of 15/15
Referat Kecil SISTEM VERTEBROBASILER Disusun Oleh: Melia Juwita Adha 0708120304 Pembimbing: Dr. Christ U Rumantir, Sp. S Bagian Ilmu Penyakit Saraf 0

Referat SIST. VERTEBRO Mejua - Copy

  • View
    18

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sistem vertebrobasiler

Text of Referat SIST. VERTEBRO Mejua - Copy

Referat Kecil

SISTEM VERTEBROBASILER

Disusun Oleh:

Melia Juwita Adha0708120304Pembimbing:

Dr. Christ U Rumantir, Sp. S

Bagian Ilmu Penyakit Saraf

Fakultas Kedokteran Universitas Riau

Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau

2012SISTEM VERTEBRO-BASILARA. Pendahuluan

Suplai darah otak terbagi atas arteri karotis interna disebut dengan sistem karotis dan arteri vertebralis disebut dengan sistem vertebro-basilar.1,2 Struktur supratentorium mendapat suplai darah dari sistem vertebro-basilar dan karotis, sedangkan struktur infratentorium hanya mendapat suplai darah dari sistem vertebro-basilar. Sistem vertebro-basilar mengurus sebagian lobus temporalis, keseluruhan lobus oksipitalis, mesensefalon, pons, medulla oblongata, bagian kaudal diensefalon, serebelum, telinga dan bagian atas medulla spinalis. 1 B. Susunan Vaskular Sistem Vertebro-basilarArteri vertebralis merupakan cabang utama arteri subklavia, berjalan keatas dan memasuki foramen prosesus tranversus vertebrae C6. Arteri vertebralis keluar dari tulang vertebrae melalui foramen prosesus tranversus C1 dan melengkung kebelakang melingkari tulang atlas dan berada pada sulcus arteri vertebralis berjalan ventral antara occiput dan atlas, lalu melewati membran atlanto-accipital. Arteri vertebralis memasuki duramater setinggi foramen magnum. Pada ruang subarachnoid A. Vertebralis berjalan pada bagian ventral dan cranial sekitar batang otak. A. Vertebralis kiri dan kanan menyatu membentuk arteri basilaris pada batas kaudal pons. 2

Gambar 1. Arteri vertebralis dan basiler 2

Percabangan arteri vertebralis dan arteri basilaris:1. Cabang-cabang intracranial A. Vertebralis adalah: 2,3,4 A. Spinalis anterior, mendarahi medulla spinalis dan medial medulla oblongata

A. Spinalis posterior, memperdarahi medulla oblongata posterior A. Serebellaris inferior posterior, mendarahi bagian dorsolateral medula oblongata, bagian basal hemisfer serebelli, vermis inferior, nuclei serebellar dan pleksus koroid ventrikel empat

2. Cabang-cabang A. Basilaris: 2,3Cabang utamanya adalah A. Serebellaris anterior inferior, A.serebellaris superior serta A. serebri posterior A. Serebellaris inferior anterior, mendarahi permukaan anterior hemisfer serebelum dan flokulus

A. serebellaris superior, mendarahi hemisfer serebelum bagian rostral dan bagian atas vermis, sebagian mesensefalon serta tegmentum

A. serebri posterior dicabangkan oleh A basilaris pada akhir dari A. Basilaris. Cabang-cabang dari A. Serebri Posterior adalah:

A. Talamogenikulatum, mendarahi bagian lateral dari thalamus dan corpus genikulatum

A. Khoroidea posterior, mendarahi pleksus koroid ventrikel lateral, postero-superior thalamus dan hipokampus

Cabang yang mendarahi korteks serebri terdiri dari A. Temporalis anterior, A.Temporalis posterior, A. Parieto occipitalis, A. Kalkarina. Cabang-cabang ini mendarahi bagian inferior-medial lobus temporalis, lobus oksipitalis dan area visual (17, 18, 19)

A. Basilaris memberikan cabang-cabang kecil ke batang otak melalui cabang paramedian, sirkumferensia brevis dan sirkumferensia longus. Mendarahi medial medulla oblongata dan pons

Cabang Interpedunkulus, mendarahi nucleus merah, substansia nigra, nucleus N III, substansi retikuler batang otak atas.

