Rahasia Umum Bocornya Kunci Jawaban

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tugas

Text of Rahasia Umum Bocornya Kunci Jawaban

TUGAS KELOMPOK(M.K. JURNALISME INVESTIGASI)Rahasia Umum Bocornya Kunci Jawaban

Nama Kelompok :

Eugenius Eduk

Herson Dju Djani

Lorry Angelina Merukh

Mansyur Wahyudi

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

2015

INVESTIGASI

RAHASIA UMUM BOCORNYA KUNCI JAWABAN

Penulisan Dokumen Negara Sangat Rahasia pada setiap amplop naskah Ujian Nasional bukanlah jaminan. Tak disangka dibalik hal tersebut tersimpan begitu banyak kecurangan. Kerja-sama antar berbagai pihak bukanlah hal yang tabu. Masyarakat sudah terbiasa dengan isu ter-sebut namun siapakah yang paling berhak bertanggungjawab atas semua ini? Tim kami me-reportase siswa dan tenaga pendidik dari beberapa SMA/SMK di Kota Kupang untuk menggali keterlibatan oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Ujian Nasional atau yang dikenal dengan UN/UNAS dianggap sebagai suatu cara yang paling manjur dalam meningkatkan mutu pendidikan. Perubahan sistem Ujian Nasional dan pel-aksanaannya yang dikatakan serentak setiap tahunnya tetap saja mengalami berbagai kendala. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk pihak-pihak tidak bertanggungjawab bertindak. Meskipun sudah ada aturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal tersebut namun masih saja ditemui kecurangan di lapangan.

Menjelang UN, siswa diikutkan dengan berbagai khursus dan tes persiapan UN. Tak hanya siswa sebagai peserta UN yang berjuang mati-matian untuk bisa lulus. Tenaga pendidik dalam hal ini kepala sekolah, guru dan pegawaipun mulai menyusun berbagai macam cara untuk me-luluskan siswa dan membuat nama sekolah mereka terkenal dengan presentase kelulusan men-capai 100%. Ujian Nasional yang telah selesai beberapa bulan yang lalu menjadi saksi dan bukti nyata rendahnya pengawasan dan minimnya kesadaran dari siswa dan tenaga pendidik.

Oknum Tidak Bertanggung jawab itu adalah GuruDokumen Negara Sangat Rahasia memiliki makna dan peran yang cukup kuat dalam pe-laksanaan Ujian Nasional. Dikatakan sangat rahasia namun masih saja ada oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang memegang soal bahkan kunci jawaban. Mereka yang tidak bertanggung jawab ini bedalih bahwa ini adalah suatu hal yang wajar. Tidak ada seorangpun yang mengingin-kan anak mereka tidak lulus, atau sekolah mereka dikatakan tidak benar mendidik siswa. Ber-bagai alasan mulai terdengar diluar sana untuk membela tindakan tidak terpuji itu.

Siswa salah satu SMK di Kota Kupang misalnya, ia begitu santai menghadapi ujian nasional 13 april lalu. Ketika ditanya persiapannya, ia hanya tertawa dan berkata gampang, ketong (kita) su (sudah) dapat kunci jawaban dari pak.

Pernyataannya dibenarkan oleh alumni dari SMK yang sama. Beberapa tahun yang lalu, bah-kan mungkin sudah menjadi tradisi jika oknum guru menjadi malaikat penyelamat saat men-jelang UN. ya, pihak sekolah biasanya sudah dapat kunci jawaban, nanti didistribusi ke seluruh ruang ujian beberapa saat sebelum bel berakhir,.

Itu sudah jadi tradisi, mana ada sekolah yang mau presentase kelulusannya rendah? tambah-nya.

Oknum guru yang kami temui di tempat terpisah mengatakan, ini ada timbal balik dari kami. Pihak sekolah membantu siswa dan siswa juga membantu kami tenaga pendidik. Kami memberi-kan kunci jawaban dan siswa yang lulus membantu kami dalam menarik minat calon siswa baru.

