Click here to load reader

Referat Gout

  • View
    107

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Referat Gout

BAB IPENDAHULUANGout merupakan gangguan metabolik yang sudah dikenal oleh hipokrates pada zaman Yunani kuno. Gout berasal kata gutta, berarti tetesan. Dahulu kala gout dianggap akibat adanya tetesan jahat yang masuk ke dalam sendi. Pada waktu itu gout dianggap sebagai penyakit kalangan sosial elite yang disebabkan karena terlalu banyak makan, minum anggur, dan seks. Artritis pirai (gout) merupakan kelompok penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat didalam cairan ekstraseluler.Pada keadaan normal kadar urat serum pada laki laki mulai meningkat setelah pubertas. Pada perempuan kadar urat serum tidak meningkat sampai setelah menopause karena estrogen meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal. Setelah menopause, kadar urat serum meningkat seperti pada pria. Gout jarang ditemukan pada perempuan. Sekitar 95% kasus adalah laki laki. Gout dapat ditemukan di seluruh dunia, pada semua ras manusia. Ada prevalensi familial dalam penyakit gout yang mengesankan suatu dasar genetic dari penyakit ini. Namun, ada sejumlah faktor yang agak mempengaruhi timbulnya penyakit ini.Pada tahun 1986 dilaporkan prevalensi gout di Amerika Serikat adalah 13.6/1000 pria dan 6.4/1000 perempuan. Prevalensi gout meningkat dengan meningkatnya taraf hidup. Di Indonesia belum banyak publikasi epidemologi tentang arthritis pirai (AP). Pada tahun 1935 seorang dokter kebangsaan Belanda bernama Van der Horst telah melaporkan 15 pasien arthritis pirai dengan kecacatan (lumpuhkan anggota gerak) dari suatu daerah di Jawa Tengah. Masalah akan timbul jika terbentuk kristal kristal monosodium urat monohidrat pada sendi sendi dan jaringan sekitarnya. Kristalkristal berbentuk seperti jarum ini mengakibatkan reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering menyertai serangan gout.Gout dapat bersifat primer maupun sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat obat tertentu.BAB IIGOUT ARTRITIS

1. ANATOMI DAN FISIOLOGI SENDI

Gambar 1. Struktur anatomi tarsals, metatarsals, phalanges

Persambungan tulang atau sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang kerangka. Alat gerak dibagi atas dua yaitu anggota gerak pasif (gerakan yang dilakukan oleh kerangka tulang badan) dan anggota gerak aktif (gerakan yang dilakukan oleh otot-otot badan).Stabilitas sendi tergantung pada : Permukaan sendi : bentuk permukaan tulang memegang peranan penting pada stabilitas sendi. Ligamentum : ligamentum fibrosa mencegah pergerakan sendi secara berlebihan jika terjadi regangan yang berlangsung lama dan terus-menerus maka ligamentum fibrosa akan teregang. Tonus otot : pada sebagian besar sendi, tonus otot merupakan faktor utama yang mengatur stabilitas.

Persarafan SendiKapsula dan ligamentum memiliki saraf sensoris, pembuluh darah memiliki serabut saraf otonom simpatis, dan tulang rawan yang meliputi permukaan sendi memiliki sedikit ujung saraf di daerah pinggirnya. Peregangan berlebihan pada kapsula dan ligamentum dapat menimbulkan reflex kontraksi otot sekitar sendi, dan peregangan rasa nyeri akibat berkurangnya suplai darah pada sendi.

Persendian StrukturalDilihat dari strukturnya, terdapat tiga tipe sendi yaitu :1. Sendi Fibrosa (sinartrodial)Merupakan sendi yang tidak dapat bergerak. Sendi ini tidak memiliki tulang rawan, dan tulang yang satu dengan tulang yang lainnya dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Terdapat dua tipe sendi fibrosa, yaitu sutura (diantara tulang-tulang tengkorak), dan sindesmosis yang terdiri dari suatu membran interoseus atau suatu ligament diantara tulang. Contoh dari sendi ini adalah perlekatan tulang tibia dan fibula di bagian distal.2. Sendi Kartilaginosa (amfiartrodial)Sendi kartilaginosa merupakan sendi yang ujung-ujung tulangnya dibungkus oleh rawan hialin, disokong oleh ligamen dan hanya dapat sedikit bergerak. Ada dua tipe katilaginosa, yaitu sinkondrosis dan simfisis. Sinkondrosis adalah sendi yang seluruh persendiannya diliputi oleh rawan hialin. Contohnya adalah sendi kostokondral. Sedangkan simfisis adalah sendi yang tulang-tulangnya memiliki suatu hubungan fibrokartilago antara tulang dan selapis tipis rawan hialin yang menyelimuti permukaan sendi. Contohnya adalah simfisis pubis dan sendi-sendi pada tulang punggung.3. Sendi sinovial (diartrodial)Merupakan sendi yang dapat digerakkan dengan bebas. Sendi ini memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligament artikular yang membungkusnya.Jenis-jenis sendi diartrodial diantaranya : Sendi peluru, misal pada persendian panggul dan bahu, memungkinkan gerakan bebas penuh. Sendi engsel memungkinkan gerakan melipat hanya pada satu arah dan contohnya adalah siku dan lutut. Sendi pelana memungkinkan gerakan pada dua bidang yang saling tegak lurus. Sendi pada dasar ibu jari adalah sendi pelana dua sumbu. Sendi pivot contohnya adalah sendi antara radius dan ulna, memungkinkan rotasi untuk melakukan aktivitas seperti memutar pegangan pintu. Sendi peluru memungkinkan gerakan terbatas ke semua arah dan contohnya adalah sendi-sendi tulang karpalia di pergelangan tangan (Brunner & Suddarth, 2002 : 2269).

