Proposal Danone Aqua Group

  • View
    828

  • Download
    26

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh proposal

Text of Proposal Danone Aqua Group

Dear all,

GREEN TOBA PROJECT

PROPOSAL KEGIATAN

PENANAMAN 150,000 POHON HINGGA AKHIR 2014DI DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU TOBA

OlehDANONE AQUA GROUPSEKRETARIATCyber 2 Tower Lt. 10 Jl. Rasuna Said Blok X-5 No. 13 Setiabudi

DAFTAR ISI

I. LATAR BELAKANG3

II. TUJUAN dan TARGET KEGIATAN5

III. PELAKSANA KEGIATAN6

IV. RINCIAN KEGIATAN6

V. TAHAPAN PELAKSANAAN7

VI. MONITORING DAN EVALUASI8

VII. PERSONAL KUNCI9

VII. PERKIRAAN BIAYA9

IX. BAGAIMANA ANDA DAPAT MEMBANTU9

LAMPIRAN A PROFIL ORGANISASI11

LAMPIRAN B RENCANA LOKASI PENANAMAN16

LAMPIRAN C RENCANA ANGGARAN BIAYA20

LAMPIRAN D FORMULIR ADOPSI POHON22

I. LATAR BELAKANGDengan luas 110.260 hektar Danau Toba merupakan danau terluas di Asia Tenggara dan merupakan danau volcano-tectonic terbesar di dunia (danau yang timbul dari letusan gunung berapi). Dengan keindahan yang alami serta kekayaan budaya suku Batak yang mendiami sekitar pinggiran danau, Danau Toba menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama Indonesia, terutama bagi wisatawan asal Eropa. Namun setelah krisis moneter pada tahun 1998 jumlah kunjungan wisatawan turun drastis menjadi hanya sekitar 40.000 50.000 orang wisatawan asing per tahun. Saat ini kondisi ekosistem daerah tangkapan air (catchment area) maupun perairan Danau Toba mengalami berbagai tekanan dan kemerosotan; baik disebabkan oleh faktor alamiah maupun akibat aktifitas yang kurang mengindahkan prinsip pelestarian ekosistem, sehingga pada saat ini terjadi degradasi daya dukung perairan maupun daratan di sekitar kawasan Danau Toba. Beberapa faktor penyebab, antara lain: penebangan hutan, kebakaran hutan, tanah longsor ke danau, pembuangan sampah ke perairan danau atau DAS (daerah aliran sungai) yang menjadi hulu Danau Toba, pencemaran air akibat pembuangan limbah rumah tangga, pencemaran air akibat konsentrasi sisa pakan ikan yang dipelihara menggunakan karamba jaring apung, serta pesatnya pertumbuhan gulma eceng gondok yang menutupi sebagian daerah pinggiran Danau Toba.BKPEKDT (Badan Koordinasi Pengelolaan Ekosistem Kawasan Danau Toba) melaporkan, dari 260.154 hektar daerah tangkapan air (catchment area) berupa daratan Danau Toba, sebanyak 116.424 hektar (sekitar 45%) telah menjadi lahan kritis, sedangkan sisanya berupa hutan, pemukiman, kebun rakyat, sawah, lahan industri, dan areal pariwisata. Daerah itu tersebar di tujuh kabupaten yang melingkupi Danau Toba, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Simalungun, Dairi, dan Karo. Upaya Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN) di kawasan Danau Toba yang dilakukan pemerintah, LSM, dan swasta sejauh ini baru mampu merehabilitasi 14.648 hektar daerah tangkapan air Danau Toba; masih terdapat puluhan ribu hektar lahan kritis yang mendesak untuk di-konservasi. Peta lahan kritis yang diperoleh dari Departemen Kehutanan baru-baru ini memberikan gambaran yang lebih memprihatinkan. Terlihat bahwa hampir keseluruhan daerah tangkapan air Danau Toba berada dalam kondisi potensial kritis hingga sangat kritis.Bertolak dari kenyataan di atas, Danone Aqua Group merencanakan sebuah program jangka pendek yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya rehabilitasi lahan kritis di sekitar Danau Toba dengan melakukan program penanaman 150,000 pohon di beberapa titik lokasi yang berada di dalam daerah tangkapan air Danau Toba hingga akhir tahun 2010. Program ini kami sebut dengan nama GREEN TOBA Project.

