Click here to load reader

Rangkuman Materi Kelompok

  • View
    37

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tugas kuliah

Text of Rangkuman Materi Kelompok

TEORI ADAPTASI SISTER CALLISTA ROY (1964)

PAGE 30

TEORI MODEL ADAPTASI SISTER CALLISTA ROY

Oleh; Nia Risa Dewi, SKp., M.Kep., SpMat

A. PENDAHULUAN

Teori Adaptasi merupakan suatu pendekatan yang dinamis, dimana peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan adalah memfasilitasi potensi klien untuk mengadakan adaptasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dasanya.B. TEORI ADAPTASI SISTER CALLISTA ROY

Roy (1964) mengembangkan Model Adaptasi dalam keperawatan. Teori Adaptasi model dari Roy ini dipublikasikan pertama pada tahun 1970. Asumsi dasar model teori ini adalah:

1. Setiap orang menggunakan koping yg bersifat positif maupun negatif. Untuk dapat menerapkan kemampuan beradaptasi, seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yaitu penyebab utama terjadinya perubahan, terjadinya perubahan dan pengalaman beradaptasi.

2. Individu selalu pd rentang sehatsakit, yg brhubungan erat dgn keefektifan koping yg dilakukan untuk memelihara kemampuan adaptasi.

Roy mengatakan bahwa respon yg menyebabkan penurunan integritas tubuh akan menimbulkan adanya suatu kebutuhan & menyebabkan individu berespon terhadap kebutuhan tersebut melalui upaya atau perilaku tertentu.

Roy menegaskan bahwa peran perawat a/ membantu pasien beradaptasi trhdp perubahan yg ada dgn 3 model adaptasi dalam situasi sehat maupun sakit dengan memanipulasi stimulus fokal (yaitu rangsang yang segera dihadapi oleh manusia & merupakan tingkatan paling tinggi dari perubahan & kelainan), stimuli kontekstual (semua rangsang dari manusia baik interna maupun eksterna yg dpt diamati, diukur / subyektifitasnya dilaporkan scra obyektif o/ pasien), & stimuli residual (faktor faktor lingkungan yg berpengaruh / tidak pd situasi saat ini yg tidak jelas. Sehingga stimulus ini membentuk karakteristik seseorang karena pengalaman masa lalu yg tidak disadari, stimulusnya memberi efek).

Roy menggunakan mekanisme yang disebut regulator dan kognator sebagai system dari system adaptasi. Sub system regulator mempunyai komponen yang terdiri input, proses, &dan output. Penghubung-penghubung dari system regulator adalah kimia, neural, dan endokrin. Respon otonomi yang merupakan respon-respon saraf bagian otak dan spinal dihasilkan sebagai output. Roy menunjukkan respon psikomotor dari system saraf sebagai pusat system regulator.

Sub system kognator sbg system adaptasi yg brikutnya ini, proses2 pengendaliannya dihubungkan dengan fungsi yang lebih tinggi dari otak yaitu persepsi atau pengolah informasi berhubungan idengan proses interna dari perhatian yang dipilih, ditunjukkan, dan ingatan. Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan merupakan proses untuk mencari bentuk.

Gambaran proses interna manusia sbg subsistem adaptasi, Roy menjelaskan system efektor / model adaptasi yg tdd 4macam yaitu : 1) model adaptasi fisiologi, 2) konsep diri, 3) fungsi peran, 4) model ketergantungan (interdependensi).

Skema. Sistem Adaptasi Roy

Input

Proses

Efektor

Output

Feedback

Sumber : Tomey & Aligood, 1998

C. PARADIGMA KEPERAWATAN MENURUT ROY

Paradigma keperawatan meliputi 4konsep utama yaitu manusia, lingkungan, kesehatan & keperawatan.

1. Manusia

a. Manusia merupakan makhluk bio-psiki-sosial secara utuh (holistic)

b. Manusia sbg system ada interaksi yg konstan dgn lingkungan, individu mengatasi lingkungan melalui mekanisme adaptif bio-psiko-sosial

c. Tingkat adaptasi manusia ditentukan o/ stimuli focal, kontekstual, & residual yg menghasilkan kebutuhan adaptasi.

d. Adaptasi digiatkan bila terjadi bila kebutuhan berlebih atau kebutuhan berkurang.

Empat modus adaptasi meliputi :

1) Fisiologis, yang terdiri dari; oksigenasi, eliminasi, nutrisi, aktifitas dan istirahat, sensori, cairan dan elektrolit, fungsi syaraf, fungsi endokrin dan reproduksi.

2) Konsep diri, menunjukan pada nilai , kepercayaan, emosi, cita-cita, serta perhatian yang diberikan untuk menyatakan keadaan fisik tersendiri.

3) Fungsi peran, menggambarkan hubungan interaksi seseorang dengan orang lain yang tercermin pada peran primer, sekunder, tersier.

4) Saling ketergantungan, mengidentifikasi nilai manusia, cinta dan keseriusan. Proses ini terjadi dalam hubungan antar manusia dengan individu dan kelompok. Merupakan suatu cara mempertahankan integritas yang melibatkan kesetiaan dan kemampuan untuk menyayangi, menghargai dan lain-lain.

2. Lingkungan

Semua stimuli diawali dalam lingkungan, yaitu semua keadaan, kondisi & pengaruh dari lingkungan, serta tingkah laku individu dan kelompok.