Anda tidak bisa menyalahkan kami, kami ini melakukan semuanya untuk kesenangan ber-sama. Siswa senang dapat lulus, orangtua bangga, dan kami siap menerima calon siswa baru

Tahun 2011-2013, sejak pihak sekolah turut terlibat dalam menentukan kelulusan siswa, me-mang presentase kelulusan meningkat. Bahkan hampir seluruh sekolah SMA/SMK di Kota Kupang presentase kelulusannya mencapai 100%. (dari hasil gabungan nilai sekolah dan nilai UN dengan presentase nilai UN : nilai sekolah sebesar 60 : 40 persen dengan batas minimal nilai kelulusan lebih dari 5,50). Terbukti bahwa pihak sekolah memiliki peran cukup besar. (lm)Bocor Tiap Tahun, Kok Bisa?

Kebocoran soal ujian nasional di kota kupang beredar luas di kalangan siswa-siswi, ini me-nurut pengamatan yang dilakukan oleh tim. Kami mewawancarai alumni-alumni siswa yang pernah menginjaki bangku SMA & SMK. Dari tahun ke tahun selalu saja ada kebocoran soal UN. Hal ini yang mendasari kami untuk menginvestigasi lebih jauh sebab dari kebocoran soal UN dan oknum-oknum yang membocorkan soal UN kepada siswa-siswi di kota kupang. Inves-tigasi dilakukan pada siswa-siswi yang baru saja tamat dari bangku SMA & SMK. Investigasi di-mulai saat pendaftaran calon mahasiswa baru di Universitas Nusa Cendana (UNDANA). Inilah kronologi wawancara tersenbunyi yang dilakukan tim.

Pendaftaran mahasiswa baru di UNDANA sangatlah dinanti oleh setiap calon mahasiswa yang baru lulus dari tinggkat SMA atau SMK. Banyak calon mahasiswa berbondong-bondong mendatangi kantor BAAK UNDANA yang lama, disamping gedung FKIP bahasa inggris untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di UNDANA. Kesempatan seperti ini sangat dinanti oleh panitia-panitia mabing (masa bimbingan/ospek) untuk mencari dana bagi keberlangsungan ke-giatan kampus.

Hari itu, Rabu, Sembilan juni 2015, panitia langsung bergegas menyebar keseluruh penjuru kampus untuk menjual nasi bungkus kepada calon mahasiswa baru dan pengunjung. Disiang hari yang panas menyengat, Aku menyamar menjadi salah satu anggota panitia yang sedang menjaja-kan makanan dengan memegang kerdus berisi nasi menuju kantor BAAK lama.

Sesampainya disana antrian pendaftaran ulang mahasiswa baru sangatlah padat. Hal tersebut terlihat sebagai lahan uang yang banyak. Aku sebagai salah satu tim yang di tugaskan untuk me-nyamar sebagai penjual nasi. Aku bersama salah seorang teman dari panitia mabing memegang kardus nasi mencoba mendekati antrian mahasiswa baru.

Selamat siang adik? Apakah ada yang ingin membeli nasi? Harganya lima ribu rupiah saja!. kata teman saya dengan wajah menawan, sedikit tersenyum kepada calon mahasiswa.

Tidak kaka, kami tidak lapar!. kata salah seorang calon mahasiswa dengan wajah datar. Saya pun berjalan menuju calon mahasiswa yang lain dan jawabannya hampir sama. Tetapi ada-pun beberapa yang membeli nasi dan air minum.

Aku melihat seorang calon mahasiswa yang lagi duduk di pinggir trotoar, disamping jalan masuk ke kantor tempat pendaftaran ulang. Dengan wajah semangat saya menghampiri calon mahasiswa itu dengan memegang kardus nasi. Saya menawarkan nasi untuk calon mahasiswa tersebut. Saya menghampiri calon mahasiswa tersebut dan menaruh kardus nasi di sebelah kiri calon mahasiswa dan saya langsung duduk disebelah kanan.

