Click here to load reader

Proposal PKMK Abon

  • View
    547

  • Download
    108

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bussines plan keju

Text of Proposal PKMK Abon

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    PROPOSAL PKM KEWIRAUSAHAAN

    A. JUDUL PROGRAM Pemberdayaan Ikan Lele (Clarias batrachus) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Abon Gurih

    B. LATAR BELAKANG

    Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak di konsumsi masyarakat dengan harga yang relatif murah. Banyak tentunya ikan yang dikonsumsi masyarakat salah satunya ikan lele. Sebagian masyarakat tentunya tidak asing lagi dengan ikan lele, ikan yang mudah dijumpai ini memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali dengan bentuk tubuh yang panjang serta licin serta memiliki kumis yang panjang di bagian mulutnya. Banyak juga masyarakat yang membudidayakan ikan lele untuk dijual kembali ataupun untuk dikonsumsi sendiri. Pengolahan ikan menjadi berbagai macam cara dan rasa akan menyebabkan konsumsi masyarakat akan meningkat. Pada umumnya pengolahan ikan lele hanya sebatas digoreng ataupun dibakar saja tanpa pengolahan lebih lanjut, tetapi hal itu menyebabkan masyarakat menjadi jenuh untuk mengkonsumsi ikan lele. Padahal di dalam ikan lele terkandung jumlah protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya,sebesar 17.7 % selain itu terdapat juga lemak 4.8 %, mineral 1.2 %, air 76 %, KH 0.3 % (Vaas, 1956). Pengolahan yang lebih lanjut tersebut akan meminimalkan rasa jenuh masyarakat dalam mengkonsumsi ikan lele. Pada dasarnya semua ikan pada umumnya merupakan sumber dari asam lemak omega 3, yaitu asam lemak dengan ikatan rangkap pada posisi karbon

    nomor 3 dari gugus metil atau disebut karbon posisi omega. Asam lemak ini merupakan precursor dari thrombaxiane A3 dan prostaglandin I3, merupakan zat yang sangat efektif untuk mengganti agregasi keping-keping darah.

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    Pencegahan agregasi keping-keping darah dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Dari penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan, para peneliti menemukan pula manfaat lain dari asam lemak omega 3, yaitu menurunkan tekanan darah, membantu merawat kesehatan kulit terutama dari ekzema dan dermatitis, serta berperan dalam pembentukan cerebral cortese otak. Ini sangat berguna sekali bagi orang yang sering beraktivitas olah raga berat, atau aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi serta reflek yang tinggi.

    Kekurangan asam lemak omega 3 pada hewan percobaan menunjukkan rendahnya penglihatan atau kecerdasan. Meski belum bisa menentukan jumlah omega 3 yang diperlukan untuk mengatur jantung supaya sehat secara efektif, para ahli menganjurkan 20-25% asam lemak esensial yang dikonsumsi berupa asam lemak omega 3. Dalam pemenuhannya, para ahli mengingatkan untuk tidak mengkonsumsi suplemen minyak ikan secara rutin. Bahayanya antara

    lain, overdosis vitamin A dan vitamin D yang dapat menyebabkan keracunan dan juga pendarahan. Salah satu ikan yang selalu berhibernasi dan diketahui memiliki kadar lemak yang tinggi adalah ikan lele. Itulah sebabnya mengapa lele apalagi yang besar memiliki rasa yang gurih. Disamping itu, kualitas proteinnya pun tergolong

    sempurna (protein lengkap), mengandung semua asam amino esensial yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh. Masalah yang terjadi sekarang adalah proses masak yang dilakukan masayarakat pada umunya

    sekarang adalah dengan menggoreng lele, yang dapat menyebabkan asam amino esensial yang terdapat dalam lele larut bersama minyak, maka dibutuhkan pengolahan lain untuk memasak ikan lele.

    Pengolahan ikan lele dapat dilakukan menjadi abon gurih ikan lele agar meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan lele, dengan demikian kandungan yang terdapat di dalam ikan lele dapat dimanfaatkan. Pembuatan abaon gurih ikan lele inipun tergolong mudah sehingga tidak

    memakan waktu yang lama dalam pembuatannya. Abon gurih ikan lele juga akan mudah dipasarkan ke masyarakat luar karena dapat awet beberapa hari,

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    selain itu juga efisien dan praktis tanpa perlu diolah lagi. Abon gurih ikan lele ini juga dapat dijadikan alternatif makanan pilihan dengan protein yang tinggi dibandingkan mengkonsumsi daging ayam ataupun sapi, selain itu juga harga abon gurih ikan lele lebih murah dibandingkan dengan abon ayam maupun sapi.

    C. PERUMUSAN MASALAH Dari paparan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diambil sebuah

    perumusan, yaitu apakah ikan lele (Clarias batrachus) dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan abon gurih dan mampu dipasarkan ke masyarakat luas?

    D. TUJUAN Tujuan dari program kreativitas mahasiswa ini adalah untuk memberdayakan ikan lele (Clarias batrachus) sebagai bahan baku pembuatan abon gurih dan dapat dipasarkan di Yogyakarta, sehingga masyarakat dapat mendapatkan

    manfaat dari adanya abon ikan lele tersebut.

    E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Dari program kreativitas ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk

    olahan dari ikan lele (Clarias batrachus) berbentuk abon gurih yang dikemas dalam sebuah kemasan plastik dan dipasarkan di daerah Yogyakarta,

    sehingga diperoleh peluang usaha baru untuk mahasiswa mengembangkan kemampuan wirausahanya.

