of 24 /24
A. PENDAHULUAN Perguruan Tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional. Keberadaannya dalam kehidupan bangsa dan Negara berperan penting melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (pasal 20 ayat 2). Penyelenggraan tridharma perguruan tinggi didasarkan pada semangat pelaksanaan otonomi perguruan tinggi, yakni otonomi keilmuan yang melekat pada mahasiswa, dosen, dan pengelola perguruan tinggi. Menurut undang-undang nomor 52 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, definisi perguruan tinggi adalah lembaga ilmiah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran diatas perguruan tingkat menengah, dan yang memberikan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kebudayaan kebudayaan Indonesia dan dengan cara ilmiah 1 . Dan pada pasal selanjutnya umumnya perguruan tinggi mempunyai tujuan (1) membentuk manusia susila yang berjiwa pancasila dan bertanggungjawab atas terwuujudnya masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur, material dan spiritual (2) menyiapkan tenaga yang cakap untuk memangku 1 Suryosubroto. Beberapa Aspek Aspek Dasar – Dasar Kependidikan. Cet 2 (Jakarta: Rineka Cipta. 1990) hal 58. 1

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Program Kreativitas mahasiswa

Text of Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Tertulis

A. PENDAHULUANPerguruan Tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional. Keberadaannya dalam kehidupan bangsa dan Negara berperan penting melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (pasal 20 ayat 2).Penyelenggraan tridharma perguruan tinggi didasarkan pada semangat pelaksanaan otonomi perguruan tinggi, yakni otonomi keilmuan yang melekat pada mahasiswa, dosen, dan pengelola perguruan tinggi. Menurut undang-undang nomor 52 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, definisi perguruan tinggi adalah lembaga ilmiah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran diatas perguruan tingkat menengah, dan yang memberikan pendidikan dan pengajaran berdasarkan kebudayaan kebudayaan Indonesia dan dengan cara ilmiah[footnoteRef:1]. Dan pada pasal selanjutnya umumnya perguruan tinggi mempunyai tujuan (1) membentuk manusia susila yang berjiwa pancasila dan bertanggungjawab atas terwuujudnya masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur, material dan spiritual (2) menyiapkan tenaga yang cakap untuk memangku jabatan yang memerukan pendidikan tinggi dan yang cakap berdiri sendiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan. (3) melakukan penelitian dan usaha kemajuan dalam lapangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan kemasyarakatan[footnoteRef:2]. [1: Suryosubroto. Beberapa Aspek Aspek Dasar Dasar Kependidikan. Cet 2 (Jakarta: Rineka Cipta. 1990) hal 58.] [2: Undang-undang nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi ]

Menurut Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, DIKTI, mengatakan Tridharma sudah lahir sejak 1946 ketika Sunaryo Soepomo dan Ki Hjar Dewantoro meancang bentuk ideal Perguruan Tinggi, walaupun Tridharma belum terformulasikan, namun kala itu fungsinya sebagai balai pendidikan dan pengajaran. [footnoteRef:3] [3: Litbang LPM Institute. Pengetahuan Mahasiswa tentang Tridharma. Dalam tabloid institute edisi XII/April 2011. Hal. 12]

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diIndonesiayang terletak diPurwokerto,Kabupaten Banyumas,Jawa Tengah. Universitas ini berdiri pada tanggal23 September1963, berdasarkan Keputusan Presiden RI No.195/1963 dan SK Menteri No. 153/1963. NamaJenderal Soedirmansendiri diambil dari seorang Panglima Besar yang merupakan Pahlawan Nasional kelahiranBanyumastempat dimana universitas ini berdiri dan menjadi monumen hidup untuk mengenang jasa-jasanya pada nusa, bangsa dan Negara. Sesuai dengan amanat yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945 dan desakan masyarakat Banyumas akan kebutuhan pendidikan tinggi, para pemimpin formal dan informal Banyumas menggagas perlunya didirikan perguruan tinggi/universitas di wilayah Banyumas. Sebagai tindak lanjut gagasan ini dibentuklah Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman dengan Akte Notaris No. 32 tanggal 20 September 1961. Selanjutnya, atas desakan masyarakat, dinas instansi, dan TNI, Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman berusaha mewujudkan berdirinya universitas. Dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 195 tertanggal 23 September 1963, berdirilah Universitas Jenderal Soedirman secara resmi didirikan, dan diresmikan oleh Menteri PTIP Prof. Dr. Tojib Hadiwidjaja bertempat di rumah Dinas Residen Banyumas.[footnoteRef:4] [4: http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Jenderal_Soedirman]

