12
RESUME Nama klien : Sdr. I Tanggal : 14 September 2015 Usia : 16 tahun S O A P I E - Klien mengatakan tidak mau mengobrol dengan perawat - Klien mengatakan dirinya sekarang sudah berada di Sumatera - Klien mengatakan bahwa dirinya tidak sakit - Kontak mata tidak ada - Klien berbicara sendiri - Klien menghindari perawat - Afek klien tumpul - Isi pikir klien fantasi - Bentuk pikir klien nonrealistik - Klien sering membuang ludah dan berkata kotor Ganggua n Proses Pikir - Bina Hubungan Saling Percaya - Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir - Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingku ngan. - Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi. - Bantu pasien - Membina Hubungan Saling Percaya - Mengidentifik asi tanda dan gejala gangguan proses pikir - Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingku ngan. - Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi. S: - klien mengatakan tidak mau mengobrol dengan perawat O: - Kontak mata tidak ada - Klien berbicara sendiri - Klien tidak kooperatif - Penampilan klien rapi dan bersih - Klien sering membuang ludah selama interaksi A: Kognitif: - klien tidak mampu membina hubungan saling percaya dengan perawat - klien tidak mampu melakukan orientasi realitas - klien tidak mampu berdiskusi tentang kebutuhannya

Resume

Embed Size (px)

DESCRIPTION

N

Citation preview

Page 1: Resume

RESUMENama klien : Sdr. I Tanggal : 14 September 2015Usia : 16 tahun

S O A P I E- Klien mengatakan

tidak mau mengobrol dengan perawat

- Klien mengatakan dirinya sekarang sudah berada di Sumatera

- Klien mengatakan bahwa dirinya tidak sakit

- Kontak mata tidak ada

- Klien berbicara sendiri

- Klien menghindari perawat

- Afek klien tumpul- Isi pikir klien

fantasi- Bentuk pikir klien

nonrealistik- Klien sering

membuang ludah dan berkata kotor

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

S:- klien mengatakan tidak mau

mengobrol dengan perawatO:- Kontak mata tidak ada- Klien berbicara sendiri- Klien tidak kooperatif- Penampilan klien rapi dan bersih- Klien sering membuang ludah

selama interaksiA:Kognitif:- klien tidak mampu membina

hubungan saling percaya dengan perawat

- klien tidak mampu melakukan orientasi realitas

- klien tidak mampu berdiskusi tentang kebutuhannya

Afektif- Klien tidak memiliki keinginan

untuk mengobrol dengan perawatPsikomotor- Klien meninggalkan perawat

sebelum interaksi selesaiP:- Ulangi SP1 GPP

Page 2: Resume

RESUMENama klien : Sdr. I Tanggal : 15 September 2015Usia : 16 tahun

S O A P I E- Klien mengatakan

bahwa dirinya tidak sakit

- Klien mengatakan dulu pernah dirawat di RS di Batu dan dikira meninggal

- Klien mengatakan dulu pernah mencabut infusnya sendiri hingga berdarah-darah

- Kontak mata ada- Klien sering

berbicara sendiri- Afek klien tumpul- Isi pikir klien

fantasi- Bentuk pikir klien

nonrealistik- Klien sering

membuang ludah dan berkata kotor

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

S:- klien mengatakan senang

mengobrol dengan perawat- Klien mengatakan bahwa sekarang

sedang berada di RSSA- Klien mengatakan bahwa saat ini

adalah pagi hari- Klien mengatakan bahwa dirinya

bernama Sdr. I- Klien mengatakan tidka butuh apa-

apa saat iniO:- Kontak mata ada- Klien sering berbicara sendiri- Penampilan klien rapi dan bersih- Klien sering membuang ludah

selama interaksi- Klien pergi sebelum interaksi

selesaiA:Kognitif:- Klien dapat mengingat nama

perawat- klien mampu melakukan orientasi

realitas- klien tidak mampu berdiskusi

tentang kebutuhannya

Page 3: Resume

Afektif- Klien memiliki keinginan untuk

mengobrol dengan perawatPsikomotor- Klien meninggalkan perawat

sebelum interaksi selesaiP:- Ulangi SP1 GPP

Page 4: Resume

RESUMENama klien : Sdr. I Tanggal : 16 September 2015Usia : 16 tahun

S O A P I E- Klien

mengatakan tidak mau mengobrol dengan perawat

- Klien mengatakan dirinya sekarang sudah meninggal

- Klien mengatakan bahwa yang seharusnya sakit bukan dirinya melainkan Rono 15 tahun

- Kontak mata tidak ada

- Klien berbicara sendiri

- Klien menghindari perawat

- Afek klien tumpul

- Isi pikir klien fantasi

- Bentuk pikir klien nonrealistik

- Klien sering membuang ludah dan berkata kotor

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Membantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis

- Menganjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

S:- klien mengatakan tidak mau mengobrol

dengan perawat- Klien mengatakan sebaiknya perawat

mengobrol dengan pasien yang lain saja- Klien mengatakan memang pendiam dan tidak

suka mengobrolO:- Kontak mata tidak ada- Klien berbicara sendiri- Klien tidak kooperatif- Penampilan klien rapi dan bersih- Klien sering membuang ludah selama interaksiA:Kognitif:- klien belum mampu membina hubungan

saling percaya dengan perawat- klien tidak mampu melakukan orientasi

realitasAfektif- Klien tidak memiliki keinginan untuk

mengobrol dengan perawatPsikomotor- Klien meninggalkan perawat sebelum

interaksi selesaiP:- Ulangi SP1 GPP

Page 5: Resume

RESUMENama klien : Sdr. I Tanggal : 17 September 2015Usia : 16 tahun

S O A P I E- Klien

mengatakan bahwa dirinya tidak sakit

- Klien mengatakan dulu pernah dirawat di RS di Batu dan dikira meninggal

- Klien mengatakan dulu pernah mencabut infusnya sendiri hingga berdarah-darah

- Klien mengatakan saat ini klien hanya pura-pura sakit saja

- Klien mengatakan setelah pulang dari RS akan pindah ke Sumatera

- Kontak mata ada

- Klien sering berbicara sendiri

- Afek klien tumpul

- Isi pikir klien fantasi

- Bentuk pikir klien nonrealistik

- Klien sering membuang ludah dan berkata kotor

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Membantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Menganjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

S:- klien mengatakan senang mengobrol dengan

perawat- Klien mengatakan bahwa sekarang sedang

berada di RSSA- Klien mengatakan bahwa saat ini adalah pagi

hari- Klien mengatakan bahwa dirinya bernama Sdr. I- Klien mengatakan tidak butuh apa-apa saat iniO:- Kontak mata ada- Klien sering berbicara sendiri- Penampilan klien rapi dan bersihA:Kognitif:- Klien dapat mengingat nama perawat- klien mampu melakukan orientasi realitas- klien tidak mampu berdiskusi tentang

kebutuhannyaAfektif- Klien memiliki keinginan untuk mengobrol

dengan perawatPsikomotor- Klien tidak meninggalkan perawat sebelum

interaksi selesaiP:- Ulangi SP1 GPP

Page 6: Resume

RESUMENama klien : Tn. E Tanggal : 18 September 2015Usia : 32 tahun

S O A P I E- Klien mengatakan

namanya adalah Tn. E saat diajak berkenalan

-

- Kontak mata tidak ada

- Klien duduk diam di kasur

- Klien menjawab pertanyaan perawat dengan intonasi yang rendah tidak jelas, kemudian diam kembali

- Afek klien datar- Arus pikir

inkoheren- Isi pikir klien

miskin isi pikir- Bentuk pikir klien

nonrealistik

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

S:- Klien mengatakan “mau” saat

diajak berinteraksi- Klien mengatakan “sudah” saat

ditanya apakah sudah mandi- Klien mengatakan “sudah” saat

ditanya apakah sudah makan- Klien mengatakan “ya” saat

diberitahu untuk meminta bantuan pada perawat jika ada yg dibutuhkan

- Klien mengatakan “mau” saat diajak berinteraksi kembali besok

O:- Kontak mata kurang- Penampilan klien rapi dan bersih- Klien lebih banyak menunduk- Klien tidak kooperatifA:Kognitif:- klien belum mampu membina

hubungan saling percaya dengan perawat

- klien tidak mampu melakukan orientasi realitas

- klien tidak mampu berdiskusi tentang kebutuhannya

Page 7: Resume

Afektif- Klien tidak menunjukkan minat

untuk mengobrol dengan perawatPsikomotor- Klien mau menjabat tangan

perawat- Klien hanya duduk diam selama

interaksiP:- Ulangi SP1 GPP

Page 8: Resume

RESUMENama klien : Tn. E Tanggal : 19 September 2015Usia : 32 tahun

S O A P I E- Klien mengatakan

“mau” saat diajak mengobrol

- Kontak mata kurang

- Klien duduk diam di kursi

- Klien menjawab pertanyaan perawat dengan intonasi yang rendah tidak jelas, kemudian diam kembali

- Afek klien datar- Arus pikir

inkoheren- Isi pikir klien

miskin isi pikir- Bentuk pikir klien

nonrealistik

Gangguan Proses Pikir

- Bina Hubungan Saling Percaya

- Identifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Bantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Diskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Bantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

- Anjurkan untuk memasukkan pada jadual kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan.

- Membina Hubungan Saling Percaya

- Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan proses pikir

- Membantu orientasi realitas: panggil nama, orientasi waktu, orang dan tempat/lingkungan.

- Mendiskusikan kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

- Membantu pasien memenuhi kebutuhannya yang realistis.

S:- Klien mengatakan “mau” saat

diajak berinteraksi- Klien mengatakan “sudah” saat

ditanya apakah sudah mandi- Klien mengatakan “sudah” saat

ditanya apakah sudah makan- Klien mengatakan “ya” saat

diberitahu untuk meminta bantuan pada perawat jika ada yg dibutuhkan

- Klien mengatakan “mau” saat diajak berinteraksi kembali besok

O:- Kontak mata kurang- Penampilan klien rapi dan bersih- Klien lebih banyak menunduk- Klien tidak kooperatifA:Kognitif:- klien belum mampu membina

hubungan saling percaya dengan perawat

- klien tidak mampu melakukan orientasi realitas

- klien tidak mampu berdiskusi tentang kebutuhannya

Page 9: Resume

Afektif- Klien tidak menunjukkan minat

untuk mengobrol dengan perawatPsikomotor- Klien mau menjabat tangan

perawat- Klien hanya duduk diam selama

interaksiP:- Ulangi SP1 GPP