6
PROSEDUR DAN TATA LAKSANA PELAYANAN GIZI RAWAT NGINAP DAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS DOMPU KOTA TAHUN 2015 1.Pendahuluan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan primer, yang melayani pasien dengan berbagai masalah kesehatan termasuk masaalah gizi. Tingginya masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi di masyarakat memerlukan penanganan paripurna, namun dengan keterbatasan berbagai faktor pendukung, maka penanganan masalah tersebut belum optimal. Salah satu faktor tersebut adalah petugas kesehatan termasuk tenaga gizi bekerja belum sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Fenomena ini akan memberikan implikasi yang besar terhadap keberhasilan Pembangunan kesehatan dan gizi di Indonesia. Masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi yang sering muncul di masyarakat seperti masalah pada anak (diare, malGizi, dan lain-lain), masalah ibu hamil dan menyusui (anemia Gizi, Kurang Energi Kronik, dan toksemia kehamilan yaitu preeklamsia dan eklamsia), penyakit infeksi (diare, tuberculosis dan seterusnya dan penyakit degenerative (hipertensi, diabetes mellitus dan sebaginya) Melihat kompleksnya masalah yang ada, diperlukan kompetensi petugas yang handal dan profesional dalam manajemen pelayanan kesehatan dan gizi di puskesmas, pelaksanaan pelayanan klinik yang bermutu di puskesmas merupakan salah satu indikator penting dalam kinerja Puskesmas. 2.Tujuan khusus: Terciptanya sistim pelayann gizi yang bermutu dan paripurna sebagai bagian dari pelayanaan kesehatan di puskesmas.

Psop Gizi Puskesmas

Embed Size (px)

DESCRIPTION

GIZI

Citation preview

Page 1: Psop Gizi Puskesmas

PROSEDUR DAN TATA LAKSANA PELAYANAN GIZI RAWAT NGINAP DAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS

DOMPU KOTA TAHUN 2015

1.Pendahuluan

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan primer,

yang melayani pasien dengan berbagai masalah kesehatan termasuk masaalah gizi. Tingginya masalah

gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi di masyarakat memerlukan penanganan paripurna, namun

dengan keterbatasan berbagai faktor pendukung, maka penanganan masalah tersebut belum optimal.

Salah satu faktor tersebut adalah petugas kesehatan termasuk tenaga gizi bekerja belum sesuai dengan

tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Fenomena ini akan memberikan implikasi yang besar terhadap

keberhasilan Pembangunan kesehatan dan gizi di Indonesia.

Masalah gizi dan penyakit yang terkait dengan gizi yang sering muncul di masyarakat seperti

masalah pada anak (diare, malGizi, dan lain-lain), masalah ibu hamil dan menyusui (anemia Gizi, Kurang

Energi Kronik, dan toksemia kehamilan yaitu preeklamsia dan eklamsia), penyakit infeksi (diare,

tuberculosis dan seterusnya dan penyakit degenerative (hipertensi, diabetes mellitus dan sebaginya)

Melihat kompleksnya masalah yang ada, diperlukan kompetensi petugas yang handal dan profesional

dalam manajemen pelayanan kesehatan dan gizi di puskesmas, pelaksanaan pelayanan klinik yang

bermutu di puskesmas merupakan salah satu indikator penting dalam kinerja Puskesmas.

2.Tujuan khusus:

Terciptanya sistim pelayann gizi yang bermutu dan paripurna sebagai bagian dari pelayanaan

kesehatan di puskesmas.

3.Tujuan umum :

a. Menentukan diagnosis gizi secara dini dan tepat

b. Melakukan intervensi gizi

c. Melakukan monitoring dan evaluasi

4.Landasan Hukum/Landasan Operasional

a. UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan

b. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

c. Surat Edaran Menteri Kesehatan No.1209/Menkes/X/1998, tentang Monitoring dan

penangggulangan krisis kesehatan KLB Gizi Buruk).

Page 2: Psop Gizi Puskesmas

d. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 715/ Menkes/SK/V/2003 tentang Prasyarat Kesehatan Jasa

Boga.

e. Rencana Aksi Nasional (RAN), Menkes Juli 2005 tentang Pencegahan dan penanggulangan Gizi

Buruk

f. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No. 1475/Menkes/SK/X/2003 tentang Kewenangan wajib

Standart Pelayanan Minimal (KW-SPM)

5.Proseduar dan Tatalaksana pelayanan Gizi di Puskesmas

Ada empat langkah penting petugas gizi di Puskesmas dalam memberikan proses asuhan gizi yaitu:

a. Mengumpulkan data gizi (Assessment)

b. Menetapkan diagnose gizi (Diagnosa)

c. Merencanakan dan menetapkan intervensi gizi

d. Monitoring dan Evaluasi Intervensi Gizi

dalam menetapkan diaknosa gizi Petugas gizi puskesmas adalah menetapkan problem atau masalah

gizi (problem) yang muncul, sekaligus menetapkan penyebab (etiology) dan menunjukan fakta

berupa tanda dan gejala(sign dan Symstomp)

