Proposal Iqbar 2 (Repaired) (Repaired) H

  • View
    57

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang Perkembangan posisi keuangan mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan. Untuk melihat sehat tidaknya suatu perusahaan tidak hanya dapat dinilai dari keadaan fisiknya saja, misalnya dilihat dari gedung, pembangunan atau ekspansi. Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu perusahaan terletak dalam unsur keuangannya, karena dari unsur tersebut juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh suatu perusahaan sudah tepat atau belum, mengingat sudah begitu kompleksnya permasalahan yang dapat menyebabkan kebangkrutan dikarenakan banyaknya perusahaan yang akhirnya gulung tikar karena faktor keuangan yang tidak sehat. Dalam menganalisi kesehatan kinerja keuangan perusahaan seorang manajer harus dapat memahami kondisi keuangan perusahaannya, karena pada dasarnya kondisi keuangan tersebut akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaannya secara keseluruhan. Salah satu alat yang dipakai untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan , dalam hal ini tingkat kesehatan suatu perusahaan adalah berwujud laporan keuangan yang disusun pada setiap akhir periode yang berisi pertanggungjawaban dalam bidang keuangan atas berjalannya suatu usaha. Laporan finansial merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat berkomunikasi antara data finansial atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan data atau aktivitas tersebut.Data finansial yang dimaksud adalah data yang tercermin dalam suatu laporan finansial, yang memberikan gambaran tentang keuangan suatu perusahaan, yang terdiri dari Neraca, Laporan Rugi Laba, laporan perubahan modal dan arus kas. Dari keempat macam laporan tersebut dapat diringkas menjadi 2 macam yaitu laporan neraca dan laba rugi saja. Hal ini karena laporan perubahan modal dan arus kas pada akhirnya akan di ikhtisarkan dalam laporan neraca dan laba rugi. Laporan keuangan berupa neraca dijadikan sebagai alat untuk mengetahui tugas manajer keuangan yang paling aktual, dimana neraca tersebut mencerminkan keseluruhan posisi keuangan perusahaan, sehingga manajer keuangan harus melakukan monitor terhadap neraca dan menemukan masalah-masalah yang dihadapi, kemudian mencoba untuk memecahkannya, sehingga tujuan perusahaan secara keseluruhan akan dapat tercapai. Laporan keuangan berupa laporan rugi laba di jadikan sebagai alat untuk mengetahui wujud atau hasil dari tugas manajemen keuangan yang mencerminkan nilai pendapatan yang diperoleh perusahaan selama periode akuntansi satutahun secara aktual.Untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan perusahaan dapat digunakan alat analisis yang disebut analisis rasio keuagan. Secar garis besar ada empat rasio untuk menilai kinerja keuanagn perusahaan yaitu, rasio likuiditas,aktivitas, leverage dan profitabilitas, merupakan alat ukur utuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan yang melibatkan neraca dan laba rugi.Manajemer keuangan adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan perusahaan, dimana bertolak dari tugas manajer keuangan secara khusus ada tiga, yaitu :1) Mengenalidan merencanakan pembelanjaan perusahaan2) Mengelola penanaman modal dalam aktiva.3) Mengatur struktur finansial dan struktur modal perusahaan.Uraian di atas dapat digaris bawahi, bahwa kinerja keuangan adalah hasil kerja manajer keuangan dalam mengelola keuangan perusahaan yang tercermin pada laporan perusahaan barupa neraca adalah cerminan posisi keuangan perusahaan selama periode akuntansi satu tahun, jadi kinerja keuangan harus diukur secara kuantitatif, baik internal maupun eksternal.PT. Semen Tonasa (Persero) Pangkep merupakan perusahaan milik Negara atau BUMN yang bergerak dalam industeri pemasok semen terbesar di wilayah Indonesia Timur. Dalam era globalisasi saat ini kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing BUMN. Perusahaan yang sehat akan mampu menghadapi persaingan dengan perusahaan lain yang komoditi bisnisnya sejenis, sedangkan perusahaan yang mengalami kondisi kurang sehat atau tidak sehat akan kesulitan dalam menghadapi persaingan. Laba usaha PT. Semen Tonasa (Persero) Pangkep di harapkan bisa memberi kontribusi bagi perekonomian Negara, maka peneliti untuk menganalisis strategi tersebut yaitu dengan cara perhitungan dan analisis rasio yang ada dalam SK Menteri BUMN Nomor 100 tahun 2002, serta melihat strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja PT. Semen Tonasa (Persero). Berdasarkan penilaiaan secara keseluruhan atas aspek-aspek penilaiaan tersebut maka hasil penelitian dapat digolongkan sebagaimana yang tercatat dalam keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002 tentang tingkat kesehatan BUMN adalah sebagai berikut:1) Sehat, yaitu BUMN yang nilai bobot kinerja tahun terakhir menunjukkan angka 80 sampai dengan 100.2) Kurang sehat, yaitu yang nilai bobot kinerja tahun terakhir menunjukkan angka 40 sampai dengan 65.3) Tidak sehat, yaitu BUMN yang nilai bobot kinerja tahun terakhir menunjukkan angka diatas 10 sampai dengan 30.Guna mengetahui kesehetan kinerja keuangan PT. Semen Tonasa (Persero) Pangkep, maka dalam penulisan proposal ini, penulis mengangkat judul Analisis Kinerja Keuangan Pada PT.Semen Tonasa (Persero) Pangkep.

