Preskas gangguan panik

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psikiatri

Citation preview

PRESENTASI KASUS

RIZKY AMALIA SHARFINA

1102011239

PEMBIMBING: dr. Sonny Chandra, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWAPERIODE 25 MEI 27 JUNI 2015RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PASAR REBOSTATUS PSIKIATRI

I. IDENTITAS PASIENNama: Tn. RTempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 25 April 1982Umur: 33 tahunJenis Kelamin: Laki-lakiAgama: IslamAlamat: CondetSuku: BetawiPendidikan Terakhir: STMStatus Pernikahan: Sudah menikahPekerjaan: BuruhTanggal Masuk RS: 2015

II. RIWAYAT PSIKIATRIData diperoleh dari:a) Autoanamnesis: Jumat, 12 Mei 2015b) Alloanamnesis: Jumat, 12 Mei 2015 dengan istri pasien

A. Keluhan UtamaPasien datang dengan keluhan tidak bisa tidur dari 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga merasa sakit kepala yang menjalar hingga keleher. Istri pasien berkata bahwa pada bulan Januari pasien pernah mengalami gangguan tidur namun tidak sampai selama saat ini.

B. Keluhan TambahanPasien merasa jantungnya berdebar dan terkadang merasa sesak nafas secara tiba-tiba. Pasien sangat khawatir dengan keadaan yang dialaminya. Pasien merasa sakitnya ini dapat menyebabkan kematian. Pasien juga mengeluh sulit buang air besar sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit.

C. Riwayat Gangguan SekarangBerdasarkan autoanamnesis yang dilakukan pada hari Jumat, 12 Mei 2015, pasien mengeluhkan kesulitan untuk tidur dan sakit kepala yang berdenyut. Pasien berkata bahwa ia sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang sedang hamil. Tempat kerja pasien berada jauh dari rumah pribadinya sehingga pasien lebih sering pulang ke rumah ibunya, karena rumah ibu pasien lebih dekat dengan tempat kerja pasien. Namun setiap akhir minggu pasien selalu pulang kerumah pribadinya. Berdasarkan alloanamnesis yang dilakukan kepada istrinya, istri pasien berkata bahwa pasien merupakan orang yang sangat sayang dengan orang-orang disekitarnya, oleh karena itu pasien sering merasa khawatir bila ada kejadian yang dialami oleh orang-orang terdekat pasien seperti istri dan ibu pasien.

D. Riwayat Gangguan Sebelumnya1. Riwayat Gangguan PsikiatriOrang tua pasien bercerai saat pasien berumur 1 tahun. Pasien tinggal bersama ibu kandung pasien, namun lebih sering diasuh oleh nenek pasien karena ibu pasien sibuk bekerja. Ayah pasien menikah kembali dan pada saat umur 6 tahun, pasien diasuh oleh ayah dan ibu tirinya. Pasien berkata saat umur 6 tahun tersebut, ibu tiri pasien sering memarahi, memukul, dan mencubit pasien. Mengetahui hal itu ibu kandung pasien langsung mengambil pasien kembali dan akhirnya pasien kembali berada dalam asuhan ibu kandungnya. Berdasarkan autoanamnesis dan alloanamnesis, pasien sudah mengalami kesulitan untuk tidur sejak SMP. Istri pasien berkata pasien sangat sayang dengan ibunya sehingga sejak lulus STM, pasien langsung bekerja agar dapat membantu perekonomian keluarga. Ibu pasien menikah lagi dan dikaruniai 1 orang anak.

2. Riwayat Gangguan MedisPasien berkata ia tidak memiliki riwayat gangguan medis

3. Riwayat Penggunaan Zat PsikoaktifPasien pernah mencoba menggunakan ganja pada saat remaja, namun hanya satu kali. Pasien mengaku sudah mulai merokok sejak SMP dan sudah berhenti sejak 6 bulan yang lalu.

III. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADIA. Riwayat Prenatal dan PerinatalSaat hamil, ibu pasien tidak mengkonsumsi obat-obat psikoaktif dan tidak merokok. Pasien lahir secara normal dengan usia kehamilan cukup bulan.

B. Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)Orangtua pasien bercerai saat pasien berumur 1 tahun, sehingga pasien diasuh oleh ibu kandungnya. Ibu pasien sibuk bekerja dan pasien akhirnya diurus oleh nenek pasien. Pasien tidak pernah mengalami kejang dan tidak mengalami kesulitan makan. Pada usia ini pola tidur pasien tidak mengalami gangguan. Pasien juga tidak mengalami gangguan dalam belajar berdiri, berjalan dan berbicara.

C. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-7 tahun)Pasien tumbuh seperti anak seusianya. Pasien mengaku hubungannya dengan ibu kandung dan neneknya cukup dekat. Pasien sering menceritakan kejadian yang pasien alami di sekolah kepada ibu dan neneknya. Hubungan dengan ayah kanfdung dan ibu tirinya tidak begitu baik,karena pada saat itu ibu tiri pasien sering memarahi dan memukul pasien padahal pasien tidak melakukan kesalahan yang fatal.

D. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja Pasien merasa tidak percaya diri saat bergaul karena pasien merasa dirinya tidak memiliki apa-apa dan hidup di keluarga yang tingkat ekonominya rendah. Pada saat SMP pasien mulai mengeluh mengalami kesulitan tidur. Pada saat ini pasien merasa baru dapat tidur diatas pukul 2 pagi dan tidur tidak pulas. Namun hal itu hanya terjadi dalam satu sampai dua hari.

E. Masa Dewasa Riwayat PendidikanPasien tidak pernah tinggal kelas, nilai nilai pasien cukup walaupun tidak terlalu bagus. Pasien tidak melanjutkan sampai ke perguruan tinggi. Riwayat PekerjaanSetelah lulus STM, pasien langsung bekerja di proyek sebagai buruh bangunan. Namun sekarang, pasien bekerja di perusahaan percetakan sebagai buruh angkut cat. Pasien merasa tidak ada masalah dalam pekerjaannya, namun atasan pasien terkadang membuat pasien merasa kurang nyaman karena sering memarahi pasien dan teman-teman pasien, padahal pasien mengaku ia tidak berbuat suatu kesalahan yang fatal. Riwayat PernikahanPasien sudah menikah sejak Desember 2012, tetapi belum memiliki anak. Istri pasien sedang hamil dengan usia kandungan 3 bulan. Riwayat agamaPasien beragama Islam sejak kecil, namun pasien mengaku bahwa pasien jarang melakukan shalat wajib 5 waktu. Riwayat HukumPasien tidak pernah terlibat masalah hukum. Riwayat Aktivitas SosialBerdasarkan alloanamnesis yang dilakukan kepada istri pasien, diketahui bahwa pasien merupakan pribadi yang kurang percaya diri, namun setelah menikah dan bekerja, pasien menjadi orang yang lebih percaya diri dan memiliki banyak teman serta sering bercerita. Istri pasien mengaku, pasien merupakan orang yang sabar dan cenderung lebih sering mengalah bila ada masalah.

Riwayat PsikoseksualPasien merasa tidak memiliki apa-apa karena tingkat ekonomi yang rendah, karena itu pasien tidak berusaha untuk mendekati lawan jenis dan mencoba menjalin hubungan. Pasien berkenalan dengan istri pasien karena dikenalkan oleh teman mereka. Pasien merasa sudah umurnya untuk menikah dan akhirnya pasien dan istripun menikah.

Riwayat KeluargaPasien adalah anak satu-satunya. Satu tahun setelah pasien lahir, orangtua kandung pasien bercerai. Ayah dan ibu kandung pasien masing-masing menikah lagi dan memiliki masing-masing satu orang anak. Pasien mengaku dekat dan sering bercerita dengan ibu dan neneknya.

Genogram Keluarga

= Laki-laki = Perempuan

= Bercerai

F. Situasi Kehidupan SekarangPasien bekerja di daerah Karawang sedangkan rumah pribadi pasien dan istri berada di daerah Condet. Sehingga pasien lebih sering pulang kerumah ibu kandung pasien di daerah Cengkareng. Pasien rutin pulang ke rumah pribadi pasien setiap akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Pasien saat ini mengaku sering mengkhawatirkan keadaan istri pasien yang sedang hamil tiga bulan. Saat jantungnya berdebar dan kepala pasien terasa berdenyut, pasien mengaku timbul rasa takut meninggal tiba-tiba.

G. Persepsi tentang diri dan KehidupanPasien merasa kesulitan pasien untuk tidur, dan jantung berdebar, serta sakit kepala yang berdenyut pada kepala bagian belakang pasien merupakan hal yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

H. Persepsi Keluarga tentang diri pasienMenurut istri pasien, pasien merupakan orang yang sangat sayang dengan orang-orang terdekatnya. Pasien berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan orang-orang terdekatnya terutama ibu dan istri pasien. Menurut istri pasien, pasien juga merupakan orang yang sensitif dan tidak tega terhadap orang lain. Pasien juga merupakan orang yang sabar dan tidak sungkan untuk mengalah kepada orang lain.

