, dan ragam kalimat. Serta aspek nonkebahasaan meliputi keberanian dan motivasi, kelancaran, kenyaringan suara, pandangan mata, gerak-gerik dan mimik, keterbukaan, penalaran dan penguasaan topik. Berdasarkan kenyataan-kenyataan sebagaimana yang dikemukakan

di atas, dapat dikatakan bahwa keterampilan berbicara telah menjadi kebutuhan bagi setiap individu dalam kehidupan. Namun, perlu disadari bahwa keterampilan berbicara itu tidaklah diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses pembelajaran yang sebagian besar merupakan tugas dan tanggung jawab pengajar. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa Indonesia baik di berbagai jenjang maupun jenis sekolah, dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi, keterampilan berbicara sangat diperhatikan pembinaannya. Dalam Permendeiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI mata pelajaran Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik

vi

memiliki kemampuan sebagai berikut: (1) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. (2) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. tepat (3) dan Memahami kreatif bahasa untuk Indonesia dan

menggunakannya

dengan

berbagai

tujuan.

(4) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

(6) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. Di sekolah dasar telah ditetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar berbicar dengan tujuan setelah siswa lulus SD telah menguasai keterampilan berbicara dengan baik. Meskipun telah dirancang sedemikian rapi, namun pada kenyataannya keterampilan siswa SD masih rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Purwanto menunjukkan rendahnya keterampilan berbicara pada siswa ini antara lain disebabkan kurangnya pembinaan keterampilan berbicara. Rendahnya motivasi belajar juga diduga menjadi faktor penting dalam keterampilan berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan penguasaan struktur bahasa dan motivasi belajar yang tinggi. Jawaban-jawaban yang diketengahkan di atas belum teruji kebenarannya. Oleh karena itu, untuk memastikan ada tidaknya hubungan yang positif antara

vii

penguasaan struktur bahasa dan motivasi belajar dengan keterampilan berbicara, diperlukan penelitian ini.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di muka, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah terdapat hubungan antara penguasaan struktur bahasa dengan keterampilan berbicara? 2. Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan keterampilan berbicara? 3. Apakah terdapat hubungan antara penguasaan struktur bahasa dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan keterampilan berbicara?

C. Tujuan Pe