Click here to load reader

referat glaukoma

  • View
    56

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of referat glaukoma

Glaukoma Pseudoeksfoliasi

Glaukoma PseudoeksfoliasiShereen, 2013

BAB IPENDAHULUANMata merupakan salah satu panca indera yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Terlebih lagi dengan majunya teknologi, indera penglihatan yang baik merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Mata merupakan anggota badan yang sangat peka. Trauma seperti debu sekecil apapun yang masuk ke dalam mata, sudah cukup untuk menimbulkan gangguan yang hebat yang bila diabaikan, dapat menimbulkan penyakit yang sangat gawat.Glaukoma berasal dari kata dalam bahasa Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.1 Glaukoma adalah suatu neuropati diskus optikus yang ditandai oleh tekanan tinggi intra okular (IOP) yaitu di atas 21 mmHg, kerusakan serabut nervus opticus, kehilangan lapangan pandang secara progresif, dan dapat menyebabkan kebutaan secara permanen. Glaukoma sekunder merupakan glaukoma sebagai akibat dari penyakit mata lain.2Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbanyak setelah katarak dan merupakan penyebab terbanyak kebutaan irreversible akibat glaukoma primer sudut terbuka. Pada tahun 2002 diperkirakan 161 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan 37 orang menderita kebutaan. Gangguan penglihatan akibat glaukoma banyak terjadi pada negara berkembang, orang dewasa lebih banyak dibandingkan anak-anak, dan wanita lebih banyak daripada pria. Di Amerika Serikat diperkirakan 2 juta orang mengidap glaukoma. Glaukoma akut merupakan 10-15% kasus pada orang kaukasus. Persentase ini lebih tinggi pada orang Asia, terutama di antara orang Burma dan Vietnam di Asia Tenggara. Pada tahun 2020 jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 79.600.000. Sebagian besar (75%) adalah glaukoma sudut terbuka.3Mekanisme peningkatan tekanan intraocular pada glaukoma adalah gangguan aliran keluar humor aqueous akibat kelainan system drainase sudut bilik mata depan (glaukoma sudut terbuka) atau gangguan akses humor aqueous ke system drainase (glaukoma sudut tertutup).4Tekanan intraocular diturunkan dengan cara mengurangi produksi humor aqueous atau dengan meningkatkan aliran keluarnya, menggunakan obat, laser, atau pembedahan. Pada glaukoma sekunder, harus selalu dipertimbangkan terapi untuk mengatasi kelainan primernya.2Pada semua pasien glaukoma, perlu tidaknya diberikan terapi dan efektifitas terapi ditentukan dengan melakukan pengukuran tekanan intraocular (tonometri), inspeksi diskus optikus, dan pengukuran lapangan pandang secara teratur.2

BAB IIANATOMI DAN FISIOLOGIII.1 ANATOMI SUDUT FILTRASISudut filtrasi merupakan bagian yang penting dalam pengaturan fairan bilik mata. Sudut ini terdapat di dalam limbus kornea. Limbus adalah bagian yang dibatasi oleh garis yang menghubungkan akhir dari membrane Descement dan membrane Bowman. Akhir dari membrane Descement disebut garis Schwalbe.5Limbus terdiri dari 2 lapisan yaitu epitel dan stroma. Epitelnya 2 kali ketebalan epitel kornea. Di dalam stroma terdapat serat-serat saraf dan cabang akhir dari arteri siliaris anterior. Bagian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekular, yang terdiri dari:51. Trabekula korneoskleralSerabutnya berasal dari lapisan stroma kornea dan menuju ke belakang menglilingi kanalis Schlemm untuk berinsersi pada sclera.2. Trabekula uvealSerabutnya berasal dari lapisan dalam stroma kornea, menuju skleral spur (insersi dari m. siliaris) dan sebagian ke m.siliaris meridional.3. Serabut yang berasal dari akhir membrane Descemet (garis Schwalbe)Serabut ini menuju ke jaringan pengikat m. siliaris radialis dan sirkularis4. Ligamentum pektinatum rudimenterBerasal dari dataran depan iris menuju ke depan trabekula.

Trabekula terdiri dari jaringan kolagen, jaringan homogen, elastic, dan seluruhnya diliputi oleh endotel. Keseluruhannya merupakan spons yang tembus pandang, sehingga bila ada darah di dalam kanalis Schlemm dapat terlihat dari luar. Kanalis Schlemm merupakan kapiler yang dimodifikasi, yang mengelilingi kornea. Dindingnya terdiri dari satu lapisan sel, diameternya 0,5 mm. Pada dinding sebelah kanan, terdapat lubang-lubang sehingga terdapat hubungan langsung antara trabekula dan kanal Schlemm. Dari kanalis Schlemm keluar ke saluran kolektor 20-30 buah yang menuju ke pleksus vena di dalam jaringan sklera dan episklera serta vena siliaris anterior di badan siliar.7

