REHABILITA NAPZA

Embed Size (px)

Text of REHABILITA NAPZA

ASKEP REHABILITASI PADA KLIEN DGN KETERGANTUNGAN NAPZA

PENDAHULUAN

Proses terapi pada klien dgn ketergantungan napza membutuhkan waktu lama dan tdk terbatas . Tidak ada satu bentuk terapi ketergantungan napza yg yg sesuai u/ individu.Masing masing sesuai kebutuhan individu . Salah satu program terapi ketergantungan napza adalah rehabilitasi.

Rehabilitasi NAPZA

Pengertian rehabilitasi NAPZA adalah rehabilitasi yang meliputi pembinaan fisik, mental, sosial. pelatihan keterampilan dan resosialisasi serta pembinaan lanjut bagi para mantan pengguna NAPZA agar mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.

Lanjutan

Rehabilitasi NAPZA adalah suatu bentuk terapi dimana klien dengan ketergantungan NAPZA ditempatkan dalam suatu institusi tertutup selama beberapa waktu untuk mengedukasi pengguna yang berusaha untuk mengubah prilakunya, mampu mengatisifasi dan mengatasi masalah relaps.

ModelModel-Model Pelayanan Rehabilitasi

a.

1. Model pelayanan dan rehabilitasi medis Metadon metadon adalah zat opoid sintetik berbentuk cair yang diberikan lewat mulut.dari hasil penelitaian metadon terbukti efektif menurunkan penggunaan NAPZA jalur gelap, mortalitas, resiko penyebaran HIV.

b.Buprenorfin

Adalah obat yang diberikan oleh dokter melalui resep.aktivitas agonis apioid. Buprenorfin lebih rendah dari metadon buprenorfin tidak diabsorsi dengan baik jika di telan karena itu cara penggunaannya adalah sublingual.

2. Model rehabilitasi dengan bimbingan individu dan kelompok

Program ini didesain dengan kegiatan yang bervariasi seperti edukasi keterampilan, meningkatkan sosialisai, pertemuan yang bersifat vokasional, edukasi moral dan spritual, serta terapi 12 langkah.

3. Model pelayanan dan rehabilitasi dengan pendekatan therapeutic

a. pengertian therapeutic community adalah sebuah kelompok yang terdiri dari individu dengan masalah yang sama, memiliki seperangkat peraturan, filosofi, norma dan nilai, serta kultural yang disetujui, dipahami dan di anut bersama.

Lanjutanb. Tujuan (TC) Klien dapat mengolah sub-kultur yang dianut subpenggunaan sub-kultur yang dianut pengguna subkearah kultur masyarakat luas(mainstream society),menuju kehidupan yang sehat dan produktif,mekipn pengguna sediri mempunyai beberapa nilai untuk mempertahankan pemulihannya. c. Cardinal Rules No Drugs,No Sex,and No Violence

Lanjutand.

Filosofi TC Program tc dilandaskan pada filosofi dan slogan - slogan tertentu,baik tertulis maupun tidak tertulis.

Folosofi tidak tertulis terdiri dari : Honesty (kejujuran) Adalah nilai hakiki yang harusnya dijalankan para residen,setelah sekian lama mereka hidup dalam kebohongan. No free lunch(di dunia ini tidak ada yang gratis) Trust your environment(percaya pada lingkungan mu) Percaya pada lingkungan rehabilitas dan yakin bahwa lingkungan ini mampu membawa klien pada kehidupan yang positif.

Lanjutan

Understand is rather than to be Understood(pahami lebih dulu orag lain sebelum kita minta pahami) Blind Faith(keyakinan total pada lingkungan) To be Aware is to be Alive(waspada adalah inti kehidupan) Do your things right,everything else will follow (pekerjaan yang dilakukan dengan benar- benar benarakan memberikan hasil yang positif) Be Careful what Ask to you,you might just Get it(mulutmu harimaumu)

Lanjutan .

You can t keep it unless you give it away (sebarkanlah ilmumu pada banyak orang) What goes around, comes around (perbuatan baik akan berbuah baik) Compensation is valid (selalu ada ganjaran bagi prilaku yang kita perbuat) Act as if (bertibdak sebagaimana mestinya) Personal Growth before vested Status(kembangkan dirimu seoptimal mungkin)

4.Model Pelayanan dan rehabilitasi dengan Pendekatan Agama

Ada berbagai macam pusat rehabilitasi dengan pendekatan agama,misalnya pondok pesantren suryalaya dan pondok pesantren inaba di Jawa Barat dimana kegiatan utamanya adalah berdzikir. Beda halnya di Thailand dimana para biksu Budha merawat klien yang mengalami ketergantungan opioida dikuil,setiap pagi diberi ramuan daun yang meyebabkan muntah dan sorenya mendapatkan pelajaran budha dalam lima hari pertama.

5. Model pelayanan dan rehabilitasi dengan pendekatan terpadu

a.

