of 110/110
PROTOTYPE MONITORING PENGUKURAN BEBAN DAN BIAYA ARUS LISTRIK DENGAN MIKROKONTROLER ARDUINO PADA PELANGGAN PASCABAYAR BERBASIS WEB Oleh: ARIEFMAN ZULPA 1110091000058 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2015 M / 1436 H

PROTOTYPE MONITORING PENGUKURAN BEBAN DAN BIAYA …€¦ · informasi. Dengan diadakannya penelitian ini, peneliti berharap dapat mengurangi permasalahan-permasalahan yang berhubungan

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PROTOTYPE MONITORING PENGUKURAN BEBAN DAN BIAYA …€¦ · informasi. Dengan diadakannya...

  • PROTOTYPE MONITORING PENGUKURAN BEBAN DAN

    BIAYA ARUS LISTRIK DENGAN MIKROKONTROLER

    ARDUINO PADA PELANGGAN PASCABAYAR BERBASIS

    WEB

    Oleh:

    ARIEFMAN ZULPA

    1110091000058

    PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2015 M / 1436 H

  • ii

  • iii

    PENGESAHAN UJIAN

  • iv

    HALAMAN PERNYATAAN

    DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-

    BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN

    SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI

    ATAU LEMBAGA MANAPUN.

    Jakarta, Januari 2015

    Ariefman Zulpa

    1110091000058

  • v

    ABSTRAK

    Ariefman Zulpa – 1110091000058,“Prototype monitoring Pengukur Beban dan

    Biaya Arus Listrik Dengan Mikrokontroler Arduino Pada Pelanggan

    Pascabayar Berbasis Web”, Skripsi. Fakultas Teknik Informatika, Universitas

    Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN). Pembimbing: Nenny Angraini, dan

    Defiana Arnaldy.

    Listrik adalah salah satu kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari,

    terdapat dua layanan yang ditawarkan PLN kepada konsumen di Indonesia, yaitu

    listrik prabayar dan pascabayar. Dalam pemakaian listrik pasca bayar memiliki

    permasalahan dalam penggunaannya. Permasalahannya, seperti bagaimana cara

    membuat sebuah sistem yang mampu memonitoring, mengukur serta menghitung

    biaya pemakaian listrik pada pada tempat tinggal yang menggunakan listrik

    pascabayar. Dari permasalahan tersebut dilakukan penelitian ini, dengan tujuan

    untuk membuat prototype untuk merekam beban daya listrik dan membuat

    aplikasi web untuk memonitoring pemakaian beban daya listrik dan mengkonversi

    kedalam rupiah. Untuk melakukan penelitian ini, penulis menggunakan

    metodologi penelitian observasi atau studi lapangan dan studi pustaka. Pada

    penelitian ini perlu diperhatikan pemahaman tentang cara berpikir dan cara

    melaksanakan hasil berpikir menurut langkah-langkah ilmiah. Peneliti

    menggunakan strategi pengembangan sistem RAD dalam pengembangan sistem

    informasi. Dengan diadakannya penelitian ini, peneliti berharap dapat mengurangi

    permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan pembayaran, mengukur

    bagaimana cara memonitoring serta menghitung biaya listrik pada tempat tinggal.

    Kata Kunci: Prototype, Monitoring, Pengukur Beban, Biaya Arus Listrik,

    Mikrokontroler, Arduino, PelangganPasca Bayar.

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahi Rabbil Alamiin. Puji dan syukur penulis panjatkan

    kehadirat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan hidayah

    dan nikmat sehat kepada penulis dalam proses pembuatan skripsi ini. Terima

    kasih kepada orang tua, dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan secara

    moril dan materil sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

    Prototype monitoring Pengukur Beban dan Biaya Arus Listrik Dengan

    Mikrokontroler Arduino Pada Pelanggan Pascabayar Berbasis Web.

    Penyusunan skripsi ini dimaksudkan guna melengkapi tugas dan

    persyaratan yang harus dipenuhi dalam rangka memperoleh gelar Sarjana Teknik

    Informatika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

    Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis telah mendapatkan dukungan dari

    berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang

    sebesar-besarnya kepada:

    1. Prof. Dr. Dede Rosyada, MA selaku rektor Universitas Islam Negeri

    Syarif Hidayatullah.

    2. Dr. Agus Salim, M.SI selaku dekan Fakultas Teknik Informatika.

    3. Nurhayati, P.hD, selaku ketua Program Studi Teknik InformatikaNenny

    Anggraini, MT, selaku pembimbing pertama dengan kesabaran yang luar

    biasa telah meluangkan waktu, ilmu, dan pengarahan sehingga penulis

    dapat menyelesaikan skripsi ini.

  • vii

    4. Defiana Arnaldy. selaku dosen pembimbing kedua yang telah dengan

    kesabaran yang luar biasa telah meluangkan waktu, ilmu, dan pengarahan

    sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

    5. Seluruh dosen-dosen yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan

    selama penulis mengikuti pendidikan di Unniversitas Islam Negeri Syarif

    Hidayatullah.

    6. Ibundaku tercinta Silfiniyenti dan Ayahanda Zulpa yang tidak berhenti

    mendoakan ananda serta tidak bosan-bosannya memberikan dukungan

    serta semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

    7. Keluarga besar penulis yang selalu memberikan doa dan semangat.

    8. Teman spesial penulis Dian Nursukma, ruchdi, syukri, yudha, hadi, yang

    selalu memberikan semangat, motivasi, dan membantu penulis untuk

    menyelesaikan skripsi ini.

    9. Sahabat-sabahat saya, terima kasih atas dukungan dan semangat yang

    diberikan untuk penulis.

    10. Teman-teman Teknik Informatika angkatan 2010, terima kasih atas semua

    keakraban dan keceriaan yang terlah terjalin sampai saat ini.Terima kasih

    kepada subjek penelitian yang telah bersedia meluangkan waktu kepada

    penulis.

    Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna dan

    masih banyak kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat

    dibutuhkan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri dan siapa saja

    yang membacanya. Hanya Allah yang Maha Rahman dan Rahim yang mampu

  • viii

    membalas semua amal kebaikan yang telah diberikan dengan balasan yang

    berlipat ganda Aamiin Ya Rabbal Alamin.

    Tangerang, 12 Januari 2015

    Ariefman Zulpa

  • ix

    DAFTAR ISI

    LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii

    PENGESAHAN UJIAN ........................................................................................ iii

    HALAMAN PERNYATAAN ............................................................................... iv

    ABSTRAK ............................................................................................................... v

    KATA PENGANTAR ........................................................................................... vi

    DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix

    Daftar Lampiran .................................................................................................. xiii

    Daftar Gambar ..................................................................................................... xiv

    Daftar Tabel ........................................................................................................ xvi

    1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1

    1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 3

    1.3 Batasan Masalah........................................................................................ 4

    1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 4

    1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................... 4

    1.5.1 Bagi Pengguna ................................................................................ 4

    1.5.2 Bagi Universitas .............................................................................. 4

    1.5.3 Bagi Penulis .................................................................................... 5

    1.6 Metode Penelitian...................................................................................... 5

    1.6.1 Metode Pengumpulan Data ............................................................. 5

    1.6.2 Metode Pengembangan Aplikasi..................................................... 6

    1.7 Sistematika Penulisan ............................................................................... 6

    BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................. 8

    2.1 Prototype ................................................................................................... 8

    2.1.1 Teknik Prototyping ......................................................................... 9

    2.2 Monitoring .............................................................................................. 10

    2.2.1 Tujuan Monitoring ........................................................................ 10

    2.3 Listrik ...................................................................................................... 12

  • x

    2.3.1 Arus Listrik AC ............................................................................. 12

    2.3.2 Arus Listrik DC ............................................................................. 14

    2.3.3 Menghitung Tagihan Listrik PascaBayar dan Prabayar ................ 15

    2.3.3.1 Pasca Bayar ........................................................................ 15

    2.3.3.2 Pra Bayar ............................................................................ 17

    2.4 Mikrokontroler Arduino .......................................................................... 17

    2.5 Modul Ethernet Shield ............................................................................ 18

    2.6 Sensor Arus Listrik AC/DC .................................................................... 19

    2.7 Aplikasi Berbasis WEB .......................................................................... 20

    2.8 Konsep Database ..................................................................................... 21

    2.9 Bahasa Pemrograman .............................................................................. 23

    2.9.1 PHP ............................................................................................... 23

    2.9.2 MYSQL ......................................................................................... 25

    2.9.2 C Programming Language ............................................................ 26

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................................... 28

    3.1 MetodePenelitian..................................................................................... 28

    3.2 Subjek Penelitian ..................................................................................... 28

    3.3 Waktu dan Lokasi Penelitian .................................................................. 29

    3.4 Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 29

    3.4.1 Kuisioner ....................................................................................... 29

    3.4.2 Studi Pustaka ................................................................................. 29

    3.4.3 Studi Literatur ............................................................................... 30

    3.4.4 Observasi atau Studi Lapangan ..................................................... 31

    3.5 Metode Pengembangan Sistem ............................................................... 31

    3.6 Rapid Application Development (RAD) ................................................. 31

    3.6.1 Definisi lingkup (Scope Definition) .............................................. 32

    3.6.2 Analisa Sistem (Analysis) ............................................................. 32

    3.6.3 Perancangan sistem (Design) ........................................................ 33

  • xi

    3.6.4 Implementasi Sistem (Construction & Testing) ............................ 35

    3.6.4.1 Pemrograman ..................................................................... 36

    3.6.4.2 Pengujian (Testing) ............................................................ 36

    3.7 Kerangka Pemikiran (Logical Frame Work) Penelitian.......................... 37

    BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL ............................................................. 38

    4.1 Mendefinisikan Lingkup (Scope Definition) ........................................... 38

    4.2 Analisis Sistem (Analysis) ...................................................................... 39

    4.2.1 Analisis Masalah (Problem Analysis) ........................................... 40

    4.2.2 Analisis Persyaratan (Requirement Analysis) ............................... 42

    4.2.2.1 Functional Requirements ................................................... 43

    4.2.2.1 Nonfunctional Requirements .............................................. 43

    4.3 Analisis Keputusan (Decision Analysis) ................................................. 44

    4.4 Perancangan Sistem (Sistem Design)...................................................... 44

    4.4.1 Identifikasi Use case dan Aktor .................................................... 45

    4.4.2 Use case Diagram ......................................................................... 46

    4.4.3 Deskripsi Use caseberikut. ............................................................ 48

    4.4.4 Activity Diagram............................................................................ 53

    4.4.5 Sequence Diagram ......................................................................... 56

    4.4.6 Class Diagram ............................................................................... 58

    4.4.7 Rancangan Sistem Basis Data ....................................................... 59

    4.4.8 Blok Diagram dari Perangkat Keras yang Digunakan .................. 59

    4.4.9 Rancangan Interface...................................................................... 60

    4.5 Implementasi ........................................................................................... 61

    4.5.1 Konstruksi Perangkat Lunak ......................................................... 62

    4.5.2 Hardware ...................................................................................... 62

    4.5.3 Penyiapan Rencana Implementasi Jaringan .................................. 63

    4.5.4 Pengujian Mandiri ......................................................................... 69

    4.5.5 Acceptance Testing (Pengujian Penerimaan)................................ 71

  • xii

    4.6 Hasil Perbandingan Sekring dan Alat .............................................................. 72

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 74

    5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 74

    5.2 Saran ........................................................................................................ 75

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 76

    LAMPIRAN ........................................................................................................... 78

  • xiii

    Daftar Lampiran

    1. Sourcecode mikrokontroler ................................................................................ 80

    2. Sourcecode PHP ................................................................................................. 82

    3. Perbandingan KWH sekring dan Alat ................................................................ 89

  • xiv

    Daftar Gambar

    Gambar 2.1 Mikrokontroler Arduino Uno ............................................................. 18