Selamat siang adik? Bagaimana kabarnya?, percakapan diawali oleh saya dengan me-megang bahu kanan dengan tangan kiri. Aku bertanya kembali Apakah surat-surat untuk pen-daftaran sudah lengkap?

Semuannya sudah lengkap ka, dengan wajah santai dia menjawab pertanyaan.

Percakapan berlanjut untuk menggungkap tentang kebocoran soal UN. Dari hasil ngobrol santai Aku mendapatkan informasi yang cukup untuk menggungkap masalah yang setiap tahun terjadi di kota kupang. Menurut informasi yang didapat dari alumni SMA/SMK, hampir sama dengan siswa-siswi yang baru lulus, kebanyakan mendapat bocoran soal dari oknum guru dan pegawai dari sekolah tersebut. Sekolah yang menjadi sasaran tim investigasi untuk menguak ke-bocoran soal yaitu SMA N 2 KUPANG. Sekolah ini masuk dalam daftar sekolah yang setiap tahun kelulusannya 100%, dari kelulusan yang baik ini menjadi satu hal yang mencurigakan bagi kami.

Alumni-alumni tamatan dari sekolah di SMA N 2 memberikan informasi yang sama pula. Ke-bocoran soal ini dilakukan oleh oknum guru dan di distribusi kepada siswa pada waktu pagi hari, yaitu pukul 05.00 WITA. Para siswa-siswi sangat senang ketika para oknum guru membagikan kunci jawaban.

Saya senang karena guru sangat mendukung kami, akui salah satu siswa yang mendapatkan kunci jawaban.

Menurut informasi yang didapat, pengawas pun turut menyukseskan dosa tersebut. Peng-awas membiarkan siswa untuk melihat kunci jawaban yang diberikan pihak sekolah.

Pengawas membiarkan kami untuk melihat kunci jawaban, kata calon mahasiswa yang di wawancarai secara diam-diam dengan wajah lesuh karena terik siang itu.

Kebocoran soal menjadi masalah yang terjadi setiap tahun ini, namun tidak di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian. Hal ini yang menjadi masalah yang harus di utamakan bagi kementrian pendidikan agar lebih tegas dalam menindak lanjuti permasalahan yang terjadi setiap tahunnya. Dengan laporan peliputan ini, semoga bisa menjadi refesensi bagi pemerintah sebagai salah satu sumber informasi untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi setiap tahunnya di kota kupang. (ee)Sama-sama Menikmati, Jangan Saling Menyalahkan

Dalam beberapa tahun terakhir, presentase kelulusan SMA/SMK di Kota Kupang terus me-ningkat bahkan mencapai 100%. Tenaga pendidik yang harusnya mengajarkan siswa untuk jujur, justru menjadi satu-satunya pihak yang menjerumuskan siswa. Tiga tahun masa belajar mengajar terasa percuma jika pada akhirnya pihak sekolah memberikan kunci jawaban dengan Cuma-Cuma. Disatu kesempatan kami berhasil bertemu dengan salah satu oknum yang mencerita-kan panjang lebar kepada tim terkait kunci jawaban yang bererdar.

Apakah anda mengetahui adanya kebocoran kunci jawaban UN?

Kami pihak sekolah tentu sering mendengar isu tersebut.

Apa pendapat pihak sekolah tentang isu bocornya kunci jawaban UN?

Tentu kami tidak akan merusak nama sekolah kami, ketika memberikan kunci jawaban sudah ada perjanjian antara kami dan siswa. Mereka tidak akan memberitahukan kepada pihak luar.

Bagaimana mereka dapat mengaskes jawaban? Dengan menggunakan media apa?Kunci jawaban kami berikan dengan Cuma-Cuma namun pendistribusiannya secara diam