35
Referat HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KADAR HDL (High Density Lipoprotein) DALAM TUBUH Oleh : Azhar A Wijaya G0002039 Rossy Marlina Ngahu G0006220 Yusuf Allan Pascana G9911112148 Shaumy Saribanon G9911112129 Pembimbing Dr. Bambang P., dr, Sp. PD-KGH-FINASIM KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM

Refrat Olahraga Dan Hdl

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Refrat Olahraga Dan Hdl

Referat

HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KADAR HDL

(High Density Lipoprotein) DALAM TUBUH

Oleh :

Azhar A Wijaya G0002039

Rossy Marlina Ngahu G0006220

Yusuf Allan Pascana G9911112148

Shaumy Saribanon G9911112129

Pembimbing

Dr. Bambang P., dr, Sp. PD-KGH-FINASIM

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM

FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEWARDI

SURAKARTA

2012

Page 2: Refrat Olahraga Dan Hdl

BAB I

Pendahuluan

Kolesterol HDL merupakan suatu lipoprotein yang dihasilkan oleh hati

dan usus. HDL pada awalnya dilepaskan sebagai partikel kecil miskin kolesterol

yang mengandung apo A, C, dan E. HDL berfungsi untuk membawa kolesterol

dari makrofag ke hati, kolesterol yang dibawa ke hati kemudian akan dibawa ke

usus dan dibuang melalui tinja, sehingga HDL akan menurunkan kadar kolesterol

dalam darah. Kadar HDL yang tinggi juga telah dikethaui dapat menurunkan

risiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, peningkatan kadar kolesterol

HDL merupakan salah satu upaya dalam mencegah, terutama orang-orang yang

memiliki risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Banyak upaya yang

dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kadar HDL diantaranya adalah

dengan olahraga.

Aktivitas fisik berupa olahraga dan kegiatan harian yang dilakukan secara

rutin dan benar telah diketahui secara luas dapat meningkatkan konsentrasi HDL

kolesterol dan bermanfaat untuk mencegah timbunan lemak di dinding pembuluh

darah (arterosklerosis). Akan tetapi perlu diketahui olahraga yang seperti apa yang

dapat meningkatkan kadar HDL. Karena olahraga yang tidak dilakukan dengan

benar justru dapat merusak tubuh. Oleh karena itu, penulis mencoba membahas

mengenai bagaimana hubungan olahraga dengan peningkatan kadar kolesterol

HDL.

Page 3: Refrat Olahraga Dan Hdl

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Olahraga

1. Definisi

Olahraga adalah proses sistematis menggunakan rangsang gerak bertujuan

untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas fungsional tubuh.

(Pollock, 2002)

2. Manfaat Olahraga

Manfaat olahraga dapat diidentifikasi sebagai berikut :

a. Manfaat fisik : meningkatkan fungsi organ tubuh seperti jantung,

pembuluh darah , paru-paru, otot, tulang, persendian, perbaikan

metabolisme,mengurangi lemak dalam darah dan menyeimbangkan

kolestrol .

b. Manfaat psikis, olahraga menyebabkan seseorang semakin tahan terhadap

stress dan meningkatkan konsentrasi. Hal tersebut dapat teradi karena

meningkatnya suplai oksigen dalam darah.

c. Manfaat sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan sarana komunikasi

yang efektif. (Djoko P., 2007)

3. Prinsip berolahraga

a. Prinsip overload

Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi. Bila berolahraga,

maka akan timbul tahap pertama dalam penyesuaian diri, yaitu kelelahan.

Bila pembebanan terhadap tubuh dihentikan, akan muncul tahap

selanjutnya, yaitu recovery (pemulihan) dan penyesuaian. Penyesuaian

tersebut tidak hanya kembali ke tahap awal, tapi juga dapat ke tingkat yang

lebih tinggi. Dengan demikian beban latihan yang lebih tinggi disertai

istirahat yang cukup akan meningkatkan kemampuan ke tahap yang lebih

tinggi juga.

Page 4: Refrat Olahraga Dan Hdl

b. Prinsip reversibility

Artinya adaptasi terhadap latihan atau olahraga akan hilang jika latihan

tidak teratur atau berhenti. Dengan demikian diperlukan keteraturan dan

peningkatan beban secara bertahap untuk meningkatkan kebugaran.

c. Prinsip specifity

Sifat spesifik dari olahraga akan mendapatkan tanggapan yang spesifik

juga dari tubuh. Artinya cara dan beban dalam berolahraga harus

disesuaikan dengan tujuan dari melakukan olahraga itu sendiri, contohnya

olahraga untuk meningkatkan fungsi jantung akan berbeda dengan

olahraga untuk meningkatkan fungsi otot. (Thompson, 2001)

4. Takaran berolahraga

a. Intensitas.

Intensitas latihan yang aman dan efektif untuk tubuh atau disebut

THR (Target Heart Rate). THR berkisar 60% - 85% dari denyut jantung

maksimal, dimana denyut jantung maksimal : 220 – umur.

Terdapat cara lain yang lebih mudah, yaitu dengan Talking Test,

yaiut jika saat berolahraga masih dapat berbicara dengan tarikan napas

yang lebih berat daripada saat istirahat, maka intensitas disebut tepat.

