PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan secara…

  • Published on
    24-Jun-2018

  • View
    212

  • Download
    0

Transcript

  • PRE SIDENREP UB L IK IN DO NE SIA

    PENJELASAN

    ATAS

    PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 26 TAHUN 2008

    TENTANG

    RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL

    I. UMUM

    Sesuai dengan amanat Pasal 20 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007tentang Penataan Ruang, Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)merupakan pedoman untuk penyusunan rencana pembangunan jangkapanjang nasional; penyusunan rencana pembangunan jangka menengahnasional; pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang diwilayah nasional; mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dankeseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi, serta keserasianantarsektor; penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi; penataanruang kawasan strategis nasional; dan penataan ruang wilayah provinsi dankabupaten/kota.

    Oleh karena itu, RTRWN disusun dengan memperhatikan dinamikapembangunan yang berkembang, antara lain, tantangan globalisasi,otonomi dan aspirasi daerah, keseimbangan perkembangan antaraKawasan Barat Indonesia dengan Kawasan Timur Indonesia, kondisi fisikwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang rentan terhadapbencana, dampak pemanasan global, pengembangan potensi kelautan danpesisir, pemanfaatan ruang kota pantai, penanganan kawasan perbatasannegara, dan peran teknologi dalam memanfaatkan ruang.

    Untuk mengantisipasi dinamika pembangunan tersebut, upayapembangunan nasional juga harus ditingkatkan melalui perencanaan,pelaksanaan, dan pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih baik agarseluruh pikiran dan sumber daya dapat diarahkan secara berhasil gunadan berdaya guna. Salah satu hal penting yang dibutuhkan untukmencapai maksud tersebut adalah peningkatan keterpaduan dankeserasian pembangunan di segala bidang pembangunan, yang secaraspasial dirumuskan dalam RTRWN.

    Penggunaan sumber daya alam dilakukan secara terencana, rasional,optimal, bertanggung jawab, dan sesuai dengan kemampuan dayadukungnya, dengan mengutamakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,memperkuat struktur ekonomi yang memberikan efek pengganda yangmaksimum terhadap pengembangan industri pengolahan dan jasa dengantetap memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan

    hidup . . .

  • - 2 -

    hidup serta keanekaragaman hayati guna mewujudkan pembangunan yangberkelanjutan. Sehubungan dengan itu, RTRWN yang berlandaskanWawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional merupakan matra spasialdalam pembangunan nasional yang mencakup pemanfaatan sumber dayaalam yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukansecara aman, tertib, efektif, dan efisien.

    RTRWN memadukan dan menyerasikan tata guna tanah, tata guna udara,tata guna air, dan tata guna sumber daya alam lainnya dalam satukesatuan tata lingkungan yang harmonis dan dinamis serta ditunjang olehpengelolaan perkembangan kependudukan yang serasi dan disusun melaluipendekatan wilayah dengan memperhatikan sifat lingkungan alam danlingkungan sosial. Untuk itu, penyusunan RTRWN ini didasarkan padaupaya untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah nasional, antaralain, meliputi perwujudan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman,produktif, dan berkelanjutan serta perwujudan keseimbangan dankeserasian perkembangan antarwilayah, yang diterjemahkan dalamkebijakan dan strategi pengembangan struktur ruang dan pola ruangwilayah nasional. Struktur ruang wilayah nasional mencakup sistem pusatperkotaan nasional, sistem jaringan transportasi nasional, sistem jaringanenergi nasional, sistem jaringan telekomunikasi nasional, dan sistemjaringan sumber daya air. Pola ruang wilayah nasional mencakup kawasanlindung dan kawasan budi daya termasuk kawasan andalan dengan sektorunggulan yang prospektif dikembangkan serta kawasan strategis nasional.

    Selain rencana pengembangan struktur ruang dan pola ruang, RTRWN inijuga menetapkan kriteria penetapan struktur ruang, pola ruang, kawasanandalan, dan kawasan strategis nasional; arahan pemanfaatan ruang yangmerupakan indikasi program utama jangka menengah lima tahunan; sertaarahan pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri atas indikasi arahanperaturan zonasi, arahan perizinan, arahan insentif dan disinsentif, danarahan sanksi.

    Secara substansial rencana tata ruang pulau/kepulauan dan kawasanstrategis nasional sangat berkaitan erat dengan RTRWN karena merupakankewenangan Pemerintah dan perangkat untuk mengoperasionalkannya.Oleh karena itu, penetapan Peraturan Pemerintah ini mencakup pulapenetapan kawasan strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal20 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentangPenataan Ruang.

    II. PASAL DEMI PASAL

    Pasal 1

    Cukup jelas.

    Pasal 2 . . .