B. Masalah Pokok Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut Apakah Kinerja Keuangan PT.Semen Tonasa (Persero) Pangkep dapat dikatakan sehat berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002, selama dua tahun terakhir dari tahun 2010, 2011 sampai tahun 2012?C. Tujuan dan Kegunaan PenelitiaanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesehatan keuangan pada PT.Semen Tonasa (Persero) Pangkep periode tahun 2010, 2011 sampai dengan 2012 berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002.Adapun kegunaan yang diharapkan dari penelitiaan ini adalah :1) Sebegai bahan masukan bagimanajemen PT. Semen Tonasa(Persero) Pangkepmengenai kesehatan kinerja keuangan berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002.2) Sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan perusahaan, orang-orang yang berkepentingan dalam mengambil keputusan pada PT. Semen Tonasa (Persero) Pangkep dalam menentukan rencana kedepan dan kebijakan perusahaan.3) Memberikan masukan atau informasi bagi pihak akademis atau pihak lainnya yang membutuhkan informasi mengenai kinerja keuangan PT. Semen Tonasa. 4) Sebagai bahan referensi bagi pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut pada objek yang sama. 5) Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan studi pada program ilmu pada Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia.D. Hipotesis Bertolak dari uraiaan latar belakang dan masalah pokok yang telah dikemukakan sebelumnya maka penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut ''Diduga bahwa kinerja perusahaan PT. Semen Tonasa(Persero) dapat dikatakan sehat berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: KEP-100/MBU/2002, selama tiga tahun terakhir dari tahun 2010, 2011 sampai dengan tahun 2012.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Manajemen KeuanganPada saat ini manajemen keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perusahaan. Seiring dengan perkembangannya tugas manajemen keuangan tidak hanya mencatat, membuat laporan, mengendalikan posisi keuangan dan mengatur masalah tentang cara memperoleh dana, akan tetapi manajemen keuangan juga harus mampu mengatur sumber dana yang optimal, dan mendistribusikan keuntungan serta juga mempelajari cara mengunakan dana secara efisien dan efektif. Setiap perusahaan yang bergerak diberbagai bidang manapun memusatkan perhatiaannya dibidang manajemen keuangan, karena bidang manajemen keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalammelaksanakan tugas dan kegiatannya. Masalah yang timbul dalam keuangan akan sangat berpengaruh pada kelangsungan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.Manajemen keuangan sangat berperan penting dalam perusahaan karena merupakan salah satu faktor penggerak bagi para manajemen untuk menentukan batas-batas kemungkinan sampai seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya dalam perusahaan. Jadi dalam perusahaan manajemen keuangan sangat berperan penting dalam mencapai kesejahteraan perusahaan dalam memperoleh laba. Berikut ini akan diuraikan beberapa definisi Manajemen Keuangan menurut para ahli:Sutrisno (2009:3) mengemukakan manajemen keuangan dapat diartikansebagai semua aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang efektif dan efisien.James C JR (1997:2) mengemukakan manajemen keuangan adalah segala aktifitas berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh.Dari beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan mengenai manajemen keuangan maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan adalah kegiatan dalam menghimpung dana, mengelola atau menggunakan uang oleh perusahaan dengan beberapa tujuan yang menyeluruh.B. Pengertian Kinerja KeuanganKinerja keuangan merupakan gambaran tentang setiap hasil ekonomi yang mampu diraih oleh perusahaan pada saat periode tertentu melalui aktivitas-aktivitas perusahaan untuk menghasilkan keuntungan secara efisien dan efektif yang dapat diukur perkembangannya dengan mengadakan analisis terhadap data-data keuangan yang tercermin dalam laporan keuangan.Fahmi (2012 : 2) mengemukakan bahwa: Kinerja Keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.Jadi dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah salah satu bentuk kegiatan analisis yang dilakukan oleh perusahaan dimana dalam setiap pengambilan keputusan selalu mengacu pada laporan kinerja keuangan.C. Pengertian Laporan KeuanganUntuk membahas kinerja keuangan, tidak bisa terlepas dari laporan keuangan. Oleh k