Click here to load reader

Referat Struma Mami

  • View
    73

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Referat Struma Mami

REFERATSTRUMA

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian PersyaratanPendidikan Program Profesi Dokter Stase Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pembimbing : dr. Haryono, Sp.B

Diajukan Oleh :Ricka Fitriyana Pramitasari, S.KedJ 500080107

FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2013

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKelainan glandula tyroid dapat berupa gangguan fungsi seperti tiritosikosis atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya, seperti penyakit tyroid noduler. Berdasarkan patologinya, pembesaran tyroid umumnya disebut struma.Lebih dari 2,2 milyar orang di dunia mengalami defisiensi yodium. Sekitar 29 % berada di Asia, Amerika latin, Afrika tengah dan beberapa bagian Eropa. Terdapat 655 juta orang mengalami struma. Struma nodusa non toksik adalah pembesaran dari kelenjar tiroid yang berbatas jelas tanpa gejala-gejala hipertiroid. Penyebab paling banyak dari struma non toksik adalah kekurangan yodium. Akan tetapi pasien dengan pembentukan struma yang sporadis, penyebabnya belum diketahui. Struma dikatakan sporadis apabila prevalensinya kurang dari 10 %. Struma noduler adalah pembesaran kelenjar tiroid yang ditandai oleh pertumbuhan berlebihan transformasi struktural/fungsional dari satu atau beberapa daerah di dalam kelenjar tiroid normal. Kepentingan klinik dari struma nodusa non toksik di samping menyangkut masalah kosmetik, lebih penting lagi kemungkinan terjadinya penekanan terhadap struktur vital di sekitarnya, kemudian berkembang menjadi tirotoksikosis, bahkan dapat timbul proses keganasan. Faktor risiko struma antara lain lingkungan, genetik, konstitusi dan lain lainnya berperan dalam patogenesis struma nontoksik.

B. Tujuan PenulisanUntuk mengetahui penyebab, cara mendiagnosis, memberikan terapi pada kasus struma.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Kelenjar TiroidKelenjar tyroid terletak dibagian bawah leher, antara fascia koli media dan fascia prevertebralis. Di dalam ruang yang sama terletak trakhea, esofagus, pembuluh darah besar, dan syaraf. Kelenjar tyroid melekat pada trakhea sambil melingkarinya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. Keempat kelenjar paratyroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tyroid. Pada usia dewasa berat kelenjar ini kira-kira 20 gram bagi pria dan 17 gram bagi wanita (dapat mencapai 30 gram). Ukuran lobus sekitar 2,5-4cm panjang, 1,5-2 lebar dan 1-1,5 tebal.(De Jong & Syamsuhidayat, 1998).Tyroid terdiri atas dua lobus, yang dihubungkan oleh istmus dan menutup cincin trakhea 2 dan 3. Acapkali masih teraba lobus piramidalis yang menjorok ke atas dari istmus. Kapsul fibrosa menggantungkan kelenjar ini pada fascia pretrakhea sehingga pada setiap gerakan menelan selalu diikuti dengan terangkatnya kelenjar kearah kranial. Sifat ini digunakan dalam klinik untuk menentukan apakah suatu bentukan di leher berhubungan dengan kelenjar tyroid atau tidak. Vaskularisasi kelenjar tyroid berasal dari Aa. Tiroidea Superior (cabang dari a. Karotis Eksterna) dan Aa. Tyroidea Inferior (cabang a. Subklavia). Terkadang masih pula terdapat A. thyroidea anonima yang merupakan cabang langsung dari aorta atau A.anonyma. A. thyroidea superior dan A. thyroidea inferior beranastomose di bagian posterior dan anastomose ini menuntun kita ke lokasi kelenjar parathyroidea (2 lobus).3 pasang vena utama: V. thyroidea superiorMembawa darah menuju v. jugularis interna V. thyroidea medialis V. thyroidea inferior yang bermuara ke v. anonyma kiriUmumnya vena-vena tersebut berjalan meliputi kelenjar thyroid sebelah anterior dan juga meliputi isthmus dan trakea. Setiap folikel lymfoid diselubungi oleh jala-jala kapiler, dan jala-jala limfatik, sedangkan sistem venanya berasal dari pleksus perifolikular (Djokomoeljanto, 2001). Aliran limfe terdiri dari 2 jalinan: Jalinan kelenjar getah bening intraglandularis Jalinan kelenjar getah bening extraglandularisKedua jalinan ini akan mengeluarkan isinya ke limfonoduli pretracheal lalu menuju ke kelenjar limfe dalam sekitar v. Jugularis. Dari sekitar v.jugularis ini diteruskan ke limfonoduli mediastinum superior. Nodus Lymfatikus tyroid berhubungan secara bebas dengan pleksus trakhealis yang kemudian ke arah nodus prelaring yang tepat di atas istmus, dan ke nl. Pretrakhealis dan nl. Paratrakhealis, sebagian lagi bermuara ke nl. Brakhiosefalika dan ada yang langsung ke duktus thoraksikus. Hubungan ini penting untuk menduga penyebaran keganasan.(Djokomoeljanto, 2001).Persarafan kelenjar thyroid: Ganglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervicalis media dan inferior Parasimpatis : N. laryngea superior dan N. laryngea recurrens (cabang N.vagus)N. laryngea superior dan inferior dapat cedera saat operasi,akibatnya pita suara terganggu.