Namun jika saat berolahraga masih dapat berbicara tapi tersengal-sengal,

maka hal tersebut dianggap penanda intensitas berolahraga terlalu tinggi

b. Frekuensi

Frekuensi yang aman untuk berolahraga adalah 3-4 kali per minggu, dan

sebaiknya dilakukan secara berselang agar memberikan waktu bagi tubuh

untuk beristirahat.

c. Durasi

Menurut Anderson, durasi olahraga yang tepat adalah sekitar 20–60 menit

tanpa berhenti. Hasl nyata dari berolahraga akan tampak nyata setelah

berolahaga rutin 2-3 bulan. (Nossek, 2002)

5. Jenis olahraga

Page 5: Refrat Olahraga Dan Hdl

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk meningkatkan atau

mempertahankan kebugaran adalah aerobik, melibatkan otot-otot besar, dan

mudah dilakukan sehingga dapat dipertahankan kontinyuitas dan rutinitasnya.

Olahraga tersebut contohnya adalah jogging, bersepeda, berenang, atau senam

aerobik.

6. Risiko berolahraga

a. Resiko berolahraga secara berlebihan

1) Cedera/trauma.

Pada dasarnya olahraga adalah memberikan tekanan pada tubuh,

sehingga olahraga yang berlebihan justru akan menimbulkan cedera pada

otot atau tulang

2) Penurunan massa otot

Olahraga yang berlebihan tanpa diimbangi istirahat dan asupan

nutrisi yang cukup justru akan menimbulkan penurunan massa otot.

3) Melemahkan sistem imun

Olahraga yang berlebihan akan menyebabkan tubuh kelelahan,

sehingga menurunkan sistem imun. Jika tidak diimbangi istirahat dan

asupan nutrisi yang cukup, tubuh akan mudah terserang penyakit

4) Masalah pada sistem kardiovaskuler

Olahraga yang berlebihan dalam jangka panjang dapat

menyebabkan remodelling struktur dan pembuluh darah jantung yang

patologis. Olahraga yang berlebihan akan mengakibatkan volume overload

sementara di jantung, jika hal ini terus berulang, pada beberapa individu

proses ini akan menyebabkan fibrosis miokard dan aritmia pada atrium

dan ventrikel Selain itu latihan berlebihan yang berkepanjangan dapat

nerhubungan dengan kalsifikasi arteri coroner, disfungsi diastolik, dan

kekakuan pada dinding arteri.

Page 6: Refrat Olahraga Dan Hdl

b. Risiko kekurangan olahraga

1) Penyakit Jantung

Kurang berolahraga seakan-akan memberikan sumbangan terbesar

terhadap penyakit jantung. Berolahraga secara kontinyu setiap hari

seperti berenang, berjalan kaki, bersepeda, joging, aerobik maupun

olahraga yang lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan tenaga

cadangan bagi jantung. Dengan aktivitas tersebut jantung akan

sanggup menanggung kelebihan serta ketegangan. 

2) Ketegangan Syaraf

Berolahraga secara rutin dapat mengurangi ketegangan

syaraf dalam kehidupan sehari-hari. Karenanya berolahraga secara

kontinyu dapat pula menjaga kesehatan mental. Orang yang biasa

berolahraga, maka akan menghasilkan zat endorpin, zat antistres

yang dihasilkan oleh otak, membuat orang lebih santai.

3) Sakit Pinggang

Sakit pinggang juga bisa disebabkan kurangnya

berolahraga. Duduk dengan posisi buruk dan kelemahan otot akan

menyebabkan sakit pinggang. Penelitian menunjukkan orang yang

kurang berolahraga akan mempunyai otot pinggang yang kaku dan

keras.

4) Kelebihan Berat Badan

Kelebihan berat badan disebabkan oleh beberpa faktor.

Orang yang banyak duduk dan kurang berolahraga merupakan

sebab utama dari kelebihan berat badan.

Kebiasaan yang sering duduk bukan hanya mengganggu

pembakaran kalori, akan tetapi juga mengganggu pengaturan

normal akan pemasukan makanan. Oleh sebab kelebihan berat

badan inilah telah didapati unsur penyumbang utama kepada

Page 7: Refrat Olahraga Dan Hdl

berbagai macam penyakit.Dengan cara berdiet saja, penurunan

berat badan akan kurang berhasil, namun dengan berolahraga

secara teratur adalah faktor yang terpenting untuk merawat

kebanyakan orang yang berkelebihan berat badannya.

5) Diabetes Melitus

Diabetes melitus (DM) adalah salah satu dari sekian banyak

penyakit metabolik yang makin banyak kejadiannya akibat gaya

hidup yang kurang sehat. Umur, gaya hidup, kegemukan, etnik,

dan negara asal, merupakan berbagai faktor yang memengaruhi

timbulnya penyakit ini. Prevalensi diabetes mencapai puncaknya

pada golongan umur 60-79 tahun.

6) Hipertensi

insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan

usia, dan pria memiliki risiko hipertensi lebih tinggi untuk

menderita hipertensi lebih awal. Obesitas dapat meningkatkan

kejadian hipertensi. Hal ini disebabkan lemak dapat menimbulkan

sumbatan pada pembuluh darah sehingga dapat meningkatkan

tekanan darah. Kurangnya olahraga meningkatkan risiko menderita

hipertensi karena meningkatkan risiko kelebihan berat badan.

