Click here to load reader

REFERAT Struma Sitta

  • View
    39

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bedah

Text of REFERAT Struma Sitta

REFERATSTRUMADisusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Program Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu BedahFakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun Oleh:SITTA GREWO LIANDAR20100310017

Diajukan Kepada:dr. Sunarto, Sp. B

BAGIAN ILMU BEDAH RSUD SETJONEGORO WONOSOBOFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKAR2014HALAMAN PENGESAHANTelah dipresentasikan dan disetujui referat dengan judul :STRUMA

Hari/ Tanggal : 17 November 2014Tempat : RSUD Setjonegoro Wonosobo

Oleh :Sitta Grewo Liandar20100310017

Disahkan oleh :Dokter Pembimbing

dr. Sunarto, Sp.B

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL1LEMBAR PENGESAHAN2DAFTAR ISI3A. ANATOMI DAN FISIOLOGI KELENJAR TIROID4B. DEFINISI5C. INSIDENSI6D. ETIOLOGI6E. PATOFISIOLOGI6F. JENIS STRUMA8G. MANIFESTASI KLINIK15H. PENATALAKSANAAN16DAFTAR PUSTAKA22

REFERATSTRUMA

A. ANATOMI DAN FISIOLOGI KELENJAR TIROIDKelenjar tiroid terletak di regio colli anterior diantara fascia colli dan fascia prevertebralis. Kelenjar tiroid dibagi menjadi 2 lobus yaitu lobus kanan dan lobus kirai yang dihubungkan oleh ismus. Terkadang dapat ditemukan bagian keempat yaitu lobus piramidalis yang letaknya di atas isthmus agak ke kiri dari garis tengah. Lobus ini merupakan sisa jaringan embrional tiroid yang masih tertinggal.Kelenjar tiroid mempunyai berat sekitar 25 30 gram dan terletak antara tiroidea dan cincin trakea keenam. Seluruh jaringan tiroid dibungkus oleh suatu lapisan yang disebut true capsule.Vaskularisasi dari kelenjar tiroid berasal dari:a. A. Tiroidea superior yang merupakan cabang dari A. Carotis Externab. A. Tiroidea Inferior yang merupakan cabang dari A. Subclaviac. A. Tiroidea Ima yang merupakan cabang dari Arcus AortaSelain arteri sistem vena yang terdapat pada kelenjar tiroid adalah vena tiroidea superior, vena tiroidea media, vena tiroidea inferior..Terdapat 2 syaraf yang mensarafi laring dengan pita suara ( plica vokalis) yaitu nevus rekurens dan cabang nevus laringeus superior. Saraf yang melewati tiroid adalah Nervus Rekurens. Saraf ini terletak di dorsal tiroid sebelum masuk ke laring.Fisiologi TiroidKelenjar tiroid merupakan suatu kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon utama yaitu Tiroksin atau T4. Bentuk aktif hormon ini adalah triiodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil dibentuk langsung oleh kelenjar tiroid. Di dalam darah sebagian besar T3 dan T4 terikat oleh protein plasma yaitu albumin, Thyroxin Binding Pre Albumin (TBPA) dan Thyroxin Binding Globulin (TGB). Sebagian kecil T3 dan T4 bebas beredar dalam darah dan berperan dalam mengatur sekresi TSH. Hormon tiroid dikendalikan oleh thyroid-stimulating hormone ( TSH ) yang dihasilkan lobus anterior glandula hypofise dan pelepasannya dipengaruhi oleh thyrotropine-releasing hormone ( TRH ). Kelenjar thyroid juga mengeluarkan calcitonin dari parafolicular cell, yang dapat menurunkan kalsium serum berpengaruh pada tulang.Fungsi hormon tiroid antara lain :1) meningkatkan kecepatan metabolisme2) efek kardiogenik3) simpatogenik4) pertumbuhan dan sistem saraf

B. DEFINISIStruma adalah pembesaran kelenjar tiroid yang disebabkan oleh penambahan jaringan kelenjar tiroid itu sendiri. Pembesaran kelenjar tiroid ini ada yang menyebabkan perubahan fungsi pada tubuh dan ada juga yang tidak mempengaruhi fungsi. Struma merupakan suatu penyakit yang sering dijumpai sehari-hari, dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti, struma dengan atau tanpa kelainan fungsi metabolisme dapat didiagnosis secara tepat.

