PT Wilmar Nabati Indonesia

  • View
    974

  • Download
    14

Embed Size (px)

Text of PT Wilmar Nabati Indonesia

Pt Wilmar Nabati Indonesia

A. Profil perusahaan PT Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA)PT Wilmar Nabati Indonesia sebelumnya bernama Bukit Kapur Reksa (BKR).PT WINA telah berdiri sejak tahun 1989 dengan produksi utama minyak goreng. Desa bukit kapur kurang lebih 30 km dari kota dumai dan pada tahun 1991 berkembang dengan didirikan pabrik kedua berlokasi di jalan datuk laksamana, areal pelabuhan dumai yang kemudian di jadikan sebagai pabrik dan kantor pusat untuk wilayah dumai. Perkembangan PT WINA didukung juga dengan lokasi pabrik yang strategis, yaitu fasilitas dermaga dari pelindo yang dapat menyadarkan kapal-kapal bertaraf internasional untuk ekspor dengan daya angkut 30.000 MT.

Pada awal tahun 2004, manajemen PT. WINA telah memutuskan untuk menambah tangki timbun bahan baku CPO sebesar 12.000 MT. dengan penambahan tangki timbun ini, tertentu secara lansung dan tidak lansung akan berpengaruh pada perekonomian di RIAU umumnya dan tidak lansung akan berpengaruh pada perekonomian di riau umunnya dan kota dumai pada khususnya akan semakin maju dan berdampak positif dalam pembangunan kota.PT WINA telah mampu mengolah CPO sebesar 4.100 MT/harinya dan PK crushing sebanyak 1000 MT/ harinya yang menjadikan PT. WINA sebagai produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar di Indonesia.

Perkembangan lain yang dilakukan oleh manajemen PT WINA yaitu pada awal tahun 2005 kembali membangun pabrik di kawasan industri dumai-pelitung berupa pembangunan refinery/fractionation dengan kapasitas 5.600 MTD dan PK Crusing plant dengan kapasitas 1500 TDP (Ton Per Day). Adapun perkembangan pabrik ini didukung dengan pelabuhan yang mempunyai dermaga dengan panjang 425 meter dan kolom pelabuhan dengan kedalaman 14 meter, yang dapat disadari oleh kapal dengan bobot 50.000 DWT dan akan dikembangkan untuk dapat disandari kapal 70.000 DWT yang merupakan perusahaan yang berada dalam satu naungan WILMAR Group.

Komitmen yang tinggi dari manajemen dan karyawannya memungkinkan PT WINA untuk berkembang lebih besar lagi.Hal ini terbukti dengan telah di perolehnya sertifikat ISO 9001:2008 pada tanggal 16 oktober 2009. Didalam menjalankan operasional perusahaaan, manjemen PT WINA telah menetapkan suatu visi dan misi yaitu mendukung bisnis operasional group sehingga tercapai kapasitas yang optimal dan kualitas yang sesuai denngan permitaan pelanggan serta waktu pengiriman yang tepat dengan cara pengembangan kinerja sumber daya manusia yang ada.pada tahun 2009, PT WINA nama menjadi PT WILMAR NABATI Indonesia sebagai wujud perkembangan usaha yang semakin besar dan mulai membangun pabrik-pabrik baru di luar kota dumai dibawah bendera WILMAR Group.

B. Proses Konversi Olein dan Starin1. Production SectionProses pemurnian CPO (Crude Palm Oil) menjadi Olein dan Stearin dilakukan dengan dua tahap proses utama yaitu Refinery Section dan Fracsinasi Section.

1.1 Refinery SectionProses Refinery merupakan proses pemurnian minyak sawit crude palm oil (CPO) untuk meghilangkan Free Fatty Acid (FFA), bau, serta menurunkan wana, sehingga memenuhi syarat mutu gunanya.