Berdirinya Unsoed di Kelurahan Grendeng yang dulu termasuk kawasan pedesaan, disamping membawa beberapa dampak positif juga menimbulkan dampak negative khususnya bagi warga asli kelurahan Grendeng. Beberapa masalah yang timbul berkaitan dengan berdirinya unsoed bagi masyarakat sekitar ialah hilangnya lahan sawah yang dahulu menjadi lahan subur bagi beras grendeng. Desa Grendeng yang dulu terkenal dengan beras grendengnya yang enak dan pulen, sekarang hampir tidak bisa lagi ditemkan beras grendeng beredar dipasaran. Lebih memperihatinkan lagi, sekarang hanya tersisa kurang lebih 40% area persawahan di wilayah grendeng. Hal ini yang membuat beras grendeng tidak lagi beredar dipasaran[footnoteRef:5]. Beberapa masalah lain diantaranya ialah permasalahan moral dan etika mahasiswa. Saat ini dengan banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar Banyumas menjadikan purwokerto khususnya desa Grendeng menjadi bercampurya berbagai macam karakter masyarakat dari seluruh pelosok di Indonesia yang berdampak pada pemasalahan moral dan etika ketika berhadapan dengan nilai nilai yang telah lama hidup di sekita masyarakat Grendeng. [5: http://citizen6.liputan6.com/read/817481/warga-mengadu-persawahan-di-purwokerto-nyaris-habis]

Penulis pernah melakukan wawancara dengan Pak Karyo yang merupakan sesepuh Desa Grendeng yang juga pernah lama menjabat sebagai Ketua RW 05 kelurahan Grendeng menuturkan, bahwa selain permasalahan pemukiman warga yang kian banyak, permasalah moral dan etika mahasiswa pun mejadi masalah yang saat ini terlihat nyata di Grendeng. Banyak mahasiswa saat ini yang menurutnya tidak membaur dengan warga, besikap apatis, bahkan cenderung tidak sopan. Padahal mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang harusnya memiliki moral dan etika yang terpuji palagi jika ia hidup di kampung orang yang bukan kampung halamannya. Permasalahan ini harus benar benar disadari oleh pihak Universitas Jenderal Soedirman untuk memberikan perhatian pada pendidikan moral dan karakter mahasiswa khususnya ketika berbaur dengan masyarakat setempat dan masyarakat Grendeng secara khusus. Sehingga mahasiswa sebagai bagian dari civitas academica tidak melenceng dari tugasnya untuk ikut melaksanakan tridharma perguruan tinggi bukan menjadi sekelompok pemuda yang bergaya intelek namun asing bagi lingkungan sekitarnya.Penulispun sebagai mahasiwa unsoed menyadari pehatian usnoed selama ini dalam meberikan bekal kepada mahasiswa berkaitan dengan etika dan moral hidup bermasyarakat masih kurang. Dan inipun dirasakan oleh kawan kawan penulis khususnya sesama mahasiswa baru. Dua kawan penulis yakni Dyah Weru Saputri dari jurusan Sosiologi 2013 Faultas ISIP dan Joko Widhodho dari Biologi 2014 pun menurutkan hal yang sama. Ketika pelaksanaan Oientasi Studi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (OSPMB) atau biasa disebut ospek baik tingkat universitas maupun tingkat fakultas masih minim pemberian bekal mengenai cara hidup bermasyarakat dan berbaur dengan warga. Bahkan terkesan tidak disinggung sama sekali. Usaha yang telah ditempuh Unsoed dalam pemberian bekal pembentukan Karakter diantaranya melalui Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) sebelum kegiatan perkuliahan pada semester pertama dan muatan local Jati Diri Unsoed sebanyak 3 SKS dinilai belum efektif. B. METODE0. PKKM dan Jati Diri UnsoedSebagaimana yang telah diuraikan diatas saat ini permasalahan yang cukup nyata yang terjadi pada mahasiswa Unsoed adalah rendahnya moral dan etika mahasiswa ketika berbaur dengan masyarakat. Hal tersebut diakibatkan oleh masih minimnya perhatian unsoed terhaap pembentukan karakter mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dengan masyarakat Grendeng. Selama ini usaha untuk memberikan bekal pembentukan karakter melalui Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) dan muatan local Jati Diri Unsoed kurang efektif. Penyebab kurang efektifnya dua program tersebut diantarnya:1. Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM)a. Hanya dilaksanakan sekali saja selama 2 hari yakni sebelum mahasiswa menjalani kegiatan perkuliahan yang pertama. Padahal mahasiswa akan menempuh studi selama minimal 4 tahunb. Tidak ada tindak lanjut setelah diadakannya kegiatan PKKM ini, mahasiswa hanya diberi piagam PKKM dan kemudian selesai seolah olah ia telah memiliki karakter yang diinginkan universitasc. Materi yang diberikan dalam PKKM cenderung hanya bersifat peningkatan potensi individu yang tidak disertai dengan peningkatan keselarasan individu ketika hidup bermasyarakat. Sehingga mahasiswa hanya mengejar kesuksesan akademiknya sendiri tanpa mau tau kondisi lingkungan sekitarnya khususnya masyarakat setempat dimana ia tinggal.2. Mutan Lokal Jati Diri Unsoeda. Materi muatan jai diri unsoed cukup memuat dasar dasar etika dan moral mahasiswa sebagai insan akademis namun tidak ada tindak lanjut dari apa yang telah dipelajar oleh mahasiswa dari mata kuliah inib. Mata kuliah ini bukanlah mata kuliah yang didasarkan atas keilmuan tertentu melainkan hanya sebatas pendidikan moral. Namun karena tidak ada keberlanjutan setelah materi ini diberikan maka mata kuliah ini tidak ada bedanya dengan mata kuliah yang lain hanya sebatas difahami oleh mahasiswa lalu mahasiswa tinggal menjawab soal pertanyaan di kertas ujian. Tidak ada dampak keberlanjutan selanjutnya ketika hidup bermasyarakat apakah materi tersebut diterapkan atau dilupakan.