    Gambar 2.2 Mikrokontroler Ethernet Shield ......................................................... 19

    Gambar 2.3 Mikrokontroler Arduino Uno ............................................................. 20

    Gambar 3.1: Kerangka berpikir ............................................................................. 37

    Gambar 4.1. Use Case memonitoring penggunaan arus listrik .............................. 47

    Gambar 4.2 Use Case Edit menu harga listrik ....................................................... 47

    Gambar 4.3 Use Case menambahkan penggunaan arus listrik .............................. 48

    Gambar 4.4 Activity Diagram dari Use case memonitoring penggunaan arus listrik54

    Gambar 4.5 Activity Diagram dari Use case menambah data penggunaan arus

    listrik ...................................................................................................................... 54

    Gambar 4.6 Activity Diagram dari Use Case mengubah data harga sesuai yang

    ditentukan PLN pada menu harga .......................................................................... 55

    Gambar 4.7 sequence diagram menambahkan penggunaan daya listrik................ 56

    Gambar 4.8 Sequence diagram monitor penggunaan listrik tempat tinggal .......... 57

    Gambar 4.9 Sequence diagaram merubah harga listrik pln.................................... 58

    Gambar 4.10 class diagram aplikasi...................................................................... 58

    Gambar 4.11 blok diagram proses pengiriman data dari sensor ke server............. 60

    Gambar 4.12 Interface halaman monitor ............................................................... 61

    Gambar 4. 13 Interface halaman harga listrik PLN ............................................... 61

    Gambar 4.14 cara kerja Current sensor mendapatkan pemakaian arus listrik pada

    kabel yang akan diukur .......................................................................................... 64

    Gambar 4. 15 rangkaian alat .................................................................................. 64

    Gambar 4. 16 Tampilan database yang digunakan ................................................ 66

    Gambar 4. 17 Tampilan dua table arus_sejam dan sensor_arus ............................ 66

    Gambar 4. 18 Tampilan proses table arus_sejam................................................... 67

    Gambar 4. 19 Tampilan tabel sensor_arus ............................................................. 67

    Gambar 4. 20 Tampilan web apabila tidak ada data pemakaian arus listrik atau

    kesalahan dalam pengiriman data pada Ethernet Shield (terputus) ....................... 68

  • xv

    Gambar 4. 21 tampilan data setelah ada pemakaian listrik selama dua jam .......... 68

    Gambar 4. 22 rencana implementasi jaringan ........................................................ 69

    Gambar 4. 23 Awal belum terjadi pengukuran ...................................................... 70

    Gambar 4. 24 Perubahan pada meteran dan tampilan pada web setelah terjadi

    pengukuran dua jam arus listrik. ............................................................................ 71

    Gambar 4. 25 Data setelah dua jam pengukuran arus listrik.................................. 71

    Gambar 4.26 Grafik Pemakaian Listrik ................................................................. 72

  • xvi

    Daftar Tabel

    Tabel 3.1: Studi sejenis .......................................................................................... 30

    Tabel 4.1 Cause and Effect Analysis (Analisis Sebab Akibat) .............................. 41

    Tabel 4.2 System Improvement Objectives (Tujuan-tujuan Perbaikan Sistem) ..... 42

    Tabel 4.3 Nonfunctional requirement .................................................................... 43

    Tabel 4.4 Requirement Aktor dan Use Case .......................................................... 45

    Tabel 4.5 Spesifikasi Naratif untuk Use case monitoring beban daya arus listrik . 49

    Tabel 4.6 Spesifikasi Naratif untuk Use case merubah data harga sesuai harga dari

    PLN ........................................................................................................................ 50

    Tabel 4.7 spesifikasi Naratif untuk Use case menambah data penggunaan arus

    listrik ...................................................................................................................... 52

    Tabel 4.8 Daftar Tools Pengembangan Perangkat Lunak Sistem .......................... 62

    Table 4.9 pengujian mandiri .................................................................................. 69

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Listrik adalah salah satu kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di

    Indonesia terdapat badan usaha milik negara, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara

    (Persero), yang menjadi satu-satunya produsen listrik yang menaungi seluruh

    wilayah Indonesia.

    Mengutip dari buku stastik PLN tahun 2013,pada akhir Desember 2013 total

    kapasitas terpasang dan jumlah unit pembangkit PLN (Holding dan Anak

    Perusahaan) mencapai 34.206 MW dan 4.925 unit, dengan 26.768 MW (78,26%)

    berada di Jawa. Total kapasitas terpasang meningkat 3,96% dibandingkan dengan

    akhir Desember 2012. Prosentase kapasitas terpasang per jenis pembangkit

    sebagai berikut: PLTU 15.554 MW (45,47%), PLTGU 8.814 MW (25,77%),

    PLTD 2.848 MW (8,33%), PLTA 3.520 MW (10.29%), PLTG 2.894 MW

    (8,46%), PLTP 568 MW (1,67%), PLT Surya dan PLT Bayu 8,37 MW (0,02%)

    (www.pln.co.id) diakses pada tanggal 22/12/2014, jam 18.03.

    Terdapat dua layanan yang ditawarkan PLN kepada konsumen di Indonesia,

    yaitu listrik prabayar dan pascabayar. Listrik prabayar seperti halnya pulsa isi

    ulang pada telepon seluler, pelanggan terlebih dahulu membeli pulsa (voucher

    atau token listrik isi ulang) yang bisa diperoleh melalui gerai ATM sejumlah bank

    atau melalui loket - loket pembayaran tagihan listrik online. Sedangkan listrik

    pascabayar, para pelanggan membayar biaya tagihan setiap bulan. Petugas PLN

  • 2

    secara teratur mengecek pemakaian listrik di pelanggan yang menggunakan sistem

    listrik pascabayar.

    Mengutip dari situs pln.co.id, terdapat beberapa kelebihan listrik prabayar

    yang tidak dimiliki oleh pascabayar diantaranya:

    Pelanggan lebih mudah mengendalikan pemakaian listrik. Melalui meter

    elektronik prabayar pelanggan dapat memantau pemakaian listrik sehari-

    hari dan setiap saat. Pada alat tersebut tertera angka sisa pemakaian KWH

    terakhir. Bila dirasa boros, pelanggan dapat mengurangi pemakaian

    listriknya.

    Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja. Dengan

    nilai Pulsa Listrik (voucher) bervariasi mulai Rp 20.000,00 s.d. Rp

    1.000.000,- memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam membeli

    listrik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan (lebih terkontrol dalam

    mengatur anggaran belanja keluarga).

    Untuk pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih,dengan

    menggunakan Listrik Pintar tidak perlu menunggu dan membukakan pintu

    untuk petugas pencatatan meter karena meter prabayar secara otomatis

    mencatat pemakaian listrik anda (akurat dan tidak ada kesalahan

    pencatatan meter (www.pln.co.id) diakses pada tanggal 22/12/2014, jam

    18.30.

    Meskipun banyak keuntungan memakai listrik prabayar, masih banyak

    pengguna yang menggunakan listrik pascabayar, menurut situs pln.co.id jumlah

    http://www.pln.co.id/

  • 3

    pengguna listrik prabayar tahun 2013 golongan Rumah Tangga baru 24% dari

    total 42,5 juta pelanggan Rumah Tangga, penulis sendiri menyebarkan 100

    kuisioner melalui media social sebanyak 87% pengguna listrik bertahan

    menggunakan listrik pascabayar karena dianggap lebih mudah dimana pengguna

    tidak perlu melakukan pengisian pulsa berulang kali. Namun demikian, pada

    listrik pascabayar dapat terjadi pembengkakan pembayaran biaya listrik bulanan

    karna tidak memiliki fitur kontrol monitoring yang dimiliki oleh listrik prabayar.

    Terkait kekurangan pada listrik pascabayar yang dikeluhkan pada studi kasus

    tersebut, maka diperlukan sebuah sistem yang dapat melakukan monitoring

    penggunaan listrik pada sebuah tempat tinggal.Hal ini dapat disiasati dengan

    sebuah sistem yang terdiri dari microcontroller yang dapat menghubungkan

    sensor arus dan aplikasi web.Dimana aplikasi web berperan sebagai media yang

    dapat menyimpan beban daya arus listrik yang digunakan dan menampilkannya

    kedalam rupiah. Aplikasi web dipilih karena kemudahan akses dari berbagai

    perangkat seperti: mobile, browser, maupun perangkat lainnya. Oleh karna itu

    penulis tertarik untuk membuat skripsi dengan judul “ Monitoring Pengukur

    Beban dan Biaya Arus Listrik Dengan Mikrokontroler Arduino Pada

    Pelanggan Pascabayar Berbasis Web”.

    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada

    penelitian ini adalah bagaimana memonitoring penggunaan listrik pascabayar

  • 4

    dengan sebuah prototype monitoring yang mampu mengukur, serta

    menghitung biaya pemakaian listrik.

    1.3 Batasan Masalah

    Untuk mempermudah dan membatasi cakupan pembahasan masalah pada

    Skripsi yang saya tulis ini maka diberikan batasan - batasan sebagai berikut:

    1. Aplikasi web hanya memonitoring dan mengkonversi beban daya

    listrik yang direkam oleh mikrokontroler kedalam rupiah.

    2. Prototype yang dibuat hanya dapat merekam beban daya listrik.

    3. Tidak membahas secara detail tentang pemograman mikrokontroler

    dan PHP pada Aplikasi.

    1.4 Tujuan Penelitian

    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

    1. Membuat prototype untuk merekam beban daya listrik.

    2. Membuat aplikasi web untuk memonitoring pemakaian beban daya listrik

    dan mengkonversi kedalam rupiah.

    1.5 Manfaat Penelitian

    1.5.1 Bagi Pengguna

    1. Dapat membantu pemilik tempat tinggal dalam memonitoring

    pemakaian arus listrik.

