70
Psychopharmacology Dr. Suprihhartini, SpKJ Desember 2011 1

psychopharmacotheraphy antipsikotik

  • Upload
    jaclin

  • View
    101

  • Download
    17

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: psychopharmacotheraphy antipsikotik

1

Psychopharmacology

Dr. Suprihhartini, SpKJDesember 2011

Page 2: psychopharmacotheraphy antipsikotik

2

Objections

Mengerti, mengartikulasi, mendiskusikan psikofarmaka

Page 3: psychopharmacotheraphy antipsikotik

3

Agenda

Pendahuluan

Antipsikotik

Antidepresan

Antimania (mood stabilizer)

Antianxietas (anti cemas)

Page 4: psychopharmacotheraphy antipsikotik

4

Introduction

Assessment in psychiatry: BIO-PSYCHOSOCIAL

Biology: Psychopharmacotheraphy Electroconvulsive Theraphy (ECT)

Psychosocial: Psychotheraphy Terapi okupasi Psikoedukasi pada keluarga dan

lingkungan dll

Page 5: psychopharmacotheraphy antipsikotik

5

Psychopharmacotheraphy: Obat

Berefek pada proses mental SSP (Pikiran,

Perilaku, Perasaan)

Page 6: psychopharmacotheraphy antipsikotik

6

Page 7: psychopharmacotheraphy antipsikotik

7

Antipsychotics

Page 8: psychopharmacotheraphy antipsikotik

8

PSYCHOSIS Definisi : gangguan pada nilai realitas meliputi:

halusinasi Delusi / waham Pembicaraan yang tidak terorganisasi Perilaku kacau

Page 9: psychopharmacotheraphy antipsikotik

9

Gangguan Psikotik Schizophrenia Gangguan Schizophreniform Gangguan psikotik akut (< 2 minggu) Gangguan waham Gangguan psikotik karena kondisi

medik umum

Page 10: psychopharmacotheraphy antipsikotik

10

Page 11: psychopharmacotheraphy antipsikotik

11

Page 12: psychopharmacotheraphy antipsikotik

12

Dimulai tahun 1950 dengan chlorpromazine (Thorazine)

Macam antipsikotik Typical – generasi lama

Dopamine receptor antagonists Mengobati simptom positif (waham, halusinasi)

Atypical – generasi baru Dopamine Serotonin reseptor antagonis Mengobati tidak hanya simptom positif tapi juga

negatif (menarik diri, afek tumpul, ide gagasan aneh, hendaya fungsi peran, hendaya perawatan diri dll)

Page 13: psychopharmacotheraphy antipsikotik

13

Typical Antipsychotics

Dopamine Reseptor Antagonis (DA) Dengan mengeblok reseptor dopamin Antipsikotik generasi pertama

Page 14: psychopharmacotheraphy antipsikotik

14

Antipsikotik Tipikal

Chlorpromazine (1950) efektif psychopharmacology modern 1958, Paul Janssen mengenalkan Haloperidol 1960, long acting antipsychotics (flufenazine enanthate)

Page 15: psychopharmacotheraphy antipsikotik

15

Antipsikotik Tipikal – Klasifikasi berdasar struktur kimia

Phenothiazine (Chlorpromazine, trifluoperazine, flufenazine)ThiozantineButirofenon (haloperidol))Dibenzoxapine DihidroindolesDiphenylbutylpiperidine

Page 16: psychopharmacotheraphy antipsikotik

16

Antipsikotik Tipikal – Aspek farmakologi

farmakokinetikAbsorbsi

Peroral atau parentral Konsentrasi plasma puncak

Peroral: 1-4 jamInjection IM: 30-60 menit

Terganggua oleh:: antasid, kopi, nicotine, makanan berlemakBioavailibilitas >> bila parentral

Page 17: psychopharmacotheraphy antipsikotik

17

Antipsikotik Tipikal – Aspek farmakologi

Distribusi

Lipophilic: terakumulasi pada lemak

Terikat pada protein -- hati-hati

MALNUTRITION!!

