7
PROSEDUR PEMERIKSAAN NEUROLOGI TUJUAN PRAKTIKUM 1. TUJUAN UMUM Setelah mengikuti praktikum berikut diharapkan mahasiswa dapat melakukan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan neurologis 2. TUJUAN KHUSUS Setelah melakukan praktikum berikut mahasiswa mampu : 1. Melakukan pemeriksaan refek siologis 2. Melakukan pemeriksaan refek patologis N o TINDAKAN 1 Persiapan alat 1. Sarung tangan/handscoen 2. Hammer refek . !ullpen ". #embar dokumentasi 2 Persiapan perawat : 1. Memperkenalkan diri 2. Men$elaskan maksud dan tu$uan pemeriksaan . Memberikan posisi %ang n%aman pada pasien Persiapan lingkungan : 1. &iptakan lingkungan %ang n%aman 2. 'unakan sketsel saat melakukan prosedur " &uci tangan ( #akukan pemeriksaan refek dengan palu refek )refek hummer* Refek Fisiologis S%arat melakukan pemeriksaan siologis: + ,lien harus rileks + Membandingkan kedua sisi + !agaimana caran%a- Mengalihkan perhatian klien pasien dengan dia$ak bicara. REFLEK BISEP leksikan siku klien0 letakkan lengan bawah klien diatas paha dengan posis telapak tangan menghadap kebawah

PROSEDUR PEMERIKSAAN NEUROLOGI

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mdsmfdslf

Citation preview

PROSEDUR PEMERIKSAAN NEUROLOGITUJUAN PRAKTIKUM1. TUJUAN UMUMSetelah mengikuti praktikum berikut diharapkan mahasiswa dapat melakukan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan neurologis2. TUJUAN KHUSUSSetelah melakukan praktikum berikut mahasiswa mampu :1. Melakukan pemeriksaan reflek fisiologis2. Melakukan pemeriksaan reflek patologisNoTINDAKAN

1Persiapan alat1. Sarung tangan/handscoen 2. Hammer reflek3. Bullpen4. Lembar dokumentasi

2Persiapan perawat :1. Memperkenalkan diri2. Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan3. Memberikan posisi yang nyaman pada pasien

3Persiapan lingkungan :1. Ciptakan lingkungan yang nyaman2. Gunakan sketsel saat melakukan prosedur

4Cuci tangan

5Lakukan pemeriksaan reflek dengan palu reflek (reflek hummer)

Reflek FisiologisSyarat melakukan pemeriksaan fisiologis:Klien harus rileksMembandingkan kedua sisiBagaimana caranya? Mengalihkan perhatian klien pasien dengan diajak bicara.

REFLEK BISEP

6Fleksikan siku klien, letakkan lengan bawah klien diatas paha dengan posisi telapak tangan menghadap kebawah

7Letakkan ibu jari tangan kiri, diatas tendon bisep klien

8Perkusi ibu jari dengan reflek hummer

9Amati adanya fleksi ringan yang normal pada siku klien, rasakan kontraksi otot bisep

REFLEK TRISEP

10Fleksikan siku klien, sangga lengan klien dengan tangan nondominan

11Palpasi tendon trisep sekitar 2-5 cm diatas siku

12Ketukkan reflek hummer pada tendon

13Amati adanya ekstensi ringan yang normal pada siku

REFLEK BRAKIORADIALIS

14Letakkan lengan klien dalam posisi istirahat

15Ketukkan reflek hummer secara langsung pada radius 2-5 cm diatas pergelangan tangan atau processus stiloid (tonjolan tulang pada pergelangan tangan sejajar ibu jari)

16Amati adanya fleksi dan supinasi normal pada lengan klien, jari-jari tangan sedikit ekstensi

REFLEK PATELLA

17Minta klien duduk ditepi meja periksa agar kaki klien dapat menjuntai dengan bebas tidak menginjak lantai

18Tentukan lokasi tendon patella yang berada tepat dibawah patella (tempurung lutut)

19Ketukkan reflek hummer langsung pada tendon patela

20Amati adanya ektensi kaki atau tendangan kaki yang normal

REFLEK ACHILLES

21Minta klien duduk ditepi meja periksa agar kaki klien dapat menjuntai dengan bebas tidak menginjak lantai

