Reklamasi Wilmar

  • View
    28

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Reklamasi

Text of Reklamasi Wilmar

  • 1

    PERENCANAAN PERBAIKAN TANAH PADA PROYEK

    REKLAMASI PANTAI PT. WILMAR NABATI GRESIK JAWA TIMUR DENGAN METODE PRELOADING DAN PEMASANGAN MICROPILE

    Nama Mahasiswa : Devvi Arri Rahmasari NRP : 3109 106 006 Jurusan : Teknik Sipil FTSP - ITS Dosen Pembimbing I : Prof. Ir. Noor Endah, MSc., PhD. Dosen Pembimbing II : Trihanyndio Rendy Satrya, ST, MT

    ABSTRAK PT. WILMAR NABATI GRESIK membutuhkan lahan baru untuk menunjang tambahan usaha produksi dengan menambah unit silo (biodiesel plant). Mengingat keterbatasan lahan yang tersedia untuk pembangunan silo (biodiesel plant) maka dibutuhkan usaha memperluas lahan dengan cara reklamasi pantai. Kondisi tanah dasar pada kawasan reklamasi pantai PT WILMAR NABATI GRESIK cenderung berjenis tanah lempung lunak. Tanah ini pada umumnya memiliki sifat sangat mudah memampat (compressible), permeabilitas yang rendah dan mempunyai daya dukung yang rendah. Mengetahui sifat-sifat tersebut, tanah lunak cenderung memiliki potensi pemampatan konsolidasi yang besar.

    Pemampatan konsolidasi yang terjadi dapat dihilangkan dengan menggunakan metode preloading. Selain timbunan reklamasi, struktur tanggul juga perlu diperhatikan karena memiliki peranan penting sebagai pelindung tanah timbunan dari terjangan arus dan gelombang air laut. Untuk itu dibutuhkan perkuatan tanah menggunakan micropile di bawah tanggul untuk meningkatkan tahanan geser tanah sehingga struktur tanggul aman dari kelongsoran (sliding). Perencanaan reklamasi pantai PT WILMAR NABATI GRESIK ini memanfaatkan metode preloading dan pemasangan perkuatan tanah dasar dengan micropile ukuran 20x20 cm di bawah tanggul sebanyak 15 buah per meter Panjang. Kata kunci : Reklamasi Pantai, Lempung Lunak, Preloading, Micropile.

  • 2

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang PT Wilmar Nabati - Gresik merupakan

    perusahaan yang bernaung di bawah Wilmar Group (Wilmar International) yang ada di Indonesia. Perusahaan pemilik kelapa sawit dan pabrik biodiesel kelapa sawit terbesar di dunia ini berada di kompleks industri Wilmar seluas 54 hektar, Jalan Kapten Dharmo Sugondo no. 56 Gresik. Di kompleks industri inilah akan dibuat dua tambahan usaha produksi turunan dari minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil) yaitu biji minyak kelapa sawit mentah (crude palm kernel oil) dan biji minyak kelapa sawit (palm kernel oil). Hasil pengolahan dari kedua jenis turunan minyak kelapa sawit mentah tersebut digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk-produk , diantaranya minyak goreng, creamer, produk kosmetik, produksi biodiesel, dan produksi oleokimia. Untuk itu dilakukan usaha pembangunan tambahan biodiesel plant guna memenuhi usaha produksi tambahan tersebut.

    Keadaan eksisting industri saat ini memperlihatkan adanya kekurangan lahan yang digunakan untuk pembangunan biodiesel plant tambahan karena bangunan hangar dan biodiesel plant yang ada sudah tidak menyisakan ruang atau lahan kosong. Mengingat masalah keterbatasan lahan tersebut maka diperlukan usaha untuk memperluas lahan dengan cara reklamasi pantai. Reklamasi pantai dilakukan dengan cara menguruk area perairan pantai seluas 24 hektar.