0. Solusi yang DitawarkanBerangkat dari permasalahan diatas maka penulis menawarkan solusi bagaimana supaya mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademisnya tidak melupakan kewajibannya sebagai pihak yang mengemban tridharma perguruan tinggi ketika hidup bermasyarakat. Yakni dengan program bernama Soedirman Cigren ( Sukseskan tridarma insan cinta grendeng). Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan yaitu:1. Membentuk mahasiswa agar memiliki moral dan etika yang luhur ketika hidup di tengah masyarakat yang ditandai dengan kehidupan keseharian yang membaur dengan masyarakat dan ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh masyarakat Grendeng2. Membangun Grendeng supaya menjadi kawasan yang lebih baik dan lebih maju yang ditandai dengan lingkungan yang bersih, terawat, tertib, aman, dan nyaman. 3. Melaksanakan janji para pendiri Universitas Jenderal Soedirman yakni memajukan Grendeng dan sekitarnya supaya menjadi kawasan yang membuat masyarakat setempat hidup lebih sejahtera4. Melaksanakan kewajiban Thidharma Perguruan Tinggi yakni menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

0. Ketentuan Ketentuan Soedirman Cigren (Sukseskan Tridarma Insan Cinta Grendeng) tersebut diantaranya :

1. Wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2013, 2014, dan 2015 yang berdomisili di daerah Grendeng dan sekitarnya. Yang dipilih melaksanakan kegiatan ini mahasiswa angkatan 2013, 2014, dan 2015 yang akan datang. Angakatan sebelum itu tidak dipilih karena mereka sedang melaksanakan kegiatan perkuliahan di semester akhir. Kegiatan ini mulai berlaku pada 1 September 2015. 2. Setiap mahasiswa wajib membuat laporan kegiatan yang ia ikuti di daerah Grendeng selama per semester berupa kegiatan sosial, budaya, pendidikan, pengajian dan lain sebagainya yang ditandatangani oleh ketua RT dan RW setempat. Laporan kegiatan ini masuk kedalam nilai akademis di akhir kelulusan menjelang wisuda.3. Selama kuliah di Unsoed mahasiswa setidaknya harus mengikuti minimal satu kepanitian yang membuat kegiatan di desa Grendeng yang melibatkan masyarakat Grendeng sebagai peserta baik itu kelompok anak anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Kegiatan sendiri didanai oleh universitas. Kegiatan yang diadakan dapat berupa kegiatan sosial, budaya, olahraga, ekonomi, lingkungan, pendidikan, keagamaan, dsb. Sertifikat kepanitiaan ini wajib dimiliki mahasiswa sebagai syarat mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata). Sehingga pengalaman kepanitiaan ini menjadi pengalaman awal mahasiswa sebelum KKN.4. Agar tidak terjadi kegiatan yang tumpang tindih dalam waktu pelaksanaan, maka universitas membentuk penjadwalan dalam waktu tertentu yang akan dijelaskan dalam mekanisme pelaksanaan Soedirman Cigren ( Sukseskan Tridarma Insan Cinta Grendeng).

