Click here to load reader

Referat Artritis Gout

  • View
    75

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

artritis gout

Text of Referat Artritis Gout

ARTRITIS GOUT

Penyakit rematik atau arthritis adalah salah satu penyakit yang sering ditangani dokter dalam praktek sehari-hari. Penyebab rematik sangat bervariasi dan berkaitan dengan faktor turunan, ganguan imunitas, infeksi, keganasan dan lain lain. Jenis, berat dan penyebaran penyakit rematik dipengaruhi oleh bebrapa faktor resiko seperti faktor umur, jenis kelamin, genetik dan faktor lingkungan. Pada referat ini akan dibahas mengenai pengertian tentang penyakit-penyakit muskuloskeletal yang difokuskan pada penyakit Gout arthritis, etiologi penyakit, gejala klinis, diagnosis dan penatalaksanaannya, juga hasil prognosis.1,2DefinisiArtritis gout adalah suatu sindroma klinis yang ditandai oleh episode artritis akut dan berulang yang sering menyerang sendi kecil akibat adanya endapan kristal monosodium urat dalam jaringan. Penimbunan kristal monosodium urat monohidrat terjadi di jaringan akibat adanya supersaturasi asam urat.1Pada artritis gout stadium kronis, dapat ditemukan topus, yaitu nodul padat yang terdiri dari deposit kristal asam urat yang keras dan tidak nyeri yang dapat ditemukan pada sendi atau jaringan.1EpidemiologiArthritis gout lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, puncaknya pada dekade ke-5. Di Indonesia, arthritis gout terjadi pada usia yang lebih muda, sekitar 32% pada pria berusia kurang dari 34 tahun. Pada wanita, kadar asam urat umumnya rendah dan meningkat setelah usia menopause. Prevalensi arthritis gout di Bandungan, Jawa Tengah, prevalensi pada kelompok usia 15-45 tahun sebesar 0,8%; meliputi pria 1,7% dan wanita 0,05%. Di Minahasa (2003), proporsi kejadian arthritis gout sebesar 29,2% dan pada etnik tertentu di Ujung Pandang sekitar 50% penderita rata-rata telah menderita gout 6,5 tahun atau lebih setelah keadaan menjadi lebih parah.3EtiologiGejala arthritis gout akut disebabkan oleh reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan kristal monosodium urat monohidrat. Karena itu, dilihat dari penyebabnya, penyakit ini termasuk dalam golongan kelainan metabolik. Asam urat merupakan zat sisa yang dibentuk oleh tubuh pada saat regenerasi sel. Beberapa orang dengan gout membentuk lebih banyak asam urat dalam tubuh nya (10%). Sisanya (90%), tubuh anda tidak efektif membuang asam urat melalui air seni. Genetik, jenis kelamin dan nutrisi (peminum alkohol, obesitas) memegang peranan penting dalam pembentukan penyakit gout.1,4Klasifikasi Hiperusemia dan Artritis GoutKlasifikasi hiperurisemia dan gout sebagai berikut:5I. Primer1. Metabolik (Kelebihan Produksi)a. Idiopatik (10% dari gout primer)b. Berhubungan dengan gangguan enzim ( 11mg/dl kemungkinan terjadinya topus pada sendi semakun banyak dan besar. Topus juga dihubungkan dengan makin muda umur dan makin lama menderita artritis gout, topus dapat ditemukan di daerah kartilago, membran sinovialm tendon, jaringan lunak, dan berbagai tempat seperti telinga, jari-hari tangan, tangan, siku, lutut atau kaki. Topus dapat single dan multiple, berukuran kecil sampai merupakan gumpalan besar sangat menganggu pergerakan sendi, sering disertai dengan adanya luka yang mengeluarkan cairan berwarna keputih-putihan berisi kristal berbentuk jarum. Pada topus kecil yang sukar dibedakan dengan nodul rematik yang lain. Maka aspirasi sendi atau biopsi topus dapat digunakan untuk memastikan diagnosis. Apabila tidak ditatalaksana dengan baik serangan artritis gout akan berlangsung lebih sering, mengenai banyak sendi (poliartikuler), semakin berat dan semakin lama serta gejala sistemik yang lebih berat pula.1Diagnosis Diagnosis artritis gout akut ditegakan berdasarkan gejala klinis, laboratorium dan radiologis. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk melihat adanya kristal MSU dari aspirasi cairan sendi dengan mikroskop polarisasi dan pengukuran kadar asam urat darah. Pemeriksaan radiologis pada sendi yang terkena tidak menunjukan suatu gambaran yang spesifik tetapi untuk menyingkirkan penyebab radang sendi lainya.11,12 Menurut criteria ACR (American Collage of Rheumatology) diagnosis dapat ditegakkan jika: 1. Didapatkan kristal monosodium urat dalam cairan sendi atau 2. Didapatkan tofus yang mengandung kristal MSU atau 3. ditemukan 6 dari beberapa kriteria dibawah ini: a. lebih dari 1 kali serangan artritis akutb. Inflamasi maksimal berkembang dalam 1 hari c. Arthritis monoartikuler d. Kemerahan pada sendie. bengkak + nyeri pada MTP-1 f. serangan unilateral pada MTP-1g. serangan unilateral pada sendi-sendi tarsalh. dicurigai tofusi. hiperurisemia j. pembengkakan sebuah sendi asimetrik ( pada foto roentgen )k. kista subkortikal tanpa erosi ( pada foto roentgen )l. kultur mikroorganisme cairan sendi negative.Pemeriksaan PenunjangFoto PolosFoto polos dapat digunakan untuk mengevaluasi gout, namun, temuan umumnya baru muncul setelah minimal 1 tahun penyakit yang tidak terkontrol. Bone scanning juga dapat digunakan untuk memeriksa gout, temuan kunci pada scan tulang adalah konsentrasi radionuklida meningkat di lokasi yang terkena dampak.Pada fase awal temuan yang khas pada gout adalah asimetris pembengkakan di sekitar sendi yang terkena dan edema jaringan lunak sekitar sendi.Pada pasien yang memiliki beberapa episode yang menyebabkan arthritis gout pada sendi yang sama, daerah berawan dari opasitas meningkat dapat dilihat pada foto polos.Pada tahap berikutnya, perubahan tulang yang paling awal muncul. Perubahan tulang awalnya muncul pada daerah sendi pertama metatarsophalangeal (MTP). Perubahan ini awal umumnya terlihat di luar sendi atau di daerah juxta-artikularis. Temuan ini antara-fase sering digambarkan sebagai lesi menekan-out, yang dapat berkembang menjadi sklerotik karena peningkatan ukuran.