Metabolisme dan elimination

Metabolisme di hepar

Elimination: renal

Page 18: psychopharmacotheraphy antipsikotik

18

Antipsikotik Tipikal – Aspek farmakologi

Pharmacodynamics

Menerangkan bagaimana antipsikotik

bekerja di otak

Page 19: psychopharmacotheraphy antipsikotik

19

Antipsikotik Tipikal – Aspek farmakologi

Antipsikotik tipikal berefek pada reseptor dopamin

Page 20: psychopharmacotheraphy antipsikotik

20

Antipsikotik Tipikal – Efek samping

SedasiGangguan Extrapyramidal

Akut: distonia, akatisia, syndrome Parkinson (Triad of tremor, bradykinesia and rigidity) Kronik: tardive diskinesia, rabbit mouth

Jaundice Endocrine (gynecomastia, galactorhea)Sindrom metabolik (dislipidemia, hiperkholestrolemi, hiperglikemia)Syndrome neuroleptic maligna

Page 21: psychopharmacotheraphy antipsikotik

21

Tanda dan gejala SNM bingung, agitasi (gelisah), penurunan kesadaran berkeringat hyperthermia hypertension / Hypotension Tachycardia Incontinence / retention / obstruction Rigiditas otot (kekakuan otot leher,ekstremitas) peningkatan creatinine phosphokinase (CPK) > 1000 IU/L

(controversial) Leukocytosis

Page 22: psychopharmacotheraphy antipsikotik

22

Sindrom Ekstra Piramidal (1)

Akut Akathisia: restlessness Parkinsonism: rigiditas, bradikinesia,

tremor Distonia akut: spasme otot (kepala

leher, badan)

Page 23: psychopharmacotheraphy antipsikotik

23

Sindrom Ekstra Piramidal (2)

Kronis Diskinesia tardive: gerakan rithmik,

lidah, rahang dan ekstremitas Tremor perioral: rabbit syndrome

Page 24: psychopharmacotheraphy antipsikotik

24

Obat yang diberikan

Tidak ada profilaksis, karena efek samping obat tidak selalu muncul

Macam obat:

Benztropine (cogentin)

Trihexifenidil (Artane): Tab 2 mg

Sulfas Atropin: ampul @ 0,25 mg/ml (IM/

IV)

Difenhidramine: ampul 50 mg/ ml

Page 25: psychopharmacotheraphy antipsikotik

25

Typical Antipsychotics– Efek Samping

Efek samping lain Hipotensi orthostatik Kematian mendadak (aritmia cordis, heat stroke, SNM) Traktus gastrointestinal (dry mouth, dyspepsia, diare, constipation Pregnancy and lactation Seizure Gangguan regulasi temperatur tubuh (poikilothimia)

Page 26: psychopharmacotheraphy antipsikotik

26

0,5-5 po0,5-20 po--2Pimozide (Orap)

--50mg/1ml--Haloperidol decanoate

-600-1800?-50, 200Sulpiride (Dogmatil)

100-300200-800--50;100Thioridazine

1-20 po5-205mg/1ml2mg/5ml0,5; 1,5Haloperidol (haldol,lodom

er)

Dosis (mg)Injeksi(mg/mL)

Larutan(mg/mL)

Tablet(mg)

Nama

-

2,5-40 po

4-40 po

12-64 po

100-1600po25-400 im

Akut

-25--Flupenazine decanoate (modecate)

1-15 po--2Flupenazine

5-20 po--1; 5Trifluoperazne(stelazine)

8-24 po--4; 8Perfenazine(Trilafon)

50-40025;50-25;100Chlorpromzine(Promactil)

Rumatan

Page 27: psychopharmacotheraphy antipsikotik

27

Atypical Antipsychotics - History

Dikenalkan pada tahun1990 Clozapine (1970) agranulositosis dihentikan

Atypical efek samping ekstrapiramidal kecil Efektif pada kasus resisten Menurunkan simptom negatif