    2. Dapat membantu pemilik tempat tinggal dalam menentukan biaya

    pemakaian arus listrik.

    1.5.2 Bagi Universitas

  • 5

    1. Menambah referensi literature kepustakaan Universitas Islam

    Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Sebagai bahan masukan mahasiswa lain dalam mengembangkan

    penulisan mengenai penelitian sejenis.

    1.5.3 Bagi Penulis

    1. Memahami lebih dalam bagaimana cara kerja mikrokontroler

    dalam merekam beban arus listrik dan cara memonitoring dan

    menampilkan kedalam rupiah.

    2. Sebagai portofolio penulis di masa yang akan datang.

    1.6 Metode Penelitian

    Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi menjadi

    dua bagian pokok, yaitu metode pengumpulan data dan Metode pengembangan

    aplikasi.

    1.6.1 Metode Pengumpulan Data

    1. Studi Pustaka

    Penulis melakukan pengumpulan data dengan merujuk buku,

    jurnal, literature yang bertemakan topik penelitan.

    2. Studi Lapangan

    Penulis melakukan studi lapangan dengan cara sebagai berikut:

    Observasi (Pengamatan)

    Penulis melakuan pengumpulan data dengan cara meninjau

    dan mengamati secara langsung kegiatan di lapangan.

  • 6

    Kuisioner

    Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara

    memberikan pertanyaan kepada pengguna listrik rumah

    tangga sebanyak 100 orang

    1.6.2 Metode Pengembangan Aplikasi

    Untuk metode pengembangan aplikasi ini penulis akan

    menggunkan metode Rapid Application Development (RAD), yang

    memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut (Kendall & Kendal,

    2008:183):

    1. Fase Perencanaan Syarat-syarat

    2. Fase Perancangan

    3. Fase Konstruksi

    4. Fase pengujian

    1.7 Sistematika Penulisan

    Dalam penelitian ini penulis menyajikan pembahasan yang terbagi menjadi

    lima bab, secara singkat diuraikan sebagai berikut:

    BAB I PENDAHULUAN

    Bab ini membahas mengenai latar belakang, perumusan masalah,

    batasan masalah, tujuan penelitan, manfaat penelitian, metodologi

    penelitian, dan sistematika penulisan.

  • 7

    BAB II LANDASAN TEORI

    Bab ini menguraikan teori-teori yang mendukung dan menjadi

    dasar dalam pemecahan masalah penelitian.

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    Bab ini membahas mengenai metodologi penelitian yang

    digunakan penulis terkait penelitian yang dilakukan.

    BAB IV PEMBAHASAN

    Bab ini menguraikan penjelasan mengenai penelitian yang

    dilakukan serta hasil dari penelitian.

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    Bab ini mengemukakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan

    dan saran-saran yang diusulkan penulis untuk pengembangan

    penelitian lebih lanjut.

  • 8

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    Pada bab ini akan dijelaskan mengenai landasan teori dan alat yang

    digunakan pada penelitian skripsi ini. Penjelasan yang diberikan pada bab ini

    diharapkan dapat membantu peneliti serta pembaca dalam memahami teori yang

    dipakai dalam laporan penelitian ini. Teori yang dijelaskan pada bagian ini

    meliputi teori tentang prototype. Mikrokontroler arduino, Ethernet shield, sensor

    arus listrik AC/DC, PHP, C, MYSQL dan Metodelogi penulisan.

    2.1 Prototype

    Prototype menurut buku interaksi manusia dan komputer penerbit

    Gunadarma (suryadi,HS & Bunawan,1996) merupakan alat yang digunakan

    untuk mensimulasikan beberapa atau tidak semua fitur dari sistem yang akan

    dibuat. Terdapat 3 pendekatan utama prototyping, yaitu:

    THROW-AWAY

    Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan

    prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian

    prototype tersebut dibuang (tak dipakai).

    INCREMENTAL

    Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah.

    Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi

    dalam komonen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent).

  • 9

    EVOLUTIONARY

    Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi

    desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya

    dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju

    produk final atau produk akhir.

    Di sisi manajemen, terdapat beberapa masalah potensial yang terkait

    dengan prototyping, seperti:

    WAKTU, membangun prototype membutuhkan waktu, sehingga

    seringkali prototype dipakai jika waktunya cepat. Hingga muncul istilah

    rapid prototyping.

    RENCANA, sebagian manajer proyek tidak memiliki pengalaman untuk

    menyatukan proses prototyping dengan keseluruhan rencana perancangan.

    FITUR NON-FUNGSIONAL, seringkali fitur sistem yang paling penting

    merupakan fitur non-fungsional seperti safety dan reliability, tidak

    disertakan dalam prototyping.

    KONTRAK, proses desain kadang dibatasi oleh kontrak antara desainer

    dengan customer yang mempengaruhi aspek teknik dan manajerial

    (Suryadi, HS & Bunawan, 1996).

    2.1.1 Teknik Prototyping

    Terdapat beberapa terdapat beberapa teknik yang digunakan untuk

    membuat rapid prototype, seperti:

    STORYBOARD, adalah bentuk prototype yang paling sederhana

    berupa gambaran secara grafis dari tampilan sistem yang akandibangun

  • 10

    tanpa fungsi dari sistem.

    SIMULASI FUNGSI TERBATAS, fungsi sistem disertakan pada

    prototype tidak sekadar gambar tampilannya saja.

    HIGH-LEVEL PROGRAMING SUPPORT, HyperTalk adalah contoh

    dari special-purpose high-level programming language yang

    memudahkan desainer membuat fitur tertentu dari sebuah sistem

    interaktif (Suryadi, HS & Bunawan, 1996).

    2.2 Monitoring

    Monitoring menurut Webster’s New Collegiate Dictionary (1981) adalah: “a

    device for observing or giving admonition or warning”. Sementara itu menurut

    Webstern’s New World Dictionary, maka pengertian “monitoring adalah

    something that reminds or warns’ or any of various devices for checking or

    regular the performance”.

    Menurut pengertian yang diberikan oleh kedua kamus international tersebut,

    maka semakin jelaslah apa yang dimaksudkan dengan “monitoring “ yaitu

    kegiatan yang dilakukan untuk mengecek penampilan dari aktivitas yang sedang

    dikerjakan. Monitoring adalah bagian dari kegiatan pengawasan, dalam

    pengawasan ada aktivitas smemantau (monitoring). Pemantauan umumnya

    dilakukan untuk tujuan tertentu, untuk memeriksa apakah program yang telah

    berjalan itu sesuai dengan sasaran atau sesuai dengan tujuan dari program.

    2.2.1 Tujuan Monitoring

    Secara umum Monitoring bertujuan mendapatkan umpan balik bagi

    kebutuhan program proses pembelajran yang sedang berjalan, dengan

  • 11

    mengetahui kebutuhan ini pelaksanaan program akan segera mempersiapkan

    kebutuhan dalam pembelajaran tersebut. Kebutuhan bisa berupa biaya,

    waktu, personel, dan alat. Pelaksanaan program akan mengetahui berapa

    biaya yang dibutuhkan, berapa lama waktu yang tersedia untuk kegiatan

    tersebut.

    Dengan demikian akan diketahui pula berapa jumlah tenaga yang

    dibutuhkan, serta alat apa yang harus disediakan untuk melaksanakan

    program tersebut. Secara lebih terperinci monitoring bertujuan untuk :

    1. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan bagi peserta

    ada proses pembelajaran.

    2. Memberikan masukan tentang kebutuhan dalam melaksanakan

    program pembelajaran bagi peserta didik.

    3. Memberikan informasi tentang metode yang tepat untuk

    melaksanakan kegiatan proses pembelajaran.

    4. Mendapatkan informasi tentang adanya kesulitan-kesulitan dan

    hambatan-hambatan selama kegiatan proses pembelajaran.

    5. Memberikan umpan balik bagi sistem penilaian program

    pembelajran yang lebih baik lagi.

    6. Memberikan pernyataan yang bersifat penandaan berupa fakta dan

    nilai terhadap proses pembelajaran yang telah di lakukan.

    7. Adalah pengukuran dan penilaian kinerja pembinaan, sehingga

    dapat mencapai hasil yang diharapkan baik secara kualitas dan

    kuantitas dengan efektif. Pada dasarnya fokus dari monitoring

  • 12

    adalah masukan dan proses pelaksanaan sekaligus kontribusi

    faktor-faktor terkait terhadap hasil pembinaan secara kualitas dan

    kuantitas, kerjasama, proses pengambilan keputusan dan kebijakan,

    advokasi dan koordinasi.

    8. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai

    dengan rencana Mengidentifikasi masalah yang timbul agar

    langsung dapat diatasi melakukan penilaian apakah pola kerja dan

    manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan

    kegiatan. mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk

    memperoleh ukuran kemajuan, menyesuaikan kegiatan dengan

    lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan

    (Susilowati, dkk. 2012).

    2.3 Listrik

    Listrik merupakan energi yang dapat disalurkan melalui penghantar berupa

    kabel, adanya arus listrik dikarenakan muatan listrik mengalir dari saluran positif

    ke saluran negatif. Dalam kehidupan manusia listrik memiliki peran yang sangat

    penting. Selain digunakan sebagai penerangan listrik juga digunakan sebagai

    sumber energi untuk tenaga dan hiburan, contohnya saja pemanfaatan energi

    listrik dalam bidang tenaga adalah motor listrik. Keberadaan listrik yang sangat

    penting dan fital akhirnya saat ini listrik dikuasai oleh negara melalui perusahaan

    yang bernama PLN. (Linsley, 2004)

    2.3.1 Arus Listrik AC

    Arus listrik AC (alternating current), merupakan listrik yang besarnya

  • 13

    dan arah arusnya selalu berubah-ubah dan bolak-balik. Arus listrik AC akan

    membentuk suatu gelombang yang dinamakan dengan gelombang sinus atau

    lebih lenHIGH-LEVEL PROGRAMING SUPPORTgkaHIGH-LEVEL

    PROGRAMING SUPPORTpnya sinusoida. Di Indonesia sendiri listrik

    bolak-balik (AC) dipelihara dan berada dibawah naungan PLN, Indonesia

    menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz. Tegangan standar

    yang diterapkan di Indonesia untuk listrik bolak-balik 1 (satu) fasa adalah

    220 volt. Tegangan dan frekuensi ini terdapat pada rumah anda, kecuali jika

    anda tidak berlangganan listrik PLN.Contoh pemanfaatan listrik AC

    Pemanfaatan listrik AC sebenarnya sangatlah banyak. Untuk

    mempermudah sebenarnya anda dapat melihat barang-barang yang ada

    dirumah anda, perhatikanlah bahwa semua barang yang menggunakan listrik

    PLN berarti telah memanfaatkan listrik AC. Sebagai pengaman listrik AC

    yang ada dirumah anda, biasanya pihak PLN menggunakan pembatas

    sekaligus pengaman yaitu MCB (miniature circuit breaker). Meskipun

    demikian tak semua barang yang anda lihat menggunakan listrik AC,

    adasebagian barang yang menggunakan listrik PLN namun barang tersebut

    sebenarnya menggunakan listrik DC, contohnya saja Laptop. Laptop

    menggunakan listrik DC, listrik tersebut diperoleh dari adaptor yang terdapat

    pada laptop (atau terdapat pada charger) tersebut. Jadi saat anda mengisi

    ulang baterai laptop dengan listrik PLN (AC) maka adaptor didalam laptop

    akan merubah listrik AC menjadi DC, sehingga sesuai kebutuhan dari laptop

    anda. Contoh pemanfaatan energi listrik AC yang lain adalah: Untuk mesin

  • 14

    cuci, penerangan (lampu), pompa air AC, pendingin ruangan, kompor listrik,

    dan masih banyak lagi. (Budiharto dan Rahardi, 2007)

    2.3.2 Arus Listrik DC

    Arus listrik DC (Direct current) merupakan arus listrik searah. Pada

    awalnya aliran arus pada listrik DC dikatakan mengalir dari ujung positif

    menuju ujung negatif. Semakin kesini pengamatan-pengamatan yang

    dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa pada arus searah merupakan

    arus yang alirannya dari negatif (elektron) menuju kutub positif. Nah aliran-

    aliran ini menyebabkan timbulnya lubang-lubang bermuatan positif yang

    terlihat mengalir dari positif ke negatif. Contoh pemanfaatan listrik DC.

