Rahasia Menjadi Guru Hebat

  • View
    56

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

buku ini berisi tentang bagaimana menjadi guru hebat, membentuk pribadi menarik dari seorang guru, bagaimana membangun komunikasi yang baik sebagai seorang guru, dan lain-lain

Text of Rahasia Menjadi Guru Hebat

  • You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing Ii mit for this book.

  • You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing Ii mit for this book.

  • You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing Ii mit for this book.

  • Bahan dengan hak cuxa

    --- .. Daftar lsi

    . Etika Ra at Dewan Guru 55 K. Etika Guru den an Wali Peserta Didik 59

    I. Etika Men aar 52

    F. Etika Guru den an Peserta Didik 48 G. Etika Guru Baru di Sekolah 49

    1

    E. Etika Guru di Mas arakat 46

    BAB 4 PENTINGNYA ETIKA SEORANG GIJRIJ 41 A. Kecerdasan Ber-etika 41 B. Guru Beretika, Perlukah? 43 C. Etika Guru dalam Kelas 43 D. Etika Guru dalam Pergaulan Akadetnik 45

    C. Profesi Guru 39

    BAB 2 PRIBADI MENARIK SEORANG GIJRIJ. 16 A. Guru Harus Menarik....... .. .. 16 B. Men adi Guru Favorit 25

    BAB 3 SIAPAKAH SEBENARNYA GIJRIJ ITIJ? 32 A. Guru adalah Oran Pintar 33 B. adikan abatan Guru seba ai Profesi 37

    Men' ad.i Guru He bat.................................................... 5

    BAB 1 BAGAIMANA MENJADI GURU HEBAT?............... 1 A. A a Tu s Guru Hebat Itu? 2 B. Hal-Hal yang Perlu Dicermati untuk

    KATA PENGANTAR viii

    DAFTAR ISi

  • Bahan dengan hak cipta

    wt Rahasia Menjadi Guru Hebat

    BAB 10 MENGAPA GURU HARUS KRRATIF? 133 A. Men a a Harus Kreatif? 135 B. Falsafah Bela' ar Kreatif 135 C. Ciri-Ciri Guru Kreatif 138 D. Kemampuan Apa yang Harus Dimiliki

    Seorang Guru Kreatif? 139

    Profesional Guru 129

    C. Kegiatan Pengembangan Profesi Guru 116 D. Tuuan Pen emban an Profesi Guru 123 E. Kompetensi Profesi Guru 125 F. Hambatan dan Pengembangan

    B. Profesi 113 A. Kompetensi 109 PROFESIGURU 109

    BAB 9 PENGEMBANGAN KOMPETENSI

    C. Kompetensi Prof esional 106 D. Kompetensi Sosial 106

    C. Teknik Mengomunikasikan Informasi 98 BAB 8 GURU SEBAGAI AGEN PEMBELAJARAN 103

    A. Korn etensi Ke ribadian 104

    B. Erika Berbicara 97 A. Komunikasi sebagai Media Tran sf ormasi 94 SEORANG GURU 94

    BAB 6 MENJADI GURU YANG BERWIBAWA 78 A. A akah Wibawa Guru ltu? 79 B. Menciptakan Pembelajaran yang

    Berwibawa dan Men enan kan 82 C. Men a a Guru Harus Berwibawa?..... .. .. .. .. . . .. .. .. .. . . 84 D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kewibawaan 85 E. Cara Mempertahankan Kewibawaan 89

    BAB 7 KECERDASAN MEMBANGUN KOMUNIKASI

    BAB 5 MENJADI GURU BIASA-BIASA SAJA ATAU GURU LUAR BIASA 61 A. Men bah Paradi a Predikat Guru . . . .. . .. . . . .. . . . .. . . . 61 B. Men em ban kan Korn etensi.... .. . . . . .. . . . . . .. . . . . . .. . . 7 4

  • Bahan dengan hak cipta

    Dattar lsl wll

    BIOG RAFI PENULIS 207 DAFf AR PUST A.KA 206

    H. Jangan Menjadi Raja Kecil di Kelas 195 BAB 15 GURU ADALAH SEORANG PEMIMPIN 198

    A. Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan 198 B. Bagaimana Seharusnya Menjadi Pemimpin? 200 C. Tugas dan Tanggung jawab Guru 201