Agen lainnya: risperidone, olanzapine, quetiapine, ziprazidone, dan aripiprazole

Page 28: psychopharmacotheraphy antipsikotik

28

Atypical Antipsychotics – Struktir kimia

Berbeda

Clozapine: dibenzodiazepine

Derivat clozapin: olanzapine dan

quetiapine

Risperidone & paliperidone: derivat

benzisoxazol

Ziprazidone: derivat benzisothiazolyl

piperazine

Aripiprazole: derivat quinolon (tidak

terbentik dari antipsikotik lainnya)

Page 29: psychopharmacotheraphy antipsikotik

29

APG II – Aspek Farmakologi

Clozapine:Farmakokinetik:

Per oral Titik puncak: dua jam Waktu paruh 12 jam Bioavailibilitas antara 27 – 47% Metabolisme di hepar 80% metabolitnya ditemukan pada urine dan feses

Page 30: psychopharmacotheraphy antipsikotik

30

APG II – Aspek Farmakologi

Clozapine:Farmakodinamik:

Afinitas terhadap D2 rendah efek samping ekstrapiramidal << Clozapine efektif bila okupansi pada reseptor D2 40-60% Penjelasan mengapa clozapine efektif pada okupansi yang lebih rendah belum jelas

Page 31: psychopharmacotheraphy antipsikotik

31

APG II – Aspek Farmakologi

Risperidone:Farmakokinetik:

Bioavailibilitas 70% Mencapai plasma puncak: 1 - 3 jam “steady state”: 1- 5 hari Makanan tidak mempengaruhi cepat lambatnya penyerapan dalam usus 90% diikat plasma protein Dimetabolisme dalam hepar, dan 70% diekskresi dalam urine

Page 32: psychopharmacotheraphy antipsikotik

32

APG II – Aspek Farmakologi

Risperidone:Farmakodinamik:

Afinitas yang tinggi terhadap reseptor D2 dan serotonin 5-HT2A Risperidone memblokade 65% reseptor D2 pada dosis 2 mg/ hari. Pada dosis 6 mg per hari, reseptor D2 yang terblokade adalah 80% sindrom ekstrapiramidal (+)

Page 33: psychopharmacotheraphy antipsikotik

33

APG II – Aspek Farmakologi

Olanzapine:Farmakokinetik:

Absorbsi peroral baik Konsentrasi puncak per oral: 6 jam, intra muskular: 15 - 45 menitWaktu paruh: 31 jam “steady state” sekitar 7 hari Absorbsi olanzapine relatif sedikit terganggu dengan makanan. Dalam distribusi, olanzapine 93% terikat oleh protein.

Page 34: psychopharmacotheraphy antipsikotik

34

APG II – Aspek Farmakologi

Olanzapine:Farmakodinamik:

Afinitas tinggi sebagai antagonis 5-HT2A/2C, 5-HT6, D1-4, dan adrenergik α1 -reseptor Afinitas sedang reseptor antagonis M1-5 dan 5-HT3 Studi PET : 10-20 mg okupansi D2 sebanyak 68-84% Peningkatan berat badan (+)

Page 35: psychopharmacotheraphy antipsikotik

35

APG II – Aspek Farmakologi

Quetiapine:Farmakokinetik:

Konsentrasi maksimum peroral: 1,5 jam Waktu paruh 6 jam “Steady state level” : 48 jam Dimetabolisme dalam hepar, dan hanya sedikit metabolit yang aktif.

Page 36: psychopharmacotheraphy antipsikotik

36

APG II – Aspek Farmakologi

Quetiapine:Farmakodinamik:

Antipsikotik multitransmiter Afinitas yang tinggi untuk reseptor 5-HT2, Histamin H1, α1, dan α2 Afinitas sedang untuk reseptor 5-HT1A dan D2 Afinitas rendah untuk reseptor D1 dan reseptor cholinergik M1 dan D4Meltzer kejadian sindrom ekstrapiramidal pada quetiapine ikatan 5-HT 2A relatif kuat dibandingaktivitasnya pada reseptor D2.