Tahap proses pada Refinery section terdiri dari empat section, diantaranya adalah :1.1.1 Pretreatment SectionPerlakuan pendahuluan yang umum dilakukan terhadap pemurnian minyak kelapa sawit (CPO) yaitu mempersiapkan bahan baku yang akan dikelola menjadi minyak goreng. Dimana CPO dari Storage Tank dipompakan dengan menggunakan pompa sentrifugal menuju HE (E.600A dan E.600B), dimana pada alat ini terjadi co-current, karena didalamnya terjadi perpindahan panas antara CPO dan RBDPO, sehingga alat ini sering disebut heat exchanger economizer. CPO masuk berkisar 40 500C menuju E.600A, dan keluar pada suhu 78 800C, lalu masuk ke E.600B dan keluar pada suhu 1050C. RBDPO yang berasa dari P.716 (penampungan RBDPO) masuk menuju E.600B pada suhu 1050C dan keluar pada suhu 1280C kemudian masuk menuju ke E.600A dan keluar pada suhu 1000C lalu menuju T.706 sebagai tempat penyimpanan RBDPO untuk dikelola pada proses Fraksinasi.

Alat kontrol pada Preatment Section diantaranya yaitu:a. Feed Pump (P.760)Pompa yang digunakan untuk mentransfer CPO dari thank Heat Exchanger Economizir (E.600A/B), menuju Heat Exchanger Steam E.601, knife mixer (M.680A/B/C), kemudian paddle mixer (M.686) dan ke bleacher thank (B.601).Didalam mixer M.686 terjadi pengadukan antara crude palm oil, citrid acid dan phosporic acid yang sudah ditambah pada tiap mixer (M.680A/B/C)b. Heat Exchanger Economizer (E.600A/B)Heat Exchanger Economizer merupakan alat penukar panas yang dapat meningkatkan temperatur CPO masuk dari 40 500C dan temperatur keluar 78 1050C. CPO akan menukar panas dari RBDPO yang memiliki temperatur 125 1500C dari P.716 melalui E.600A/B.c. Heat Exchanger Steam (E.601)Heat Exchangger Steammerupakan alat penukar panas dimana CPO dariE.600B akan menerima panas sehingga temperaturnya meningkat 115 1200C. Steam sebagai media pemanas dengan suhu 180 1850C.Temperatur masuk CPO ke E.601 100 1050C dan temperatur keluar 115 1200C.Temperatur steam masuk 180 1900C dan temperatur keluarnya 130 1400C.

1.1.2 Degumming SectionDegumming meruakan suatu proses pemisahan kotoran, logam logam, dan getah atau lendir yang terdiri dari phospatida, protein, residu, karbohidrat, air, dan resin tanpa mengurangi asam lemak bebas dalam minyak. Pada prinsipnya proses degumming adalah proses pembentukan dan pengaktifan flok flok dari zat tersebut di atas yang bereaksi dengan asam Phosporit (H3PO4), sehingga flok flok yang terbentuk cukup besar untuk dipisahkan dari minyak. Proses degumming yang paling banyak digunakan adalah proses degumming dengan phosporic acid (H3PO4) dan Citrid Acid. Pengaruh yang timbul dari asam tersebut adalah penggumpalan dan pengendapan zat zat seperti phospatida, protein, residu, karbohidrat, air dan resin yang terdapat pada minyak.

CPO dari E.601 dialirkan ke mixer M.680 yang berjenis knife mixer. Di dalam mixer ini terjadi pencampuran phosporic acid dengan penggunaan 0,03 0,045% dan citric acid dengan penggunaan 100 200 ppm ke dalam minyak CPO panas secara teratur, pencampuran ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu dengan mixer M.680 A/B/C dan mixer M.686, di dalam mixer M.686 terjadi pengadukan secara sempurna antara Phosporic acid, Citric Acid dan Crude PalmOil secara homogen, dimana knife yang bersilang berjajar ke bawah di bagian tengah mixer.Hal ini Bertujuan agar diperoleh hasil campuran yang homogen. Operasi berlangsung pada tekanan 1 atm. Hasil dari proses ini adalah Degumming Palm Oil (DPO), yaitu minyak sawit yang bebas gum dan selanjutnya dialirkan ke dalam bleacher tank untuk proses pemucatan.