B. Fisiologi Hormon TiroidFungsi utama kelenjar tiroid : 3S (Synthesa, Store : menyediakan hormon tiroid cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh jaringan tubuh, Secretion : Sekresinya langsung ke aliran darah (tidak ada ductus)) terhadap hormon T4 dan T3. Untuk ini dibutuhkan masukan yodium yang cukup untuk minimal memproduksi 85ug T4. Proses ini dijamin kalau TPO dan Tg baik. Dalam kelenjar tiroid manusia ada 2 jenis sel endokrin yaitu: Follicular cells ( untuk T3 dan T4 ) Parafollicular cells ( untuk hormon calcitonin )Kelenjar tyroid menghasilkan hormon tyroid utama yaitu Tiroksin (T4). Bentuk aktif hormon ini adalah Triodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tyroid. Iodida inorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tyroid. Iodida inorganik mengalami oksidasi menjadi bentuk organik dan selanjutnya menjadi bagian dari tyrosin yang terdapat dalam tyroglobulin sebagai monoiodotirosin (MIT) atau diiodotyrosin (DIT). Senyawa DIT yang terbentuk dari MIT menghasilkan T3 atau T4 yang disimpan di dalam koloid kelenjar tyroid. Sebagian besar T4 dilepaskan ke sirkulasi, sedangkan sisanya tetap didalam kelenjar yang kemudian mengalami diiodinasi untuk selanjutnya menjalani daur ulang. Dalam sirkulasi, hormon tyroid terikat pada globulin, globulin pengikat tyroid (thyroid-binding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat tiroksin (Thyroxine-binding pre-albumine, TPBA) Konsentrasi FT3 & FT4 akan bertanggung jawab terhadap aktivitas fisiologis dari hormon tersebut. Dalam kondisi normal, hypothalamus mensekresi TRH yang akan merangsang pituitary anterior (hipofisis anterior) untuk mengeluarkan TSH. Sekresi T3 dan T4 oleh kelenjar tiroid akan diatur oleh mekanisme feed back terhadap kelenjar hipothalamus dan pituitary (De Jong & Syamsuhidayat, 1998).

HipothalamusTRH

HipofisisTSH

Kelenjar Tiroid

T4 dan T3Peningkatan FT3 dan FT4 menghambat produksi TSH oleh pituitary dan sebaliknya.Fungsi hormon thyroid yaitu merangsang langsung metabolisme jaringan dengan berfungsi sebagai katalisator terhadap berbagai reaksi oksidasi.Contohnya: Merangsang pertumbuhan tubuh dan organ Berperan langsung terhadap metabolisme KH Berpengaruh terhadap ekskresi Ca dan tulang Berperan langsung terhadap aliran kencing Berperan langsung terhadap pengaturan & distribusi cairan tubuhAkibat dari rangsangan TSH dari kelenjar pituitari anterior akan menyebabkan hiperplasi dan hiperfungsi intraglanduler kelenjar tiroid. Bila rangsangan itu terus berlangsung dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan perubahan-perubahan struktur yang akan menjadi lebih jelas dan menetap. Kekurangan yodium dalam bahan makanan untuk waktu lama merupakan faktor penting timbulnya endemic goiter. Pada orang yang banyak mengkonsumsi ikan laut kemungkinan terjadi endemic goiter lebih kecil. Beberapa bahan makanan seperti sayuran tertentu (kubis, kacang kedelai) bisa endemic goiter. Obat-obatan seperti thiouracyl, sulfanamida mempunyai efek menghambat sekresi hormon thyroidPerubahan-perubahan mikroskopis yang penting yang nampak pada kelenjar tiroid akibat rangsang terus menerus yaitu: terdapatnya daerah-daerah epitel yang mengalami degenerasi dan regenerasi sehingga terbentuk nodule.a. Metabolisme T3 dan T4Waktu paruh T4 di plasma ialah 6 hari sedangkan T3 24-30 jam. Sebagian T4 endogen (5-17%) mengalami konversi lewat proses monodeiodonasi menjadi T3. Jaringan yang mempunyai kapasitas mengadakan perubahan ini ialah jaringan hati, ginjal, jantung dan hipofisis. Dalam proses konversi ini terbentuk juga rT3 (reversed T3, 3,3,5 triiodotironin) yang tidak aktif, yang digunakan mengatur metabolisme pada tingkat seluler (Djokomoeljanto, 2001).b. Pengaturan faal tiroid :Ada 4 macam kontrol terhadap faal kelenjar tiroid : (Djokomoeljanto, 2001) 1. TRH (Thyrotrophin releasing hormone). Tripeptida yang disentesis oleh hipothalamus. Merangsang hipofisis mensekresi TSH (thyroid stimulating hormone) yang selanjutnya kelenjar tiroid terangsang menjadi hiperplasi dan hiperfungsi2. TSH (thyroid stimulating hormone). Glikoprotein yang terbentuk oleh dua sub unit (alfa dan beta). Dalam sirkulasi akan meningkatkan reseptor di permukaan sel tiroid (TSH-reseptor-TSH-R) dan terjadi efek hormonal yaitu produksi hormon meningkat.3. Umpan Balik sekresi hormon (negative feedback). Kedua hormon (T3 dan T4) ini mempunyai umpan balik di tingkat hipofisis. Khususnya hormon bebas. T3 disamping berefek pada hipofisis juga pada tingkat hipotalamus. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipifisis terhadap rangsangan TSH. 4. Otoregulasi.Pengaturan di tingkat kelenjar tiroid sendiri. Produksi hormon juga diatur oleh kadar iodium intra tiroidc. Efek fisiologik hormon tiroid: 1. Pertumbuhan fetus. Hormon tiroid danTSH bekerja setelah usia 11 minggu.2. Efek pada konsumsi oksigen, panas dan pembentukan radikal bebas. Dirangsang oleh T3 di semua jaringan,kecuali otak, testis dan limpa. Hormon tiroid menurunkan kadar superoksid desmustase hingga radikal bebas anion superoksid meningkat.3. Efek kardiovaskuler. Secara klinis terlihat sebagai naiknya cardiac ou