Orang yang tidak aktif juga cenderung mempunyai frekuensi

denyut jantung yang lebih tinggi sehingga otot jantungnya harus

bekerja lebih keras pada setiap kontraksi. Makin keras dan sering

otot jantung memompa, makin besar tekanan yang dibebankan

pada arteri. (Pollock,

7. Epidimiologi kecelakaan olahraga

Sebuah studi nasional Exercise Related Morbidity (ERM) di Inggris

dan Wales memperkirakan bahwa setiap tahun ada 29 juta kejadian

kecelakaan dalam olahraga yang mengakibatkan luka baru atau berulang.

Walaupun hanya sebagian kecil, dari seluruh kejadian tersebut 9,8

diantaranya mengakibatkan cedera yang berpotensi serius dan membutuhkan

perawatan, atau tidak dapat melakuka olahraga yang biasa mereka lakukan

Page 8: Refrat Olahraga Dan Hdl

lagi. Sepak bola menyumbang lebih dari 25% dari ERM, tapi resiko cedera

serius dalam rugby tiga kali lebih besar dari sepak bola. Lebih dari sepertiga

dari ERM terjadi pada pria berusia 16-25 tahun. Cedera yang paling sering

dilaporkan adalah keseleo dan strain dari ekstremitas bawah. (Nicholl J.P et

al., 2012)

Sedangkan di Amerika, sebuah survei tahun 2004 melaporkan bahwa

20% orang dewasa (38 juta) naik sepeda di luar rumah dan 73% (138 juta)

berjalan selama 30 hari sebelum survei. Selama periode ini, 1% sampai 1,5%

melaporkan bahwa mereka telah terluka saat melakukan kegiatan ini. Pada

anak-anak, lebih dari 3,5 juta anak usia 14 dan di bawah menerima perawatan

medis untuk cedera olahraga setiap tahun. Cedera yang terkait dengan

partisipasi dalam olahraga dan kegiatan rekreasi mencapai 21 persen dari

semua cedera otak pada anak di Amerika Serikat. (CDC, 2008)

B. High Density Lipoprotein (HDL)

1. Definisi

HDL-C (High Density Lipoprotein-Cholesterol) adalah  lipoprotein

dengan berat jenis tinggi, mempunyai ukuran 7,5-10 µm. Setiap HDL-C

terdiri dari 50% protein, 20% kolesterol, 5% trigleserid dan 25%

phospolipid. Fraksi HDL dalam plasma bervariasi dalam ukuran,

bentuk,komposisi, dan muatan listrik pada permukaannya. Partikel HDL

bila dilihat dengan mikroskop elektron akan tampak sebagai partikel sferis

atau diskoidal. Pada plasma normal kebanyakan berbentuk sferis. Unsur

lipid yang dominan pada molekul ini adalah kolesterol dan fosfolipid.

HDL berfungsi sebagai tempat penyimpanan apolipoprotein C dan

apolipoprotein E yang dibutuhkan dalam metabolisme kilomikron dan

VLDL. (Murray et al, 2003).

Kolesterol HDL berperan pada proses Reverse Cholesterol

Transport  (RCT) atau pengangkutan balik kolesterol, di mana HDL dapat

meningkatkan refluks kelebihan kolesterol dari jaringan perifer dan

mengembalikan ke hati untuk diekskresikan melalui empedu (Rader,

2006). Sehingga mencegah penebalan dinding pembuluh darah atau

Page 9: Refrat Olahraga Dan Hdl

mencegah terjadinya proses aterosklerosis (Bahri, 2003). Kolesterol HDL

dapat membersihkan plak (ateroma) yang berada di arteri dan

membawanya kembali ke hati untuk dikeluarkan atau digunakan kembali

oleh tubuh. Hal ini merupakan alasan mengapa kolesterol dengan HDL

(HDL-C) disebut sebagai kolesterol baik. Kadar HDL-C yang tinggi

memberikan efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular, dan

rendahnya kadar HDL-C  (kurang dari 40 mg/dL) meningkatkan risiko

penyakit jantung (AHA, 2008). Selain itu, HDL diduga memiliki efek

antiaterogenik, antara lain: menghambat oksidasi Low Density Lipoprotein

(LDL), menghambat inflamasi endotel, meningkatkan produksi nitrit oksida

endotel, meningkatkan bioavailabilitas prostasiklin, dan menghambat

koagulasi dan agregasi platelet. Namun, mekanisme molekular terhadap

efek tersebut belum dapat dijelaskan (Rader, 2006).

Gambar 1. Overview of the Steps in Reverse Cholesterol Transport

Metabolism by HDL

Source: Adapted from Miller (2003)

HDL dilepaskan sebagai partikel kecil miskin kolesterol yang

mengandung apolipoprotein (apo) A, C, dan; dan disebut dengan HDL

Page 10: Refrat Olahraga Dan Hdl

nascent. HDL nascent berasal dari sel hati dan usus, berbentuk gepeng dan

mengandung apolipoprotein A1. HDL nascent akan mendekati makrofag

untuk mengambil kolsterol yang tersimpan dalam makrofag. Setelah

mengambil kolesterol dari makrofag, HDL nascent berubah menjadi HDL

dewasa yang berbentuk bulat. Agar dapat diambil oleh HDL nascent maka

kolesterol yang berada dalam makrofag harus dibawa kepermukaan

membran sel oleh suatu transporter yang disebut dengan adenosine

triphosphatase-binding transporter atau disingkat dengan ABC-1.