1. MEKANISME PELAKSANAAN SOEDIRMAN CIGREN ( SUKSESKAN TRIDARMA INSAN CINTA GRENDENG)Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan Soedirman Cigren ( Sukseskan Tridarma Insan Cinta Grendeng) dalah sebagai berikut :a. Universitas dan fakultas membuat pendataan terhadap semua mahasiswa Unsoed yang berdomisili di daerah Grendeng dan sekitarnya b. Universitas memberikan perbekalan khusus kepada mahasiswa yang berdomisili di Grendeng mengenai sejarah berdirinya unsoed di Grendeng. Perbekalan ini dapat diberikan pada rentang waktu 6 bulan pertama mahasiswa menjalani perkuliahan. Waktu pemberian perbekalan dilakukan secara bergiliran setiap fakultas dan setiap mahasiswa tergantung waktu luang mereka. c. Setiap mahasiswa membuat laporan kegiatan yang telah diikutinya selama tinggal di Grendeng per semester serta mendapat tanda tangan dari ketua RT dan RW setempat.d. Dalam pelaksanaan kepanitiaan kegiatan setiap kelompok mahasiswa mengajukan proposal kepada universitas berkenaan dengan kegiataan yang akan diadakan di grendeng. Waktu pelaksanaan kegiatan akan diatur lebih lanjut oleh universitas yang melakukan penjadwalan ulang dari semua proposal yang diajukan untuk penyesuaian supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam wktu pelaksanaan kegiatan. e. Mahasiswa mendapat penilaian dari keikutsertaannya dalam setiap kegiatan yang diadakan masyarakat grendeng yang ditulis dalam bentuk laporan dan dan diserahkan kepada dosen Bidang kemahasiswaan di akhir semester.

MEKANISME SOEDIRMAN CIGREN ( SUKSESKAN TRIDARMA INSAN CINTA GRENDENG)UNIVERSITAS MEMBUAT PENDATAAN MAHASISWA YANG BERDOMISILI DI GRENDENG

Waktu pelaksanaan kegiatan akan diatur lebih lanjut oleh universitas yang melakukan penjadwalan ulang dari semua proposal yang diajukan untuk penyesuaianWaktu pemberian perbekalan dilakukan pada rentang waktu 6 bulan mahasiswa baru menjalani perkuliahan setiap fakultas membuat jadwal dalam pelaksanaanya tergantung waktu luang mahasiswa

MEMBERIKAN PERBEKALAN TENTANG SEJARAH UNSOED BERDIRI DI GRENDENG

MEMBUAT SUATU KEGIATAN DI GRENDENG SEBAGAI SYARAT KKN MEMBUAT LAPOAN KEGIATAN YANG DIIKUTI MAHASISWA DAN YANG DIADAKAN OLEH MASYARAKAT GRENDENG PER SEMESTER

C. HASIL DAN PEMBAHASAN1. Konsep Pembuatan LaporanMahasiswa seperti yang dibahas diatas, mengemban misi trdarma perguuan tinggi sebagai bagian dari civitas akademika. Ia tidak hanya berusaha untuk mencapai prestasi akademik setinggi tinggi tetapi ia juga harus memiliki keterampilan hidup selaras dengan masyarakat. Sebagai calon pemimpin bangsa, seorang mahasiswa harus memiliki jiwa kepemimpinan dan harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan tepat ia tinggal. Saat ini mahasiswa yang kuliah di unsoed berasal dari seluruh pelosok daerah di Indonesia, di sisi lain hal ini memberikan keuntungan bagi Unsoed karena berarti kapasitas Unsoed sebagai Universitas berkualitas di akui dengan banyaknya mahasiswa unsoed yang berasal dari seluruh pelosok negeri. Namun keberadaan mahasiswa dari seluruh pelosok nusantara tersebut membawa berbagai maca karakter dan kepribadian yang belum tentu sesuai dengan karakter dan kepribadian serta nilai nilai budaya masyarakat grendeng yang dimana dimana sekarang mereka tinggal.Maka dri konsep Soedirman Cigren ini memberikan beberapa keuntungan diantaranya sebagai wahana pembentukan karakter dan kepribadian mahasiswa khususnya ketika berbaur dengan masyarakat. Dengan dibebankan kewajiban untuk membuat laporn tentang aktivitas yang ia ikuti di masyarakat grendeng maka mahasiswa mau tidak mau harus membaur dengan warga setempat. Hal ini tentu akan berdampak positif karena dengan begitu mahasiswa akan memiliki pengalaman dan keterampilan bersosialissi dengan warga. Serta ia tidak asing dan apatis di lingkungan tempat tinggalnya serta dengan tetangga tetangganya. Meskipun proses ini sebenarnya adalah proses natural namun kenyataannya saat ini mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan warga setempat. Mahasiswa cenderung menjaga jarak dengan masyarakat setempat. Dengan diwajibkannya menulis lapoan yang berisi aktivitas yang ia ikuti bersama warga dan ditanda tangani oleh kepala RT dan RW maka mahasiswa punya kesempatan untuk berbaur dengan warga.

