of 26 /26
Resume Journal Rizky Amalia Sharfina 1102011239

Resume Journal Ebm Kedkel

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedkel

Citation preview

Resume Journal

Resume JournalRizky Amalia Sharfina1102011239SKENARIOSeorang pria karyawan swasta berumur 35 tahun yang tinggal di daerah pinggiran datang ke dokter dengan gejala badan terasa lemas dan pucat, berkeringat, nafsu makan menurun, mual yang terkadang diikuti dengan muntah, menggigil serta demam. Dokter menduga ia menderita malaria karena tempat tinggalnya ternyata sedang terjadi wabah malaria. Dokter meminta pasien untuk segera melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test, tetapi pasien bertanya mengapa tidak melakukan pemeriksaan laboratorium secara mikroskopik saja? Dokter mencoba mencari tahu perbandingan efektivitas dari kedua test tersebut PERTANYAANApakah pemeriksaan mikroskopik lebih efektif dan efisien untuk mendiagnosis malaria dibanding Rapid Diagnostic Test?KOMPONEN PICOPatient : Pria 35 tahun dengan gejala malariaIntervention : Rapid Diagnostic TestComparison : Microscopic Test Outcome : Rapid Diagnostic test lebih efisien dalam mendiagnosis malariaPEMILIHAN KATA KUNCI Malaria AND Rapid Diagnostic Test AND Microscopic Test

A Review Of Malaria Diagnostic Tools: Microscopy and Rapid Diagnostic Test (RDT)JURNAL 1

AbstractPemeriksaan mikroskopik dengan cara giemsa dan RDT adalah dua cara diagnosis yang paling sering digunakan untuk mendiagnosis dan mengontrol angka kejadian malaria.

ConclusionPemeriksaan dengan cara mikroskopik dapat membuat diagnosis yang baik. Namun pemeriksaan dengan cara RDT dapat membantu penegakan diagnosis bagi masyarakat pinggiran yang tidak tersedia fasilitas laboratoriumMetode Diagnosis MalariaA. Clinical DiagnosisMerupakan cara yang paling mudah dan murah untuk mendiagnosis malaria, namun terdapat kesulitan untuk membedakan malaria dengan gejala penyakit tropik lainnya.

B. Biological Diagnosis1. GiemsaMerupakan gold standard dari pemeriksaan malaria. Pemeriksaan ini mampu membedakan berbagai parasit penyebab malaria.Bisa menjadi false positive atau false negative jika orang laborannya tidak mempunyai pengalaman yang cukup.

2. RDTMerupakan alat untuk mendeteksi antigen malaria dalam darah dengan jumlah sedikit.HRP-2 merupakan RDT yang spesifik terhadap antigen P. Falciparum.pLDH merupakan RDT yang dapat mendeteksi Plasmodium spp.

Rapid Diagnostic Tests In MalariaJurnal 2AbstractObjectivesTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi malaria dengan menggunakan standard mikroskopik dan RDT lalu membandingkan hasil dari kedua alat diagnosis tersebut.Materials and Methodspengambilan sampel darah dari 422 pasien dalam kurun waktu 3 tahun

ResultsDari 422 sampel hanya 19 sampel yang dites dan terbukti malaria. Pemeriksaan dengan mikroskopik menghasilkan ke 19 sampel tersebut positif namun hanya 17 sampel yang positif dengan pemeriksaan RDT.ConclusionRDT tidak mampu menggantikan test mikroskopis sebagai gold standard, naamun RDT adalah alat pendeteksi pengganti mikroskopis di tempat yang fasilitas kesehatannya tidak memadaiDiscussionRapid Diagnostic Test merupakan alternatif di saat tidak memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan mikroskopik.Pemeriksaan dengan mikroskopik dapat mendeteksi parasit dengan kepadatan 5-10 parasit per mikroliter darah, sedangkan RDT untuk P. falciparum mempunyai sensitivitas lebih dari 90% di kepadatan parasit diatas 100 parasit permikroliterRDT gagal mendeteksi 2 positif sampel, yang sebenarnya terdiagnosis oleh tes mikroskopik. Ini mengindikasikan bahwa pada kepadatan parasit yang rendah, mikroskopik tes lebih sensitif untuk mendiagnosis parasit.Comperative of Rapid Diagnostic Test With Microscopy to Diagnose Malaria DiseasesJurnal 3AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk membandingkan penggunaan RDT dengan pemeriksaan mikroskopik

PendahuluanDiagnosis malaria klinis harus dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan apusan darah (mikroskopik). Kekurangan tenaga laboratorium yang terampil menggunakan mikroskop secara tepat, merupakan salah satu penyebab diagnosis terlambat ditegakkan