Sendi adalah semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain, maupun tidak bergerak satu sama lain. Secara anatomik, sendi dibagi menjadi 3 yaitu : 1. Sinartrosis Sinartrosis adalah sendi yang tidak memungkinkan tulang tulang yang berhubungan dapat bergerak satu sama lain. Diantara tulang yang bersambungan tersebut terdapat jaringan yang dapat berupa jaringan ikat (sindesmosis) seperti pada tulang tengkorak dan antara radius dan ulna, jaringan tulang rawan (sinkondrosis) seperti antara kedua os. pubik pada orang dewasa, dan jaringan tulang (sinostosis) seperti persambungan antara os.ilium, os ischium dan pubikum.1. DiartrosisDiartrosis adalah sambungan antara 2 tulang atau lebih yang memungkinkan tulang tulang tersebut bergerak satu sama lain. Diantara tulang tulang yang bersendi tersebut terdapat rongga yang disebut kavum artikulare. Diartrosis disebut juga sendi synovial. Sendi ini tersusun atas bonggol sendi (kapsul artikulare), bursa sendi dan ikat sendi (ligamentum). Berdasarkan bentuknya diartrosis dibagi dalam beberapa sendi, yaitu sendi engsel (interfalang, humeruoulnaris, talokruralis), sendi kisar (radioulnaris), sendi telur (radiokarpea), sendi pelana (karpometakarpal I), sendi peluru (glenohumeral), sendi buah pala (coxae). Pada sendi synovial ini tulang tulang yang saling berhubungan dilapisi rawan sendi. Rawan sendi merupakan jaringan avaskular dan juga tidak memiliki jaringan saraf, berfungsi sebagai bantalan terhadap beban yang jatuh ke dalam sendi. Membran synovial merupakan jaringan avaskular yang melapisi permukaan rawan sendi. Membran ini licin dan tidak lunak, berlipat lipat sehingga dapat menyesuaikan diri pada setiap gerakan sendi atau perubahan tekanan intra-artikuler.

3. Amfiartrosis Amfiartrosis merupakan sendi yang memungkinkan tulang tulang yang saling berhubungan dapat bergerak secara terbatas, misalnya sendi sakroiliaka dan sendi - sendi antara korpus vertebra.2. DEFINISI GOUT ARTRITISGout adalah penyakit yang disebabkan penimbunan kristal monosodium urat monohidrat di jaringan akibat adanya supersaturasi asam urat. Gout ditandai dengan peningkatan kadar urat dalam serum, serangan artritis gout akut, terbentuknya tofus, nefropati gout dan batu asam urat.Tofus adalah nodul berbentuk padat yang terdiri dari deposit kristal asam urat yang keras, tidak nyeri dan terdapat pada sendi atau jaringan. Tofus merupakan komplikasi kronis dari hiperurisemia akibat kemampuan eliminasi urat tidak secepat produksinya. Tofus dapat muncul di banyak tempat, diantaranya kartilago, membrana sinovial, tendon, jaringan lunak dan lain-lain.3. INSIDENSI DAN EPIDEMIOLOGIArthritis gout lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, puncaknya pada dekade ke-5. Di Indonesia, arthritis gout terjadi pada usia yang lebih muda, sekitar 32% pada pria berusia kurang dari 34 tahun. Pada wanita, kadar asam urat umumnya rendah dan meningkat setelah usia menopause. Prevalensi arthritis gout di Bandungan, Jawa Tengah, prevalensi pada kelompok usia 15-45 tahun sebesar 0,8%; meliputi pria 1,7% dan wanita 0,05%. Di Minahasa (2003), proporsi kejadian arthritis gout sebesar 29,2% dan pada etnik tertentu di Ujung Pandang sekitar 50% penderita rata-rata telah menderita gout 6,5 tahun atau lebih setelah keadaan menjadi lebih parah.4. ETIOLOGIPenyebab hiperurisemia dan gout dapat dibedakan dengan hiperurisemia primer, sekunder. Hiperurisemia dan gout primer adalah hiperurisemia dan gout tanpa disebabkan penyakit atau penyebab lain. Hiperurisemia primer terdiri dari kelainan molekuler yang masih belum jelas dan hiperurisemia karena adanya kelainan enzim spesifik. Hiperurisemia kelainan molekular yang belum jelas terbanyak didapatkan yaitu 99% terdiri dari hiperurisemia karena underexcretion (80 90%) dan overproduction (10-20%). Underexcretion kemungkinan disebabkan karena faktor genetik dan menyebabkan gangguan pengeluaran AU dan menyebabkan gangguan pengeluaran AU sehingga menyebabkan hiperurisemia. Hiperurisemia primer karena kelainan enzim spesifik diperkirakan hanya 1%, yaitu karena peningkatan aktivitas dari enzim phoribosylpyro-hosphatase (PRPP) synthetas.Hiperurisemia dan gout sekunder adalah hiperurisemia atau gout yang disebabkan

Search related