referat KPD dr

  • View
    297

  • Download
    15

Embed Size (px)

Text of referat KPD dr

REFERATKETUBAN PECAH DINI

Pembimbing : dr. Riady Sp.OGOleh :Rannie Kusuma Wardhani2011730086KEPANITRAAN KLINIK BAGIAN ILMU KANDUNGAN DAN KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA2015KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb.Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan referat yang berjudul Ketuban Pecah Dini (KPD).Tujuan saya membuat laporan ini untuk memenuhi salah satu tugas kepanitraan klinik stase Obstetri dan Ginekologi, disamping itu juga untuk memperkaya keilmuan di bidang Kedokteran.Saya mengucapkan terimakasih kepada dokter pembimbing saya dr. Riady Sp.OG . Besar harapan saya semoga laporan ini dapat bermanfaat utamanya bagi saya pribadi dan bagi pembaca umumnya.Saya mohon maaf karena masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini.Wabillahittaufiq walhidayah, Assalamualaikum wr. wb.

BAB IPENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANGPengelolaan masalah ketuban pecah dini masih menjadi permasalahan yang kontroversial di bidang ilmu kebidanan. Pengelolaan yang optimal dan baku masih belum ada, permasalahanya pengelolaan selalu berubah dari waktu ke waktu. Ketuban Pecah Dini (KPD) masih menjadi masalah yang dapat menimbulkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi bagi ibu maupun janin yang dikandungnya, terutama angka mortalitas perinatal yang tinggi. Angka mortalitas perinatal yang tinggi antara lain disebabkan oleh bayi lahir dengan kurang bulan, infeksi yang terjadi akibat partus yang maju, partus lama , dan partus buatan yang sering dijumpai pada kasus KPD terutama pada pengelolaan konservatif Dilema sering terjadi pada pengelolaan KPD dimana harus bersikap aktif terutama pada kehamilan cukup bulan, atau harus menunggu terjadinya proses persalinan, sehingga masa tunggu akan memanjang berikutnya akan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Sedangkan sikap konservatif ini sebaiknya dilakukan pada KPD kehamilan kurang bulan dengan harapan tercapainya pematangan paru dan berat janin cukup.Ada dua komplikasi yang sering terjadi pada KPD , yang pertama adalah infeksi karena ketuban yang utuh merupakan barier atau penghalang masuknya agen infeksius. Dengan tidak adanya selaput ketuban yang utuh seperti pada KPD, flora vagina yang normal bisa menjadi patogen yang membahayakan baik ibu maupun janin yang dikandungnya. Oleh karena itu membutuhkan pengelolaan yang yang agresif seperti induksi untuk mempercepat persalinan dengan maksud untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Yang kedua adalah kurang bulan atau prematuritas , karena KPD sering terjadi pada kehamilan kurang bulan. Masalah yang sering timbul pada bayi kurang bulan adalah gejala sesak napas atau Respiratory Distress Syndrome karena pematangan paru belum sempurna.

BAB IIPEMBAHASANI. DEFINISIKetuban Pecah Dini adalah pecahnya selaput korioamniotik sebelum terjadinya proses persalinan. Secara klinis diagnosa KPD ditegakkan bila seorang ibu hamil mengalami pecahnya selaput ketuban dan dalam waktu satu jam kemudian tidak terdapat tanda awal persalinan.bila terjadi pada kehamilan < 37 minggu maka peristiwa tersebut disebut sebagai KPD Preterm (PPROM / Preterm Premature Rupture of The Membrane Preterm amniorrhexis).Pengertian KPD menurut WHO (World Health Organization) yaitu Rupture of the membranes before the onset of labour. Hacker (2001) mendefinisikan KPD sebagai amnioreksis sebelum permulaan persalinan pada setiap tahap kehamilan. Sedangkan Mochtar (1998) mengatakan bahwa KPD adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu, yaitu bila pembukaan pada primipara kurang dari 3 cm dan multipara kurang dari 5 cm.Ada juga yang disebut ketuban pecah dini preterm atau ketuban pecah saat usia kehamilan belum memasuki masa aterm atau kehamilan dibawah 38 minggu. Arti klinis ketuban pecah dini antara lain adalah :1. Bila bagian terendah janin masih belum pintu atas panggul maka kemungkinan terjadinya prolapsus tali pusat atau kompresi tali pusat menjadi besar.2. Peristiwa KPD yang terjadi pada primigravida hamil aterm dengan bagian terendah yang masih belum masuk pintu atas panggul seringkali merupakan tanda ada gangguan keseimbangan foto pelvik.3. KPD sering diikuti dengan adanya tanda-tanda persalinan sehingga dapat memicu terjadinya persalinan preterm.4. Peristiwa KPD yang berlangsung lebih dari 24 jam (Prolonge Rupture of Membrane) sering kali disertai infeksi intrauterine.5. KPD dapat menyebabkan Oligohidramnion dan dalam jangka panjang kejadian ini akan dapat menyebabkan hilangnya fungsi amnion bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