MetodePenderita malaria yang disertakan dalam penelitian ini adalah penderita yang diakibatkan oleh P. falciparum dan P.vivax

Hasil uji diagnosis RDTSensitivitas (menentukan diagnosis malaria secara benar): 67/105 (63,8%)Spesifisitas(menegakkan diagnosis bukan mlaria secara benar): 551/551(100%)PPV(memprediksi penderita malaria secara benar): 67/67(100%)NPV(memprediksi bukan penderita malaria secara benar): 551/589(93,5%)

PembahasanHasil sensitivitas RDT dipengaruhi oleh kepadatan parasit. Pada kepadatan parasit yang rendah, sensitivitas RDt juga menjadi berkurang.Hasil penelitian lain menyatakan bahwa RDT tidak dianjurkan untuk pemeriksaan follow up penderita malaria, karena akan masih ditemukan antibodi terhadap antigen malaria pada tubuh penderita selama masa tersebut.KesimpulanPemeriksaan mikroskopik memperlihatkan hasil yang lebih baik dibanding RDT, terutama untuk kepadatan parasit yang rendah.RDT masih sangat diperlukan, terutama di daerah yang kekurangan tenaga laboratorium dan untuk kepentingan surveillans.Comparison of Rapid Diagnostic Tests for the Detection of Plasmodium vivax Malaria in South KoreaJurnal 4Abstract253 pasien diteliti pada penelitian ini. Sensitivitas, spesifisitas didapat dari membandingkan 4 jenis RDT dengan pemeriksaan mikroskopik

IntroductionPerforma dari RDT beragam tergantung dari lingkungan, keadaan geografis, prevalensi penyakit, dan spesies dari penyakit.Jenis RDT yang akan diteliti efektifitasanya adalah SD Bioline, NanoSign, Asan Asay, dan CareStart.Materials and MethodsCareStart Malaria dan SD Bioline dapat mendeteksi antigen HRP-2 spesifik terhadap P. Falciparum, dan pLDH antigen yang dapat mendeteksi semua spesies dari PlasmodiumNanoSign Malaria mempunyai 2 jenis yaitu deteksi enzim Aldolase yang spesifik terhadap P. falciparum dan pan-pLDH yang dapat mendeteksi spesies Plasmodium yang lainnyaAsanEasy Malaria, pLDH antigen yaitu untuk mendeteksi P.falciparum dan pAldolase untuk mendeteksi P.Vivax

Microscopic ExaminationApusan darah dinyatakan negatif dari parasit jika tidak ditemukan stadium aseksual dari Plasmodium spp.DiscussionHasil dari RDT malaria dengan CareStart dan SD Bioline hampir menyerupai tes mikroskopik untuk mendeteksi P.vivax. Namun RDT ini tidak dapat membedakan jenis plasmodium apa yang terdeteksi kecuali P.falciparum. Comparison of Three Real-time PCR Methods With Blood Smears And Rapid Diagnostic Test In Plasmodium sp. InfectionJurnal 5Abstract Di dalam penelitian ini diteliti 3 jenis real time PCR yaitu qRT-PCR1, qRT-PCR2, dan qRT-PCR3ResultsDari 73 sampel yang terdeteksi minimal 1 dari 3 jenis realtime PCR 59 diantaranya adalah P.falciparum, 8 P.ovale, 4 P.vivax, 2 P. malariae.

Di 6 kasus lainnya: qRT-PCR3 positif 6 dari 6 kasusRDT dan qRT PCR1 positif di 5 dari 6 kasusqRT PCR2 hanya positif di 2 kasus.Pemeriksaan apusan darah negatif dalam ke 6 kasus ini.Discussion Dari penelitian ini dapat diakui bahwa metode pemeriksaan molekular dapat memberikan spesifisitas dan sensitivitas yang bisa dipertimbangan sebagai standard dalam mendiagnosis infeksi malaria. Karena pemeriksaan qRT-PCR ini mempunyai keuntungan yaitu sedikit terkontaminasi dan mempunyai standarisasi yang lebih baik. Namun metode qRT-PCR membutuhkan material yang spesifik dan lebih mahal dibanding pemeriksaan mikroskopi.Conclusion3 jenis qRT-PCR ini merupakan metode yang akurat dan dapat dipercaya untuk mendiagnosis malaria, dan tidak terdapat kejanggalan dalam identifikasi spesies jika dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopik.Real time PCR merupakan metode yang dipilih untuk individu dengan jumlah parasit yang rendah. qRT-PCR1 adalah yang paling mampu untuk mendeteksi infeksi dari P. FalciparumqRT-PCR2 mampu mendeteksi 4 spesies dari Plasmodium