2. Konsep Pembuatan KegiatanSementara itu mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dituntut untuk memiliki jiwa kreatif, pekerja keras, mandiri, dan aktif dalam menjalani kehidupan hariannya. Maka dari itu, mental tersebut harus mulai dibentuk sejak dini bahkan sejak ia baru menjalani proses perkuliahan di tahun tahun awal. Mahasiswa harus peka melihan realitas dan menyikapi permasalahan yang timbul di masyarakat. Saat ini kelurahan grendeng memiliki beberapa masalah misalnya dengan semakin banyaknya penghuni kos kosan maka kebersihan di lingkungan desa grendeng kurang diperhatikan. ini menjaladi masalah bagi masyarakat grendeng dimana mahasiwa sebagai kaum intelektual harus memberikan contoh yang baik yakni dengan membuat program semacam kerja bakti, membuat tong sampah, memperbaiki aliran sungai, dan lain sebagainya. Demikianpun dalam hal keamanan mahasiswa dituntut untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingungan desa grendeng. Apalagi saat ini kasus pencurian sepeda motor cukup marak terjadi di area kos kosan grendeng. Mahasiswa harus menawarkan solusi berupa ikut siskamling, atau pembangunan garasi motor yang aman, dan lain sebagainya. Kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa dapat membutuhkan dana maupun tidak. Universitas dalam hala ini dapat menyediakan dana untuk kegiatan kegiatan yang diadakan mahasiswa untuk membuat desa grendeng lebih baik. Selain itu program yang bisa diadakan ialah program bedah rumah untuk mmperbaiki rumah rumah yang saat ini kurang layak ditinggali di grendeng. Sangat tidak etis tentunya ketika ada sebuah lembaga pendidikan yang tinggi menjulang sementara di daerah sekitarna terdapat rumah rumah warga yang tidak layak ditempati. Maka dari itu disini mahasswa dituntut untuk lebih jeli dan peduli dengan kondisi masyarakat sekitar. Konsep pembuatan kegiatan di masyarakat grendeng ini adalah juga merupakan pemenuhan janji dari universitas jenderal soedirman terhadap masyarakat asli grendeng ketika dahulu unsoed hendak dibangun. Kegiatan ini dapt menjadi solusi untuk mengatasi berbagai macam permasalahan di kelurahan grendeng yang notabene meruakan kelurahan dari kampus utama unsoed dan termasuk gedung rektorat dan pusat administrasi unsoed berada. 3. Output yang dihasilkanOutput atau luaran yang dihasilkan dari Program Soedirman Cigren (Sukseskan insan cinta grendeng) ialah sebagai berikut:a. Bagi Mahasiswa1. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepekaan dengan masalah masalah yang ada di masyarakat2. Menumbuhkan jiwa bersosial sehingga mahasiswa tidak apatis dan asing dengan lingkungan sekitarnya3. Menciptakan kehidupan yang selaras dengan masyarakatb. Bagi Masyarakat Grendeng1. Menbuat kondisi sosial dan budaya di kelurahan grendeng lebih baik ketika mahasiswa tidak apatis dan mau bersosialisasi dengan masyarakat2. Masyarakat menyadari kehadiran mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dengan ikut terlibat dalam menyelesaian pemasalahan permasalahan yang ada di lingkungan gredeng dan sekitarnya3. Masyarakat memperoleh manfaat moril maupun materiil dari setiap kegiatan yang diadakan oleh mahasiswac. Bagi Universitas1. Universitas menjalankan kewajibannya untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yakni menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat2. Universitas ikut serta menjadikan grendeng lebih maju dan lebih nyaman untuk ditinggali3. Universitas memenuhi janji para pendiri unsoed terhadap masyarakat grendeng yakni menjadikan grendeng menjadi kawasan yang lebih sejahtera bagi masyarakat setempat.