C. INSIDENSIMenurut WHO, Indonesia merupakan negara endemis goiter. Penyakit ini dominan terhadap wanita dibanding laki- laki. Umumnya 95% bersifat jinak dan 5% besifat ganas.Pada area endemik kekurangan iodium struma nodular toksik terjadi sekitar 58% kasus dari kasus hipertiroidism, 10% berbentuk nodul toksik yang solid. Grave diseases sekitar 40% dai kasus hipertiroidism. Struma nodular toksik lebih dominan kejadiannya pada wanita dibanding laki- laki.D. ETIOLOGIPembesaran kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh :1) Hiperplasia dan HipertrofiSetiap organ apabila dipicu untuk bekerja akan mengalami kompensasi dengan cara memperbesar dan memperbanyak jumlah selnya. Demikian juga dengan kelenjar tiroid pada saat pertumnuhan akan dipacu untuk bekerja memproduksi hormon tiroksin sehingga lama kelamaan akan membesar, misalnya saat pubertas dan kehamilan.2) Inflamasi atau InfeksiProses peradangan pada kelenjar tiroid seperti pada tiroiditis akut, tiroiditis subakut (de Quervain) dan tiroiditis kronis (Hashimoto)3) Neoplasma Jinak dan ganasStruma menimbulkan gejala klinis dikarenakan oleh perubahan kadar hormon tiroid di dalam darah. Kelenjar tiroid dapat menghasilkan hormon tiroid dalam kadar berlebih atau biasa disebut hipertiroid maupun dalam kadar kurang dari normal atau biasa disebut hipotiroid. Gejala yang timbul pada hipertiroid adalah : Peningkatan nafsu makan dan penurunan berat badan Tidak tahan panas dan hiperhidrosis Palpitasi, sistolik yang tinggi dan diastolik yang rendah sehingga menghasilkan tekanan nadi yang tinggi (pulsus celler) dan dalam jangka panjang dapat menjadi fibrilasi atrium Tremor Diare Infertilitas, amenorrhae pada wanita dan atrofi testis pada pria ExophtalmusGejala yang timbul pada hipotiroid adalah kebalikan dari hipertiroid : Nafsu makan menurun dan berat badan bertambah Tidak tahan dingin dan kulit kering bersisik Bradikardi, tekanan sistolik yang rendah dan tekanan nadi yang lemah Gerak tubuh menjadi lamban dan edema pada wajah, kelopak mata dan tungkaiE. PATOFISIOLOGIStruma terjadi akibat kekurangan yodium yang dapat menghambat pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar tiroid sehingga terjadi pula penghambatan dalam pembentukan TSH oleh hipofisis anterior. Hal tersebut memungkinkan hipofisis mensekresikan TSH dalam jumlah yang berlebihan. TSH kemudian menyebabkan sel-sel tiroid mensekresikan tiroglobulin dalam jumlah yang besar (kolid) ke dalam folikel, dan kelenjar tumbuh makin lama makin bertambah besar. Akibat kekurangan yodium maka tidak terjadi peningkatan pembentukan T4 dan T3, ukuran folikel menjadi lebih besar dan kelenjar tiroid dapat bertambah berat sekitar 300-500 gram. Selain itu struma dapat disebabkan kelainan metabolik kongenital yang menghambat sintesa hormon tiroid, penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia(goitrogenic agent), proses peradangan atau gangguan autoimun seperti penyakit Graves. Pembesaran yang didasari oleh suatu tumor atau neoplasma dan penghambatan sintesa hormon tiroid oleh obat-obatan misalnya thiocarbamide, sulfonylurea dan litium, gangguan metabolik misalnya struma kolid dan struma non toksik (struma endemik).F. JENIS STRUMAPembesaran kelenjar tiroid atau struma diklasifikasikan berdasarkan efek fisiologisnya, klinis, dan perubahan bentuk yang terjadi. Struma dapat dibagi menjadi :a. Struma Toksik, yaitu struma yang menimbulkan gejala klinis pada tubuh, berdasarkan perubahan bentuknya dapat dibagi lagi menjadi b. Diffusa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid meliputi seluruh lobus, seperti yang ditemukan pada Graves disease.c. Nodosa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid hanya mengenai salah satu lobus, seperti yang ditemukan pada Plummers disease.Struma Nontoksik, yaitu struma yang tidak menimbulkan gejala klinis pada tubuh, berdasarkan perubahan bentuknya dapat dibagi lagi menjadid. Diffusa, seperti yang ditemukan pada endemik goitere. Nodosa, seperti yang ditemukan pada keganasan tiroidBerdasarkan FisiologisnyaBerdasakan fisiologisnya struma dapat diklasifikasikan sebagai berikut :a. EutiroidismeEutiroidisme adalah suatu keadaan hipertrofi pada kelenjar tiroid yang disebabkan stimulasi kelenjar tiroid yang berada di bawah normal sedangkan kelenjar hipofisis menghasilkan TSH dalam jumlah yang meningkat. Goiter atau struma semacm ini biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali pembesaran pada leher yang jika terjadi secara berlebihan dapat mengakibatkan kompresi trakea.b. HipotiroidismeHipotiroidisme adalah kelainan struktural atau fungsional kelenjar tiroid sehingga sintesis dari hormon tiroid menjadi berkurang. Kegagalan dari kelenjaruntuk mempertahankan kadar plasma yang cukup dari hormon. Beberapa pasien hipotiroidisme mempunyai kelenjar yang mengalami atrofi atau tidak mempunyai kelenjar tiroid akibat pembedahan/ablasi radioisotop atau akibat destruksi oleh antibodi autoimun yang beredar dalam sirkulasi. Gejala hipotiroidisme adalah penambahan berat badan, sensitif terhadap udara dingin, dementia, sulit berkonsentrasi, gerakan lamban, konstipasi, kulit kasar, rambut rontok, mensturasi berlebihan, pendengaran terganggu dan penurunan kemampuan bicara.