    Tanah dasar di daerah perairan pantai tersebut berjenis tanah lempung lunak yang memiliki sifat kompressibel tinggi, permeabilitas yang rendah, dan mempunyai daya dukung yang rendah. Mengetahui sifat-sifat tersebut, tanah lunak cenderung memiliki potensi pemampatan konsolidasi yang besar. Untuk menghilangkan pemampatan konsolidasi yang terjadi dapat digunakan metode preloading.

    Permasalahan lain yang ditemui pada reklamasi pantai adalah lokasi reklamasi yang berhubungan langsung dengan laut sehingga diperlukan suatu struktur pelindung berupa tanggul (shore protection) yang berfungsi untuk melindungi tanah timbunan dari terjangan arus dan gelombang air laut. Tanggul tersebut dibangun di sepanjang

    kawasan reklamasi dan merupakan tahap awal pekerjaan reklamasi. Guna lebih memperkuat struktur tanggul dibutuhkan adanya perkuatan tanah di bawah tanggul menggunakan micropile. Penggunaan micropile bertujuan untuk meningkatkan tegangan geser tanah agar daya dukung tanah meningkat.

    Oleh karena itu studi ini penting dilakukan agar dapat merencanakan metode preloading untuk menghilangkan pemampatan dan perkuatan tanah di bawah tanggul menggunakan micropile

    1.2 Perumusan Masalah

    Permasalahan yang muncul dalam merencanakan reklamasi pantai di area Pelabuhan Khusus PT. WILMAR Gresik antara lain: 1. Berapa tinggi timbunan awal ()

    yang harus diletakkan agar mencapai tinggi timbunan yang direncanakan ?

    2. Berapa besar dan lama pemampatan tanah akibat beban yang bekerja di atas tanah dasar?

    3. Berapa ukuran dan jumlah micropile yang harus dipasang sebagai perkuatan tanah di bawah tanggul agar tidak mengalami kelongsoran?

    4. Bagaimana metode pelaksanaan yang seharusnya dikerjakan ?

    1.3 Tujuan dari tugas akhir ini adalah merencanakan timbunan reklamasi pantai di PT Wilmar Nabati dengan sistem preloading serta perkuatan tanah di bawah tanggul menggunakan micropile.

    1.4 Batasan Masalah Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah :

    1. Data yang digunakan adalah data sekunder.

    2. Tidak mengevaluasi lay out. 3. Tidak melakukan studi perubahan pola

    arus dan sedimentasi. 4. Tidak membahas masalah

    hidrooceanografi dari daerah reklamasi 5. Lokasi pengerukan (quarry) sudah

    ditentukan. 6. Tidak menghitung anggaran biaya dan

    menganalisa waktu pelaksanaan proyek.

    1.5 Manfaat Manfaat dari tugas akhir ini adalah sebagai bahan masukkan yang sangat

  • 3

    berguna bagi perencanaan reklamasi pantai.

    1.6 Lokasi Proyek Secara geografis, pekerjaan reklamasi pantai PT Wilmar Nabati terletak di sekitar 71048 LS dan 112401 BT. Lokasi proyek berada di kawasan industri Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur yang berdekatan dengan dermaga container Marina dan dermaga Semen Gresik.

    METODOLOGI

    BAB IV

    DATA DAN ANALISA DATA 4.1 Data Tanah 4.1.1 Data Tanah Dasar

    Data tanah yang digunakan dalam perencanaan reklamasi PT. Wilmar Nabati Gresik merupakan data sekunder yang

    didapatkan dari pihak kontraktor pelaksana yaitu PT. Karya Inter Nusa. Data berupa hasil uji laboratorium yang didapatkan dari penyelidikan tanah dasar di lapangan yaitu Boring dan SPT (Standard Penetration Test). Boring dan SPT dilakukan di lima titik bor dengan kedalaman bervariasi yaitu 15m dan 30m dari dasar laut (sea bed). Lokasi titik bor tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.1.