ALUR PROSES LANGKAH ASUHAN GIZI

Nutrition Nutrition Nutrition Nutrition

Assessment Diaknosis Intervention Evaluasi

Problem (P) Etiology (E) Signs (S)

Symptoms

Keterangan :

Problem : Diaknosa Gizi

Etiology : Penyebab problem/masalah gizi

Signs : Tanda klinis yang muncul

Page 3: Psop Gizi Puskesmas

Symtomps : Gejala yang dikatakan/dirasakan klien/pasien

Jadi diaknosa gizi : P, E, dan S (PES), kaidahnya : Problem/masalah gizi yang berhubungan dengan

penyebab dan dibuktikan dengan tanda dan atau gejala.

Dalam menyusun diaknosa gizi, petugas gizi mengacu pada 3 domai (domain Intake/asupan, domain

klinik dan domain behavior/perilaku dan lingkungan)

LANGKAH-LANGKAH ASUHAN GIZI KLINIK

A. Pemahaman patofisiologi penyakit pasien/klien.

Petugas gizi harus memahami tentang konsep dasar terjadinya suatu penyakit, bahwa ada

hubungan timbal balik langsung antara problem gizi dengan penyakit.

B. Pengkajian Data (Assessment)

Data Subyektif dan Obyekti (riwayat gizi, pengukuran antropometri, data laboratorium kebiasaan /prilaku makan, data pendidikan dan sosial ekonomi.

Data Subyektif :

a. Riwayat gizi

1. Riwayat gizi sekarang (nafsu makan,distensia, vomiting/emesis, hasil recall, dln)

2. Riwayat gizi dahulu (food frekuensi, kebiasaan minum, patangan, alergi, intoleransi,

makanan yang disukai dan makanan yang tdk dissukai, dln)

b. Riwayat penyakit (riwayat penyakit sekarang dan riwayat penyakit dahulu)

c. Penetapan problem gizi atau diaknosa gizi

d. Intervensi gizi termasuk planning (perencaanaan terapi diet) :

1. Penentuan kebutuhan gizi (kebutuhan energy, protein, lemak dan kharbohidrat)

2. Penentuan tujuan, prinsip dan syarat

3. Merencanakan susunan menu

4. Merencanakan penyuluhan/konseling gizi

5. Merencanakan monitoring dan evaluasi

e. Monitoring dan evaluasi gizi /intervensi gizi meliputi:

1. Data subjaktif dan perkembangan keluhan pasien/klien

2. Data objektif antropometri, biokimia, klinis, pemeriksaan penunjang yang menjadi

indicator tujuan terapi diet/ intervensi gizi

3. Data asupan makanan dan asupan gizi

Page 4: Psop Gizi Puskesmas

4. Data pemeriksaan medic dsb.

5. Data Obyektif : (Skrining gizi, antropometri, fisik dan klinis, biokimia, data lab.)

6.1.Gizi Rawat Nginap

Tujuan : Memberikan pelayanan gizi kepada pasien rawat nginap agar memeperoleh asuspan

makanan yang sesuai kondisi kesehatannya dalam upaya mempercepat proses

penyembuhan, memepertahankan dan meningkatkan status gizi.

Sasaran :

Pasien rawat nginap

SOP/Mekanisme Kegiatan:

- Skrining Gizi:

Skrining gizi dimaksudkan adalah untuk menilai status gizi pasien rawat nginap untuk

menentukan apakah pasien memerlukan diit khusus,atau tidak. Skrining ini dilakukan oleh

Tim Asuhan Gizi, meliputi anamneses gizi, pengukuran antropometri, KIE gizi …..(bauat Tim

Asuhan Gizi SK Kepala Puskesmas). Ketua : dokter, Sekretaris: …….TIM Teknis : 1. Ahli

Gizi, Tim Perawata: perawat, bidan ..jelaskan tugas dan Fungsinya.

- Proses Asuhan Gizi

Pasien Masuk

Skrining Gizi Diit Ps Sembuh Pulang

Page 5: Psop Gizi Puskesmas

Kajian sederhana Diagnosa Gizi Intervensi Monev

Tim Asuhan Gizi: Dokter, Perawat, Ahli Gizi

Pelayanan Makanan

Tenaga

Alur Pelayanan Makanan

Monev

6.2.Pelayanan Gizi Rawat Jalan

6.3Pelayanan Gizi Luar Gedung