REFERAT GLAUKOMA

  • View
    184

  • Download
    49

Embed Size (px)

DESCRIPTION

A

Text of REFERAT GLAUKOMA

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangGlaukoma adalah kelompok penyakit mata yang disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata sehingga menyebabkan rusaknya papil saraf optik yang membentuk bagian-bagian retina di belakang bola mata. Saraf optik menyambung jaringan-jaringan penerima cahaya (retina) dengan bagian dari otak yang memproses informasi penglihatan.Di Indonesia, glaukoma diderita oleh 3% dari total populasi penduduk. Umumnya penderita glaukoma telah berusia lanjut. Pada usia diatas 50 tahun, tingkat resiko menderita glaukoma meningkat sekitar 10%. Hampir separuh penderita glaukoma tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut.Glaukoma adalah salah satu penyebab utama kebutaan dan rusaknya penglihatan di seluruh belahan dunia. Dua tipe glaukoma yang paling sering adalah Primary Open Angle Glaucoma (POAG) atau glaukoma sudut terbuka dan Acute/chronic closed angle glaucoma atau glaukoma sudut tertutup. Tipe lain termasuk diantaranya normal tension glaucoma, congenital glaucoma, pigmentary glaucoma dan secondary glaucoma.Pada kebanyakan kasus, peningkatan tekanan di dalam bola mata menjadi faktor resiko terpenting sebagai penyebab glaukoma. Bila tekanan tersebut melampaui batas toleransi ketahanan sel-sel saraf optik maka sel-sel tersebut akan mati dan berakibat hilangnya sebagian atau keseluruhan penglihatan.Kebutaan akibat glaukoma bersifat irreversibel/menetap tidak seperti kebutaan karena katarak yang dapat diatasi setelah dilakukan operasi pengambilan lensa katarak. Jadi, usaha pencegahan kebutaan pada glaukoma bersifat prevensi/pencegahan kebutaan dengan jalan menemukan dan mengobati/ menangani penderita sedini mungkin. Sayangnya tidak mudah untuk menemukan glaukoma dalam stadium awal karena sebagian besar kasus glaukoma awal tidak memberikan gejala yang berarti bahkan asimptomatik, kalaupun ada gejala biasanya hanya berupa rasa tidak enak di mata, pegal-pegal di mata atau sakit kepala separuh yang ringan. Gejala-gejala tersebut tidak menyebabkan penderita memeriksakan ke dokter atau paramedis. Disamping ketidaktahuan penderita tentang penyakitnya, maka peranan tenaga medis dalam mendiagnosis glaukoma awal juga perlu mendapat perhatian sehingga dapat menemukan glaukoma dalam stadium dini.

BAB IIANATOMI DAN FISIOLOGI

2.1 Anatomi Sudut Bilik MataSudut bilik mata yang dibentuk jaringan korneosklera dengan pangkal iris. Pada bagian ini terjadi pengaliran keluar cairan bilik mata. Bila terdapat hambatan pengaliran keluar cairan mata akan terjadi penimbunan cairan bilik mata di dalam bola mata sehingga tekanan bola mata meninggi atau glaukoma. Berdekatan dengan sudut ini didapatkan jaringan trabekulum, kanal Schlemm, baji sklera, garis Schwalbe dan jonjot iris.Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera kornea dan disini ditemukan skleraspur yang membuat cincin melingkar 3600 dan merupakan batas belakang sudut filtrasi serta tempat insersi otot siliar longitudinal. Anyaman trabekula mengisi kelengkungan sudut filtrasi yang mempunyai dua komponen yaitu badan siliar dan uvea. Pada sudut filtrasi terdapat garis Schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel dan membran descement dan kanal Schlemm yang menampung cairan mata keluar ke salurannya.

2.2 Fisiologi2.2.1 Komposisi Humor Aqueus Humor aqueus adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Volumenya adalah sekitar 250 ul dan kecepatan pembentukannya yang bervariasi diurnal adalah 1,5-2 ul/menit. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi dari plasma. Komposisi humor aqueus serupa dengan plasma kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat dan laktat yang lebih tinggi dari protein, urea dan glukosa yang lebih rendah. 2.2.2 Pembentukan dan Aliran Humor Aqueus Humor Aqueus diproduksi oleh prosesus siliare. Ultrafiltrat plasma yang dihasilkan di stroma prosesus siliaris dimodifikasi oleh fungsi sawar dan prosesus sekretorius epitel siliaris. Setelah masuk ke kamera posterior Humor Aqueus mengalir melalui pupil ke kamera anterior lalu ke jalinan trabekular di sudut kamera anterior. Selama periode ini, terjadi pertukaran diferensial komponen-komponen dengan darah di iris. Peradangan atau trauma intraokular menyebabkan peningkatan konsentrasi protein. Hal ini disebut Humor Aqueus Plasmoid dan sangat mirip dengan serum darah. 2.2.3 Aliran Keluar Humor AqueusJalinan trabekula terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekula yang membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis Schlemm. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase Humor Aqueus juga meningkat. Aliran Humor Aqueus ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transeluler siklik di lapisan sendotel. Humor Aqueus dari corpus siliaris masuk ke dalam kamera okuli posterior dan berjalan melalui pupil ke kamera okuli anterior. Cairan bilik mata keluar dari bola mata melalui anyaman trabekulum dan kanal Schlemm yang terletak di sudut bilik mata. Dari kanal Schlemm yang melingkar di keliling sudut bilik mata cairan mata keluar melalui kanal kolektor dan masuk ke dalam pembuluh darah vena episklera.