    Dengan melakukan Plotting hubungan antara N-SPT dengan kedalaman tanah (Gambar 4.2) maka tebal lapisan tanah yang terkonsolidasi (compressible) dapat ditentukan. Penentuan tebal lapisan tanah yang terkonsolidasi didasarkan pada N-SPT yang bernilai 0 s/d 10 (very soft clay sampai medium stiff clay); dari data tersebut diketahui bahwa ketebalan lapisan tanah yang terkonsolidasi yaitu hingga 3,5m.

    Data hasil uji laboratorium yang berupa sifat - sifat fisik tanah dianalisa menggunakan selang kepercayaan 90%. Plotting parameter data tanah dasar (sat, Cu, Gs, LL, IP, Wc, ) terhadap kedalaman disajikan pada Lampiran 1 dan cara mengevaluasi parameter tersebut dihitung berdasarkan Persamaan 2.3 s.d. 2.5; Rekapitulasi hasil perhitungan dengan selang kepercayaan 90% disajikan pada Tabel 4.1.

    Gambar 4.1 Lokasi Titik pengeboran

    MULAI

    Studi Literatur

    Pengumpulan Data

    Analisa Data Tanah

    Perencanaan Reklamasi

    Perencanaan Tanggul Perencanaan Timbunan Reklamasi

    Perencanaan Hinisial timbunan

    Periksa :Stabilitas

    Besar konsolidasi Waktu konsolidasi

    Periksa :apakah tersedia waktu yang

    cukup untuk dicapainya konsolidasi

    Preloading + PVD

    Metode Pelaksanaan

    Kesimpulan dan Gambar Detail Desain Reklamasi

    SELESAI

    OK

    TIDAKOK

    TIDAK

    YA

    Perkuatan Micropile

    Preloading

    Perhitungan Pemampatan Konsolidasi

    Lokasi

    BL -1 BL -2

    BL -3 BL -4 BL -5

  • 4

    KeW

    cG

    sLL

    IP

    c sat

    (m)

    %%

    %

    Kg/cm2

    gr/cm3

    0 - 251,772

    2,61077,441

    40,7261

    0,1341,737

    2.4

    40,4812,588

    78,71144,437

    70,152

    1,7966.4

    38,727

    2,58778,075

    44,9627

    0,1711,803

    10

    40,4072,587

    80,22345,176

    70,144

    1,77714

    37,395

    2,55980,540

    46,7665

    0,1481,802

    Tabel 4.1 R

    EKA

    PITULA

    SI HA

    SIL PER

    PAR

    AM

    ETER TA

    NA

    H

    Gambar 4.2 Hubungan N-SPT dengan

    kedalaman 4.1.2 Data Tanah Timbunan Data tanah timbunan meliputi sifat fisik tanah timbunan dan geometri atau bentuk struktur timbunan. Adapun data timbunan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Sifat fisik timbunan

    Material timbunan yang digunakan adalah limestone yang diambil dari daerah sekitar proyek dengan spesifikasi sebagai berikut : C = 1 sat = 1,98 t/m3

    tanah = 1,75 t/m3 = 25

    2. Data Perencanaan Struktur Timbunan Berdasarkan kebutuhan lahan yang digunakan untuk penambahan unit silo maka luas total daerah yang akan direklamasi adalah 24 ha dan elevasi akhir yang direncanakan adalah +4 m LWS. Sketsa potongan melintang dari timbunan ditunjukkan pada Gambar 4.4

    Gambar 4.4 Sketsa potongan melintang

    timbunan.

    4.2 Data Spesifikasi Micropile Spesifikasi micropile yang digunakan

    adalah bentuk persegi, merupakan produksi dari PT. Eleminindo Perkasa yang disajikan pada Lampiran 6 dengan spesifikasi :

    tipe : Minipile persegi mutu Beton : K-450 tegangan ijin tekan beton :168.08 kg/cm2 dimensi : 20 x 20 cm

    BAB V PERENCANAAN REKLAMASI

    5.1 Menentukan