of 72/72
REFRAKSI Disusun oleh : Kelly K (03010150) Pembimbing : Dr. Heru M. Sp, M

REFRAKSI ppt.pptx

  • View
    294

  • Download
    12

Embed Size (px)

Text of REFRAKSI ppt.pptx

Slide 1

REFRAKSIDisusun oleh : Kelly K (03010150)Pembimbing : Dr. Heru M. Sp, M

LAPORAN KASUSIDENTITASNama : An. IHUmur : 11 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAlamat : KP Pengasingan No. 63, Rt/Rw : 07/02 Kelurahan Pengasinan, Rawa LumbuBangsa : Indonesia Agama : Islam Status : Belum MenikahPendidikan : SD Pekerjaan : PelajarNo RM : 971860

ANAMNESISAnamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada hari Kamis, 9 April 2015 pada pukul 12.00 WIB di Poli Mata RSUD Budhi Asih.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGRIWAYAT PENYAKIT SEKARANGRIWAYAT PENYAKIT DAHULURiwayat kehamilan dan tumbuh kembangRIWAYAT PENYAKIT KELUARGARIWAYAT PENGOBATANRIWAYAT KEBIASAANPEMERIKSAAN FISIKKeadaan umum : Kesan sakit: Tampak sakit ringanKesadaran: Compos mentisFrekuensi nadi: 84x/ menitSuhu : AfebrisPernafasan: 20x/ menitB. Status ophtalmologis Oculi Dextra (OD)PemeriksaanOculi Sinistra (OS)6/120 S -5,50 = 6/9 PH (+)Visus6/120 S -5,50 C-1,00 X165 = 6/9 PH (+)OrtoforiaKedudukan Bola MataOrtoforiaDbnPergerakan BolaMataDbnEdema (-), Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Ptosis (-), Lagoftalmus (-), sebuah benjolan 0,5-1 cm (+), nyeri tekan (-), hiperemis (-), teraba hangat (-)Palpebra SuperiorEdema (-), Hiperemis (-). Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Ptosis (-), Lagoftalmus (-), Nyeri Tekan (-), Benjolan (-)Edema (-), Hiperemis (-). Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Nyeri Tekan (-), Benjolan (-)Palpebra InferiorEdema (-), Hiperemis (-). Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Nyeri Tekan (-), Benjolan (-)Hiperemis (-), Folikel (-), Papil (-), Lithiasis (-), Benjolan (-)Konjungtiva TarsalisHiperemis (-), Folikel (-), Papil (-), Lithiasis (-), Benjolan (-)Injeksi Konjungtiva (-), Injeksi Siliar (-), Pterigium (-), Pinguekula (-), Subkonjungtiva Bleeding (-), Kemosis (-), Flikten (-)Konjungtiva BulbiInjeksi Konjungtiva (-), Injeksi Siliar (-), Pterigium (-), Pinguekula (-), Subkonjungtiva Bleeding (-), Kemosis (-), Flikten (-)Jernih (+), Infiltrat (-), Edema (-), Sikatriks (-)KorneaJernih (+), Infiltrat (-), Edema (-), Sikatriks (-)dalam (+), Jernih (+), Hipopion (-), Hifema (-), Sel (-), Flare (-)COADalam (+), Jernih (+), Hipopion (-), Hifema (-), Sel (-), Flare (-)Warna: Cokelat, Kripta: Normal, Rubeosis Iridis (-), Sinekia (-)IrisWarna: Cokelat, Kripta: Normal, Rubeosis Iridis (-), Sinekia (-)Bulat (+), Isokor (+), Ireguler (-), RCL (+), RCTL (+)PupilBulat (+), Isokor (+), Ireguler (-), RCL (+), RCTL (+)Keruh (-)LensaKeruh (-)RESUMEAn. I datang ke Poli Mata RSUD Budhi Asih dengan keluhan benjolan pada kelopak mata kanan bagian atas.Pada pemeriksaan oftalmologi ditemukan:Oculi Dextra (OD)PemeriksaanOculi Sinistra (OS)6/120 S -5,50 = 6/9 PH (+)Visus6/120 S -5,50 C-1,00 X165 = 6/9 PH (+)OrtoforiaKedudukan Bola MataOrtoforiaDbnPergerakan BolaMataDbnEdema (+), Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Ptosis (-), Lagoftalmus (-), sebuah benjolan 0,5-1 cm (+), nyeri tekan (-), hiperemis (-), teraba hangat (-)Palpebra SuperiorEdema (-), Hiperemis (-). Entropion (-), Ektropion (-), Trikiasis (-), Distikiasis (-), Ptosis (-), Lagoftalmus (-), Nyeri Tekan (-), Benjolan (-)Dalam batas normalPalpebra InferiorDalam batas normalDalam batas normalKonjungtiva TarsalisDalam batas normalDalam batas normalKonjungtiva BulbiDalam batas normalDalam batas normalKorneaDalam batas normalDalam (+), Jernih (+), Hipopion (-), Hifema (-), Sel (-), Flare (-)COADalam (+), Jernih (+), Hipopion (-), Hifema (-), Sel (-), Flare (-)Dalam batas normalIrisDalam batas normalDalam batas normalPupilDalam batas normalDalam batas normalLensaDalam batas normalANALISA KASUSBerdasarkan anamnesis dan pemeriksaan yang telah dilakukan, dapat ditegakkan diagnosis pada pasien yaitu Miopia OD, astigmatisme miopia OS dan Kalazion OD .