Setelah mengambil kolesterol bebas dri makrofag, kolesterol bebas

akan diesterifikasi menjadi kolesterol ester oleh enzim lechitin cholesterol

acyltreansferase (LCAT). Selanjutnya sebagian kolesteol ester dalam HDL

yang dibawa oleh HDL akan mengambil 2 jalur. Jalur pertama ialah ke

hati dan ditangkap oleh scavenger reseptor class B type 1 dikenal dengan

SR-B1. Jalur kedua adalah kolesterol dalam HDL akan dipertukarkan

dengan trigliserid dari VLDL dan ILD dengan bantuan cholesterol ester

transfer protein.Dengan demikian fungdi HDL sebagai penyerap.

Triasilgliserol merupakan unsur lipid yang dominan dalam

kilomikron dan VLDL, sedangkan kolesterol dan fosfolipid masing-

masing dominan dalam LDL dan HDL. Triasilgliserol diangkut dari usus

dalam bentuk kilomikron dan dari hati dalambentuk VLDL. Kilomikron

ini bertanggung jawab dalam pengangkutan semua lipid dari makanan ke

dalam . Walaupun kilomikron dan VLDL sama-sama mengandung

apolipoprotein C dan E, namun lipoprotein nascent atau lipoprotein yang

baru disekresikan hanya mengandung sedikit apolipoprotein tersebut atau

tidak mengandung sama sekali, dan komplemen lengkap polipeptida apo C

dan E akan terlihat diekstraksi mealui pemindahan dari HDL begitu

kilomikron dan VLDL memasuki sirkulasi darah. Pembersihan kilomikron

berlabel dalam darah berlangsug cepat. Triasilgliserol pada kilomikron dan

VLDL dihidrolisis oleh lipoprotein lipase. Reaksi dengan lipoprotein

lipase menyebabkan hilangnya kurang lebih 90% triasilgliserol pada

kilomikron dan hilangnya apo C yang kembali pada HDL tetapi tidak apo

E. Sisa kilomikron relatif menjadi lebih kaya dengan kolesterol dan ester

Page 11: Refrat Olahraga Dan Hdl

kolesteril karena hilangnya triasilgliserol. Perubahan yang serupa juga

terjadi pada VLDL dengan pembentukan sisa VLDL atau IDL.

Kilomikron sisa akan diambil oleh hati lewat endositosis yang

diantarai oleh reseptor, sedangkan senyawa ester kolesterol dan

triasilgliserol akan dihidrolisis serta dimetabolisme. Pengambilan ini

nampaknya diantarai oleh reseptor yang spesifik untuk apo E. Sejumlah

penelitian memperlihatkan bahwa VLDL merupakan prekusor IDL dan

IDL merupakan prekusor LDL. IDL dapat langsung diambil oleh hati

lewat reseptor LDL (Apo B-100,E) atau dikonversi menjadi LDL.

Sebagian besar LDL dibentuk dari VLDL, namun terdapat beberapa bukti

yang menunjukkan bahwa sebagian produksi LDL dilaksanakan oleh hati.

HDL disintesis oleh hati maupun intestinum. Namun demikian,

HDL nascent (HDL yang baru diekskresikan) dari intestinum tidak

mengandung apolipoprotein C atau E, tetapi hanya mengandung

apolipoprotein A. Jadi apo C dan E disintesis dalam hati dan dipndahkan

dalan HDL intestinum ketika HDL ini memasuki sirkulasi darah. Fungsi

utama HDL adalah untuk tempat penyimpanan apo E dan C yang

dibutuhkan dalam metabolisme kilomikron dan dan VLDL.

Page 12: Refrat Olahraga Dan Hdl

Laki laki cenderung mempunyai kadar HDL yang rendah, dengan

ukuran lebih kecil dan kadar kolesterol lebih rendah daripada wanita.

Risiko timbulnya penyakit jantung akibat aterosklerosis pada pria juga

lebih tinggi. Studi epidemiologi  memperlihatkan bahwa konsentrasi HDL

yang tinggi (lebih dari 60 mg/dL) dapat melindungi dari penyakit

kardiovaskular seperti stroke iskemik dan infark miokard. Konsentrasi

HDL yang rendah (di bawah 40 mg/dL untuk pria, di bawah 50 mg/dL

untuk wanita) meningkatkan risiko penyakit akibat aterosklerosis. Orang-

orang dengan kadar LDL sangat rendah tidak terlindung dari beberapa

faktor risiko jika kadar HDL mereka tidak cukup tinggi.

2. Manfaat HDL

a. Peran HDL-Kolesterol Sebagai Anti-Aterogenik (Adam, 2011)

Sedikitnya ada empat mekanisme dimana HDL-cholesterol bersifat

sebagai kardioprotektif yaitu:

1) Sebagai “reverse cholesterol transport”

2) Mencegah oksidasi LDL-kolesterol,

Page 13: Refrat Olahraga Dan Hdl

3) Menurunkan kadar “adhesion proteins” seperti vascular cell adhesion

molecules, intercellular adhesion    molecules,   E-selectin, dan

4) Meningkatkan fibrinolisis. 

Efek kardioprotektif dari HDL-kolesterol terutama oleh karena

sifatnya yang dapat mengangkut kolesterol ester dari jaringan, termasuk

kolesterol yang sudah berada dalam makrofag, dan membawanya ke hati

atau membawanya ke lipoprotein lainnya yang mengandung

apolipoprotein B (apolipoprotei-B-containinglipoproteins) yaitu VLDL,

IDL, dan LDL. “Nascent HDL” dibentuk dari hati dan usus, dan terutama

terdiri atas fosolipid dan apolipoprotein A-1 dan sedikit sekali kolesterol.

