Proposal BBLR

  • Upload
    rivaldi

  • View
    3.693

  • Download
    20

Embed Size (px)

Citation preview

Judul penelitian : Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012

BAB I PENDAHULUAN1. Latar belakang Secara global dikemukakan bahwa selama tahun 2000 terdapat 4 juta kematian neonatus (3 juta kematian neonatal dini dan 1 juta kematian neonatal lanjut). Hampir 99% kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Kematian tertinggi di Afrika (88 per seribu kelahiran), sedangkan Asia angka kematian perinatal mendekati 66 bayi dari 1000 kelahiran hidup. Bayi kurang bulan dan berat lahir rendah adalah satu dari tiga penyakit utama kematian neonatus tersebut. BBLR telah didefinisikan oleh WHO sebagai bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 garam. Definisi ini didasarkan pada hasil observasi epidemiologi yang membuktikan bahwa bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram mempunyai kontribusi terhadap outcome kesehatan yang buruk.Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15,5%) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR, 96,5% diantaranya merupakan bayi yang dilahirkan dinegara-negara

berkembang. Di Indonesia, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003, angka kematian neonatal sebesar 20 per 1000 kelahiran hidup. Dalam 1 tahun, sekitar 89.000 bayi usia 1 bulan meninggal. Artinya setiap 6 menit ada 1 neonatus meninggal. Penyebab utama kematian neonatal adalah bayi dengan BBLR sebanyak 29%. Insidensi BBLR di Rumah sakit di Indopnesia berkisar 20%.

Angka kelahiran BBL rendah di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah diseluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Sebanyak 25% bayi baru lahir dengan BBLR meninggal dan 50% meninggal saat bayi Kasus yang ditemukan di Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2008 sebanyak 577 kasus, dan 101 diantaranya meninggal, kasus ini terbanyak di Kabupaten Donggala 196 kasus disusul 106 masing-masing kabupaten Parigi Moutong dan kota Palu.Berdasarkan laporan tahunan seksi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota palu selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi setiap tahunnya yaitu tahun 2006 berjumlah 21 orang dan tahun 2007 berjumlah 22 orang. Sedangkan pada tahun 2008 angka kematian bayi naik menjadi 27 kematian atau 4,0 per 1000 kelahiran hidup. Dengan penyebab kematian utama adalah BBLR sebanyak 8 orang (42,10%). Untuk di RS Anutapura sendiri hanya tersedia data BBLR merupakan salah satu faktor resiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khsusnya pada masa perinatal. Selain itu BBLR dapat mengalami gangguan mental dan fisik pada usia tumbuh kembang selanjutnya sehingga membutuhkan biaya perawatan yang tinggi. Malnutrisi pada masa perinatal akan mempengaruhi pertumbuhan otak dan mengakibatkan komplikasi yang pada gilirannya berakibat buruk pada kehidupan bayi tersebut di kemudian hari. Berdasarkan uraian, latar belakang diatas penelitian tertarik untuk mengambil sebuah penelitian mengenai Bayi Berat lahir Rendah (BBLR) dengan mengangkat judul Faktor-faktor yang berhubungan dengan BBLR yang lahir di rumah sakit Anutapura pada tahun 2012

1. Rumusan masalah

Prevalensi kelahiran bayi dengan BBLR terus meningkat. Terutama di negara-negara berkembang. Bayi kurang bulan dan berat lahir rendah ini adalah satu dari tiga penyakit utama kematian neonatus. Di Indonesia sendiri jumlah kelahiran BBL rendah masih cukup tinggi dan brervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sedangkan di kota palu jumlah kematian bayi terus meningkat dengan penyebab utama adalah BBLR. Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah diseluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir

2. Pertanyaan penelitian 1. Faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 2. Apakah umur ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 3. Apakah status ekonomi ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 4. Apakah paritas ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 5. Apakah status gizi ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 6. Apakah Jarak kehamilan berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 7. Apakah Penyakit yang diderita ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? 8. Apakah perilaku ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012?