I. Impian, Fantasi dan nilai-nilaiPasien ingin kehidupan ekonomi keluarganya meningkat, sehingga pasien dapat membahagiakan ibu dan istri pasien

IV. STATUS MENTAL (Berdasarkan Pemeriksaan Tanggal 12 Juni 2015)A. DESKRIPSI UMUM1. PenampilanPasien seorang laki laki, berpenampilan fisik sesuai umur. Postur tubuh pendek kurus, memakai baju kaos dan celana pendek. Potongan rambut rapih. Pasien tampak sakit sedang.

2. Perilaku dan aktivitas psikomotorPasien tampak sedang sakit dan mengantuk. Pasien mau bercerita tentang keluhannya.

3. Sikap terhadap pemeriksaInteraksi dengan pemeriksa baik, dan tidak menunjukan rasa tidak nyaman. Pasien juga mau menjawab pertanyaan yang diberikan pemeriksa, dan pada beberapa hal pasien berinisiatif bercerita tanpa pemeriksa tanya.

B. BICARAVolume: sedangKecepatan berbicara: normalIrama: teraturGangguan bicara: tidak ada

C. MOOD, AFEK DAN KESERASIANMood: EutimAfek: meluasKeserasian: serasi

D. GANGGUAN PERSEPSIHalusinasi: Tidak adaIlusi: Tidak adaDepersonalisasi: Tidak adaDerealisasi : Tidak ada

E. GANGGUAN PIKIRProses: KohernBlocking: tidak adaAsosiasi longgar: tidak adaInkoherensi: tidak adaFlight of idea: tidak adaWord salad: tidak adaNeologisme: tidak ada

Isi pikiran: Gangguan isi piker:tidak adaWaham bizzare: tidak adaWaham sistemik: tidak adaWaham nihilistik: tidak adaWaham somatik: tidak adaWaham paranoid: tidak adaWaham kebesaran: tidak adaWaham rujukan: tidak adaWaham kejaran: tidak adaWaham dikendalikan: tidak adaThought of withdrawal: tidak adaThought of insertion: tidak adaThought of broadcasting: tidak adaThought of control: tidak adaObesesi: tidak adaKompulsi:tidak adaFobia: tidak ada

F. FUNGSI KOGNISI DAN SENSORIUM1. Kesadaran: compos mentis2. Orientasi Waktu: baik Tempat: baik Orang: baik3. Daya ingat Jangka panjang: baik Jangka sedang: baik Jangka pendek: baik4. Konsentrasi dan perhatian: baik5. Kemampuan membaca dan menulis: baik6. Pikiran abstrak:baik (pasien mampu mengartikan peribahasa ada udang dibalik batu)7. Intelegensi dan Kemampuan Informasi: baik8. Kemampuan mengendalikan impuls: baik. Tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain disekitarnya.9. Daya nilai dan tilikana. Daya dan nilai sosial: baikb. Uji daya nilai: baik 10. Penilaian Daya Realita: tidak terganggu11. Tilikan: derajat 412. Taraf dapat dipercaya: dapat dipercaya

V. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNAa) Riwayat psikiatri Pasien merasa sulit tidur sejak SMP Pasien sering merasa jantung berdebar-debar secara tiba-tiba Orangtua pasien bercerai saat kecil, pasien lebih dekat dengan ibu kadnungb) Status mental Mood:Eutimia Afek:Luas Taraf dapat dipercaya: Dapat dipercaya

VI. FORMULASI DIAGNOSTIKAKSIS I : Merupakan gejala gangguan panic, karena terdapat serangan-serangan seperti jantung berdebar dan sakit kepala yang berdenyur secara tiba-tiba

F0 : Bukan merupakan gangguan mental organik karena tidak didapatkan riwayat trauma ataupun penyebab organik lainnya.F1 : Bukan merupakan gangguan yang disebabkan oleh zat psikoaktif.F2 : Bukan merupakan gangguan skizofrenia karena tidak ditemukan adanya waham dan halusinasi.F3: Bukan merupakan gangguan suasana perasaan karena tidak ditemukan adanya kesedihan yang terus menerusF4: Merupakan gangguan yang terkait dengan stress karena ditemukan adanya stressor yang memicu pasien merasa cemas.