Kontrol alat Degumming Section meliputi :a. Phosporic Acid Tank (T.623)Phosporic Acid Tank merupakan tangki penyediaan H3PO4 (asam posfat)yang berkapasitas 2000 liter dengan temperatur 30 320C.

b. Phosporic Acid Pump (P.623 A/B/C)Phosporic Acid Pump merupakan pompa yang mengtur storageuntuk presentasi pemakaian phosporicacid dari T.623 menuju knife mixer M.680 A/B/C.

c. Knife Mixer (M.680 A/B/C)Knife Mixer merupakan alat untuk mengaduk campuran phosporic acid dan CPO dengan kapasitas 0,2 Ton. Pisau mixer yang saling bersilangan sejajar ke bawah berfungsi untuk mengaduk campuran. Temperatur CPO 105 1150C sedangkan temperatur phosporic acid 30 320C, di knife mixer temperatur tetap dijaga pada suhu 1050C dengan jaket agar panasnya tetap stabil.d. Paddel MixerPaddle Mixer merupakan alat yang digunakan untuk mencampurkembaliphosporic acid dan CPO dari M.686 A/B/C, dengan lamapencampuran 3 5 menit. Alat ini berkapasitas 10 Ton dengantemperatur CPO tetap di jaga pada suhu 105 1150C.e. Citric Acid Tank (T.724)Citric Acid Tank merupakan tangki penyediaan citric acid 4000 Ton.

1.1.3 Bleaching SectionSetelah phosporic acid dan CPO bercampur secara homogen, kemudian campuran ini selanjutnya dialirkan ke bleacher tank B.610yang bekerja pada tekanan vacuum 40 Torr agar uap air dan udara yang terkandung dalam CPO dapat ditarik oleh sistem vacuumPT.611. CPO yang berada dalam bleacher bercampur dengan bleaching earth (tanah pemucat) yang berasal dari BT.661 ditarik keatas oleh EP.661 A menuju ke bleacher tank melalui valve V.660A1 dan V.660A2 selama 20 detik kemudian campuran tersebut turun ke B.610. Pencampuran beacher earth dengan CPO dibantu dengan spurging steam bertekanan 0.7 1.5 Bar dan temperatur 175 1800C. Bleacher earth berfungsi unruk mengikat heavy metals (Fe dan Cu), kotoran dan memucatkan warna.

Kapasitas CPO yang diolah sangat besar yaitu 2600 Ton/hari. Akibat besarnya kapasitas CP yang akan diolah sementara waktu kontak bleacher earth dengan CPO hanya berkisar 20 detik dan dapat mempengaruhi kualitas pemucatan, maka ditambah satu tangki lagi yaitu buffer tank T.611. Tangki ini juga bekerja pada tekanan vacuum, dari bleacher sectionakan didapatkan bleacher earth. Uap air dan udara yang terkandung pada CPO ditarik oleh sistem vacuum PT.611. Agar tetap terjadipencampuran secara homogen dalam tangki ini maka diberi steam antara B.610 dan T.6111 berdasarkan prinsip bejana berhubungan.Minyak yang keluar dari B.610 inlah yang disebur Bleacher Palm Oil (BPO).

Untuk memisahkan BPO dari bleaching earth dan gum gum maka minyak dialirkan melalui bagian bawah T.661 ke Niagara Filter F.691, F.692, F.693, F.694, F.695, F.696, F.697 dengan menggunakan pompa P.691, P.692, P.693, P.694, P.695, P.696, P.697 melalui valve V. 691P, V. 692P, V. 693P, V. 694P, V. 695P, V. 696P, V. 697P untuk dibersihkan, sehingga minyak bebas dari bleachibg earth yang mengandung partikel minyak, sehingga bleaching earth terjebak pada filter leaf tersebut. Lembaran filter (filter leaf) sebanyak 18 lembar disusun secara vertikal agar pemisahan efektif. Bleaching earth harusbersih dari filter setelah 45 menit operasi untuk mendapatkan filtrasi yang baik.Tetapi di dalam minyak masih terdapat bleching earth yang belum terpisah