Oleh karena hanya sedikit mengandung kolesterol maka “nascent HDL”

sanggup menarik kolesterol lebih banyak dari jaringan lain. Asam lemak

bebas dari lecithin ditransfer ke kolesterol bebas di “nascent HDL” dengan

bantuan lecithin-cholesterol acyl transferase. Akibatnya HDL akan

mengandung kolesterol ester dan disebut HDL matang (mature HDL

partcle). Kolesterol ester yang terkandung dalam HDL-kolesterol ini siap

untuk di pindahkan  ke tempat lain, yaitu : 

1) Sekitar 50% ke hati yang mempunyai reseptor HDL-kolesterol(dikenal

dengan nama  reseptor  SR-B1),     

2) Sisanya 50% kolesterol ester tersebut ditukarkan ke VLDL, IDL, dan

LDL

b. Peran HDL dalam meningkatkan produksi NO

Peningkatan produksi NO oleh HDL, disebabkan oleh karena HDL

menstimulasi aktivitas eNOS pada sel endotel (Mineo et al, 2003). NO

sendiri diketahui memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu

menyebabkan vasodilatasi baik secara langsung maupun tidak langsung

(menghambat pengaruh dari vasokonstriktor yaitu angiotensin II dan saraf

simpatis), efek anti trombotik (menghambat adhesi platelet), efek

antiinflamasi (menghambat adhesi leukosit), dan efek anti proliferasi

(menghambat hiperplasi dari otot polos).

c. Peran HDL sebagai Anti Oksidan

Page 14: Refrat Olahraga Dan Hdl

Sehubungan dengan fungsi kolesterol HDL sebagai antioksidan, dikenal enzim

yaitu Paraoxonase 1, dibawa oleh HDL ke endotel pembuluh darah, kemudian

dilepaskan dan akan mengikat LDL teroksidasi (Richard dan James, 2004).

PON1 merangsang konversi kolesterol ester dan akumulasi dalam HDL, mencegah

pembentukan hidroperoksida lipid dan fosfolipid teroksidasi, dan menghidrolisis spesies

tersebut begitu sudah terbentuk.

d. Peran HDL sebagai Anti Inflamasi

HDL merupakan salah satu faktor endogen penting dalam

menghambat proses inflamasi, dapat mengikat dan menetralisasir

lipopolisakarida sehingga berperan dalam modulasi inflamasi akut dan

kronik dengan cara menghambat aktivitas beberapa mediator inflamasi.

Efek anti-inflamasi ini juga berkaitan dengan molekul antioksidasi yang

dimiliki oleh HDL.

e. Peran HDL sebagai Anti Trombosis dan Anti Aktivasi Platelet

HDL merangsang endotheliocytes pembuluh darah untuk menghasilkan

prostasiklin menghalangi pembentukan tromboksan activator trombosit A-2

menghalangi platelet activation factor synthase sehingga mengurangi produksi

platelet (O'Connell dan Genest, 2001).

3. Cara Meningkatkan HDL

a. Memasang Target

Kadar kolesterol diukur dalam satuan miligram (mg) kolesterol per

desiliter (dL) darah. Sebagian besar orang harus mencapai kadar 60 mg/dL

atau lebih. Jika di bawah 40 mg/dL akan meningkatkan risiko penyakit

jantung.

Pada pria, kadar kolesterol HDL rata-rata berkisar 40-50 mg/dL.

Berbeda dengan wanita, hormon wanita dapat memberikan efek positif

pada kolesterol HDL. Rata-rata kadar kolesterol HDL pada wanita berkisar

50-60 mg/dL. Namun, baik pria dan wanita akan lebih baik jika

menaikkan rata-rata tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya masing-masing

orang rutin mengecek kadar profil lipid, sehingga dapat segera diketahui

apakah kadar HDL dalam tubuh sudah sesuai dengan kisaran normal atau

belum.

Page 15: Refrat Olahraga Dan Hdl

b. Diit Yang Sesuai

1) Minum Jus Jeruk

Sebuah penelitian membuktikan bahwa mengkonsumsi tiga gelas

jus jeruk (orange juice) setiap hari, bisa meningkatkan tingkat HDL

sampai 21% dalam waktu tiga minggu. Meskipun penelitian ini masih

harus dikembangkan, tetapi diyakini bahwa penyebabnya naiknya

kadar HDL adalah karena tingginya kandungan antioksidan pada jeruk.

Bahan makanan lain yang juga memiliki kandungan antioksidan tinggi

adalah buah-buahan dan sayuran.

2) Niasin

Niasin (vitamin B3) juga dipercaya bisa meningkatkan HDL.

Menurut Michael Poon dari Cabrini Medical Center New York, orang

yang memiliki HDL rendah bisa mengkonsumsi 500 mg hingga 1000

mg niasin tiap hari untuk meningkatkan kadar HDL dalam darah

mereka. Tetapi mereka juga tetap harus berhati-hati jika mengonsumsi

niasin dari produk suplemen karena bisa menimbulkan efek samping

yang membahayakan.

Niasin banyak terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, dan

alpukat. Dr. R. Altshull untuk pertama kalinya menemukan khasiat

niasin untuk menurunkan kadar kolesterol. vitamin ini dapat

menurunkan produksi VLDL (very low density lipoprotein) di hati

sehingga produksi kolesterol total, LDL< dan trigliserida menurun.