Diagnosa bandingRheumatoid arthritis 1,13,14Rheumatoid arthritis adalah inflamasi sistemik kronik yang menyerang beberapa sendi dan termasuk gangguan auto-imun (hipersensitivitas tipe III). Proses inflamasi ini terutama mempengaruhi lapisan sendi (membran sinovial), tetapi dapat juga mempengaruhi organ tubuh lainnya. Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan sinovitis, serositis (inflamasi pada permukaan lapisan sendi, perikardium, dan pleura), nodul rheumatoid, dan vaskulitis bila proses ini terus-menerus dapat menyebabkan penghancuran tulang rawan artikular dan ankylosis. Sel-sel radang rheumatoid arthritis dapat juga menyebar ke paru-paru, perikardium, pleura, sklera, lesi nodular, jaringan subkutan di bawah kulit. Meskipun penyebab rheumatoid arthritis tidak diketahui, namun peranan auto-imunitas sangat penting terjadinya proses inflamasi kronik.Artritis reumatoid merupakan penyakit yang jarang pada laki-laki dibawah umur 30 tahun. Insiden penyakit ini memuncak pada umur 60-70 tahun. Pada wanita, prevalensi penyakit ini meningkat dari pertengahan abad ke-20 dan konstan pada level umur 45-65 tahun dengan masa puncak 65-75 tahun.Penyebab artritis reumatoid masih belum diketahui. Dikatakan bahwa artritis reumatoid mungkin merupakan manifestasi dari respon terhadap agen infeksius pada orang-orang yang rentan secara genetik. Karena distibusi artritis reumatoid yang luas, hal ini menimbulkan hipotesis bahwa jika penyebabnya adalah agen infeksius, maka organisme tersebut haruslah tersebar secara luas. Beberapa kemungkinan agen penyebab tersebut diantaranya termasuk mikoplasma, virus Epstein-Barr (EBV), sitomegalovirus, parvovirus, dan virus rubella, tetapi berdasarkan bukti-bukti, penyebab ini ataupun agen infeksius yang lain yang menyebabkan artritis reumatoid tidak muncul pada penderita artritis reumatoid.Ada beberapa gambaran klinis yang lazim ditemukan pada penderita artritis reumatoid. Gambaran klinis ini tidak harus timbul sekaligus pada saat yang bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinis yang bervariasi.0. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, anoreksia, berat badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.0. Poliartritis simetris, terutama pada sendi perifer: termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi interfalang distal. Hampir semua sendi diartrodial dapat terserang.0. Kekakuan pagi hari, selama lebih dari satu jam: dapat bersifat generalisata tetapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada osteoartritis, yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan selalu kurang dari satu jam0. Artritis erosif: merupakan ciri khas dari penyakit ini pada gambaran radiologik. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan erosi di tepi tulang.0. Deformitas: kerusakan struktur penunjang sendi meningkat dengan perjalanan penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, subluksasi sendi metakarpofalangeal, deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas tangan yang sering dijumpai. Pada kaki terdapat protrusi (tonjolan) kaput metatarsal yang timbul sekunder dan subluksasi metatarsal. Sendi-sendi yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerak ekstensi.0. Nodul-nodul rheumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa pasien artritis reumatoid. Lokasi yang paling sering dari deformitas ini adalah bursa olecranon (sendi siku) atau sepanjang permukaan ekstensor dari lengan. Walaupun demikan, nodul-nodul ini dapat juga timbul pada tempat lainnya. Adanya nodul-nodul ini biasanya merupakan petunjuk dari suatu penyakit yang aktif dan lebih berat. 0. Manifestasi ekstra-artikular; artritis reumatoid juga dapat menyerang organ-organ lain di luar sendi. Jantung (perikarditis), paru-paru (pleuritis), mata, dan pembuluh darah dapat rusak.

Bila ditinjau dari stadium, maka pada RA terdapat tiga stadium yaitu:1. Stadium sinovitis: Pada stadium ini terjadi perubahan dini pada jaringan sinovial yang ditandai adanya hiperemi, edema karena kongesti, nyeri pada saat istirahat maupun saat bergerak, bengkak, dan kekakuan.1. Stadium destruksi: Pada stadium ini selain terjadi kerusakan pada jaringan sinovial terjadi juga pada jaring