TRIDHARMA PEGURUAN TINGGI

KELURAHAN GRENDENG DAN SEKITARNYAMEMBUAT LAPOAN KEGIATAN YANG DIIKUTI MAHASISWA DAN YANG DIADAKAN OLEH MASYARAKAT GRENDENG PER SEMESTER

MEMBUAT SUATU KEGIATAN DI GRENDENG

MasyarakatMahasiswaUniversitasSOEDIRMN CIGREN (SUKSESKAN INSAN CINTA GRENDENG)

D. KESIMPULANPergurun Tinggi mengemban misi Tridharma Perguruan Tinggi yakni menyelenggaakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada msyarakat. Salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi khuusnya Unsoed ialah melalui program Soedirman Cigren (Sukseskan instan cinta Grendeng). Gagasan ini berangkat dari permasalah mahasiswa Unsoed yang saat ini kurang membaur dengan warga setempat khususnya warga kelurahan grendeng. Mahasiswa perlu pengalaman dan keterampilan untuk terjun langsung dan merasakan apa yang dihadapi oleh masyarakat. Selama ini mahasiswa hanya belajar mengenai kondisi masyarakat dari berbagai macam literature namun kurang sekali pengalam terjun langsung terlibat dalam aktivitas mayarakat sehari hari terutama aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Sehingga saat ini masyarakat unsoed cenderung apatis dan asing dengan lingkungan sekitarnya.Program Soedirman Cigren (Sukseskan Insan Cinta Grendeng) ini dapat menjadi alternative untuk mengatasi kesenjangan antara mahasiswa dan masyarakat yang sangat terasa khususnya di lingkungan kelurahan grendeng dan sekitarnya ini. Unsoed sebagai universitas negeri yang menampung seluruh mahasiswa dari pelosok nusantara bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan, unsoed juga mengemban tugas mendidik mahasiswanya supaya memiliki jiwa kepemimpiann dan kemampuan memecahkan masalah didalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKASuryosubroto. 1990. Beberapa Aspek Aspek Dasar Dasar Kependidikan, Jakarta: Rineka CiptaTabloid institute. edisi XII/April 2011 Pengetahuan Mahasiswa tentang Tridharma. Litbang LPM Institute.http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Jenderal_Soedirman (Diakses pada Senin, 20 April 2015 pukul 20.10)

http://citizen6.liputan6.com/read/817481/warga-mengadu-persawahan-di-purwokerto-nyaris-habis (Diakses pada Senin, 20 April 2015 pukul 20.10)

LAMPIRAN 1A. Biodata Penggagasa) Nama Lengkap:Lutfi Ramdanib) NIM:F1A014077c) TTL:Garut 22 Februari 1995d) Fakultas/ jurusan:Ilmu Sosial dan Ilmu politik/ Sosiologie) Perguruan Tinggi:Universitas Jenderal Soedirmanf) No Hp:085200807675g) Alamat email:[email protected] PendidikanJenjangNama SekolahTahun Lulus

SD/ MISDN Mekarsari 12007

SMP/ MtsMTS Persis Cikarag2010

SMA/ MAMA Persis Cibatu2013

Pengalaman OrganisasiNama OrganisasiJabatanTahun

OSIS Ketua2012

Duta Baca Soedirman 2014Ketua2014

UKM RhizomeAnggota2014

HMI Komisariat Fisip UnsoedAnggota2014

Purwokerto, 29 April 2015Penggagas Program

Lutfi RamdaniNIM.F1A014077LAMPIRAN 2Biodata Dosen Pembimbing1. Nama Lengkap : Dra. Endang Dwi S, M.Si.2. NIP: 19580716 198702 2 0013. Pekerjaan: Dosen Program Studi Sosiologi4. Universitas: Jenderal Soedirman (UNSOED)5. Alamat : Perumahan Tanjung6. No.Hp: +6281328728436

Purwokerto, 29 April 2015Dosen Pembimbing

Dra. Endang Dwi S, M.Si. NIP. 19580716 198702 2 00110

16