II. EPIDEMIOLOGIKetuban pecah dini prematur terjadi pada 1% kehamilan. Pecahnya selaput ketuban berkaitan dengan perubahan proses biokimia yang terjadi dalam kolagen matriks ekstra seluler amnion, korion, dan apoptosis membran janin. Membran janin dan desidua berekasi terhadap stimuli seperti infeksi dan peregangan selaput ketuban dengan membran preduksi mediator seperti prostaglandin , sitokinin, dan protein hormon yang merangsang aktivitas matrix degrading enzym.Ketuban pecah dini dapat terjadi pada kehamilan aterm,preterm dan pada kehamilan midtrimester. Frekuensinya terjadi sekitar 8% , 1-3 % , dan kurang dari 1%. Secara umum insidensi KPD terjadi sekitar 7-12% (Chan,2006). Insiden KPD kira-kira 12% dari semua kehamilan (Mochtar, 1998), sedangkan menurut Rahmawati (2011) insidensi KPD adalah sekitar 6-9 % dari semua kehamilanIII. ETIOLOGIPenyebab KPD menurut Manuaba (2009) 1. Serviks inkompeten menyebabkan dinding ketuban yang paling bawah mendapatkan tekanan yang semakin tinggi.Inkompetensia servik adalah istilah untuk menyebut kelainan pada otot-otot leher rahim yang terlalu lunak dan lemah, sehingga sedikit membuka ditengah-tengah kehamilan karena tidak mampu menahan desakan janin yang semakin besar. Servik mempunyai suatu kelainan anatomi yang nyata yang bisa disebabkan laserasi sebelumnya melalui ostium uteri atau merupakan suatu kelainan kongenital pada servik sehingga memungkinkan terjadinya dilatasi berlebihan tanpa perasaan nyeri atau mules dalam masa kehamilan trimester kedua atau awal trimester ketiga yang diikuti dengan penonjolan dan robekan selaput janin serta keluarnya hasil konsepsi.2. Faktor keturunan ( ion Cu serum rendah, vitamin C rendah dan kelainan genetik)3. Pengaruh dari luar yang melemahkan ketuban seperti infeksi genitalia dan meningkatnya enzim proteolitik. Masa interval sejak ketuban pecah sampai terjadinya kontraksi disebut fase laten. Makin panjang fase laten makin tinggi kemungkinan infeksi. Makin muda usia kehamilan , makin sulit upaya pemecahanya tanpa menimbulkan morbiditas janin dan komplikasi ketuban pecah dini meningkat.4. Multipara , grandemultipara dan kehamilan yang terlalu sering akan mempengaruhi proses embriogenik sehingga selaput ketuban yang terbentuk akan lebih tipis dan akan menyebabkan selaput ketuban pecah sebelum tanda-tanda inpartu.5. Overdistensi uterus pada hidramnion, kehamilan ganda, dan sevalopelvik disproporsi. Hidramnion atau yang disebut polihidramnion adalah banyaknya air ketuban melebihi 2000 cc. Hidramnion dapat terjadi pada kasus anensefalus, atresia esophagus, gemeli, dan ibu yang mengalami diabetes melitus gestasional. Ibu dengan diabetes melitus gestasional akan melahirkan bayi dengan berat badan berlebihan pada semua usia kehamilan sehingga kadar cairan amnion juga akan berlebih. Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih sehingga kemungkinan terjadi hidramnion bertambah 10 kali lebih besar.

Penyebab KPD menurut Morgan (2009) meliputi :1. Peninggian tekanan intra uterin Tekanan intra uterin yang meninggi atau meningkat secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya ketuban pecah dini. Misalnya :a. Trauma : hubungan seksual, pemeriksaan dalam, amniosentesisb. Gemelli : kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Pada kehamilan gemelli dapat terjadi distensi uterus yang berlebihan, sehingga menimbulkan adanya ketegangan rahim yang berlebihan. Hal ini terjadi karena jumlah berlebih, isi rahim yang lebih besar dan kantung (selaput ketuban) relative kecil sedangkan bagian bawah tidak ada yang menahan sehingga mengakibatkan selaput ketuban yang tipis mudah pecah.2. MakrosomiaMakrosomia adalah berat badan fetus >4000 gram. Kehamilan dengan makrosomia menimbulakn peningkatan distensi uterus yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intra uterine sehingga menekan selaput ketuban. Hal tersebut menyebabkan selaput ketuban merenggang, tipis dan kekuatan membrane menjadi berkurang dan mudah pecah.3. HidramnionHidramnion atau polihidramnion adalah jumlah cairan amnion >2000 mL. Uterus dapat mengandung jumlah cairan yang sangat banyak. Hidramnion kronis adalah peningkatan jumlah cairan amnion yang terjadi secara berangsur-angsur. Hidramnion akut adalah volume cairan amnion terus meningkat tiba-tiba dan uterus akan mengalami distensi nyata dalam waktu beberapa hari saja.4. Kelainan letakMisalnya letak lintang yang menyebabkan tidak adanya bagian terendah dari janin yang menitupi pintu atas panggul yang dapat menghalangi tekanan terhadap membran bagian bawah.5. Penyakit infeksiInfeksi yang terjadi pada selaput ketuban ascenden dari vagina atau infeksi pada cairan ketuban bisa menyebabkan terjadinya KPD. Penelitian menunjukan infeksi sebagai penyebab utama ketuban pecah dini. Membrana khorioamniotik terdiri dari jaringan viskoelastik. Apabila jaringan ini dipicu oleh persalinan atau infeksi maka jaringan akan menipis dan sangat rentan untuk pecah disebabkan oleh adanya aktifitas enzim kolagenolitik. Infeksi merupakan faktor yang cukup berperan dalam persalinan preterm dengan KPD. Grup B Streptococcus mikroorganisme yang sering menyebabkan amnionitis.

IV. PATOFISIOLOGIKetuban pecah dalam persalinan pada umumnya disebabkan oleh kontraksi uterus dan peregangan berulang. Selaput ketuban pecah karena pada daerah tertentu terjadi perubahan biokimia