Click here to load reader

REFERAT Anxietas Full

  • View
    299

  • Download
    11

Embed Size (px)

Text of REFERAT Anxietas Full

PENDAHULUANA. Latar Belakang Gangguan cemas merupakan gangguan yang paling sering ditemui dalam masalah psikiatri. Kondisi ini terjadi sebagai akibat interaksi faktor faktor biopsikososial, termasuk kerentanan genetik yang berinteraksi dengan kondisi tertentu, stres atau trauma yang menimbulkan sindrom klinis yang bermakna. Studi menunjukan bahwa gangguan ini meningkatkan morbiditas, penggunaan pelayanan kesehatan, dan hendaya fungsional. Pemahaman neuroanatomi dan biologi molekuler ansietas menjanjikan pengertian baru mengenai etiologi dan terapi yang lebih spesifik (dengan demikian lebih efektif) di masa mendatang. Selama 15 tahun terakhir, dokter psikiatrik di Amerika melihat gangguan kecemasan bergerak menjauhi pengertian yang didasarkan pada rumusan psikodinamika dari neurosis. Hasilnya adalah bahwa kata neurosis dikeluarkan dari tatanama resmi, dan pembagian antara gangguan kecemasan telah dibuat atas dasar kriteria klinis yang sah dan dapat dipercaya. Jika memeriksa pasien dengan gangguan cemas, terapis harus mampu membedakan antara jenis kecemasan normal dan patologis. Pada tingkat praktis, kecemasan patologis dibedakan dari kecemasan normal oleh penilaian pasien, keluarganya, teman-temannya dan terapis bahwa pada kenyataannya terdapat kecemasan patologis. Penilaian tersebut didasarkan pada laporan keadaan internal pasien, perilakunya dan kemampuan pasien untuk berfungsi sebagaimana mestinya. Seorang pasien dengan kecemasan patologis memerlukan pemeriksaan neuropsikiatrik yang menyeluruh dan suatu rencana pengobatan yang disusun secara individual. Klinisi harus menyadari bahwa kecemasan mungkin merupakan komponen dari banyak kondisi medis dan gangguan mental lainnya, khususnya gangguan depresif. Kita dapat menggambarkan kecemasan normal sebagai lawan dari kecemasan abnormal atau patologis karena jelas menguntungkan bagi seseorang untuk berespons dengan kecemasan di dalam situasi tertentu yang mengancam,. Sebagai contoh, kecemasan adalah normal bagi bayi yang terancam perpisahan dengan orang tuanya atau oleh hilangnya cinta bagi anak-anak pada hari pertama sekolahnya, bagi remaja pada kencan pertamanya, bagi orang dewasa saat mereka merenungkan usia tua dan kematian, dan bagi siapa saja yang menghadapi suatu penyakit. Kecemasan adalah suatu penyerta yang normal dari pertumbuhan, perubahan dan pengalaman tentang sesuatu yang baru dan belum dicoba, dari1

suatu usaha untuk menemukan jati diri. Sebaliknya,kecemasan patologis adalah respons yang tidak sesuai terhadap stimulus yang diberikan berdasarkan pada intensitas atau durasinya. Hampir satu abad yang lalu, Sigmund Freud memperkenalkan istilah neurosis kecemasan (anxiety neurosis) dan mengidentifikasi dua bentuk kecemasan. Satu jenis kecemasan dihasilkan oleh libido yang terbendung. Dengan kata lain, suatu peningkatan ketegangan seksual yang fisiologis menyebabkan peningkatan libido yang menyertainya, suatu perwakilan mental dari peristiwa fisiologis tersebut. Penyaluran ketegangan tersebut, menurut pandangan Freud, adalah hubungan seksual. Tetapi, praktek seksual lain, seperti abstinensia dan coitus interruptus, menghalangi pelepasan ketegangan dan menyebabkan neurosis yang sesungguhnya. Keadaan kecemasan meninggi yang berhubungan dengan penghambatan libidinal adalah neurastenia, hipokondriasis, dan neurosis kecemasan, semuanya dipandang Freud sebagai memiliki suatu dasar biologis. Bentuk kecemasan lainnya paling baik ditandai sebagai rasa kekhawatiran atau ketakutan yang berasal dari pikiran atau harapan yang terepresi. Bentuk kecemasan tersebut adalah bertanggung jawab untuk psikoneurosis histeria, fobia, dan neurosis obsesional. Freud memahami keadaan tersebut dan kecemasan yang berhubungan dengannya terutama yang berhubungan dengan faktor psikologis, daripada faktor biologis. Konflik intrapsikis bertanggung jawab atas kecemasan dan psikoneurosis, dan Freud mengamati bahwa kecemasan yang dihasilkannya kurang kuat dan kurang dramatik daripada apa yang diamatinya dalam neurosis sesungguhnya.

B. Tujuan 1. Tujuan umum. Referat ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat kelulusan pada kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Jiwa RS Ketergantungan Obat, Cibubur-Jakarta.

2. Tujuan khusus Dokter umum mampu mengenal dan mendiagnosis bentuk-bentuk gangguan cemas sebagai masalah psikiatri sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat sesuai kompetisinya.

2

BAB II Gangguan Cemas

2.1 DefinisiCemas (anxietas) merupakan pengalaman yang bersifat subjektif, tidak

menyenangkan,tidak menentu, menakutkan dan mengkhawatirkan akan adanya kemungkinan bahaya atauancaman bahaya, dan seringkali disertai oleh gejala-gejala atau reaksi fisik tertentu akibat peningkatan aktifitas otonomik. Anxietas adalah perasaan yang difus, yang sangat tidak menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu.Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan,sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah.