c. HipertiroidismeDikenal juga sebagai tirotoksikosis atau Graves yang dapat didefenisikan sebagai respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan.Keadaan ini dapat timbul spontan atau adanya sejenis antibodi dalam darah yang merangsang kelenjar tiroid, sehingga tidak hanya produksi hormon yang berlebihan tetapi ukuran kelenjar tiroid menjadi besar. Gejala hipertiroidisme berupa berat badan menurun, nafsu makan meningkat, keringat berlebihan, kelelahan, leboh suka udara dingin, sesak napas. Selain itu juga terdapat gejala jantung berdebar-debar, tremor pada tungkai bagian atas, mata melotot (eksoftalamus), diare, haid tidak teratur, rambut rontok, dan atrofi otot.a. Struma Difusa ToksikDefinisi Struma difusa toksik dapat kita temukan pada Graves Disease. Penyakit ini juga biasa disebut Basedow. Trias Basedow meliputi pembesaran kelenjar tiroid difus, hipertiroidi dan eksoftalmus. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang muda dengan gejala seperti berkeringat berlebihan, tremor tangan, menurunnya toleransi terhafap panas, penurunan berat badan, ketidakstabilan emosi, gangguan menstruasi berupa amenorrhea, dan polidefekasi ( sering buang air besar )