3. Hipotesis 1. Umur kurang dari 20 tahun dan umur lebih dari 35 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR 2. Status ekonomi rendah merupakan faktor resiko terhadap kejadian BBLR 3. Tingkat pendidikan rendah merupakan faktor resiko terhadap kejadian BBLR 4. Paritas 0 atau lebih dari 4 merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR 5. Status gizi dengan mengukur LILA > resiko terhadap kejadian BBLR 6. Jarak kelahiran kurang dari 2 tahun merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR 7. Penyakit selama kehamilan merupakan faktor risiko terhadap kejadian BBLR 8. Perilaku ibu selama kehamilan merupakan faktor resiko terhadap kejadian BBLR. cm selama hamil merupakan faktor

4. Tujuan penelitian 4.1 Tujuan umum: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012

4.2 Tujuan khusus: a. Mengetahui apakah Umur ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada 2012 b. Mengetahui apakah status ekonomi ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada 2012 c. Mengetahui apakah tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada 2012 d. Mengetahui apakah faktor paritas berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada 2012

e. Mengetahui apakah status gizi ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada 2012 f. Mengetahui apakah Jarak kehamilan berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS pada 2012 g. Mengetahui apakah penyakit ibu selama kehamilan berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012? h. Mengetahui apakah perilaku ibu berhubungan dengan kejadian BBLR yang lahir di RS Anutapura pada tahun pada 2012

5. Manfaat penelitian a. Bagi peneliti: Mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan khususnya dalam bidang penelitian serta memberi bahan masukan dan perbandingan bagi penelitian lanjut yang serupa.

b. Bagi RS Anutapurakhususnya kesehatan Ibu dan Anak ( KIA) Memberikan masukan dan sebagai pertimbangan untuk membuat kebijakan dalam bidang KIA, khususnya rumah sakit dengan lintas sektornya dalam merencanakan program kesehatan ibu dan anak akan mempunyai sasaran tepat, sehingga kejadian BBLR dapat diantisipasi sedini mungkin.

c. Bagi Masyarakat: Memberikan informasi tentang faktor risiko maternal (umur, status ekonomi, tingkat pendidikan ibu, paritas, status gizi, jarak kehamilan, penyakit ibu selama hamil, perilaku ibu) terhadap kejadian BBLR.

6. Tinjauan Pustaka 6.1 Definisi BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat lahir 15 tahun Kriteria Eklusi Pasien mengundurkan diri dari penelitian Pasien mempunyai gangguan mental sehingga menganggu proses komunikasi.

10. Metode penelitian a. Rancangan penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional

b. Tempat penelitian dan waktu penelitian Tempat penelitian : RS. Anutapura Waktu penelitian : Januari-Juli 2012 c. Populasi Populasi Populasi adalah wilayah generalalisasi yang terdiri atas objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini semua bayi yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012

11. Kriteria Inklusi dan Eksklusi a. Kriteria Inklusi Ibu dengan BBLR yang setuju mengikuti penelitian Ibu berumur >15 tahun Ibu yang melahirkan bayi pada usia kehamilan cukup bulan (tidak prematur) b. Kriteria Eksklusi

Pasien mengundurkan diri dari penelitian Pasien mempunyai gangguan mental sehingga menganggu proses komunikasi Ibu yang melahirkan bayi kembar (gemeli) 12. Besar sampel Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram (BBLR) yang lahir di RS Anutapura pada tahun 2012. Menggunakan Cara perhitungan : (hal 74: langkah-langkah membuat proposal penelitian) N= 10 kali jumlah variabel bebas yang diteliti / insidens Variabel bebas= 7

Maka, N= 10x8 = 200 0,4

13. Cara pengambilan sampel

14. Alokasi sampel Tidak dapat dilakukan karena alokasi sampel penelitian dikenal pada desain uji klinis.

15. Alur penelitian(terlampir) 16. Cara kerja penelitian a. Pada semua ibu yang melahirkan BBLR diberi penjelasan tentang latar belakang, tujuan, cara, dan manfaat penelitian. Juga tentang hak dan kewajiban subyek penelitian, terutama hak untuk menolak ikut tanpa konsekuensi. b. Setelah semua ibu yang melahirkan BBLR mengerti segala sesuatu tentang penelitian ini, dimintakan persetujuan untuk ikut.

c. Dari polulasi penelitian dipilih 200 ibu yang memilki BBLR yang memenuhi kreteria inklusi subyek peelitian. d. Setiap ibu diberikan kuesioner sesuai dengan variabel yang akan diteliti e. Untuk pengukuran status gizi digunakan pengukuran LILA

17. Rencana analisa a. Analisis bivariat Analisis biavariat dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara varibel bebas dan variabel terikat. Analisis bivariat dilakukan pada variabel yang telah dikategorikan dengan menggunakan uji chisquare (X2), menggunakan = 0,05 dan 95% Confedence Interval (CI). Uji chi square (X) digunakan bila data penelitian berupa frekuensi-frekuensi dalam bentuk kategori baik itu nominal atau ordinal, uji ini juga digunakan untuk menentukan signifikansi dua variabel atau lebih.