    Listrik DC (direct current) biasanya digunakan oleh perangkat

    lektronika. Meskipun ada sebagian beban selain perangkat elektronika yang

    menggunakan arus DC (contohnya; Motor listrik DC) namun kebanyakan

    arus DC digunakan untuk keperluan beban elektronika. Beberapa beban

    elektronika yang menggunakan arus listrik DC diantaranya: Lampu LED

    (Light Emiting Diode), Komputer, Laptop, TV, Radio, dan masih banyak

    lagi. Selain itu listrik DC juga sering disimpan dalam suatu baterai,

    contohnya saja baterai yang digunakan untuk menghidupkan jam dinding,

    mainan mobil-mobilan dan masih banyak lagi. Intinya kebanyakan perangkat

    yang menggunakan listrik DC merupakan beban perangkat elektronika.

    Sekian semoga artikel singkat ini bermanfaat bagi anda. Berbicara soal

    listrik, marilah melalui artikel ini saya berharap agar kita semua bisa bijak

    dalam menggunakan listrik dan menghematnya. Jika energi kita hemat kita

  • 15

    bisa mencegah atau paling tidak bisa memperlambat terjadinya pemanasan

    global yang semakin parah.banyak lagi. Selain itu listrik DC juga sering

    disimpan dalam suatu baterai, contohnya saja baterai yang digunakan untuk

    menghidupkan jam dinding, mainan mobil-mobilan dan masih banyak lagi.

    Intinya kebanyakan perangkat yang. (Budiharto dan Rahardi, 2007)

    2.3.3 Menghitung Tagihan Listrik PascaBayar dan Prabayar

    Menurut kawulur et all ( 2013:1) Berikut adalah cara menghitung listrik

    pasca bayar dan prabayar:

    2.3.3.1 Pasca Bayar

    Berikut adalah contoh cara perhitungan listrik pasca bayar besar

    daya dan barang-barang yang digunakan:

    Daya listrik: 900 VA

    1 Seterika 350 watt, 2 jam/hari 0,70 kWh/hari

    1 Pompa air 150 watt, 3 jam/hari 0,45 kWh/hari

    1 Kulkas sedang 100 watt, 6 jam/hari : 0,60 kWh/hari

    1 TV 20" 110 watt, 6 jam/hari 0,66 kWh/hari

    1 Rice cooker 300 watt, 2 jam/hari: 0,60 kWh/hari

    6 Lampu hemat energi 20 watt, 6 jam/hari: 0,72 kWh/hari

    4 Lampu hemat energi 10 watt, 6 jam/hari 0,24 kWh/hari

    Jumlah kebutuhan listrik perhari 3,91 kWh

    Jumlah Kebutuhan listrik per bulan 3,91 kWh x 30 = 117,30 kWh

    Golongan Tarif R1 900 VA(Rumah Tangga) dengan pemakaian

    117,30kWh:

  • 16

    Rumus Perhitungannya = Pemakaian x Tarif Dasar Listrik

    1 Blok 1 (20 kWh pertama) = 20 kWh x Rp 275 = Rp 5500

    2 Blok 2 (40 kWh berikutnya) = 40 kWh x Rp 445 = Rp 17800

    3 Blok 3 (diatas 60 kWh) = 57,3 kWh x Rp 495 = Rp 28363,5

    4 Jumlah = 117,30 kWh = Rp 51663.5

    117,30 kWh = Rp 51663.5 ( Ini belum biaya Abodemen dan PJU )

    Berikut adalah cara perhitungan abodemen:

    Rumus Perhitungan Abodemen PLN = ( Daya / 1000 ) x ( Rp/kVA

    )

    JADI : (900/1000) X Rp. 20000

    0.9 X Rp. 20000 = Rp.18000

    Total : Rp. 51663.5 + Rp.18000 = Rp. 69663.5

    PAJAK PJU ( 3% s.d 10 % )

    Rumus Perhitungan Pajak PJU = 3% x Total Tagihan Listrik Plus

    Abodemen :

    3% x Rp 69663.5,- = Rp 2089.905 (dibulatkan Rp 2100,-)

    ADMIN BANK ( Rp. 1600 s.d Rp. 5000 )

    Jadi Seluruhnya Rp. 51663.5 + Rp.18000 + Rp.2100 = RP.

    71763.5

    Tambah Admin Bank Rp. 1600 (ambil yang termurah )

    TOTAL Rp. 71763.5 + Rp. 1600 = Rp. 73363.5

    Tagihan Listrik Pasca Bayar tiap bulan kurang lebihRp.73363.5

  • 17

    2.3.3.2 Pra Bayar

    Berikut adalah perhitungan prabayar dengan kondisi seperti contoh

    pasca bayar diatas:

    {(NominalBELI – Adm Bank) – (NominalBELI-Adm Bank)x PPJ}

    : Biaya per Kwh

    Misal voucher yang dibeli Rp. 75.000

    {( 75.000 - 1.600 ) – ( 75.000 – 1.600 ) x 3% } : 605

    ( 73.400 - 2202 ) : 605 = 117.68264

    Jika membeli Token Rp. 75.000 maka jumlah KWH yang didapat

    kurang lebih 117.68264. Ini cukup untuk 1 bulan dengan situasi sama

    seperti diatas, dan kalau diperhatikan antara Pasca bayar dan Pra Bayar

    hampir sama tidak jauh beda.

    2.4 Mikrokontroler Arduino

    Arduino adalah suatu mikrokontroler kecil yang berisi semua komponen

    komputer dan memiliki keukatan yang tidak begitu besar.Tapi dengan Arduino

    yang murah tersebut, kita dapat membuat alat – alat yang sangat menarik. Arduino

    merupakan chip berwarna hitam yang mempunyai 28 kaki yang disebut

    ATmega168. Agar mikrokontroler Arduino dapat berkerja dengan baik dan dapat

    berkomunikasi dengan komputer, seluruh komponen-komponen yang dibutuhkan

    harus diletakkan pada tempatnya.

    Arduino memiliki banyak sekali versi.Salah satu yang paling simple adalah

    Arduino Uno yang mudah untuk dipakai. (www.arduino:cc 2010). Berikut adalah

    contoh gambar mikrokontroler Arduino Uno:

    http://www.arduino:cc

  • 18

    Gambar 2.1 Mikrokontroler Arduino Uno

    Penjelasan dari gambar 2.1.adalah sebagai berikut :

    a) 14 Pin Digital Input/Output (pin 0-13)

    14 pin tersebut dapat difungsikan sebagai input atau output yang dapat

    dispesifikasikan di dalam program.

    b) 6 Pin Analog Input (pin 0-5)

    Enam pin tersebut diperuntukkan guna mendapat data analog dari suatu

    sensor dan mengubah data tersebut menjadi angka antara 0 dan 1023.

    c) 6 Pin Analog Output (pin 3, 5, 6, 9, 10, dan 11)

    Enam pin ini sebenarnya adalah pin digital yang dapat diprogram ulang

    sehingga dapat mengubah mode pin yang dapat mengelurkan data analog.

    (Banzi : 2009)

    2.5 Modul Ethernet Shield

  • 19

    Berikut adalah gambar dari Ethernet Shield yang menghubungkan arduino

    dengan database menggunakan jaringan LAN.

    Gambar 2.2 Mikrokontroler Ethernet Shield

    2.6 Sensor Arus Listrik AC/DC

    Berikut adalah gambar keterangan current sensor.

  • 20

    Gambar 2.3 Mikrokontroler Arduino Uno

    2.7 Aplikasi Berbasis WEB

  • 21

    Aplikasi berbasis web (web based application) adalah aplikasi yang dapat

    dijalankan langsung melalui web browser baik menggunakan internet ataupun

    intranet dan tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan (Rizky, 2010).

    Unsur- unsur yang terdapat dalam web adalah sebagai berikut:

    1. Web browser, web browser merupakan aplikasi di pihak client yang

    berfungsimenerjemahkan serta menampilkan informasi dari server secara

    grafiskepada client.

    2. Webserver, sebuah komputer (server) dan software yang menyimpan dan

    mendistribusikandata komputer lainnya melalui jaringan internet.

    2.8 Konsep Database

    James F. Courtney Jr. dan David B. Paradice dalam buku “Database Sistem

    for Management” menjelaskan sistem database adalah sekumpulan database yang

    dapat dipakai secara bersama-sama, personal-personal yang merancang dan

    mengelola database, teknik-teknik untuk merancang dan mengelola database,

    serta komputer untuk mendukungnya (Sutabri, 2005 : 161).

    Berdasarkan definisi, peneliti menyimpulkan bahwa sistem database

    mempunyai beberapa elemen penting, yaitu database sebagai inti sistem

    database, perangkat lunak untuk mengelola database.

    Perangkat keras sebagai pendukung operasi pengolahan data serta yang

    terakhir, manusia mempunyai peran penting dalam sistem tersebut.

    a. Characters

  • 22

    Characters adalah bagian data yang terkecil yang dapat berupa

    karakter numeric, huruf ataupun karakter-karakter khusus yang

    membentuk suatu item data atau field.

    b. Field

    Field menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan

    suatu item dari data, seperti nama, jenis kelamin, dan lain-lain. Kumpulan

    dari field membentuk suatu record.

    Nama field (field name)

    Field harus diberi nama untuk membedakan field yang satudengan

    field yang lain.