Dengan mengonsumsi 3-6 gram niasin setiap hari, kadar kolesterol

total dapat diturunkan sebanyak 15-20%, kadar trigliserida turun 45-

50%, dam kadar HDL meningkat hingga 20%. Bahkan dengan 1-1,5

gram niasin sehari, kadar LDL sudah turun 15-30% dan HDL

meningkat secara nyata (Harlinawati, 2006).

3) Perhatikan Asupan Glycemic

Glycemic index (GI) menunjukkan seberapa banyak suatu

makanan dapat meningkatkan kadar gula di dalam tubuh. Semakin

banyak asupan makanan yang bisa meningkatkan glycemic (GI tinggi),

nampaknya makin rendah kadar HDL. Karena itu, anjuran tatalaksana

Page 16: Refrat Olahraga Dan Hdl

NCEP (National Cholesterol Education Program) adalah

mengkonsumsi bahan makanan yang tidak meningkatkan kadar gula

dalam darah seperti biji-bijian (gandum), buah-buahan, sayuran,

makanan bebas lemak dan sejenisnya.

Pada glukosa darah tinggi akan menginduksi sintesis kolesterol dan

glukosa akan dimetabolisme menjadi Acetyl CoA. Acetyl CoA ini

merupakan prekusor utama dalam biosintesis kolesterol. Sehingga

akan menyebabkan produksi VLDL-trigliserida yang berlebihan oleh

hati. Trigliserid VLDL besar juga dipertukarkan dengan kolesterol

ester dari HDL dan dihasilkan HDL miskin kolesterol ester tapi kaya

trigliserid. Pemindahan cholesteryl ester dari inti triglyceride-rich

lipoproteins ke HDL dikatalisasi oleh enzim cholesteryl ester transfer

protein (CETP). HDL yang bentuk demikian menjadi lebih mudah

dikatabolisme oleh ginjal sehingga jumlah HDL serum menurun

(Waspadji, 2008; Adam, 2006).

4) Makanan Kaya Serat

Makanan kaya serat ini bisa diperoleh dari sayur-sayuran dan

buah-buahan. Serat yang ada dalam makanan akan membuang

kelebihan kolesterol bersamanya melalui tinja.

5) Memilih Lemak sehat

Diet yang sehat meliputi beberapa lemak, namun ada batasannya.

Diet yang sehat bagi jantung, 25-35% dari total kalori harian berasal

dari lemak, tetapi lemak jenuh sebaiknya dihitung kurang dari 7% dari

total kalori harian. Hindari makanan yang mengandung lemak trans,

yang dapat meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan HDL.

Misalnya, margarin, produk roti, dan semua yang mengandung minyak

sayur terhidrogenasi sebagian (partially hydrogenated vegetable oil).

Lemak tak jenuh tunggal(Monounsaturated fat) ditemukan dalam

zaitun, minyak kacang & canola yang lebih sehat dan meningkatkan

Page 17: Refrat Olahraga Dan Hdl

HDL. Kacang-kacangan, ikan, dan makanan lain yang mengandung

asam lemak omega-3 merupakan pilihan yang baik.

6) Manfaat Kacang Kedelai

Kedelai dipercaya sebagai produk yang bisa menggantikan produk

makanan hewani seperti susu, misalnya. Produk kedelai memiliki

kandungan lemah jenuh yang rendah tetapi tinggi kandungan lemak

tak jenuhnya. Produk kedelai juga memiliki kandungan serat yang

tinggi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa protein kedelai dengan

isoflavon di dalamnya bisa meningkatkan HDL sampai 3%, dan

mengurangi risiko terserang penyakit jantung hingga 5%.

c. Berhenti Merokok

Merokok menurunkan kolesterol HDL dan meningkatkan

kecenderungan darah untuk menggumpal. Jika berhenti merokok maka

kadar HDL dalam darah akan meningkat sebesar 15% hingga 20%. Untuk

berhenti merokok dapat dicoba lebih dari satu strategi pada waktu yang

bersamaan. Misalnya, kombinasikan pengobatan untuk menurunkan efek

nikotin dengan kelompok pendukung atau konseling.

Rokok mengandung lebih dari 4000 racun yang berbahaya

Merokok berpengaruh pada metabolisme kolesterol dimana diantara

VLDL IDL LDL dan HDL merokok lebih mempengaruhi kolesterol HDL

dan LDL yaitu menurunkan kolesterol HDL dan meningkatkan kolesterol

LDL (Arifin et al, 2010). Mekanisme penurunan kadar HDL yang

disebabkan oleh rokok antara lain menurut Gapner, et al 2011, yaitu

bahwa rokok dapat menurunkan kadar lecithin-cholesterol acyl-

transferase, padahal enzim ini berperan dalam proses esterifikasi

kolesterol bebas dan enzim ini juga diduga dapat meningkatkan kadar

HDL. Selain itu kandungan nikotin dalam rokok juga dapat mempengaruhi

kadar HDL. Nikotin, merupakan salah satu komponen rokok yang aktif

secara farmakologis merangsang aktivitas saraf simpatis dan menyebabkan

pelepasan katekolamin yang berakibat terjadinya lipolisis, sehingga kadar

asam lemak bebas meningkat sedangkan fraksi kolesterol HDL mengalami

penurunan dalam plasma (Arifin et al, 2010).. Selain nikotin, bahan kimia

Page 18: Refrat Olahraga Dan Hdl

tertentu yang ditemukan dalam asap rokok, yaitu akrolein, dapat merusak

HDL sehingga mengganggu tugas HDL dalam mengumpulkan kolesterol

LDL.

d. Menjaga berat badan yang sehat.