    G. Berkualitas 194

    D. Mempunyai Motivasi yang Kuat 190 E. Mampu Bersaing dengan Perubahan Zaman 193 F. Disiplin, Komitmen, dan Konsisten 193

    C. Mau Berbagi II.mu 190 B. Selalu Berprasangka Baik 188 A. Ikhlas 188

    BAB 13 GURU ADALAH SENIMAN PENDIDIKAN 180 BAB 14 BAGAIMANA SEHARUSNYA

    MENJADI GURU PROFESIONAL 187

    E. Kecerdasan Kinestetik (Gerak) 174 F. Kecerdasan Interpersonal 17 5 G. Kecerdasan Intrapersonal 177 H. Kecerdasan Naturalis 178

    D. Kecerdasan Musikal 172 C. Kecerdasan Spasial 170 B. Kecerdasan Logika Matematika 168 A. Kecerda.san Linguistik 165

    F. Keterampilan Berpikir Kreatif 145 G. Mengembangkan Sikap Kreatif 14 7 H. Faktor Penghambat Kreativitas 149

    BAB 11 MEN ADI GURU INOVATIF 152 A. Ciri-Ciri Guru Inovatif 153 B. Apa yang Harus Dilakukan Guru Inovatif? 156 C. Penerapan Inovasi di Sekolah 15 9

    BAB 12 KECERDASAN MAJEMUK SEORANG GURU 164

    E. Pemi.kiran Kreatif 143

  • Bahan dengan hak cipta

    di Rahasia Menjadi Guru Hebat

    Kunci keberhasilan dalam menyiapkan anak didik menjadi calon pemimpin bangsa sesungguhnya terletak pada peran guru, orang tua, clan anak itu sendiri. Jika ketiganya tidak meocari pola pengerobangan yang efektif maka dapat dipastikan anak didik tidak akan dapat berkembang dengan maksimal.

    Guru seperti apakah yang dapat menyiapkan siswa agar berhasil, mumpuni, dan hebat? Tentu guru yang hebat, bukan? Seperti apakah guru hebat itu?

    Buku Rabasia Me,gadi Guru Hebat: Memotioasi Diri Mer!fadi Gttru Luar Biasa merupakan buku berbasis motivasi, yang mendorong guru-guru menjadi guru hebat, penuh semangat dan dedikasi dalam menjalankan roda pembelajaran di sekolah.

    Penulis berharap, hadirnya buku ini akan menjadi nutrisi tambahan bagi bapak/ibu guru dalam memahami makna, peran, clan tanggung jawabnya sebagai guru di sekolah.

    Sebagai guru, kita sadar bahwa kunci keberhasilan dalam pembelajaran terletak pada motivasi kita dalam menjalankan roda pembelajaran. Tanpa motivasi yang kuat, pintar dengan segudang titel tidaklah cukup. Namun, motivasi saja belumlah cukup tanpa kemampuan dalam mengelola pembelajaran yang efektif, inovatif, dan kreati

    Selanjutnya, kami ucapkan selamat membaca clan menikmati buku ini, semoga dapat memicu seroangat dalam menjalankan profesi kita.

    KATA PENGANTAR

  • Bahan dengan hak cipta

    Surabaya, Juni 2010

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu Kantun, orang tua penulis, yang selalu mendoakan kesuksesan penulis; Ibu Sulikah, yang selalu mendorong penulis untuk selalu sabar dan berprestasi; Idayanti, yang dengan penuh kesabarannya selalu mendampingi penulis dalam menyelesaikan buku ini; Prisrna Khansa Nur Badrani, putri tersayang, yang selalu membantu memberikan inpirasi; Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, yang selalu memotivasi penulis untuk selalu sukses. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Jatmiko Ichasani, Dr. Syamsul Shodiq, Dr. Hidanah Marwoto, Ir. Helmi Daryanto, M.T., dan Sholikin Fanani S.Ag., yang selalu memberikan rnasukan kepada penulis hingga terwujudnya buku ini.