    Representasi dari field (field representation)

    Representasi dari field menunjukkan tipe dari field (field type)

    dapat berupa tipe numeric, karakter, tanggal, dan lain-lain.

    Sementara lebar field menunjukkan ruang maksimum dari field

    yang dapat diisi dengan karakter-karakter data.

    Nilai dari field (field value)

    Nilai dari field menunjukkan isi dari field untuk masing-masing

    record.

    c. Record

    Record adalah kumpulan dari field yang membentuk suatu record.

    Kumpulan dari record membentuk file. Misalnya pada file pegawai, tiap-

    tiap record mewakili data tiap-tiap pegawai.

    d. File

  • 23

    File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuandata

    yang sejenis. Misalnya file pangkat berisi tentang semua pangkat yang ada.

    2.9 Bahasa Pemrograman

    Bahasa pemrogragaman yang digunakan untuk aplikasi web adalah PHP dan

    untuk mikrokontrolernya menggunkan bahasa C yang akan dijelaskan sebagai

    berikut.

    2.9.1 PHP

    PHP merupakan hasil kerja seorang bernama Rasmus Lerdorf pada

    1995 Namun pada perkembangannya, PHP tidak hanya merupakan proyek

    pribadi Rasmus. PHP ditulis ulang dengan bayak menambahkan fungsi-

    fungsi baru yang dilakukan oleh ZEEV Suraski dan Andi Gutmants

    (disingkat Zend) hingga kemudian lahir PHP 3 pada 1998 (Astamal, 2006).

    PHP adalah bahasa server-side scripting yang didesain khusus untuk

    web. Pada halaman HTML dapat ditempelkan (embed) kode PHP. Kode PHP

    dieksekusi di sisi server buakan dikomputer klien dan hasil yang ditampilkan

    adalah kode HTML (Astamal, 2006).

    Maksud dari server-side scripting adalah sintaks dan perintah-perintah

    yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada

    dokumen HTML biasa. Pembuatan web ini merupakan kombinasi antara PHP

    sebagai bahasa pemrograman dan HTML sebagai pembangun halaman web.

    PHP dikenal sebagai bahasa scripting yang menyatu dengan tag HTML,

    dieksekusi di server dan digunakan untuk membuat halaman web yang

    dinamis. PHP merupakan software yang open source dan mampu dijalankan

  • 24

    lintas platform.

    PHP mampu berjalan di windows NT dan beberapa versi UNIX, PHP

    dapat dibangunsebagai modul pada web server Apache. PHP dapat mengirim

    HTTP header, dapat mengeset cookies, mengatur authentication dan redirect

    users. PHP menawarkan konektivitas yang baik dengan beberapa basis data

    antara lain Oracle, Sybase, MySQL, Postgre SQL dan tak terkecuali semua

    database ber-interface ODBC. Selain itu, PHP juga terintegrasi dengan

    beberapa library eksternal hingga dapat membuat programmer melakukan

    segalanya dari dokumen PDF hingga mem-parse XML. PHP juga

    mendukung komunikasi dengan layanan lain melalui protocol SNMP, POP3

    atau bahkan HTTP.

    Konsep kerja PHP sebenarnya amat sederhana. Programmer hanya

    perlu melakukan penterjemahan khusus untuk kode-kode PHP yang nantinya

    akan diterjemahkan oleh mesin PHP kekode HTML sebelum diterjemahkan

    browser untuk ditampilkan dilayar klien. Aturan penulisan script PHP adalah:

    1. Semua script PHP harus diapit oleh tanda :

    , atau

    2. Tanda yang resmi dan paling banyak digunakan adalah yang

    pertama, yaitu

    3. Pada setiap akhir perintah, diakhiri dengan tanda titik koma (;)

  • 25

    (Yuliano: 2003).

    Berikut ini contoh sederhana pemakaian bahasa PHP dalam

    halaman web:

    Example

    Dalam penelitian ini peneliti menggunakan PH versi 5 karena PHP

    versi 5 memilki fitur seperti java yang dapat membuat sebuah method.

    2.9.2 MYSQL

    Pengertian MySQL menurut MySQL manual adalah sebuah open

    source software database SQL (search query language) yang menangani

    sistem manajemen database rational MySQL didistribusikan secara gratis

    dibawah lisensi GPL (General public license (Syahril Sitorus, 2010).

    MySQL mempunyai fitur-fitur yang sangat mudah dipelajari bagi para

    penggunanya dan dikembangkan untuk menangani database yang besar

    dengan waktu yang lebih singkat Kecepatan, Konektivitas dan keamanannya

    yang lebih baik membuat MySQL sangat dibutuhkan untuk mengakses

    database di internet sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis

  • 26

    data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu PHP MyAdmin.

    Dalam penelitian ini penulis menggunakan database MySQL yang akan

    digunakan untuk menyimpan data dari mikrokontroler.

    2.9.2 C Programming Language

    C adalah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Dennis Ritchie

    pada tahun 1970 untuk pemakain pada sistem operasi UNIX. Hingga

    sekarang, bahasa ini telah dipergunakan secara praktis pada hampir semua

    sistem operasi. Bahasa C merupakan bahasa yang paling populer untuk

    menulis sistem software dan aplikasi sertaa dalam pelajaran computer sains

    (Hendra, S.T. 2004).

    C adalah bahasa yang lebih low-level dibandingkan dengan bahasa

    pemograman lainnya. Walau terkadang disebut sebagai ”high-level-

    language”, sebenarnya ia hanya lebih high-level dibandingkan dengan bahasa

    assembly C memiliki dua keunggulan utama dibandingkan dengan assembly.

    Pertama, kodenya lebih mudah dibaca dan ditulis, terutama untuk program

    yang panjang. Kedua, kode assembly biasanya hanya bisa diterapkan pada

    arsitektur computer tertentu saja, sedangkan program C dapat dipindahkan ke

    berbagai arsitektur dimana compiler dan library-nya tersedia.

    Efisiensi dari kode C sangatlah bergantung pada kemampuan dari

    compiler untuk mengoptimisasi bahasa mesin yang dihasilkan, dimana hal ini

    berada diluar kendali programmer. Demikian juga keunggulan dan

    kelemahan antara C dengan bahasa high-level lainnya dimana efisiensi yang

    dihasilkan oleh kode C dapat terkontrol hingga konsekuensinya adalah lebih

  • 27

    sulit dibaca dan ditulis. Tetapi perlu dicatat bahwa C adalah bahasa tingkat

    tinggi yang potable, karena sampai saat ini hampir semua arsitektur computer

    menyediakan compiler C dan library.

    Fasilitas dari C yang perlu menjadi perhatian programmer adalah

    kemampuannya dalam mengatur isi memori computer. C standar tidak

    menyediakan fasilitas array bounds checking yang dengan mudah akan

    menyebabkan bug dalam kaitannya dengan operasi memori, seperti buffer

    overflows, serta computer insecurity. Beberapa fasilitas bahasa pemrograman

    C antara lain:

    1. Suatu bahasa dengan (kernel) inti yang sederhana , dimana fungsi-

    fungsi yang kurang penting tersedia sebagai kumpulan pustaka

    (library) yang distandarisasi.

    2. Terfokus pada paradigma pemrograman procedural, dengan

    fasilitas pemrograman yang terstruktur.

    3. Memiliki bahasa preprocessor

    4. Memiliki performance (1) untuk semua operator.

    5. Akses secara low-level pada memori computer melalui pointer.

    6. Parameter selalu dilewatkan ke function secara by value, bukan by

    reference. (Hendra, S.T: 2004)

    Pada penelitian ini, bahasa pemrograman C digunakan untuk

    memprograman Mikrokontroler Arduino.

  • 28

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    3.1 MetodePenelitian

    Metode penulisan dan penyusunan skripsi dilakukan dengan pendekatan

    kualitatif, penelitian kualitatif merupakan suatu studi penelitian yang mengambil

    latar belakang alamiah yang memperlihatkan bermacam-macam fenomena yang

    terjadi dilapangan. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang

    bertujuan untuk memahami sesuatu fenomena dalam konteks sosial secara

    alamiah dengan mengedepankan proses interkasi komunikasi yang mendalam

    antara peneliti dengan fenomena yang diteliti (Moleong, 2005, dalam

    Herdiansyah, 2009:9).

    Tipe penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan untuk

    memahami secara utuh kasus tersebut tanpa harus dimaksudkan untuk

    menghasilkan konsep-konsep atau teori, maupun tanpa ada upaya

    menggeneralisasi (Poerwandari, 2007).

    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai prototype

    monitoring pengukur beban dan biaya arus listrik dengan mikrokontroler arduino

    pada pelanggan pascabayar berbasis web pada tempat tinggal pascabayar.

    Berdasarkan tujuan tersebut maka pendekatan kualitatif dianggap sesuai untuk

    menjawab permasalahan penelitian ini.

    3.2 Subjek Penelitian

    Subjek penelitian ini adalah pemilik tempat tinggal yang menggunakan listrik

    pascabayar.

  • 29

    3.3 Waktu dan Lokasi Penelitian

    Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner disosial media dengan

    target 100 orang yang menggunakan listrik prabayar maupun pascabayar dengan

    seleksi lokasi penelitian dilakukan disekitar JABODETEK saja.

    3.4 Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data berguna pada saat melakukan analisis terkait

    tentang penelitian yang sedang dilakukan. Data yang didapat nantinya akan

    digunakan untuk acuan lebih lanjut. Proses pengumpulan data dapat dilakukan

    dengan teknik-teknik tertentu, tergantung pada karakteristik penelitian.

    3.4.1 Kuisioner

    Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara memberikan

    pertanyaan kepada pengguna listrik rumah tangga sebanyak 100

    orang,kuisioner yang dilakukan mengenai kebutuhan pemilik tempat tinggal

    yang nantinya akan dituangkan dalam sistem ini. Secara detail, hasil

    kuisioner dapat dilihat di lampiran.

    3.4.2 Studi Pustaka

    Pada tahapan pengumpulan data dengan cara studi pustaka, penulis

    mencari referensi-referensi yang relevan dengan objek yang akan diteliti.

    Pencarian referensi dilakukan di perpustakaan, took buku, maupun secara

    online melalui internet. Setelah mendapatkan referensi-referensi yang relevan

    tersebut, penulis lalu mencari berbagai informasi yang dibutuhkan dalam

    penelitian ini. Adapun informasi yang dapat digunakan dalam penyusunan

    landasan teori, metodologi penelitian serta pengembangan aplikasi secara

  • 30

    langsung. Referensi yang dijadiakan acuan dapat dilihat di DaftarPustaka

    yang terdiri 19 sumber, yaitu 16 e-book, 2 buku, dan informasi dari website.