II. TUJUAN dan TARGET KEGIATANTujuan dari kegiatan program penanaman pohon ini adalah:

1. Meningkatkan penjualan produk Aqua. Dengan event ini diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan dan partisipasi konsumen dalam rangka peduli lingkungan tanam 150.000 pohon.

2. Merehabilitasi atau melakukan konversi kondisi lahan kritis dan potensial kritis di daerah tangkapan air Danau Toba sehingga menjadi lahan tidak kritis.

3. Mengkampanyekan upaya penyelamatan lingkungan secara umum dan Danau Toba secara khusus melalui liputan kegiatan dan upaya-upaya public relation sebelum, selama dan sesudah kegiatan penanaman.

4. Memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar lokasi penanaman pohon akan pentingnya fungsi ekologis pohon dan nilai ekonomis pohon sebagai salah satu sumber ekonomi keluarga dalam jangka panjang.

5. Menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan secara umum dan rasa cinta kepada Danau Toba secara khusus, serta memberikan pengetahuan dasar akan fungsi-fungsi ekologis pohon serta cara penanaman pohon kepada anak-anak sekolah di sekitar lokasi penanaman.

Adapun target yang diharapkan dapat dicapai dari kegiatan ini adalah:

1. Penanaman sekitar 150.000 pohon tanaman keras maupun tanaman buah dan produktif di lahan potensial kritis maupun lahan kritis di atas lahan seluas kurang lebih 150 hektar hingga akhir tahun 2014. Untuk tahap pertama akan ditanam sekitar 20.000 pohon hingga akhir 2013.2. Angka kerhasilan hidup tanaman mencapai 80% setelah satu tahun penanaman.

3. Keterlibatan sekitar 100 KK (kepala keluarga) secara langsung di dalam kegiatan ini terkait penggunaan lahan mereka sebagai lokasi penanaman.

4. Keterlibatan 300-500 orang anak sekolah (setingkat SMA) di dalam pelaksanaan sosialisasi hingga pelaksanaan kegiatan.5. Kampanye Selamatkan Danau Toba di tingkat nasional dan internasional.III. PELAKSANA KEGIATAN

Kegiatan ini dilaksanakan oleh DANONE AQUA GROUP. Profil lengkap organisasi dapat dilihat pada LAMPIRAN A.

IV. RINCIAN KEGIATAN

Nama Kegiatan:Green Toba Project (Tahap I)

Pelaksaan Kegiatan:PT. Danone Indonesia

Lokasi Penanaman:

(Tahap I: 20,000 pohon)Desa Gorga, Simanindo, Samosir 6,000 pohonSibaganding, Parapat 2,000 pohonTigaras, Parapat 3,000 pohon

Onan Runggu, Samosir 5,000 pohon

Desa Sianipar, Kec.Laguboti, Tobasa 4,000 pohonUntuk jelasnya dapat dilihat LAMPIRAN B.

Waktu Penanaman:Juli - Agustus 2013

Jenis Pohon:30% terdiri dari pohon produktif atau pohon buah (alpukat, durian, mangga dan kemiri); 70% terdiri dari pohon tanaman keras (beringin, meranti, macademia, mahoni, pinus Toba atau ingul)

Sumber Bibit:BPK (Balai Penelitian Kehutanan) Aek Nauli, Sibaganding, Parapat Taman Eden 100, Desa Sionggang Utara, Kec.Lumban Julu, Kab.Toba Samosir

Balai Pengolahan DAS Asahan Barumun, P.Siantar

Laksmana Nursery, P.Siantar

V. TAHAPAN PELAKSANAAN1. Survey Lapangan (7 hari)

Tujuan survey adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan dan menghubungi pihak-pihak yang akan diajak bekerjasama (kepala sekolah, tokoh masyarakat, pejabat setempat, serta kepala keluarga yang lahannya akan ditanami). Survey telah dilakukan dari tanggal 28 April 2013 6 Mei 2013 lalu oleh project manager didampingi oleh field coordinator terkait dan seorang staf ahli kehutanan.