Page 37: psychopharmacotheraphy antipsikotik

37

APG II – Aspek Farmakologi

Aripiprazole:Farmakokinetik:

Diabsorbsi per oral baik Konsentrasi plasma puncak: 3-5 jam (peroral), 1-3 jam (per parentral) Bioavailibilitas per oral: 87%. Absorbsi tidak terganggu oleh makanan. Bioavailibilitasnya adalah 100% 99% lebih terikat dalam serum protein. Eliminasi waktu paruh aripiprazole adalah 75 jamAripiprazole dimetabolisme di hepar.

Page 38: psychopharmacotheraphy antipsikotik

38

APG II – Aspek Farmakologi

Aripiprazole:Farmakodinamik:

Parsial agonis Keuntungan: menstabilkan sistem neurotransmiter dengan menurunkan jumlah pensinyalan ketika terdapat banyak ligan dan menaikkan mensinyalan ketika terdapat penurunan aktivitas Aripiprazole, D2 parsial agonis dapat diubah menjadi agen yang bekerja dapat antagonis fungsional dibawah kondisi hiperdopaminergik dan sebagai agonis bila dalam kondisi hipodopaminergik.

Page 39: psychopharmacotheraphy antipsikotik

39

APG II – Aspek Farmakologi

Paliperidone:Farmakokinetik:

Konsentrasi plasma puncak paliperidon lepas lambat: 24jam setelah dosis tunggal Waktu paruh: 23 jam Konsentrasi “steady state”: 4 – 5 hari setelah pemberian obatAbsorbsi meningkat sekitar 60% ketika paliperidone diminum bersama makanan Lima puluh sembilan persen paliperidone diekskresi dalam urine tanpa diubah

Page 40: psychopharmacotheraphy antipsikotik

40

APG II – Aspek Farmakologi

Paliperidone:Farmakodinamik:

Paliperidone merupakan metabolit aktif dari risperidone. Keduanya memiliki afinitas reseptor dan mekanisme yang sama. Paliperidone merupakan antagonis reseptor dopamine D2 dan serotonin 5-HT2A. Okupansi reseptor D2 paliperidone lepas lambat 6 mg adalah 65% 22 jam setelah pemberian dosis tunggal dan okupansi reseptor 5-HT2A adalah 65% setelah 4,5 jam pemberian peroral.

Page 41: psychopharmacotheraphy antipsikotik

41

APG II – Mekanisme Kerja

Disfungsi sistem neurotransmiter serotonin menyumbang patogenesis skizofrenia dan psikosis lainnya 5-HT, indolamin neurotransmiter, berkontribusi dalam fungsi fisiologi (seperti kognisi, persepsi, memori, emosi, agregasi platelet, kontraksi otot polos) Antipsikotik generasi kedua, kecuali aripiprazol, memiliki afinitas 5-HT2A/D2 yang tinggi

Page 42: psychopharmacotheraphy antipsikotik

42

APG II – Mekanisme Kerja

Dosis terapeutik: Okupansi clozapine dan quetiapine pada reseptor D2 adalah 40-60% Okupansi olanzapine dan risperidone, pada dosis terapeutik 10 dan 6 mg/ hari, 55 11% dan 69 8% APG I, okupansinya adalah lebih dari 75%

Page 43: psychopharmacotheraphy antipsikotik

43

Nama Nama dagang Range dosis (mg/ hari)

Dosis awal (mg/harii)

Aripiprazole Abilify 10-30 10-15

Clozapine Clozaril, Clorilex, Clopin, dll

150-450 12,5

Olanzapine Zyprexa, Olandoz, dll

10-20 5-10

Quetiapine Seroquel 200-800 25 mg dua kali sehari

Risperisone Risperdal, Persidal, Neripros dll

2-8 0,5

Paliperidone Invega 6- 12 6

Page 44: psychopharmacotheraphy antipsikotik

44

APG II – Efek Samping

KardiovaskularTakikardi dan hipotensi orthostatikPerubahan gelombang ST-T, pendataran gelombang T dan inversi