    3.4.3 Studi Literatur

    Selain studi pustaka, dalam penelitian ini menggunakan referensi lain

    berupa bahan tuisan dari skripsi, jurnal atau penelitian yang memiliki

    keterkaitan dengan topic yang dibahas dalam penelitian ini. Berikut beberapa

    literatur sejenis yang menjadi referensi pada penelitian ini:

    Penelitian mengenai sistem prototype monitoring alat pengukur beban

    arus dan daya listrik banyak dilakukan sebelumnya. Namun dengan alat dan

    cara penginformasian yang berbeda. Seperti terlihat pada 2 penelitian berikut

    ini :

    Tabel 3.1: Studi sejenis

    No Nama Judul Tahun Kekurangan Kelebihan

    1 Akbar Satria

    Permadi dan

    Muhammad

    Luthfi Priadi

    Analysis And

    Design

    Application

    Home Remote

    Automation

    Sistem Based

    On Arduino In

    Smartphone

    Device

    2012 aplikasi antar muka

    untuk pengguna

    berjalan di ponsel,

    sistem ini tidak bias

    diakses daru desktop

    maupun web

    browser.

    sistem ini dapat

    digunakan untuk

    mengatur penggunaan

    listrik seperti seperti

    meredupkan lampu.

    2 Muhammad

    Izwan

    Home

    Electrical

    Energy

    Monitoring

    Sistem

    2013 aplikasi berjalan

    pada perangkat

    lunak Visual Basic

    di dekstop, sistem

    ini hanya bias

    diakses pada

    desktop yang telah

    Sistem dapat

    memberikan

    peringatan kepada

    pengguna jika mereka

    mencapai batas listrik

    yang dapat

    dibandingkan dengan

  • 31

    di install aplikasi

    tersebut.

    penggunaan terakhir

    listrik.

    3.4.4 Observasi atau Studi Lapangan

    Pada observasi ini penulis mengamati alur perpindahan informasi secara

    langsung yang dilakukan pihak pemilik tempat tinggal mengenai pemakaian

    listrik pasca bayar.Hal ini sangat dibutuhkan agar penulis dapat melakukan

    analisis untuk membuat suatu solusi terhadap cara pemilik tempat tinggal

    agar dapat mengetahui pemakaian listrik serta menetukan rancangan

    pengembangan sistem yang akan dibangun sesuai dengan harapan pihak

    pemilik tempat tinggal.

    Selain menganalisis kebutuhan, penulis juga mengumpulkan data-data

    yang diperlukan untuk membangun aplikasi, data yang dimaksud adalah

    quisioner sebanyak 100 orang pemakai listrik prabayar dan pascabayar.

    3.5 Metode Pengembangan Sistem

    Berikut akan dibahas dengan lebih jelas alasan peneliti menggunakan strategi

    pengembangan sistem RAD dalam pengembangan sistem “Prototype monitoring

    Pengukur Beban dan Biaya Arus Listrik Dengan Mikrokontroler Arduino

    Pada Pelanggan Pascabayar Berbasis Web” dan tahapan dari alur RAD

    tersebut.

    3.6 Rapid Application Development (RAD)

  • 32

    Pada pengembangan aplikasi Sistem Informasi Beban arus Listrik pada

    pelanggan pascabayar dalam alur proses RAD digunakan 4 tahapan yaitu :

    1. Fase Perencanaan Syarat-syarat

    2. Fase Perancangan

    3. Fase Konstruksi

    4. Fase pengujian

    3.6.1 Definisi lingkup (Scope Definition)

    Fase pertama pengembangan sistem ini adalah mendefinisikan lingkup

    sistem, yang artinya batas-batas pengembangan sistem. Berikut adalah batas-

    batas pengembangan sistem:

    1. Pengembangan aplikasi ini hanya sebuah prototype yaitu kerangka

    dasar yang kedepannya dapat dikembangkan lebih lanjut lagi

    sehingga aplikasi ini dapat diimplementasikan dengan baik.

    2. Pengguna dalam aplikasi ini adalah pemilik tempat tinggal.

    3.6.2 Analisa Sistem (Analysis)

    Terdapat tiga fase dalam tahapan analisis sistem pada alur

    pengembangan sistem RAD, yaitu:

    a. Analisis Masalah, yaitu mempelajari sistem yang ada atau sistem

    berjalan dengan pemahaman mendalam akan masalah-masalah

    pengembangan sistem. Adapun analisis masalah yang dibuat

    adalah:

    1. Rich picture

  • 33

    2. Matriks masalah serta kesempatan, Tujuan dan Batasan

    (Problems, Opportunities, Objectives and Constrains Matrix)

    secara rinci dapat dilihat pada bab 4 halaman 46, tabel 4.1 dan

    4.2

    b. Analisis persyaratan, yaitu mendefinisikan dan memperioritaskan

    persyaratan-persyaratan bisnis. Terdapat dua persyaratan, yaitu:

    1. Functional Requirement secara rinci dapat dilihat pada bab 4

    2. Nonfunctional requirement secara rinci dapat dilihat pada bab 4

    halaman 49

    c. Analisis Keputusan, dilakukan setelah mengetahui permasalahan

    dan persyaratan sistem yang diinginkan fase ini akan menghasilkan

    arsitektur aplikasi untuk solusi yang disetujui, secara rinci dapat

    dilihat pada bab 4 halaman 50.

    3.6.3 Perancangan sistem (Design)

    Pada perancangan sistem, metode yang digunakan adalah desain

    berorientasi Objek atau Object Oriented Design (OOD) dengan

    menggunakan UML (Unified modeling Language) sebagaitools untuk

    perancangan dan pengembangan aplikasinya.

    Namun tidak semua diagram yang disediakan oleh UML akan

    digunakan dalam rancangan sistem ini. Hanya 4 diagram UML saja yang

    digunakan adapun diagram tersebut adalah:

  • 34

    a. Use Case Diagram: merupakan diagram yang menjelaskan

    aktifitas apa saja yang dilakukan oleh sistem yang akan dibangun

    dan siapa yang berinteraksi dengan sisem tersebut. Adapun use

    case yang dirancang adalah sebanyak 3, yaitu:

    1. Use Case melihat pemakain listrik kamar kos, secara rinci

    dapat dilihat pada tabel 4.5 halaman 56.

    2. Use Case merubah harga listrik yang ditetapkan oleh PLN,

    secara rinci dapat dilihat pada tabel 4.6 halaman 57.

    b. Activity Diagram: merupakan diagram yang menggambarkan

    berbagai alur aktifitas dalam sistem yang sedang dirancang,

    bagaimana masing-masing alur berawal. Adapun activity diagram

    yang dirancang adalah 5, yaitu:

    1. Activity Diagram melihat data pemakaian beban daya

    listrik, secara rinci dapat dilihat pada gambar 4.4 halaman

    60.

    2. Activity Diagram dari use case merubah harga listrik,

    secara rinci dapat dilihat pada gambar 4.6 halaman 62.

    c. Sequence Diagram: merupakan diagram yang menjelaskan secara

    detail urutan proses yang dlakukan oleh sistem untuk mencapai

    tujuan dari use case, interaksi yang terjadi antar class, operasi apa

    saja yang terlibat serta urutan antar operasi dan informasi yang

  • 35

    diperlukan oleh masing-masing operasi. Adapun sequence diagram

    yang dirancang adalah 3, yaitu:

    1. Sequence diagram untuk melihat pemakaian beban daya

    listrik, secara rinci dapat dilihat pada gambar 4.8 halaman

    64.

    2. Sequence diagram untuk merubah harga listrik yang

    ditetapkan PLNsecara rinci dapat dilihat pada gambar 4.9

    halaman 65.

    d. Class Diagram: merupakan diagram yang selalu ada pada

    pemodelan sistem yang berorientasi objek. Class diagram

    menunjukan hubungan antar class dalam sistem yang sedang

    dibangun dan bagaimana mereka saling berkolaborasi untuk

    mencapai suatu tujuan. Class diagram untuk sistem informasi

    yang diusulkan secara rinci dapat dilihat pada gambar 4.10

    halaman 66.

    Selain studi pustaka, dalam penelitian ini menggunakan referensi lain

    berupa bahan tuisan dari skripsi, jurnal atau penelitian yang memiliki

    keterkaitan dengan topic yang dibahas dalam penelitian ini. Berikut beberapa

    literatur

    3.6.4 Implementasi Sistem (Construction & Testing)

    Tahap perancangan diikuti oleh tahap implementasi. Pada tahap ini

    dilakukan beberapa proses. Berikut adalah penjabarannya:

  • 36

    3.6.4.1 Pemrograman

    Menerjemahkan perancangan ke kode program adalah proses yang

    relatif sederhana dan bersifat mekanis sebab perancangan yang baik

    sudah dapat menggambarkan dengan baik apa yang harus dilakukan

    dengan bahasa pemrograman.

    Pada tahap pemrograman aplikasi ini akan digunakan bahasa

    pemrograman PHP 5 yang digunakan membuat web dan C yang

    digunakan untuk memprogram microcontroller arduino. Sebagai

    software yang menunjang database pada aplikasi ini, akan digunakan

    MySQL karena mendukung infrastruktur jaringan. Sementara

    softwareeditor dan software fungsionalitas yang digunakan dalam

    pemrograman ini adalah Macromedia Dreamweaver serta Arduino IDE.

    3.6.4.2 Pengujian (Testing)

    Pada tahap ini dilakukan pengujian masing-masing modul atau unit

    program guna mengetahui apakah modul-modul tersebut bekerja sesuai

    dengan tugasnya. Setelah itu dilakukan uji coba terhadap integrasi

    keseluruhan unit program untuk mengetahui apakah sistem yang telah

    dibuat sudah memenuhi kriteria yang diinginkan. Pengujian ini

    dilakukan oleh peneliti dan pemilik kos dengan metode pengujian black

    box.

    Pengujian secara black box yang dilakukan dalam sistem ini

    diantaranya adalah fungsi-fungsi yang tidak benar, baik input maupun

  • 37

    output, kesalahan interface serta kesalahan dalam struktur data atau

    akses database.

    3.7 Kerangka Pemikiran (Logical Frame Work) Penelitian

    Berikut kerangka pemikiran yang penulis gunakan:

    TOPIK DAN JUDUL PENELITIAN

    INPUT ANALYSIS___________________

    STUDI PUSTAKA STUDI LITERATUR OBSERVASI

    OUTPUT ANALYSIS______________________________________________________________________

    KESIMPULAN DAN SARAN

    OUTCAME ANALYSIS______________________________

    REKOMENDASI______________________________

    Disusun berdasarkan kesimpulan dan saran untuk disampaikan kepada pihak yang

    berkepentinganFENOMENA

    RUMUSAN MASALAH

    LATAR BELAKANG MASALAH

    PROCESS ANALYSIS______________________________________________________________________

    RAPID APLICATION DEVELOPMENT--------------------------------------------------------------------------------

    PlanRequirement Cut overdesign

    model

    prototype

    build

    PENGAMBILAN SAMPLE UJI

    ________________Pengambilan sample

    untuk menguji keakuratan aplikasi

    ANALISIS KEAKURATAN APLIKASI

    Gambar 3.1: Kerangka berpikir

  • 38

    BAB IV

    IMPLEMENTASI DAN HASIL

    Bab ini akan membahas secara detail dan terperinci mengenai aplikasi sistem

    yang akan diimplementasikan dengan menerapkan metode penelitian yang telah

    diuraikan pada bab sebelumnya.

    Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa metode pengembangan sistem

    yang digunakan dalam pengembangan aplikasi ini adalah metode pemodelan

    berorientasi objek dengan alur pendekatan Rapid Application Development

    (RAD). Dalam bab empat ini diuraikan tentang tahap pengembangan sistem RAD

    diantaranya adalah scope definition, analisis sistem terdiri dari analisis masalah,

    analisis persyaratan dan analisis keputusan serta tahap desain atau perancangan

    dan implementasi (Construction & Testing).

    Sebelum membahas tahapan pengembangan sistem akan dijelaskan terlebih

    dahulu profil umum tempat tinggal yang merupakan tempat dimana peneliti

    melakukan penelitiannya.

    4.1 Mendefinisikan Lingkup (Scope Definition)

    Perangkat lunak atau suatu aplikasi merupakan bagian dari suatu sistem yang

    lebih besar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan

    kebutuhan untuk semua elemen sistem yang kemudian dilanjutkan dengan

    menentukan kebutuhan perangkat lunak. Penentuan kebutuhan sistem ini sangat

    diperlukan sebab nantinya perangkat lunak harus berinteraksi dengan elemen-

  • 39

    elemen sistem yang lain seperti perangkat keras, manusia dan basis data. Hal ini

    akan dijelaskan dalam pendefinisian lingkup dan batasan sistem yang

    dikembangkan. Penelitian pengembangan sistem yang dilakukan difokuskan pada

    batasan masalah dan ruang lingkup kegiatan pada tempat tinggal (rumah) dengan

    pengembangan Sistem Informasi sensor beban daya arus listrik pada tempat

    tinggal.

    Pengembangan sistem ini memonitoring pemakaian beban daya arus listrik.

    Mikrokotroler yang secara otomatis mengirim data setiap detik ke server secara

    realtime dan mengolah data tersebut menjadi suatu laporan pemakaian beban daya

    arus listrik. Sistem infromasi sensor beban daya arus listrik ini hanya dibatasi

    dalam ruang lingkup bagaimana suatu Mikrokontroler Arduino mendapatkan data

    dari sensor arus AC/DC, mengirimkan data yang di dapat ke server menggunakan

    LAN Ethernet shield serta bagaimana suatu server dapat menerima data dari

    mikrokontroler lalu menampilkan data tersebut secara realtime lalu mengubahnya

    menjadi sebuah laporan. Oleh karena itu peneliti membatasi hanya data beban

    daya arus listrik saja yang akan diterima server. Penerapan aplikasi yang berada

    dalam lingkup tempat tinggal dilakukan guna memudahkan Pemilik untuk

    memonitoring pemakaian beban daya arus listrik.

    4.2 Analisis Sistem (Analysis)

    Analisis sistem mempelajari suatu masalah dan mempunyai tujuan utama

    untuk melakukan tindakan. Terdapat tiga tahapan analisis sistem dalam

    metodologi RAD yang akan digunakan. Diantaranya adalah Analisis Masalah

  • 40

    (Problem Analysis). Analisis Persyaratan (Requirement Analysis) dan Analisis

    Keputusan (Decision Analysis).

    4.2.1 Analisis Masalah (Problem Analysis)

    Sistem Informasi pemakaian beban daya arus listrik saat ini hanya dapat

    diketahui melalui pembayaran listrik melalui tempat pembayaran listrik

    (PLN), tidak dapat mengontrol harga pemakaian secara berkala pada tempat

    tinggal/rumah. Setelah masalah dijelaskan secara rinci di atas, maka pada

    bagian ini dibahas mengenai analisis terhadap problems (masalah-masalah)

    yang dihadapi dan opportunities (peluang-peluang) yang bisa diambil dari

    keadaan sistem saat ini. Analisis terhadap problem dan opportunities akan

    diperlihatkan dengan menggunakan 2 (dua) metode yaitu Rich Picture dan

    Matriks Masalah, Kesempatan, Tujuan dan Batasan.

    a. Rich Picture

    Analisis masalah dari sistem yang berjalan dan sistem yang di

    usulkan divisualisasikan dalam pemodelan rich picture.

    b. Problems, Opportunities, Objectivesand Constraints Matrix

    Hasil analisis permasalahan dan peluang disebutkan secara lengkap

    pada Matriks Masalah, Kesempatan, Tujuan dan Batasan (Problems,

    Opportunities, Objectives, and Constraints Matrix). Matriks ini

    dijabarkan dalam dua tabel yaitu Analisis Sebab dan Akibat (Cause and

    Effect Analysis) serta tabel Tujuan-Tujuan Perbaikan Sistem (Sistem

    Improvement Objectives). Cause and Effect Analysis merupakan sebuah

  • 41

    teknik tempat masalah-masalah dipelajari untuk menentukan penyebab-

    penyebab dan akibat-akibatnya sampai penyebab dan akibat tersebut

    tidak kembali menghasilkan gejala-gejala masalah yang lainnya.

    Sistem Improvement Objectives memiliki tujuan yaitu untuk menentukan kriteria

    di mana semua perbaikan pada sistem akan diukur dan untuk mengidentifikasi

    semua batasan yang membatasi fleksibilitas semua perbaikan tersebut. Berikut

    adalah tabel Cause and Effect Analysis dan Sistem Improvement Objectives pada

    sistem berjalan.

    Tabel 4.1 Cause and Effect Analysis (Analisis Sebab Akibat)

    problem

    (Masalah)

    Cause-Effect

    (Sebab-Akibat)

    Penggunaan sistem manual yang tidak

    fleksible lagi

    Cause: Pengecekan pemakaian listrik

    dilakukan di PLN

    Effect: Tidak dapat mengetahun

    pemakaian listrik pada tempat tinggal

    Opportunities

    (Kesempatam)

    Cause-Effect

    (Sebab-Akibat)

    Sistem monitoring arus listrik berbasis

    WEB

    Cause: Sistem informasi arus listrik

    berjalan secara jaringan local

    Effect:Mempermudah memonitoring

    pemakaian arus listrik pada tempat

    tinggal

  • 42

    Tabel 4.2 System Improvement Objectives (Tujuan-tujuan Perbaikan Sistem)

    Sistem Objective (Tujuan Sistem) System Constraint (Batasan Sistem)

    1. Mempermudah proses

    monitoring pemakaian arus

    listrik

    2. Mencegah kehilangan data

    1.1 Besarnya biaya awal

    pengimplementasian sistem

    secara jaringan local dan

    biaya operasionalny.

    1.2 Jumlah data yang banyak

    4.2.2 Analisis Persyaratan (Requirement Analysis)

    Fase ini merupakan fase yang sangat penting dalam pengembangan

    sebuah sistem informasi.Fase ini bertujuan untuk menentukan apa yang dapat

    dilakukan oleh sistem dan harus memenuhi System Objectives dari sistem

    tersebut. Hal ini dilakukan agar terciptanya sebuah sistem informasi yang

    dapat membantu kinerja pemantauan pemakaian beban daya arus listrik

    menjadi lebih efisien dan efektif.

    Requirements yang ada akan dibagi menjadi 2 (dua) bagian. Bagian

    pertama adalah Functional Requirement yaitu aktivitas dan service yang

    harus disediakan oleh sistem yang akan dikembangkan. Bagian kedua adalah

    Nonfunctional Requirement yaitu fitur-fitur lain yang diperlukan oleh sistem

    agar sistem dapat lebih memuaskan. Berikut adalah requirements dari

    pengukuran beban daya arus listrik.

  • 43

    4.2.2.1 Functional Requirements

    Sistem yang dikembangkan harus mempunyai functiona

    lrequirements sebagai berikut:

    1. Dapat melihat data pemakaian beban daya arus listrik.

    2. Merubah harga listrik yang ditetapkan PLN.

    4.2.2.1 Nonfunctional Requirements

    Nonfunctional Requirements dari sistem yang dikembangkanakan

    dijelaskan lebih rinci pada Tabel 4.3.

    Tabel 4.3 Nonfunctional requirement

    Jenis kebutuhan Penjelasan

    1. Model tampilan

    2. Model penyimapanan data

    3. Model pelayanan sistem

    a. Tampilan lebih user friendly

    sehingga lebih mudah dimengerti

    dan digunakan user

    b. Mencegah hilangnya data

    c. Menghasilkan informasi yang

    akurat

    d. Memberi kemudahan dalam

    memonitoring arus listrik

    Menerjemahkan perancangan ke kode program adalah proses yang

    relatif sederhana dan bersifat mekanis sebab perancangan yang baik

    sudah dapat menggambarkan dengan baik apa yang harus dilakukan

    dengan bahasa pemrograman.

  • 44

    4.3 Analisis Keputusan (Decision Analysis)

    Dari tahapan analisis sebelumnya telah diketahui permasalahan dari sistem

    berjalan serta persyaratan dan kebutuhan sistem yang diinginkan, maka fase

    selanjutnya adalah analisis keputusan yaitu menentukan komponen-komponen

    dari sistem usulan yang akan dirancang, dibangun dan diimplementasikan. Berikut

    merupakan komponen-komponen yang dibutuhkan:

    Data pemakaian beban daya arus listrik. Data yang akan digunakan untuk

    mendapatkan batas pemakaian dalam 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, dan 4

    minggu dari pemakaian beban daya arus listrik pada tempat tinggal.Setelah

    mengetahui komponen-komponen sistem yang diusulkan, selanjutnya adalah

    menentukan jenis perangkat sistem yaitu berupa tools atau alat untuk merancang

    dan mengimplementasikan sistemsehingga menghasilkan arsitektur sistem yang

    diinginkan. Dalam menentukan arsitektur sistem usulan yang terpenting adalah

    pemahaman terhadap jenis tools yang akan digunakan karena harus sesuai dengan

    kebutuhan pengguna dan fungsi-fungsi sistem yang terdapat di dalamnya.

    sistem informasi yang akan dikembangkan adalah sistem informasi berbasis

    web. Sistem usulan dirancang dengan menggunakan UML (Unified Modeling

    Language) dan bahasa pemograman PHP. Sehingga konsep tentang UML dan

    PHP harus benar-benar dikuasai. Selain itu, pada perancangan sistem database

    akan menggunakan diagram Database Relational dan mengimplementasikannya

    pada MySQL.