A. auditori interna, mendarahi telinga dalam, kanalis semisirkularis, sakulus, utrikulus dan koklea

Gambar 2. Vaskularisasi serebral 2

Gambar. 3 Sirkulus Wilisi 2

Gambar 4. Ateri-arteri pada basis otak 2

Gambar 5. Suplai darah serebelum (lateral) 2

Gambar 6. Suplai darah serebelum (inferior) 2 Gambar 7. Suplai darah batang otak (sagital) 2

Gambar 8. Arteri posterior fossa cranial 5

Gambar 9. Distribusi arteri yang mensuplai batang otak 2C. Gangguan Sirkulasi Sistem Vertebro-Basilar 2,31. Sindrom Medula oblongata kontra lateral (Wallenberg)Penyebab: Obstruksi arteri serebellaris inferior posterior.

Gejala:

Onset mendadak dengan Vertigo

Nistagmus

Mual dan muntah

Disartria dan disfonia

Singultus

2. Sindrom medulla oblongata medial (Dejerine)Penyebab: Obstruksi cabang paramedian dari arteri vertebralis atau basilaris.

Gejala:

Paralisis flaccid ipsilateral dari saraf hipoglosus

Hemiplegia kontralateral (tidak spastik) dengan Babinski (+) Hipestesia kontralateral untuk rasa raba, getaran dan posisi

Nistagmus

3. Sindrom Pons basis kaudal (Millard-Gubler atau Foville)

Penyebab: Obstruksi cabang sirkumferensial dari arteri basilaris.Gejala:

Paralisis ipsilateral dari saraf abdusen (perifer) dan saraf fasialis (nucleus)

Hemiplegia kontralateral

Analgesia kontralateral dan termanestesia

Gangguan rasa raba, getaran dan posisi

4. Sindrom tegmentum pontin kaudal

Penyebab: Obstruksi cabang brevis dan longus sirkumferensial dari arteri basilaris.Gejala:

Paralisis nuclear ipsilateral dari saraf abdusen dan fasialis

Nistagmus

Tidak mampu melihat kesisi lesi

Hemiataksia dan asinergia ipsilateral

Analgesia dan termanestesi kontralateral

Hipestesi untuk rasa raba getar dan dan posisi

Miomitria ipsilateral dari palatum mole dan faring

5. Sindrom tegmentum pontin rostralPenyebab: Obstruksi cabang longus sirkumferensia dari arteri basilaris dan arteri cerebellar superior. Gejala:

Hilangnya sensorik ipsilateral pada wajah

Paralisis ipsilateral lateral dari otot-otot pengunyah

Hemiataksia, tremor yang intens dan adiadochokinesia Hilangnya sensorik untuk semua kualitas diseluruh bagian tubuh kontralateral kecuali wajah

6. Sindrom basis midpontinPenyebab: Obstruksi cabang paramedian dan sirkumferensial brevis dari arteri basilaris.

Gejala:

Paralisis flaksid ipsilateral dari otot-otot pengunyah

Hipestesi ipsilateral, analgesia dan termanestesia dari wajah

Hemiataksia ipsilateral dan asynergia Paralisis spastic kontralateral

7. Sindrom nucleus ruber ( Benedikt)

Penyebab: Obstruksi cabang interpedunkularis dari arteri basilaris atau serebralis posterior atau keduanya.Gejala:

Paralisis ipsilateral dari saraf okulomotor dengan midriasis Gangguan rasa raba, getaran, dan posisi kontralateral

Hiperkinesia (tremor, khorea) dan rigiditi kontralateral 8. Sindrom pedunkel serebral (Weber)

Penyebab: Obstruksi cabang interpedunkularis dari arteri serebral posterior atau arteri koroid posterior, atau keduanya.

Gejala:

Paralisis ipsilateral saraf okulomotor

Hemiparalisis spastic kontralateral Distaksia kontralateral

9. Anterior Spinal Artery Syndrome (ASA Syndrome)

Gejala klinis:

nyeri pada leher dan punggung,

paralisis (unilateral, bilateral, komplit),

hilangnya sensasi rasa nyeri dan suhu

DAFTAR PUSTAKA

1. Toele JF. Cerebrovasculer Disorder. Third Edition. New York: Reven Press. 1984; 1-17, 78-98.

2. Duus P. Topical Diagnosis In Neurology; Anatomy, Physiology, Sign, Symtomp. Fourth edition. Stuttgart-New York: Thieme. 2005; 419-32, 443-73.

3. Victor M, Ropper AH. Adams and Victors Principle of Neurology. Seventh Edition. Unitade State. Mc-Graw-Hill. 2001; 842-5, 1449

4. Feneiz H, Dauber W. Pocket Atlas Of Human Anatomy. Fourth Edition. Stuttgart-New York. 2000. 190

5. Netter FH, Craig JA, Perkins J. Atlas Of Neuroanatomy & NeuroPhisiology. Spesial Edition. USA: Comtan. 2002; 211

_1300432839.unknown