2. Distribusi Bibit dan Logistik (2-3 minggu sebelum penanaman)

Pengiriman dari tempat pembibitan (Aek Nauli) ke depo yang disiapkan di dekat lokasi (total ada 6 lokasi depo sesuai dengan jumlah lokasi penanaman).

3. Persiapan Lahan (1-2 minggu sebelum penanaman)

Pekerjaan persiapan lahan dilakukan oleh masyarakat setempat dengan pendampingan oleh tenaga penyuluh dari Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli dan field coordinator yang terkait.

Persiapan lahan meliputi:

Pembersihan lahan Pengaturan jarak tanam

Pangajiran

Pembuatan lubang tanam (40cm x 40cm dengan kedalaman sekitar 50cm)

Penaburan pupuk kandang/kompos ke dalam lubang.

4. Sosialisasi (1-2 minggu sebelum penanaman)

Tujuan sosialisasi adalah untuk mempersiapkan masyarakat sekitar dan anak-anak sekolah yang akan dilibatkan di dalam kegiatan penanaman ini.

Bentuk sosialisasi kepada masyarakat direncanakan melalui pendekatan budaya (pementasan opera Batak), sementara kepada siswa-siswa sekolah dengan cara presentasi dan pemutaran film di sekolah-sekolah.

Selain itu juga akan digunakan media elektronik (radio lokal) serta spanduk di beberapa lokasi strategis berisi iklan layanan masyarakat / kampanye penanaman pohon; juga akan dibagikan kaos berisi ajakan untuk mencintai Danau Toba, menjaga kebersihan dan ajakan menanam dan merawat pohon.5. Penanaman

Dilakukan oleh relawan, simpatisan, masyarakat setempat dan anak-anak sekolah serta dibantu oleh beberapa buruh tani. Jumlah tenaga yang dilibatkan akan disesuaikan dengan jumlah pohon yang akan ditanam di suatu lokasi; sebagai acuan kira-kira sekitar 1 orang untuk 10 pohon. Diharapkan dengan jumlah tenaga sebanyak ini penanaman dapat dilakukan dalam waktu sehari untuk satu lokasi tanam seluas 1 hektar (1.000 hingga 1.600 pohon).

Penanaman dilakukan secara bertahap; diharapkan setiap minggu (hari Sabtu/Minggu) dan dilakukan bergilir dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

6. Pengawasan & Pemeliharaan

Salah satu tahapan terpenting adalah kegiatan pengawasan dan pemeliharaan tanaman hingga tanaman minimal berumur satu tahun.

Pengawasan akan dilakukan oleh dua orang penyuluh lapangan yang secara periodik (2 minggu sekali) akan memeriksa lokasi penanaman.

Pemeliharaan meliputi pemberian pupuk, penyemprotan, pembersihan gulma serta penggantian tanaman yang mati (penyulaman). Dilakukan setiap 3 bulan. Penyulaman dapat mencapai 20% dari jumlah tanaman.VI. MONITORING DAN EVALUASIMonitoring / Pengawasan:

Pengawasan kegiatan dilakukan paska penanaman oleh project manager dibantu oleh para field coordinator.

Sebagai titik kontrol akan dipilih secara acak 25 tanaman untuk setiap 1,000 pohon yang ditanam. Secara berkala (setiap 2 minggu) penyuluh lapangan akan mengumpulkan data fisik dan foto tanaman kontrol yang kemudian akan dilaporakan setiap bulan oleh field coordina