22Dorsofleksikan sedikit pergelangan kaki klien dengan menopangkan kaki klien pada tangan pemeriksa

23Ketukkan reflek hummer pada tendon Achilles tepat diatas tumit

24Amati dan rasakan fleksi plantar (sentakan kebawah) yang normal pada kaki klien

Reflek PatologisIndikasi:Dilakukan pada klien yang dicurigai lesi UMN

REFLEK HOFFMANN

25Cara : Mengatur posisi tangan klien Goresan pada kuku jari tengah pasien dan melakukan petikan pada kuku jari tengahRespon : (+)ibu jari, telunjuk dan jari lainnya fleksi

REFLEK PLANTAR (BABINSKI)

26Gunakan bagian jarum dari reflek hummer

27Gores tepi lateral telapak kaki klien, mulai dari tumit melengkung sampai pangkal ibu jari

28Babinski (+) jika dorso fleksi ibu jari, diikuti ekstensi jari-jari

REFLEK CHADDOCK

29Menggoreskan ujung palu refleks pada bagian bawah maleolus lateral dari arah lateral ke arah medial sampai di bawah ibu jari kaki.

30Respon (+) jika terjadi gerakan dorsofleksi ibu jari kaki, disertai mekarnya (fanning) jari-jari kaki lainnya

RE30FLEK OPPENHEIM

31Cara : pengurutan krista anterior tibia dari proksimal ke distal (dengan jempol, jari telunjuk dan jari tengah pemeriksa)Respon : (+) jika terjadi dorsofleksi ibu jari kaki disertai pemekaran jari lainya (seperti refleks babinsky)

REFLEK GORDON

32Cara : melakukan pemijatan atau penekanan pada otot betis secara keras klien Respon : (+) jika terjadi dorsofleksi ibu jari kaki disertai pemekaran jari lainya (seperti refleks babinsky)

REFLEK SCHAFFER

33Cara : melakukan pemijatan pada tendon achilles klien Respon : (+) jika terjadi dorsofleksi ibu jari kaki disertai pemekaran jari lainya (seperti refleks babinsky)

REFLEK ROSSOLIMO

34Cara : melakukan pengetukan pada telapak kaki di daerah basis jari-jari klien Respon : (+) jika terjadi dorsofleksi ibu jari kaki disertai pemekaran jari lainya

REFLEK MENDEL-BECHTEREW

35Cara : melakukan perkusi/pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideumRespon : (+) jika terjadi dorsofleksi ibu jari kaki disertai pemekaran jari lainya

EVALUASI

DOKUMENTASI

UMN (upper motor neuron) berasal dari korteks serebri dan menjulur ke bawah, satu bagian (traktus kortikortikobulbaris) sampai batang otak, bagian lainya (traktus kortikospinalis ) menyilang bagian bawah medula oblongata dan terus turun medulla spinalis.

LMN (Low motor neuron) Mencakup sel-sel motorik nuklei nervus kranialis dan aksonnya serta sel-sel kornu anterior medula spinalis dan aksonnya.

Lesi pada UMN dan LMN menyebakan perubahan-perubahan khas pada respons otot.

Pemeriksaan reflek memberi informasi mengenai fungsi lengkung refleks dan segmen medula spinalis.Refleks ini akan mengalami perubahan jika UMN dan LMN terserang penyakit.

Paralisis neuron motorik disebakan oleh terputusnya jaras motorik desendens pada satu sisi segmen medula spinalis. Segera terjadi lesi, refleks tendon dalam akan tertekan untuk sementara waktu. Disebut arefleksia Selain itu, otot yg lumpuh akan lemas (flaksid). Beberapa minggu atau bulan setelah lesi, refleks tendon dalam menjadi hiperaktif. Refleks superfisial hilang dan refleks babinski positif.

Paralisis LMN disebakan oleh destruksi saraf motorik perifer dan sel-sel kornu anterior. Bila terjadi paralisis LMN, otot-otot menjadi flaksid, hipotonus, dan refleks tendo dalam hilang.