Berat badan dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Bagi

orang0orang dengan kelebihan berat badan, penurunan berat badan

beberapa pon saja dapat meningkatkan kadar HDL. Setiap kehilangan 1 kg

(2 pon), HDL dapat bertambah 0.35 mg/dL dan kurang lebih 1 mg/dL

untuk setiap 3 kg (6 pon).

e. Olahraga

Menurut penelitian, olahraga yang dilakukan paling tidak selama

30 menit sehari, dapat meningkatkan HDL. Dan dalam suatu studi,

aktivitas aerobik yang rutin seperti seperti berjalan, jogging, bersepeda,

skating, mengayuh perahu, dan berenang dapat meningkatkan kadar

kolesterol HDL 3-9%. Telah dianjurkan untuk melakukan aktifitas

kardiovaskular dengan intensitas sedang sampai tinggi (50-80% maximum

heart rate). Aktifitas fisik ini harus dilakukan sekitar 30-60 menit, minimal

5 kali dalam seminggu. Untuk memulai program, sebaiknya diawali

dengan intensitas rendah kemudian secara bertahap ditingkatkan.

f. Farmakologis

Dari kajian ini ditemukan bahwa untuk pengobatan farmakologik,

obat yang paling efektif meningkatkan HDL adalah niasin, dan niasin

harus diberikan dalam dosis tinggi. Statin, niacin, dan fibrat merupakan

obat yang dapat meningkatkan HDL, tetapi obat-obat ini juga dapat

menimbulkan efek samping. Paling tidak, sebanyak sepertiga pasien tidak

dapat mentoleransi niasin dosis tinggi. Efek samping yang paling sering

ditemukan adalah kulit merah dan gatal, yang sangat mengganggu.

Meskipun ada cara-cara untuk mengurangiefek samping ini, tetapi hal ini

tidak efektif untuk semua pasien.

3. Olahraga Dapat Meningkatkan HDL

Page 19: Refrat Olahraga Dan Hdl

Banyak penelitian yang menganjurkan bahwa endurance exercise

memiliki hubungan positif dengan peningkatan kadar kolesterol HDL pada

pria. Akan tetapi, pada wanita hubungan antara endurance exercise dengan

kolesterol HDL masih belum jelas. Respon terhadar kadar kolesterol HDL

akan berbeda tiap individu tergantung pada intensitas, durasi dan frekuensi

latihan, kadar kolesterol awal, dan lamanya periode latihan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Couillard et al, 2001

endurance exercise yang dilakukan secara reguler dapat sangat membantu

terhadap pria dengan kadar kolesterol HDL yang rendah, kadar trigliserid

yang meningkat, dan obesitas tipe abdominal. Akan tetapi, pada beberapa

subjek penelitian yang diketahui memiliki kadar HDL yang rendah akibat dari

isolated hipoalfalipoproteinemia menunjukkan respon yang kurang. Jenis

aktifitas fisik yang dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL yaitu aktifitas

fisik dengan intensitas sedang-berat yang dilakukan selama minimal 30 menit

dan 3 kali dalam seminggu (Leon & Sanchez, 2001). Berdasarkan hasil meta-

analysis yang dilakukan oleh Kodama et al, 2007, aktifitas fisik yang aerobik

terbukti dapat meningkatkan kadar HDL 2.53 mg/dl dan dengan kata lain

dapat menurunkan risiko penyakit jantung sekitar 5.1% pada pria dan 7.6%

pada wanita. Akan tetapi pada penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan

kadar HDL pada subjek yang obesitas sangat sulit jika hanya mengandalkan

aktifitas fisik. Menurunkan berat badan yang dikombinasi dengan pembatasan

kalori dan aktifitas fisik merupakan cara yang lebih efektif.

Mekanisme bagaimana olahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol

HDL belum sepenuhnya diketahui tetapi diyakini terdapat hubungan

setidaknya dalam meningkatkan ekspresi dari Lipoprotein Lipase (LPL).

Aktifitas LPL sudah dikenal memiliki hubungan positif dengan kadar

kolesterol, dan olahraga juga diketahui dapat meningkatkan aktifitas LPL

trigliserid (Thompson and Rader, 2001).

LPL adalah suatu enzim yang memiliki peranan penting dalam

metabolisme lipoprotein dimana enzim ini dapat masuk ke dalam endothelium

melalui heparin sulphate proteoglikan, kemudian mengkatalisis proses

hidrolisis dari trigliserida pokok (TGs) yang berasal dari Triglyceride-rich

Page 20: Refrat Olahraga Dan Hdl

Lipoportein (TGRL), seperti kilomikron dan VLDL, dan menghasilkan asam

lemak bebas. Setelah proses hidrolisis TGRL oleh LPL, kemudian kolesterol

bebas, fosfolipid, dan apolipoprotein pun dihasilkan, yang akhirnya akan

beperan dalam proses maturasi HDL (Glades et al, 1993).

Peningkatan kadar HDL kolesterol melalui olahraga diketahui

menurunkan katabolisme apolipoprotein HDL, tapi tidak terlalu rendah.