PEMBAGIAN KECEMASAN MENURUT SUMBER SEBABNYA

Menurut Binder dan Kielholz dan Galderen kecemasan itu dapat dibagi menurut sumber sebabnya sebagai berikut :

1. Kecemasan Hati Nurani (concience-induced anxiety) Disini kecemasan timbul karena individu mempunyai kesadaran akan

moralitas.Kecemasan disinipun melindungi individu terhadap perbuatan-perbuatan yang bersifat amoral.

2. Kecemasan neurotik Disini kecemasan berasal dari dalam tubuh, dan tidak berhasil dihilangkan oleh individu,sehingga kecemasan bersembunyi dalam gangguan lain seperti pada fobia, reaksi obsesif kompulsif, reaksi konversi dan pada gangguan psikofisiologik.Dalam psikiatri terdapatfree-floating anxiety danbound anxiety.Free-floating anxiety merupakan kecemasan yang tidak terdapat pada salah satu gagasan melainkan mengembara kiankemari. Sedangkan

3

dalam bound anxiety kecemasan terikat pada gagasan seperti pada fobia danobsesi.Free floating anxiety merupakan inti dan gejala penting menentukan pada kecemasan neurotik.

3. Kecemasan psikotik Kecemasan disini bukanlah merupakan gejala inti atau yang menentukan. Melainkan sebagai gejala biasa, yang kadang-kadang merupakan penjelmaan dari segala depresi dan ganagitasi. Kecemasan dapat juga dirasakan begitu hebat sehingga penderita tidak dapat berbuat apa-apa selain diam saja. Biasanya kecemasan ini disertai dengan waham-waham, halusinasi dan perbuatan-perbuatan yang destruktif.

4. Kecemasan sosial Kecemasan sosial ini akan dirasakan individu, kalau ia takut atau pendapat umum atau pendapat lingkungannya mengenai perbuatannya dikenal : a.Kecemasan memperlihatkan diri di depan umum. b.Cemas kalau-kalau kehilangan kontrol atas dirinya. c.Cemas kalau-kalau memperlihatkan ketidakmampuannya.

REAKSI TERHADAP KECEMASAN

Dalam menghadapi kecemasan orang dapat mengadakan reaksi seperti : a.Dengan menggunakan mekanisme pembelaan, yang dapat dilihat pada reaksi fobik, reaksi obsesif. b.Dengan menggunakan mekanisme konversi : 1) Jika akut dapat menjurus ke arah konversi (histeria) 2) Jika menahun tanpa menimbulkan perubahan apa-apa pada organ, dapat menimbulkan gejala-gejala hipokondriasis atau organ neurosa. Keadaan menahun ini dapat juga menimbulkan perubahan-perubahan pada organ, sehingga kecemasan menghilang dari permukaaan dan diganti dengan keluhan-keluhan pada organ yang mengalami perubahan tadi. Hal ini dapat dilihat pada pasien dengan gangguan psikofisiologik.

4

2.2 EpidemiologiGangguan cemas merupakan kelompok gangguan psikiatri yang paling sering ditemukan. National Comorbiloty Study melaporkan bahwa satu diantara empat orang memenuhi kriteria untuk sedikitnya satu gangguan cemas dan terdapat angka prevalensi 12 bulan sebesar 17,7%. Perempuan (prevalensi seumur hidup 30,5%) lebih cenderung mengalami gangguan cemas daripada laki-laki (prevalensi seumur hidup 19,2%). Prevalensi gangguan ansitera menurun dengan meningkatnya status sosioekonomik.

2.3 EtiologiFaktor Biologis Faktor biologik yang berperan pada gangguan ini adalah neurotransmitter. Ada tiga neurotransmitter utama yang berperan pada gangguan ini yaitu, norepinefrin, serotonin, dan gamma amino butiric acid atau GABA. Namun neurotransmitter yang memegang peranan utama pada gangguan cemas adalah serotonin, sedangkan norepinefrin terutama berperan pada gangguan panik. Dugaan akan peranan norepinefrin pada gangguan cemas didasarkan percobaan pada hewan primata yang menunjukkan respon kecemasan pada perangsangan locus sereleus yang ditunjukan pada pemberian obat-obatan yang meningkatkan kadar norepinefrin dapat menimbulkan tanda-tanda kecemasan, sedangkan obat-obatan menurunkan kadar

norepinefrin akan menyebabkan depresi. Peranan Gamma Amino Butiric Acid pada gangguan ini berbeda dengan norepinefrin. Norepinefrin bersifat merangsang timbulnya kecemasan, sedangkan Gamma Amino Butiric Acidatau GABA bersifat menghambat terjadinya kecemasan ini. Pengaruh dari

neutronstransmitter ini pada gangguan kecemasan didapatkan dari peranan benzodiazepin pada gangguan tersebut. Benzodiazepin dan GABA membentuk GABA Benzodiazepin complex yang akan menurunkan anxietas atau kecemasan. Satu penelitian tomografi emisi positron (PET; positron emission tomography) melaporkan suatu penurunan kecepatan metabolik di ganglia basalis dan substansia alba pada pasien gangguan cemas menyeluruh dibandingkan kontrol normal. Satu penelitian menemukan bahwa hubungan genetika mungkin terjadi antara gangguan cemas menyeluruh dan gangguandepresif berat pada wanita. Penelitian lain menemukan adanya komponen yang terpisah tetapi sulit untuk ditentukan pada gangguan cemas menyeluruh. Kira-kira 25 persen5

sanak sau