Anamnesis PEMERIKSAAN OPTHALMOLOGI1. Visus menurun (OD: 6/120 OS: 6/120)

PemeriksaanODOSVisusSine Correctio6/1206/120Pin hole(+)(+)Cum correctio(S -5,50) 6/9(S -5,50 C-1,00 X165) 6/92. Benjolan (massa) pada palpebra superior dextraMassa pada daerah palpebra dapat disebabkan oleh kista kalenjar sebasea, Ca meibom gland, hordeolum, kalazion atau proses radang pada palpebra.DIAGNOSISMiopia ODAstigmatisme Miopia OSKalazion ODPENATALAKSANAANKacamata:OD : S -5,50 OS : S -5,50 C-1,00 X165

Ekskokleasi kalazion.PROGNOSISAd Vitam: Ad bonamAd Functionam: Ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA

REFRAKSIIntepretasi informasi penglihatan yang tepat tergantung pada kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya yang datang ke retina. Mata memiliki seperangkat komponen optik yang mampu membiaskan sinar yang melaluinya. Kelainan refraksi atau ametropia merupakan kelainan pembiasan sinar pada mata sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi dapat di depan atau di belakang bintik kuning dan mungkin tidak terletak pada satu titik yang fokus. Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopia, hipermetropia dan astigmatisma.Hasil survey Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996, menunjukkan angka kebutaan 1,5%. Penyebab utama adalah katarak (0,79%), glaukoma (0,20%), kelainan refraksi (0,14%), dan penyakit lain yang berhubungan dengan lanjut usia (0,38%).PENDAHULUANMedia Refraksi

KORNEA

AQUEOUS HUMOUR

LENSA

VITREOUS HUMOUR

B. FISIOLOGI PENGLIHATAN

C. PEMERIKSAAN VISUS

D. Kelainan RefraksiA. PresbiopiUsiaHyperopia yang tidak terkoreksiPenyakit mata (kerusakan lensa, zonula atau otot siliar)Penyakit sistemikObat-obatanFaktor Resikopatofisiologi

KlasifikasiTanda dan Gejala Penatalaksanaan

Presbiopi dikoreksi dengan menggunakan lensa plus untuk mengatasi daya fokus otomatis lensa yang hilang.