Walaupun mekanisme penurunan katabolisme HDL dengan olahraga juga

mungkin berhubungan dengan aktifitas LPL mengingat LPL juga memiliki

peranan penting dalam mengatur fractional catabolic rate (FCR)

apolipoprotein HDL. Selain itu juga mungkin dikarenakan olahraga memiliki

efek fisiologis lain yang dapat mempengaruhi turnover dari HDL dan efek

tersebut mungkin berbeda tergantung dari faktor-faktor metabolic, seperti

adipositas visceral, resistensi insulin, dan kadar trigliserid (Thompson and

Rader, 2001).

DAFTAR PUSTAKA

Adam, John M.F. 2011. Peran HDL Kolesterol dalam Mencegah Penyakit Arteri

Koroner pada Penderita Diabetes. Makassar: Bagian Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

A d a m , J . M . F . D i s l i p i d e m i a . D a l a m B u k u a j a r I l m u

P e n y a k i t D a l a m . E d i t o r   Sudoyo AW dkk.Jilid III Edisi IV.

Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Jakarta .2006:1948-54.

Afrin, et al, 2010. Effect of cigarette smoking on HDL-C in adolescent.

Bangladesh Medical Journal, 39 (2), p : 1.

Page 21: Refrat Olahraga Dan Hdl

Anonim. 2006. Cara Meningkatkan Kolesterol Baik HDL.

http://medicastore.com/med/artikel.php?id=164. (8 Juli 2012).

Bahri, Anwar. 2003. Manfaat Diet Pada Penanggulangan Hiperkolesterolemi.

Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Barter P., Gotto A.M., LaRosa J.C., et al. HDL Cholesterol, Very Low Levels of

LDL Cholesterol, and Cardiovascular Events. N Engl J Med 357: 1301-10

Couillard C., Despres J., Lamarche B., Bergeron J., Gagnon J., Leon A., et al.

2001. Effect of endurance training on plasma HDL cholesterol levels

depend on levels of triglycerides. Arterioscler Thromb Vasc Biol. 21:1226-

1232.

Drexel H. 2006. Reducing risk by raising HDL-cholesterol: The evidence. Suppl

F. 8: F23-F29.

Gepner, et al, 2011. Effects of smoking and smoking cessation on lipids and

lipoproteins: outcomes from a randomized clinical trial. Am Heart J. 2011;

161(1): 145–151.

Guy Slowik, FRCS. 2009. Exercise Affects Cholesterol.

http://www.ehealthmd.com/Iibrary/Iowercholesterol/LC_exercise.html. (8

Juli 2012)

Harlinawati, Y. 2006. Terapi Jus Untuk Kolesterol. Jakarta: Puspa Swara.

High-density lipoprotein. New World Encyclopedia. Last updated: January 24,

2009.

Irianto, P.D. 2007. Olahraga yang Aman dan Efektif untuk Kebugaran. Cakrawala

Pendidikan. p. 115-127.

Page 22: Refrat Olahraga Dan Hdl

Kodama S., Tanaka S., Saito K., Shu M., Sone Y., Onitake F., et al. 2007. Effect

of aerobic exercise training on serum levels of high-density lipoprotein

cholesterol. Arch Intern Med. 167:999-1008.

Leon A., Sanchez O. 2001. Response of blood lipids to exercise training alone or

combined with dietary intervention. Med. Sci. Sports Exerc., Vol. 33, No.

6, Suppl., pp. S502–S515.

Miller, M. 2003. Raising an isolated low HDL-C level: Why, how and when?

Cleveland Clinic Journal of Medicine, 70(6), 553-560.

Murray R.K., Granner D.K., Mayes P.A., Rodwell V.W., Bani A.P.,

Sikumbang T.M.N, editor. 2003. Biokoimia Harper 25th ed. Jakarta : EGC.

p. 254-281.

Mineo C., Yuhanna I.S., Quon M.J., Shaul P.W. 2003. High density lipoprotein-induced

endothelial nitric-oxide synthase activation is mediated by Akt and MAP

kinases. J Biol Chem. 278(11):9142-9.

Nazario, Brunilada. 2011. 8 Ways to Help Boost Your "Good" Cholesterol.

http://www.webmd.com/heart/how-to-boost-your-good-cholesterol?

page=2. (8 Juli 2012)

NCIPC. Preventing Injuries in Sports, Recreation, and Exercise.

http://wwwn.cdc.gov/pubs/ncipc.aspx. (8 Juli 2012)

NCSS. Sports Injury Facts. http://www.sportssafety.org/sports-injury-facts/. (8 Juli 2012)

Nicholl J.P, Coleman P.,Williamst B.T. 2012. The epidemiology of sports and exercise related injury in the United Kingdom. Br J Sports Med

Nossek, J. 1992. General Theory of Training, Lagos : Pan African LTD

Pollock, M.L. 1994. Exercise Health and Diseases. New York : WB Sounder.

Page 23: Refrat Olahraga Dan Hdl

Rader D.J. 2006. Molecular regulation of HDL metabolism and

function: implication for noveltherapies. The journal of Clinical Investigation

[serial online] [cited 2012 Jul 6]; 116(12):3090-3100.

Thompson P.D., Rader D.J. 2001. Does exercise increase HDL cholesterol in those who

need it the most?. Arterioscler Thromb Vasc Biol21:1097-1098.

Thompson P.J.L. 1991. Introduction to Coaching Theory. IAAF Edition.

W a s p a d j i S . U p d a t e : P e n g o b a t a n D i s l i p i d e m i a D i a b e t i k .

D a l a m : S u r a b a y a Diabetes Update-XVII. Surabaya 2008:95-9