Tahapan kegiatan yang sesuai denagn standarisasi pelayan rehabilitasi NAPZA harus dilakukan secara berurutan yang meliputi : Tahap pendekatan awal1) 2) 3) 4)

Orientasi dan Konsultasi Identifikasi Motifasi Seleksi

6.Model pelayanan dan rehabilitasi dengan pendekatan Narcotic Anonymusa.

Pengertian Suatu program recovery yang dijalankan seorang pencandu berdasarkan prinsip 12 langkah. Langkah langkah ini harus dijalankan lebih dari satu kali.

Lanjutanb. Tahap Penerimaan1) 2) 3)

Penelaahan Pengungkapan Penempatan dalam program rehabilitasi

c. Tahap pengungkapan dan pemahaman masalah (assesment)1) 2) 3) 4) 5) 6)

Tahap bimbingan Pembinaan fisik Bimbingan mental psikologi Bimbingan keagamaan Bimbingan sosial spiritual Pelatihan keterampilan

Lanjutand.

Tahap resosialisasi / reintegrasi sosial1) 2) 3) 4)

Bimbingan kesiapan peran serta masyarakat Bimbingan hidup masyarakat Pemberian bantuan stimulan usaha produktif Konfensi kasus dan penyaluran eks klien di masyarakat, lapangan kerja atau tempat tempat magang Bimbingan peningkatan peran serta eks klien pada kegiatan kemasyarakatan dan pembangunan Bimbingan pengembangan dan pemanfaatan usaha/ kerja/sekolah

e. Tahap penyaluran dan bimbingan lanjut1) 2)

C. Pengkajian KeperawatanUntuk mengkaji klien rehabilitasi NAPZA,perawat dapat menggunakan berbagai tehnik,seperti observasi prilaku klien dan wawancara dengan klien atau keluarga, serta pengkajian ASI (Adiction Severity Index) untuk mengkaji keparahan adiksi klien.

Sikap klien yang di rawat di ruang rehabilitasi1. 2. 3. 4. 5.

Menolak dirawat di ruang rehabilitasi Prilaku merusak diri dan mengancam Mengeluh tidak bisa tidur Ingin selalu menghubungi keluarga Gelisah,cemas. Merasa tidak nyaman serta emosi yang tidak stabil.

D. Diagnosa KeperawatanMenurut Doenges Marilyn E 1. Koping individu tidak efektif : menyangkal bersama dengan kerentanan pribadi,kesulitan menangani situasi baru 2. Resiko prilaku kekerasan 3. Gangguan konsep diri : harga diri rendah bersama dengan stigma sosial yang melekat pada pecandu

E. Interverensi Keperawatan1.

Koping individu tidak efektif : deniala.

Tujuan1)

2)

Klien mengalihkan perhatian dari isu isu eksternal dan berfokus pada perilaku yang berhubungan dengan penggunaan Klien mengatakan mau mengikuti kegiatan di ruang rehabilitasi Bina hubungan saling percaya Perlihatkan sikap menerima klien Berikan waktu untuk mendengarkan klien mengenai maslah klien

b.

Intervensi1) 2) 3)

2.Resiko perilaku kekerasana.

Tujuan1)

2)

3)

Klien dapat menyebutkan cara mengontrol perilku kekerasan Klien menunjukan perilaku bisa mengontrol diri tidak membahayakan Klien tampak rileks Observasi tanda tanda awal yang berbahaya Pindahkan benda benda yang dapat melukai diri klien dan orang lain Tetap tenang dalam menghadapi klien

b.

Intervensi1) 2)

3)

3. Harga diri rendaha.

Tujuanklien akan menunjukkan peningkatn harga diri yang ditunjukkan melalui ekspresi verbal tentang aspek aspek positif dirinya,keberhasilannya dan prospek untuk masa depan.

b.

Intervensi1) 2) 3)

Terima klien dengan segala negatifismenya Luangkan waktu untuk klien Observasi status mental.

F. EVALUASI1.

Untuk klien dengan masalah : koping individu tidak efektif : denialklein mengalihkan perhatian dari isu isu eksternal dan berfokus pada hasil perilaku yang dihubungankan dengan penggunaan zat.

2.

Untuk lien dengan masalah : resiko perilaku kekerasanKlien dapat menyebutkan cara mengontrol perilakuekerasan.

Lanjutan3.

Untuk klien dengan : gangguan konsep diri : harga diri rendahKlien akan menunjukkan peningkatan harga diri,yang ditunjukkan melalui ekspresi verbal tentang aspek aspek positif dirinya, keberhasilannya dan prospek untuk masa depan.

Soal soal napza1.

2.

3.

Coba saudara buat SP untuk menghadapi klien dalam keadaan denial berada diruang rehabilitasi napza Coba saudara buat contoh tehnik intervensi krisis pada klien penyalahguna NAPZA Coba saudara buat contoh pecakapan untuk meningkatkan harga diri klien