  • Bahan dengan nak cipta

    Seorang guru agama sedang marah besar. Seorang peserta didiknya belum juga hafal surat pendek pada juz 'aroma, yang harus dihafalk.annya dua bulan lalu. Dengan geram ia berkata, "Llhat, teman-temanmu sudah hafal semua, kamu sendiri yang belum hafal!"

    Seorang peserta didik berdiri di sudut ruangan. Dia tidak mau masuk ke ruang kelas karena gurunya sangat galak dan kurang menarik. Sebentar-sebentar sang guru marah sambil berkata, "Akan jadi apa kamu kalau tidak mau belajar di dalam kelas?"

    Seorang peserta didik selalu membawa bola ke manapun, terrnasuk ke ruang kelas, Merasa hal itu akan mengganggu teman- temannya, sang guru langsung memarahinya, "Mana bisa kamu jadi orang kalau kamu hanya main bola terusl"

    Amar merasa bosan di dalam kelas. Rupanya, sang guru selalu membanding-bandingkannya dengan teman sebangkunya yang lebih pintar. Dia dibenci guru karena suka melawak dan tidak bisa konsentrasi. Senasib dengan Amar, Widowati dibenci b)U!U karena suka mendebat. Itulah sebabnya, Widowati diusir keluar kelas.

    Pak Joko, seorang guru matematika bercerita kepada teman seprofesinya, bahwa ada peserta diclik.nya yang suka sekali memukul- mukul meja dengan apa saja. Peserta cliclik tersebut tidak mau mengikuti pdajaran matematika dengan baik. Saat diberi tugas, ia tidak mau mengerjakannya sama sekali. PakJoko rnarah menghadapi peserta didiknya yang demikian, karena hal itu menyulitkan clirinya dalam memenuhi tuntutan orang tua peserta didik yang menginginkan semua peserta clidik harus lulus ujian dengan nilai sempurna.

    Dalam kasus-kasus di atas, mungkin hanya ada dua variabel yang dapat dilihat, yaitu guru dan peserta diclik. N amun, jika diuraikan lebih

    KATA PENGANTAR

  • Bahan dengan hak cipta

    Prof Dr. Eng. Imam Robandi Guru Besar Teknik Elektro

    Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya

    jauh, ternyata melibatkan puluhan variabel yang sating berhubungan. Seorang guru tidak boleh memahami peserta didik hanya dari satu variabel saja, clan mengabaikan variabel lain, yang justru mungkin lebih dominan, Permasalahan yang dihadapi peserta didik sangat komplek dan multi dimensi dan yang juga perlu diingat adalah peserta didik memiliki ribuan, bahkan jutaan pilihan masa depan. Di sinilah sinergi antara guru dan peserta didik seharusnya berkembang.

    Marah, kecewa, menyesal, putus asa, jenuh, dan menyerah adalah debu dalam sistern proses didik-ajar yang sering melekat pada seorang guru. Bagaimanapun, guru juga manusia biasa yang tidak sempurna. Dalam keticlaksempurnaan itu, guru sebagai sumber ilmu tetap dituntut untuk berkarakter sempurna. Guru harus memahami sistem secara baik, baik ke samping, ke atas, maupun ke bawah. Seorang guru diharapkan memahami perkembangan anak (fisik clan psikologi) clengan baik clan dapat memahami lingkungan dengan saksama. Bukan karena kepintarannya membaca tulisan arab, seseorang menjadi guru agama. Bukan pula keputusan yang tepat, mengangkat guru-guru ICT, tetapi tidak memahami dinamika anak didik. Guru memang ditakdirkan harus mempunyai karakter yang hebat, yaitu kesempurnaan.

    Menjadi hebat bukanlah rahasia, termasuk seorang guru. Menjadi hebat dapat dilakukan melalui proses berlatih secara terus-rnenerus tanpa menyerah. Seorang guru yang hebat mampu mengajak peserta didik betah belajar di sekolah, membuat orang tua merasa nyaman, dan mampu mencetak kader bangsa yang berkarakter dan berkualitas. Guru yang hebat bukan guru yang senang membicarakan kelemahan peserta didik, namun guru yang mampu mengembangkan kelemahan rnenjadi kehebatan. Guru seperti inilah yang dapat dijadikan potret guru yang akan dikenang sepanjang masa.

    Selarnat