b. Analisa multivariat Analisis Multivariat untuk mengetahui faktor umur ibu, status ekonomi ibu, tingkat pendidikan, paritas, status gizi, jarak kelahiran, penyakit ibu, perilaku ibu terhadap kejadian BBLR dilakukan analisis multivariat. Tujuan dari analisis ini adalah untuk memperoleh model yang paling baik untuk menentukan variabel mana yang paling berisiko terhadap BBLR. Uji yang digunakan dalam analisis multivariat adalah Regresi Logistik Multivariat. Pemilihan berdasarkan statistik dilakukan dengan seleksi variabel dengan menggunakan regresi logistik sederhana. Jika hasil uji bivariate mempunyai nilai p0,25 tetapi

secara substansi variabel tersebut berhubungan dengan BBLR maka variabeltersebut tetap akan diikutkan sebagai kandidat model

multivariat. Setelah didapatkan model akhir, maka untuk mengetahui variabel yang paling dominan berhubungan dengan variabel dependen

adalah variabel yang mempunyai nilai OR atau Exp (

) paling tinggi.

18. Aspek etika Semua pasien dengan BBLRyang dirawat di RS. Anutapura dimintakan persetujuannya secara sukarela untuk ikut penelitian ini setelah mendapat informasi tentang lengkap tentang tujuan, manfaat dan cara penelitian yang akan dilakukan, hak dan kewajiban subyek serta jaminan kerahasiaan data.

Lampiran 1. Time Table (jadwal penelitian)

NO.

KEGIATAN

BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

I. PERSIAPAN1. Pengurusan Izin II. PELAKSANAAN Pengumpulan Sampel Pengumpulan & Analisa Data Penulisan hasil III. SEMINAR

Lampiran 2 DUMMY TABLE Variable Umur Ibu Status ekonomi Tingkat pendidikan Paritas Status gizi Jarak kehamilan Penyakit ibu Perilaku ibu B S.E Wald df p OR IK 95 % Min Max

Lampiran 3 ALUR PENELITIAN

Ibu dengan BBLR

Informed Concent

Subjek : 200 Org

Kuesioner

Pengumpulan dan Analisa data

Seminar Hasil

Lampiran 2 METODE PENGUKURAN Kuesioner

A

1.

UMUM Nama Pasien Nama Suami Alamat Telepon/ Hp : : : : . . . . .

2.

REGISTRASI Tempat Yankes Tgl Melahirkan

: :

RS Anutapura .

3.

ANAMNESIS Umur Pendidikan terakhir

:

..Tahun 1. Tidak tamat SD 2. Tamat SD 3. Tamat SMP 4. Tamat SMA 5. Sarjana

Pekerjaan Pekerjaan suami Penghasilan keluarga/bulan

: : :

. 1. < Rp.500.000,2. Rp.500.000,- sd Rp. 1.900.000,3. Rp. 2.000.000,- sd Rp. 3.400.000,4. Rp. 3.500.000,- sd Rp. 4.900.000,5. Rp. 5.000.000,.. ..minggu

Melahirkan anak keMasa kehamilan

Jenis kehamilan Pernah melahirkan anak dengan berat < 2500 gr Jumlah Anak lahir hidup Jumlah anak lahir mati Jumlah anggota keluarga serumah Pernah memeriksakan diri selama hamil :

1. Tunggal 2. kembar 1. Ya 2. Tidak 3. Tidak tahu 4. Tidak menjawab ...orang orang ..orang

1. Ya 2. Tidak 3.Tidak menjawab Bila ya: a. 1-2 kali b. >3 kali : 1. Ya 2. Kadang-kadang 3. Tidak menjawab. Bila ya: a. 1 - 4 batang sehari b. 5 - 9 batang sehari c. 10 batang sehari 1. Ya 2. Kadang-kadang 3. Tidak menjawab Bila ya: a. 1 - 4 batang sehari b. 5 - 9 batang sehari c. 10 batang sehari 1. Ya 2. Kadang-kadang 3. Tidak menjawab Bila ya: a. 1 - 4 batang sehari b. 5 - 9 batang sehari c. 10 batang sehari 4. Tak

Merokok

Kebiasaan Merokok suami

:

4. Tak

Kebiasaan Merokok Penghuni Rumah lain

4. Tak

Minuman keras

:

Ya 2. Kadang-kadang 3. Tidak menjawab

4. Tak

Lampiran 3

TIME TABLE PENELITIANBULAN NO. KEGIATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

I. PERSIAPAN1. Pengurusan Izin II. PELAKSANAAN Pengumpulan Sampel Pengumpulan & Analisa Data Penulisan hasil III. SEMINAR