    F. KEGUNAAN Manfaat yang dapat diperoleh dari adanya program ini, antara lain : 1. Bagi mahasiswa pelaksana program dan mahasiswa secara umum, dapat

    digunakan sebagai ide pengembangan wirausaha di kalangan mahasiswa

    dan mampu memberi pendapatan yang positif untuk menunjang kehidupan dan sekolah. Program ini juga mampu memacu semangat

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    mahasiswa secara umum untuk berwirausaha dan berkarir demi kelancaran masa depannya.

    2. Bagi masyarakat pada umumnya, dapat membuka lapangan pekerjaan yang baru dan juga memberikan alternatif makanan abon gurih yang terbuat dari daging ikan lele.

    3. Bagi para pedagang dan suplliers, dapat memberikan tambahan penghasilan dari penjualan abon gurih ikan lele ini serta memberi peluang usaha penjualan produk baru di Yogyakarta.

    G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 1. Potensi pasar

    Belum adanya kegiatan usaha pembuatan abon ikan lele atau sejenis menjadikan bisnis ini cukup potensial. Kenyataan ini didukung pula oleh bahan baku yang mudah dijangkau dan ketersediaannya yang terjaga. Propinsi Yogyakarta yang merupakan daerah kunjungan wisata dan mempunyai jalur akses jalan dan infrastruktur kota dapat memberikan keuntungan dalam hal pemasaran produk, yaitu dengan melakukan kemitraan dengan beberapa penjual makanan dan tentunya dapat dijual dalam porsi curah sehingga masyarakat mudah terjangkau untuk mendapatkan abon ikan lele ini.

    Abon ikan lele rencananya akan disediakan dalam kemasan 100 gram dan atau dapat dibeli curah atau kemasan bulk. Abon ikan lele yang dikemas

    dalam kemasan rumah tangga diperuntukkan untuk konsumsi langsung. Sedangkan pembelian dalam kemasan curah atau bulk biasanya untuk industri kue atau untuk pembuatan penganan keperluan hajatan. Pangsa pasar yang menjadi target pemasaran produk abon ikan lele adalah para konsumen langsung, yaitu ibu-ibu rumah tangga melalui pasar tradisional atau pasar swalayan selain untuk industri roti akan disediakan jalur distribusi dengan mengadakan kemitraan. Sertifikasi Dinas Kesehatan dan Badan POM diharapkan menjadi jaminan mutu produk sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas. Pola

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    kemitraan antara kelompok industri olahan perikanan dengan pengusaha swalayan, restoran, hotel, dan koperasi perlu dijalin untuk lebih membuka pasar yang telah ada.

    2. Analisis produksi Pengolahan abon secara umum terdiri dari beberapa tahapan yaitu : persiapan bahan baku, perebusan, pencabikan (pemisahan tulang), pencampuran, pengurangan kadar air, penggorengan dan penirisan (pemisahan minyak) dan penyimpanan. Diagram alir pengolahan abon ikan dapat dilihat pada Gambar 1.

    Gambar 1 : Proses pembuatan abon ikan lele

    )&&

    (!(&

    $

    "

    *&%

    &*

    (

    &

    +

    *

    !!

    '$ $,$ $

    &&&+

    $ $

    $

  • !"#$ %&'#'$ $!($#

    Proses pertama kali dilakukan dengan memilih daging ikan lele yang sudah dihilangkan tulang tulang dan kepala lele nya, kemudian

    dilakukan pemotongan agar memudahkan daging ketika direbus untuk matang lebih cepat. Proses berikutnya adalah perebusan daging ikan lele dalam air matang dan ditunggu sampai daging kelihatan layu tanda sudah matang. Kemudian daging ditiriskan dengan harapan air dari rebusan

    dapat dihilangkan atau dikurangi. Setelah daging ditiriskan, maka daging dicabik-cabik atau dipotong dalam

    ukuran abon. Ditempat lain dapat disiapkan bumbu-bumbu yang akan digunakan, kemudian bumbu ditumbuk jadi satu atau jika porsi daging banyak akan lebih mudah jika bumbu digiling / diblender. Kemudian bumbu ditumis terlebih dahulu agar rasa menyatu dan disiapkan santan kental untuk dicampur dengan bumbu yang telah ditumis dan daging yang sudah dicabik tadi di dalam wajan penggorengan yang besar. Daging kemudian dimasak dan dipanaskan dalam wajan sampai santan benar-benar kering tapi jangan sampai gosong. Pada proses terakhir daging yang sudah kering dan mempunyai rasa gurih disaring dan diperas untuk menghilangkan sisa air / minyak dari santan kelapa. Dihasilkanlah abon ikan lele yang siap dikemas dalam kemasan plastik dengan porsi per plastik seberat 100gram untuk dipasarkan ke masyarakat

    pada umumnya. 3. Analisis kelayakan usaha

    Pada bagian ini akan dipaparkan prospek usaha dari industri pembuatan abon gurih ikan lele ini dalam sudut pandang ekonomi. Asumsi-asumsi yang digunakan adalah sebagai berikut :

    a. Kapasitas produksi adalah 25%, yaitu dimungkinkan produksi 10kg dari bahan baku 40kg.

    b. Perhitungan hari kerja dalam sebulan dihitung sejumlah 25 hari dengan asumsi hari minggu bukan hari kerja

    c. Harga-harga yang digunakan merujuk pada har