3. Sehat / Kesehatan

Kesehatan a/ keadaan berfungsinya manusia, dimana terjadi adaptasi terus menerus. 4. Keperawatan

Roy menjelaskan bahwa keperawatan sebagai proses interpersonal yang diawali karena maladaptasi terhadap perubahan dalam lingkungan. Keperawatan menurut teori Roy adalah disiplin / bidang humanistic yang memberikan penekanan pada kemampuan seseorang untuk mengatasi masalahnya. Peran perawat adalah memfasilitasi potensi klien untuk mengadakan adaptasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dasarnya. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan respon adaptasi yang meliputi empat model adaptasi. Dapat digambarkan sebagai berikut:

Manusia

Keperawatan

Kesehatan

Lingkungan

D. APLIKASI TEORI ADAPTASI ROY DALAM PROSES KEPERAWATAN

Menurut Roy elemen dari proses keperawatan meliputi pengkajian tingkat pertama dan kedua, diagnosa keperawatan, penentuan tujuan, intervensi dan evaluasi.

1. Pengkajian

a. Pengkajian tingkat pertama

Berfokus pd pengumpulan data yg berhubungan dgn model adaptasi yg dialami klien. Tahap pertama ini digambarkan Roy sbg pengkajian tingkah laku (Assement Behavior).

b. Pengkajian tingkat Kedua

Pd tahap ke2 perawat mngumpulkan data stimuli fokal, kontekstual & residual yg menyimpang pd klien (Assement Stimuli). Prawat jg melakukan proses mengkalarifikasikan etiologi, masalah & mengidentifikasi stimuli fokal, kontekstual & residual.

2. Diagnosa keperawatan

Diagnosa keperawatan menurut Model Adaptasi Roy didefinisikan sebagai suatu hasil dari proses pengambilan keputusan berhubungan dengan kurangmampunya adaptasi. Dalam menetapkan diagnosa keperawatan Roy (1988) menyampaikan ada tiga alternatif yang dapat digunakan yaitu:

a. Menggunakan tipologi diagnosa yg dikembangkan o/ Roy & berhubungan dgn 3 model adaptasi

b. Merumuskan diagnosa dgn mengobservasi tingkah laku yg berhubungan dgn stimuli

c. Sebagai kesimpulan satu atau lebih model adaptasi yang berhubungan dengan stimuli.

3. Penentuan Tujuan

Roy (1984) menyampaikan bahwa penentuan tujuan (goal seeting) adalah penetapan yang jelas ttg gambaran perilaku klien yg ingin dicapai dlm pemberian askep yg menunjukkan resolusi dari masalah adaptasi. Penentuan tujuan ini dibagi atas tujuan jangka panjang & tujuan jangka pendek.

4. Intervensi

Tujuan akhir dari intervensi kprwtn yg dilakukan a/ memanipulasi lingkungan dgn meningkatkan / mengurangi stimuli yg mengganggu adaptasi, ditujukan pd kemampuan koping klien.

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan penilaian yg efektif terhadap intervensi keperawatan berhubungan dgn tujuan yg direncanakan dengan mengobservasi tingkah laku klien.

E. ANALISA KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI ADAPTASI ROY

Kelebihan :

1. Tingkat adaptasi dan kemandirian klien tinggi

2. Perawat sebagai fasilitator

3. Risiko sakit berulang kecil

Kekurangannya yaitu risiko gagal beradaptasi dapat menyebabkan depresi yang berat.

TEORI MODEL SELF CARE DOROTHEA OREMOleh; Nia Risa Dewi, SKp., M.Kep., SpMat Teori self care adalah suatu kondisi yg membutuhkan bantuan perawat. Keperawatan dibutuhkan ketika klien tidak dapat memenuhi kebutuhan biologi, psikologi, perkembangan & kebutuhan sosial. Perawat menentukan mengapa klien tidak dpt memenuhi kebutuhannya, apa yg dpt dilakukan untuk memenuhi kebutuhan klien dan seberapa banyak self care dapat dilaksanakan. Tujuan akhir keperawatan a/ meningkatkan kemampuan klien u/ mandiri dlm memenuhi kebutuhannyaKonsep sentral dari Teori Self Care Orem :

a. self care

c. therapeutik self care demande. nursing agencyb. self care agency

d. self care deficita. self care memiliki tiga prinsip utama

Universal self care: perawatan mandiri secara holistik yang meliputi kebutuhan oksigen, air, makanan, eliminasi, aktifitas dan istirahat, eliminasi, keseimbangan interaksi social, pencegahan bahaya dan peran dalam kelompok

Developmental self care: perawatan mandiri yang dilakukan sesuai dgn tumbuh kembang manusia

Health deviation self care: perawatan mandiri dilakukan karena adanya masalah kesehatan / penyakit untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan

b. Self care agency a/ kemampuan dalam kondisi normal u/ melakukan perawatan mandiri. c. Therapeutik self care demand adalah kebutuhan individu sesuai kondisinya, dimana individu akan berusaha melakukan sesuatu sesuai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan akan self care. d. Self care deficit adalah berkurangnya kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan self care sehingga dibutuhkan nursing agency. e. Nursing agency adalah upaya yg dilakukan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan individu tsb yg dpt dilakukan dgn cara mengenal kebutuhannya, memenuhi kebutuhannya & melatih kemampuan klien.Askep mandiri dilakukan dgn mmperhatikan tgkt ketergantungan/kbutuhan & kmmpuan klien yg meliputi : pemberian perawatan total karena tingkat ketergantungan klien sangat tinggi (the wholly compensatory nursing system), perawat & klien saling berkolaborasi dlm mela