II.2 FISIOLOGI AQUEOUS HUMORAqueous humor (AH) adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera okuli anterior dan posterior. Volumenya adalah sekitar 250 L, dan kecepatan pembentukannya, yang bervariasi diurnal, adalah 1,5 2 L/menit. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi daripada plasma. Komposisi AH serupa dengan plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat dan laktat yang lebih tinggi, dan protein, urea, dan glukosa yang lebih rendah.2Sekresi AH 80% oleh epitel siliaris non pigmentasi melalui proses metabolic aktif yang bergantung pada banyaknya system enzimatik (enzim karbonik anhidrase) dan 20% oleh proses pasif dari ultrafiltrasi dan difusi.6Aqueous humor mengalir ke dalam bilik posterior kemudian masuk di antara permukaan posterior iris dan selanjutnya masuk ke bilik anterior. AH keluar dari bilik anterior melalui dua jalur, yaitu jalur konvensional (jalur trabekula) dan jalur uveosklera (jalur non trabekula). Jalur trabekula pada bilik anterior dibentuk oleh dasar iris dan kornea perifer, melewati trabekular meshwork (TM) dari sklera, masuk ke kanal schlemm (sekitar 30 saluran pengumpul dan 12 vena aqueous). Melalui kanal kolektor, AH dibawa ke pembuluh darah sklera di mana AH bercampur dengan darah. Pada jalur uveosklera, AH mengalir melalui korpus siliaris ke ruang supra arakhnoid dan masuk ke dalam sirkulasi pada vena.4Humor aqueous berperan sebagai pembawa zat makanan dan oksigen untuk organ di dalam mata yang tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea, di samping itu juga berguna untuk mengangkut zat buangan hasil metabolism pada kedua organ tersebut. Adanya cairan tersebut akan mempertahankan bentuk mata dan menimbulkan tekanan dalam bola mata/ tekanan intra okular. Untuk mempertahankan keseimbangan tekanan di dalam bola mata dalam batas normal (10-24 mmHg), AH diproduksi secara konstan melalui sistem drainase mikroskopik.6

BAB IIIGLAUKOMA

III.1 DEFINISIGlaukoma adalah sekumpulan gejala dengan karakteristik neuropati saraf optik yang ditandai dengan defek lapang pandang di mana peningkatan tekanan intraocular hanya merupakan salah satu faktor resiko terjadinya glaukoma.Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai dengan pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang.III.2 EPIDEMIOLOGIDi seluruh dunia glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tinggi. Terjadi pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Diperkirakan 3 juta penduduk Amerika terkena glaukoma dan di antara kasus-kasus tersebut, sekitar 50% tidak terdiagnosis. Glaukoma sudut terbuka primer merupakan glaukoma yang tersering, serta lebih sering pada ras kulit hitam dibandingkan dengan ras kulit putih. Glaukoma sudut tertutup primer berperan lebih besar dari 90% kebutaan bilateral akibat glaukoma di China.Sejak tahun 1967, kebutaan telah dideklarasikan sebagai masalah nasional, di mana kebutaan dapat berdampak pada masalah social, ekonomi, dan psikologi bukan hanya bagi penderita melainkan juga masyarakat dan negara. Berdasarkan survey WHO tahun 2000, dari 0,2% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh glaukoma. Sedangkan survey Departemen Kesehatan RI 1982-1996 melaporkan bahwa glaukoma menyumbang penyebab kebutaan 0,45% atau sekitar 840.000 orang dari 210 juta penduduk.8III.3 ETIOLOGIPenyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okular ini disebabkan:1. Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar.2. Hambatan aliran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil (glaukoma hambatan pupil)3. Glaukoma dapat timbul akibat penyakit atau kelainan dalam mata4. Glaukoma dapat diakibatkan penyakit lain dalam tubuh5. Glaukoma dapat disebabkan efek samping obat misalnya steroid.

III.4 FAKTOR RESIKOBeberapa faktor resiko yang dapat mengarah pada glaukoma adalah:1. Tekanan darah rendah atau tinggi2. Fenomena autoimun3. Degenerasi primer sel ganglion4. Usia di atas 45 tahun5. Riwayat glaukoma dalam keluarga6. Miopia atau hipermetropia7. Pasca bedah dengan hifema atau infeksi

Sedangkan beberapa hal yang memperberat resiko glaukoma adalah:1. Tekanan bola mata, makin tinggi makin berat2. Makin tua usia, makin berat3. Hipertensi, resiko 6 kali lebih sering4. Kerja las, resiko 5 kali lebih sering5. Keluarga penderita glaukoma, resiko 4 kali lebih sering6. Tembakan, resiko 4 kali lebih sering7. Miopia, resiko 2 kali lebih sering8. Diabetes mellitus, resiko 2 kali lebih sering

III.5 KLASIFIKASIKlasifikasi Vaughan untuk glaukoma adalah sebagai berikut:1. Glaukoma primerGlaukoma dengan etiologi tidak pasti, di mana tidak didapatkan kelainan yang merupakan penyebab glaukoma. Glaukoma ini ditemukan pada orang yang telah memiliki bakat glaukoma, seperti:a. Bakat dapat berupa gangguan fasilitas pengeluaran cairan mata atau susunan anatomis bilik mata yang menyempit.b. Mungkin disebabkan kelainan pertumbuhan pada sudut bilik mata depan (goniodisgenesis), berupa trabekuklodisgenesis, iridisgenesis dan korneodisgenesis dan yang paling sering berupa trabekulodisgenesis dan goniodisgenesis.Glaukoma bersifat bilateral, yang tidak selalu simetris dengan sudut bilik mata terbuka ataupun tertutup, pengelompokan ini berguna untuk penatalaksanaan dan penelitian.2. Glaukoma kongenitalGlaukoma kongenital, khususnya sebagai glaukoma infantil, adalah glaukoma akibat penyumbatan pengaliran keluar cairan mata oleh jaringan sudut bilik mata yang terjadinya oleh adanya kelainan