Gambar 2. Aliran humor aqueus

Fungsi humor aquous, yaitu1. Sebagai media refrakta2. Integritas struktur3. Sumber nutrisi4. Memelihara regularitas tekanan intraokulerTekanan bola mata akan naik bila Badan siliar memproduksi terlalu banyak cairan mata sedang pengeluaran pada anyaman trabekulum normal (glaukoma hipersekresi) Hambatan pengaliran pada pupil waktu pengaliran cairan dari bilik mata belakang ke bilik mata depan (glaukoma blockade pupil) Pengeluaran di sudut bilik mata terganggu (glaukoma simpleks, glaukoma sudut tertutup, glaukoma sekunder akibat gonoisinekia).Di dalam bola mata terdapat cairan humor aqueos yang diproduksi oleh prosesus siliar dan dialirkan ke bilik mata depan melewati kanal- kanal di dalam sudut bilik mata (antara kornea dan iris). Cairan tersebut kemudian diserap oleh sistem venosa melalui sudut bilik mata depan. Bila pengaliran dan penyerapan humor aqueos ini tidak lancar karena hambatan/penyempitan salurannya, maka terjadi akumulasi cairan di dalam bola mata, tekanan bola mata meninggi dan menekan saraf optik. Kerusakan lapang pandang terjadi sesuai dengan tinggi dan lamanya penekanan.Gangguan penglihatan terjadi akibat gangguan peredaran darah terutama pada papil saraf optik. Pembuluh darah retina yang mempunyai tekanan sistolik 80 mmHg dan diastolik 40 mmHg akan kolaps bila tekanan bola mata 40 mmHg. Akibatnya akan terjadi gangguan peredaran serabut saraf retina yang akan mengganggu fungsinya. Pembuluh darah kecil akan menciut sehingga peredaran darah papil akan terganggu yang akan mengakibatkan ekskavasi glaukomatosa pada papil saraf optik akibat keadaan ini perlahan-lahan terjadi gangguan lapang pandang dengan gambaran skotoma khas untukk glaukoma. Akan terlihat skotoma berbentuk busur ke arah temporal (skotoma Bjerrum), yang bertemu antara busur atas dan bawah pada rafe saraf yang disebut sebagai skotoma jenjang Rone. Pada suatu keadaan akan terjadi keadaan sedemikian rupa sehingga seluru lapang pandangan gelap.BAB IIIGLAUKOMA

3.1 DefinisiGlaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. Kelainan mata glaukoma ditandai dengan meningkatnya tekanan bola mata, atrofi papil saraf optik, dan menciutnya lapang pandang.Peningkatan tekanan di dalam mata (intraocular pressure) adalah salah satu penyebab terjadinya kerusakan syaraf mata (nervus opticus) dan menunjukkan adanya gangguan dengan cairan di dalam mata yang terlalu berlebih. Ini bisa disebabkan oleh mata yang memproduksi cairan terlalu berlebih, cairan tidak mengalir sebagaimana mestinya melalui fasilitas yang ada untuk keluar dari mata (jaringan trabecular meshwork) atau sudut yang terbentuk antara kornea dan iris dangkal atau tertutup sehingga menyumbat/ memblok pengaliran daripada cairan mata.Tekanan bola mata umumnya berada antara 10-21 mmHg dengan rata-rata 16 mmHg. Tekanan bola mata dalam sehari dapat bervariasi yang disebut variasi diurnal. Pada orang tertentu tekanan bola mata dapat lebih dari 21mmHg yang tidak pernah disertai kerusakan serabut saraf optic (hipertensi okuli).Makin tinggi tekanan bola mata, makin cepat terjadi kerusakan pada serabut retina saraf optik. Pada orang tertentu dengan tekanan bola mata rendah telah memberikan kerusakan pada serabutsaraf optic (low tension glaucoma-glaukoma tekanan rendah).Sebagian orang yang menderita glaukoma namun masih memiliki tekanan di dalam bola matanya normal, penyebab dari tipe glaukoma semacam ini diperkirakan adanya hubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah syaraf/nervus opticus mata. Meski glaukoma lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia, glaukoma dapat terjadi pada usia berapa saja. Risiko untuk menderita glaukoma diantaranya adalah riwayat penyakit glaukoma di dalam keluarga (faktor keturunan), suku bangsa, diabetes, migraine, tidak bisa melihat jauh (penderita myopia), luka mata, tekanan darah, penggunaan obat-obat golongan cortisone (steroids).Glaukoma adalah keadaan dimana tekanan bola mata tidak normal disertai gangguan lapang pandang dan atrofi papil saraf optic. Tekanan bola mata normal terletak antara 15-21 dengan tonometer Schiotz. Bila tekanan mata 22mmHg suspek glaucoma.Tekanan bola mata pada glaukoma tidak berhubungan dengan tekanan darah. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan gangguan pembuluh darah retina sehingga mengganggu metabolisme retina, yang kemudian di susul dengan kematian saraf mata. Pada kerusakan serat saraf retina akan mengakibatkan gangguan pada fungsi retina. Bila proses berjalan terus, maka lama-kelamaan penderita akan buta total.

3.2 EpidemiologiDi Indonesia, glaukoma dide