Miokarditis: meningkat pada penggunaan Clozapine

Gatrointestinal: mulut kering, mual, dispepsia, shialorhea, diare

UrogenitalClozapine: enuresis, hesitancy, retensi urine, dan impotensi.Risperidone: inkontinensia urine, infeksi genitourinaria, gangguan ejakulatori, priapismus, dan disfungsi seksual

Page 45: psychopharmacotheraphy antipsikotik

45

APG II – Efek Samping

HematologiAgranulositosis pada clozapineNeutropenia pada quetiapineTrombositopenia pada paliperidone

Kematian mendadak

Aritmia ventrikuler Studi: APG I dan II memiliki risiko kematian mendadak tetapi obat terbaru memiliki risiko lebih besar

Page 46: psychopharmacotheraphy antipsikotik

46

APG II – Efek Samping

Peningkatan berat badan, hiperlipidemia, hiperkolestrolemia, hiperglikemia

Umum pada APG II Aripiprazole memiliki efek minimal pada lipid dan glukosa Paliperidone, ia tidak berhubungan dengan perubahan glukosa, kolestrol dan insulin dibandingkan plasebo

Sindrom ekstrapiramidalclozapine dan quetiapine paling rendah dibandingkan APG II lainnya

Page 47: psychopharmacotheraphy antipsikotik

47

APG II – Efek Samping

Sindrom neuroleptik maligna

Sistem EndokrinRisperidone meningkatkan prolaktin

Black Box Warning

Page 48: psychopharmacotheraphy antipsikotik

48

ANTIDEPRESAN

Page 49: psychopharmacotheraphy antipsikotik

49

ANTI DEPRESAN

Depression ~ MOOD DISORDER:

Mood depresif Apathy /kehilangan minat dan

kegembiraan ggn tidur Rasa lelah Rasa besalah Ide bunuh diri berubahan berat

badan dan nafsu makan Ggn fungsi eksekutif Retardasi atau kegelisahan

psikomotor

Page 50: psychopharmacotheraphy antipsikotik

50

Anti-Depresan

Tipe antidepresan Trisiklik (amitriptiline, imipramin,

clomipramin, tianeptine, opiramol) Tetrasiklik (Maprotiline, Mianserin,

amoxapine) MAOI reversible (moclobemide) Atypikal (trazodone, tianeptine,

mirtazapine) Selective Serotonin Re uptake Inhibitor

(sertraline, fluvoxamine, Fluoxetine, citalopram)

Page 51: psychopharmacotheraphy antipsikotik

51

Indikasi Depresi Nyeri kronik Enuresis (mengompol) Gangguan makan Obsession -compulsive sindrom premenstruasi

Page 52: psychopharmacotheraphy antipsikotik

52

Anti depresan

Side Effects

Sedasi

Efek Cholinergic (mulut kering, retensi

urine,pandangan mata kabur, konstipasi,

sinus takikardi)

Perubahan gelombang EKG, hipotension

Neurotoxic ( tremor, agitation, insomnia)

Page 53: psychopharmacotheraphy antipsikotik

53

Page 54: psychopharmacotheraphy antipsikotik

54

Antimania

Page 55: psychopharmacotheraphy antipsikotik

55

Clinical Manifestations

Page 56: psychopharmacotheraphy antipsikotik

56

Bipolar Disorder Is Multidimensional

Subsyndromal Mania (Hypomania)

Mania

Depression

Mania

Maintenance

Subsyndromal Depression(Dysthymia)

Page 57: psychopharmacotheraphy antipsikotik

57

Bipolar Disorder – Classical Clinical ManifestationsDSM-IV Manic episode

• Perubahan mood yaitu meningkat, meluap, atau

iritabel setidaknya menetap selama 1 minggu:

• Peningkatan kepercayaan diri; penurunan

kebutuhan tidur; banyak bicara; pikiran yang susul

menyusil; pecahnya kemampuan konsentrasi;

peningkatan aktivitas

• Terganggunya fungsi psikososial

• Tidak dikarenakan ggn psikiatri lainnya atau organik

DSM-IV Hypomanic episode: gejala lebih ringan

dari mania, kurang dari 4 hari

Page 58: psychopharmacotheraphy antipsikotik

58

Bipolar Disorder Clinical Manifestations

DSM-IV Major depression episode

• Mood depresif atau iritabel menetap paling

tidak 2 minggu dan:

○ Gangguan motivasi, gangguan tidur, gangguan

nafsu makan dan berkurngnya energi

○ Rasa bersalah, pikiran dan perilaku bunuh diri

○ Gangguan pada fungsi psikososial

• Tidak dikarenakan gangguan psikotik

lainnya ataupun organik

Page 59: psychopharmacotheraphy antipsikotik

5959

Farmakoterapi yang umum pada gangguan bipolar

Note: Some of these agents are not approved for treatment of bipolar disorder

Mood Stabilisers Tradisional

• Lithium• Divalproex• Lamotrigine• Carbamazepine

Antipsikotik atipik

• Aripiprazole• Clozapine• Olanzapine• Quetiapine• Risperidone• Ziprasidone

Antipsikotik tipik

• Haloperidol• Chlorpromazine• Thiothixine

Antidepresan

• Bupropion• Monoamine oxide inhibitors

(MAOIs) • Selective serotonin reuptake

inhibitors (SSRIs)• Serotonin and norepinephrine

reuptake inhibitors (SNRIs)

Page 60: psychopharmacotheraphy antipsikotik

60

Mood Stabilizer

Mempertahankan stabilitas suasana perasaan, mencegah munculnya kondisi manik

Klasifikasi:

Lithium carbonat

Carbamazepine

Asam Valproat

Natrium Divalproat

Page 61: psychopharmacotheraphy antipsikotik

61

Indication Mood Stabilizer

Bipolar Disorder Mania episode bipolar disorder

Page 62: psychopharmacotheraphy antipsikotik

62

Side Effects

Narrow terapeutic window renal toxic Tremor Fatique and vertigo Diare and vomitus Ataksia Delirium Konvulsi Oliguria, anuria Edema

Page 63: psychopharmacotheraphy antipsikotik

63

Anti-anxietas

Page 64: psychopharmacotheraphy antipsikotik

64

Anxiety

DIAGNOSIS Gangguan anxietas fobik Agorafobia Fobia sosial Fobia khas (terisolasi) Gangguan anxietas laninya Gangguan panik Gangguan anxietas menyeluruh Gangguan campuran anxietas dan depresi Gangguan obsesif kompulsif Reaksi terhadap stres berat dan gangguan penyesuaian

Page 65: psychopharmacotheraphy antipsikotik

65

Anti Cemas dan Hipnotik Sedatif

Mengatasi kecemasan dan biasanya memiliki efek sedasi, relaksasi otot, amnestik dan epileptik

Cara kerja: pengikatan spesifik

terhadap reseptor GABAJenis:

Benzodiazepin Non benzodiazepinbenzodiazepin paling banyak digunakan

Page 66: psychopharmacotheraphy antipsikotik

66

benzodiazepin

Alprazolam (xanax) Clobazam (friusium) Diazepam (valium) Lorazepam (ativan) Bromazepam (lexotan)

Page 67: psychopharmacotheraphy antipsikotik

67

Non Benzodiazepin

Derivat Gliserol Meprobamat

Derivat barbiturat Fenobarbital

Antipsikotik (dosis kecil)

Page 68: psychopharmacotheraphy antipsikotik

68

Indikasi

Anxietas

Sindrom putus alkohol akut

Menurunkan spasme otot

Page 69: psychopharmacotheraphy antipsikotik

69

Efek sampingsedationamnesia anterogradetoleransi dan adictionnafas pendekiritabilitas/ exitation

Page 70: psychopharmacotheraphy antipsikotik

70