    4.4 Perancangan Sistem (Sistem Design)

  • 45

    Desain atau perancangan sistem didefinisikan sebagai tugas yang fokus pada

    spesifikasi solusi detail berbasis komputer. Jika analisis sistem menekankan pada

    masalah bisnis, maka sebaliknya desain sistem fokus pada segi teknis atau

    implementasi sebuah sistem.

    Perancangan berorientasi objek merupakan contoh salah satu pendekatan

    model driven, yaitu menekankan penggambaran model sistem untuk

    mendokumentasikan aspek teknis dan implementasi dari sebuah sistem. Saat ini

    pendekatan model driven hampir selalu ditingkatkan oleh penggunaan peralatan

    otomatis, yang disebut juga CASE tools. Peralatan CASE ini menawarkan

    konsistensi dan kelengkapan seperti pengecekan error berbasis aturan (rule based

    error checking).

    4.4.1 Identifikasi Use case dan Aktor

    Identifikasi aktor dan use case ini didasarkan pada kebutuhan fungsi-

    fungsi sistem. Kebutuhan akan fungsi ini diakomodir di use case. Selanjutnya

    use case menyediakan nilai hasil kepada aktor. Atas dasar spesifikasi ini

    paling tidak didapat cara menentukan aktor.

    Berdasarkan penjelasan bab sebelumnya use case mencakup aliran-

    aliran kerja (workflow) dalam sistem (bersifat internal) sedangkan aktor-aktor

    mencakup segala sesuatu yang ada di luar sistem (bersifat eksternal).

    Pemodelan sistem dilakukan untuk mendeskripsikan use case apa saja dan

    aktor yang akan terlibat dalam analisis sistem usulan. Secara lebih rinci hal

    ini dapat dilihat dalam Tabel 4.4.

    Tabel 4.4 Requirement Aktor dan Use Case

  • 46

    Requirement Aktor Use Case

    1. Mikrokontroler

    menginput data ke

    server

    2. Pemilik tempat

    tinggalmengatur

    data harga listrik

    sesuai ketentuan

    harga dari PLN

    dan monitoring

    penggunaan listrik

    Mikrokontroler

    Pemilik tempat

    tinggal

    Menambah data

    pemakaian arus listrik

    Mengubah harga listrik

    dan memonitor

    penggunaan listrik

    4.4.2 Use case Diagram

    Use Case Diagram menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh sistem

    yang akan dibangun dan siapa yang berinteraksi dengan sistem. Use Case

    Diagramdapat dibuat sesuai dengan Tabel 4.1Requirement Aktor dan Use

    Case. Berikut ini merupakan use case diagram dari sistem usulan

    SistemInformasisensor beban daya arus listrik.

  • 47

    System

    monitoring bebanarus dan biaya listrik

    Pemlik tempat tinggal

    Gambar 4.1. Use Case memonitoring penggunaan arus listrik

    Pemilik tempat tinggal

    * *

    Merubah harga listriksesuai ketentuan dari

    PLN

    System

    Gambar 4.2 Use Case Edit menu harga listrik

  • 48

    Mikrokontroler

    -End5

    *

    -End6

    *

    menambahkanpenggunaan arus listrik

    System

    Gambar 4.3 Use Case menambahkan penggunaan arus listrik

    4.4.3 Deskripsi Use caseberikut.

    Tingkat Perancangan

    Setiap use case pada Gambar 4.3 harus dideskripsikan dalam dokumen

    yang disebut dokumen flow of event. Dokumentasi ini mendefinisikan apa

    yang harus dilakukan oleh sistem ketika aktor mengaktifkan use case.

    Struktur dari dokumen use case inberikut.

    i bisa bermacam-macam tetapi umumnya deskripsi ini paling tidak

    harus mengandung:

    1. Brief Description (deskripsi singkat)

    2. Aktor yang terlibat

    3. Precondition yang penting bagi use case untuk memulai

    4. Deskripsi rinci dari aliran kejadian yang mencakup:

  • 49

    a. Main flow dari kejadian yang bisa dirinci lagi menjadi sub

    flow dari kejadian (sub flow bisa dibagi lagi lebih jauh menjadi

    sub flow yang lebih kecil agar dokumen lebih mudah dibaca

    dan dimengerti).

    b. Alternative flow untuk mendefinisikan situasi perkecualian.

    5. Postcondition yang menjelaskan state dari sistem setelah use case

    berakhir

    Selain beberapa hal yang disebutkan sebelumnya, dapat juga memakai

    beberapa deskripsi tambahan lainnya untuk melengkapi pendeskripsian yang

    dibuat. Setelah menjelaskan use case pada bahasan sebelumnya, maka berikut

    ini dijelaskan spesifikasi use case yang telah ditentukan.

    Tabel 4.5 Spesifikasi Naratif untuk Use case monitoring beban daya arus listrik

    Nama Use case: Monitoring penggunaan arus listrik pada

    tempat tinggal

    Actor Pemilik tempat tinggal

    Deskripsi Use Case ini mendeskripsikan event dari

    pemilik tempat tinggal yang

    memonitoring penggunaan arus listrik

    Prakondisi Masuk ke dalam web Sistem Informasi

    Monitoring Arus Listrik

    Basic Flow Kegiatan Pelaku Respons Sistem

  • 50

    Langkah 1:

    pemilik tempat

    tinggal membuka

    halaman

    monitoring pada

    aplikasi web

    Langkah 2: sistem

    menampilkan data

    penggunaan arus

    listrik pada tempat

    tinggal

    Bidang Alternatif Alt-Langkah 1: jika system down

    pemilik tempat tinggal tidak dapat

    membuka halaman sistem aplikasi web

    Postkondisi -

    Aturan Bisnis Pemilik tempat tinggal harus memiliki

    alamat aplikasi web

    Tabel 4.6 Spesifikasi Naratif untuk Use case merubah data harga sesuai harga

    dari PLN

    Nama Use Case: Mengedit data harga listrik yang

    sudah di tentukan dari PLN

    Actor (s) Pemilik tempat tinggal

    Deskripsi: Use Case ini mendeskripsikan event

    pemilik kos merubah data harga listrik

    yang ditentukan PLN

  • 51

    Prakondisi: Mengakses menu harga listrik PLN

    Basic Flow kegiatan Pelaku Respons Sistem

    Langkah 1:

    pengguna harus

    masuk ke menu

    harga halaman

    sistem aplikasi web

    Langkah 2:

    pemilik tempat

    tinggal mengubah

    data harga yang

    sudah ditentukan

    pihak PLN

    Langkah 3: sistem

    Aplikasi web

    menampilkan menu

    harga

    Langkah 4: Sistem

    merubah data harga

    PLN yang

    tersimpan dalam

    database

    Bidang Alternatif Alt-Langkah 1: jika sistem aplikasi

    down pemilik tempat tinggal tidak dapat

    mengakses halaman web

    Postkondisi -

    Aturan Bisnis Pemilik tempat tinggal harus memiliki

    alamat aplikasi web

  • 52

    Tabel 4.7 spesifikasi Naratif untuk Use case menambah data penggunaan arus

    listrik

    Nama Use Case: Menambah data penggunaan arus listrik

    Actor (S) Mikrokontroler

    Deskripsi: Use Case ini mendeskripsikan event dari

    mikrokontroler menambah data

    penggunaan listrik

    Prakondisi: Kegiatan Pelaku Respons Sistem

    Langkah 1:

    mikrokontroler

    akan membaca data

    penggunaan arus

    listrik dari sensor

    arus

    Langkah 2:

    Selanjutnya data

    yang didapat

    dikirim melalui

    Ethernet shield ke

    server sistem

    informasi

    monitoring arus

    Langah 3: Sistem

    akan memasukan

    data ke database

    server

    Langkah 4: Sistem

    akan menampilkan

    data di halaman

    web utama

  • 53

    listrik

    Bidang Alternatif Alt-Langkah 1: jika dalam

    mengirimkan data keserver koneksi

    LAN terputus maka data tidak akan

    masuk kedalam database server

    Postkondisi -

    Aturan Bisnis -

    4.4.4 Activity Diagram

    Activity diagram memodelkan alur kerja (work flow) sebuah urutan

    aktivitas pada suatu proses. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart

    karena kita dapat memodelkan proses logika, proses bisnis dan alur kerja.

    Perbedaan utamanya adalah flowchart dibuat untuk menggambarkan alur

    kerja dari sebuah sistem sedangkan activity diagram dibuat untuk

    menggambarkan aktivitas aktor.

    Berikut adalah gambar 4.4 sampai dengan gambar 4.6 yang

    menjelaskan activity diagram untuk masing-masing use case.

  • 54

    Akses aplikasi WEB

    akses menu monitor

    Pemilik tempat tinggal

    Menampilkan penggunaanListrik pada tempat tinggal

    System

    Gambar 4.4 Activity Diagram dari Use case memonitoring penggunaan arus

    listrik

    Pemilik tempat tinggal mengakases menu monitoring di halaman web

    yang sudah ditentukan dan sistem akan menampilkan data penggunaan listrik

    pada tempat tinggal.

    Membaca arus listrik

    Menerima data pemakaian arus listrik

    Mengirim data pemakaian arus listrik Data diterima server

    Data disimpan ke database Data ditampilkan pada aplikasi web

    Mikrokontroler SystemPemilik tempat

    tinggal

    Gambar 4.5 Activity Diagram dari Use case menambah data penggunaan arus

    listrik

  • 55

    Mikrokontroler akan menambah data beban daya arus listrik yang di

    dapat dari sensor arus AC/DC dan mengirim data tersebut ke server Sistem

    Informasi monitoring penggunaan arus listrik dengan menggunakan Ethernet

    shield. Kemudian webserver akan membaca data dari Ethernet Shield dan

    menyimpannya di dalam database.

    Akses aplikasi WEB

    Klik menu ubah harga PLN

    Klik tombol edit

    edit harga

    Pemilik tempat tinggal

    klik tombol simpen

    Menampilkan data harga PLN

    menampilkan form edit

    Data di simpan ke database

    *

    *

    System

    Gambar 4.6 Activity Diagram dari Use Case mengubah data harga sesuai yang

    ditentukan PLN pada menu harga

  • 56

    Pemilik kos akan mengatur data harga dengan cara mengakses alamat

    WEB terlebih dahulu. Kemudian klik menu ubah harga listrik pln dan

    masukkan data harga yang akan diinput. Data yang telah dimasukkan

    tersebutakan disimpan di dalam database.

    4.4.5 Sequence Diagram

    Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan

    sekitar objek (termasuk pengguna, display dan sebagainya) berupa message

    yang digambarkan terhadap waktu. Gambar 4.7 sampai dengan 4.8

    merupakan sequence diagram yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya:

    1. Menambahkan penggunaan daya listrik

    Gambar 4.7 sequence diagram menambahkan penggunaan daya listrik

    Pada sequence diagram untuk menambahkan data b