Aksis II: Ciri kepribadian cemas menghindar, karena pasien merasa dirinya tidak mampu, tidak menarik dan lebih rendah dari orang lain.Aksis III: Tidak terdapat riwayat medis sebelumnyaAksis IV: Pasien datang dari orangtua yang bercerai semejak umur 1 tahun. pasien lebih dekat dengan ibu dan nenek kandung pasien.Aksis V: GAF 70-61

VII. EVALUASI MULTI AKSIALAksis I: Gangguan panikAksis II: Ciri kepribadian cemas menghindarAksis III: tidak terdapat riwayat medis sebelumnyaAksis IV: Masalah dengan lingkungan keluarga saat pasien masih kecil Aksis V: GAF 70-61

VIII. DIAGNOSIS KERJAGangguan panik

IX. DAFTAR MASALAH1. Organobiologik: Tidak terdapat riwayat2. Psikologik: Gangguan panik3. Lingkungan dan Sosial Ekonomi: Hubungan terhadap orang lain baik, pasien suka bercerita kepada istri dan ibu kandungnya, dan mengaku mempunyai cukup banyak teman di lingkungan pekerjaan.X. PROGNOSISQuo Ad Vitam:Dubia ad BonamQuo Ad Fungsional:Dubia ad BonamQuo Ad Sanationam: Dubia ad Malam.XI. RENCANA TERAPIA. Farmakologi: Alprazolam 0,5mg 1dd1B. Non Farmakologi: Psikoterapi

TINJAUAN PUSTAKAGANGGUAN PANIKDefinisiGangguan panik merupakan salah satu jenis gangguan cemas kronik yang ditandai oleh serangan panik berulang dan tak terduga. Frekuensi serangannya bervariasi mulai dari beberapa kali serangan dalam setahun hingga beberapa serangan dalam sehari. Serangan panik terjadi mendadak tanpa disebabkan oleh obat (seperti kafein), pengobatan, atau kondisi medis (seperti tekanan darah tinggi), dan selama serangan penderita mungkin mengalami sensasi seperti detak jantung meningkat atau tidak teratur, sesak napas, atau pusing.Etiologia) Faktor biologicTerdapat neurotransmitter yang diduga dapat mempengaruhi munculnya serangan panic, yaitu serotonin, GABA, dan norepinefrinb) Faktor geneticTerdapat kemungkinan terjadinya suatu pewarisan sifat panic. Keturunan pertama pasien dengan gangguan panic dengan agaorafobia mempunyai resiko 4-8 kali mengalami serangan yang sama. c) Teori psikodinamikMenurut teori ini, penderita gangguan panic memiliki gaya kelekatan dengan orang lain yang bermasalah, hal ini terjadi karena sensitivitas mereka yang tinggi terhadap kehilangan rasa aman dan perlindungan

Pedoman DiagnostikMenurut PPDGJ III:Terjadinya beberapa serangan berat ansietas otonomik yang terjadi dalam periode kira-kira satu bulan:1. Pada keadaan-keadaan yang sebenarnya secara objektik tidak ada bahaya2. Tidak terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya3. Adanya keadaan realtif bebas gejala ansietas dalam periode antara serangan-serangan panicMenurut DSM-IV:Kriteria diagnosis gangguan panik harus dibuktikan dengan adanya serangan panik yang berkaitan dengan kecemasan atau persisten lebih dari 1 bulan terhadap:(1) Serangan panik baru(2) Konsekuensi serangan, (3) Terjadi perubahan yang signifikan berhubung dengan seranganSelain itu mendiagnosis serangan panik kita harus menemukan minimal 4 gejala dari 13 gejala berikut ini: Merasa pusing, tidak stabil berdiri, hingga pingsan Merasa kehilangan kontrol, seperti mau gila Takut mati Leher terasa dicekik Palpitasi, berdebar-debar, denyut jantung bertambah cepat Nyeri dada, rasa tidak nyaman di dada Merasa sesak, nafas pendek Mual atau distres abdominal Gemetaran Berkeringat Rasa panas di kulit, menggigil Mati rasa, kesemutan

Tatalaksanaa) Psikofarmaka1. SSRI: obat diberikan dalam 3-6 bulan atau lebih2. Alprazolam: dikonsumsi 4-6 minggub) PsikoterapiTerapi relaksasi: bermanfaat meredakan secara realtif cepat serangan panic dan menenangkan individu, dapat dicapai jika berlatih setiap hari. Prinsipnya adalah melatih pernafasan Terapi kognitif perilaku: individu diajak untuk bersama-sama membnetuk pola perilaku dan pikiran yang rasional. Individu kemudai diberikan pekerjaan rumah yang harus dibuat setiap hari contohnya adalah membuat daftar pengalam yang dialami selama satu hari.

PrognosisPenderita dengan fungsi yang baik serta durasi serangan yang singkat menunjukan prognosis yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Elvira, Sylvia E. dkk. Buku Ajar Psikiatri. 2010. Badan Penerbit Fakultas Kedokteran UI. Jakarta. Maslim, Rusdi. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III.2013. PT Nuh Jaya. Jakarta

16