Usia (tahun)Kekuatan Lensa Positif yang dibutuhkan40+1.00 D45+1.50 D50+2.00 D55+2.50 D60+3.00 DB. HIPERMETROPIA

KlasifikasiGejala KlinisGejala objektifPenatalaksanaan

Komplikasi C. MIOPIAKlasifikasi

Gejala KlinisTatalaksana

KomplikasiD. ASTIGMATISMEKlasifikasi berdasarkan orientasi dan posisi relatif dari 2 garis focus (mata yang menderita astigmatisma memiliki 2 garis focus):

Berdasarkan meridian/ aksisnya, astigmatisma dapat dibedakan menjadi dua, yakni astigmatisma reguler dan ireguler :

Manifestasi KlinisDiagnosis

Visus dan Pemeriksaan Pinhole Refraksi Subjektif : Snellen dan Trial Lens Objektif : Autorefraktometer, Keratometri Uji PengaburanKeratoskopRetinoskop

TatalaksanaIntepretasi informasi penglihatan yang tepat tergantung pada kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya yang datang ke retina.Kelainan refraksi adalah keadaan bayangan tegas tidak dibentuk pada retina, dimana terjadi ketidakseimbangan sistem penglihatan pada mata sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Mengingat komplikasi morbiditas yang dapat ditimbulkan, pencegahan dan deteksi dini dari kelainan refraksi amatlah penting ditengah peralatan diagnostik yang sudah memadai dan pendidikan masyarakat yang sudah lebih baik.KesimpulanIlyas H, Sidarta. Kelainan refraksi dan koreksi penglihatan. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2004.Keputusan menteri kesehatan RI nomor 1473/menkes/SK/x/2005 tentang Rencana Strategi Nasional Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan untuk mencapai Vision 2020.Vaughan, Asbury. Optik dan Refraksi dalam Oftalmologi Umum. Ed. 17. Jakarta: EGC. 2009. Hal 8, 125.Vaughan, Asbury. Optik dan Refraksi dalam Oftalmologi Umum. Ed. 17. Jakarta: EGC. 2009. Hal 12.Sherwood l. Human Physiology from Cells to System. Ed. 7. Canada : Brooks/Cole. 2010. Page 198-9.Vaughan, Asbury. Optik dan Refraksi dalam Oftalmologi Umum. Ed. 17. Jakarta: EGC. 2009. Hal 382-4.Khurana A.K. comprehensive ophthalmology. Fourth edition. India : New age international. 2007. P.3-1, 89-92, 167-169, 243 245, 249.Mancil GL. Optometric clinical practice guideline care of patient with Presbiopia. America optometric Association. Reviewed 2010. P. 1-36Patorgis CJ. Presbyopia. In: Amos JF, ed. Diagnosis and management in vision care. Boston: Butterworths, 1987:203-38.Kleinstein RN. Epidemiology of presbyopia. In: Stark L, Obrecht G, eds. Presbyopia: recent research and reviews from the third international symposium. New York: Professional Press Books, 1987:12-8.David AH. Optometric clinical practice guideline care of patient with Hypermetropia. America optometric Association. Reviewed 2008. P. 1-27Daftar PustakaWaring GO, Rodrigues MM, Laibson PR. Anterior chamber cleavage syndrome. A stepladder classification. Surv Ophthalmol 1975; 20:3-27 Thompson HS, Newsome DA, Lowenfield IE. The fixed dilated pupil. Sudden iridoplegia or mydriatic drops? A simple diagnostic test. Arch Ophthalmol 1971; 86:21-7.12Amos JF. Optometric clinical practice guideline care of patient with Myopia. America optometric Association. Reviewed 2008. P. 1-39.Sidarta I. Kelainan Refraksi dalam Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Jakarta. 2007. Hal. 81Sidarta I. Kelainan Refraksi dalam Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Jakarta. 2007. Hal. 82Olujic, SM, 2012. Etiology and Clinical Presentation of Astigmatism. Dalam: Advances in Ophtalmology; edited by Rumelt S. PP: 167 190. Available at: www.intechopen.com/download/pdf/29985. Accessed: March 26th 2015.