  • - 3 -

    Pasal 2

    Huruf a

    Yang dimaksud dengan aman adalah situasi masyarakat dapatmenjalankan aktivitas kehidupannya dengan terlindungi dariberbagai ancaman.

    Yang dimaksud dengan nyaman adalah keadaan masyarakatdapat mengartikulasikan nilai sosial budaya dan fungsinyadalam suasana yang tenang dan damai.

    Yang dimaksud dengan produktif adalah proses produksi dandistribusi berjalan secara efisien sehingga mampu memberikannilai tambah ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,sekaligus meningkatkan daya saing.

    Yang dimaksud dengan berkelanjutan adalah kondisi kualitaslingkungan fisik dapat dipertahankan bahkan dapatditingkatkan, termasuk pula antisipasi untuk mengembangkanorientasi ekonomi kawasan setelah habisnya sumber daya alamtak terbarukan.

    Huruf b

    Cukup jelas.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Huruf d

    Keterpaduan pemanfaatan ruang darat, laut, dan udaratermasuk ruang di dalam bumi mengandung pengertian bahwaruang darat, laut, dan udara termasuk ruang di dalam bumidipandang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalammendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

    Huruf e

    Cukup jelas.

    Huruf f

    Sumber daya alam yang dimaksud mencakup sumber daya alamyang terdapat di ruang darat, laut, udara, termasuk ruang didalam bumi. Upaya pemanfaatan sumber daya alam dimaksudmeliputi:

    a. pemanfaatan sumber daya alam yang optimal dengan tetapmemperhatikan kelestarian fungsi dan tatanan lingkunganhidup;

    b. pengarahan . . .

  • - 4 -

    b. pengarahan lokasi investasi nasional dalam pengelolaan danpengembangan kawasan lindung, kawasan budi daya, dankawasan strategis nasional;

    c. pengelolaan tata guna tanah, air, udara, dan sumber dayaalam lainnya; dan

    d. penetapan kriteria pokok penentuan kawasan budi daya sertakebijakan pengelolaannya.

    Huruf gCukup jelas.

    Huruf hCukup jelas.

    Huruf iYang termasuk dalam upaya mewujudkan pertahanan dankeamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional adalahmenumbuhkan kesadaran untuk mematuhi peraturanperundang-undangan yang berkaitan dengan pertahanankeamanan.

    Pasal 3Cukup jelas.

    Pasal 4Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah nasional ditetapkanuntuk mewujudkan tujuan nasional penataan ruang wilayah nasional.Yang dimaksud dengan kebijakan penataan ruang wilayah nasionaladalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasardalam pemanfaatan ruang darat, laut, dan udara termasuk ruang didalam bumi untuk mencapai tujuan penataan ruang.Yang dimaksud dengan strategi penataan ruang wilayah nasionaladalah langkah-langkah pelaksanaan kebijakan penataan ruang.

    Pasal 5Ayat (1)

    Cukup jelas.Ayat (2)

    Huruf aKeterkaitan antara kawasan perdesaan dan perkotaan dapatdiwujudkan, antara lain dengan pengembangan kawasanagropolitan yang merupakan kawasan perdesaan dengandominasi pertanian terpadu dan pengembangan desa pusatpertumbuhan yang memiliki keunggulan komparatifdan/atau kompetitif dibanding dengan kawasan perdesaanlainnya.

    Huruf b . . .

  • - 5 -

    Huruf b

    Cukup jelas.

    Huruf c

    Yang dimaksud dengan mengendalikan perkembangan kotapantai adalah membatasi perkembangan kota ke arahpantai.

    Huruf d

    Cukup jelas.

    Ayat (3)

    Cukup jelas.

    Pasal 6

    Cukup jelas.

    Pasal 7

    Ayat (1)

    Cukup jelas.

    Ayat (2)

    Huruf a

    Cukup jelas.

    Huruf b

    Pada wilayah pulau yang luas kawasan berfungsi lindungnyakurang dari 30% (tiga puluh persen) dari luas pulau perludilakukan upaya peningkatan luas kawasan lindung hinggamencapai tingkat paling sedikit 30% (tiga puluh persen).Pada wilayah pulau dengan luas kawasan lindung lebih dari30% (tiga puluh persen), perlu dilakukan upaya agar luaskawasan lindung tersebut tidak berkurang sehingga luasnyatetap di atas 30% (tiga puluh persen) dari luas pulau.

    Pada kondisi ekosistem tertentu dimana keberlanjutanlingkungan hidup mensyaratkan keberadaan kawasanlindung lebih besar seperti pada pulau-pulau kecil, makadalam rencana tata ruang ditetapkan proporsi luas kawasanlindung sesuai dengan kondisi ekosistem tersebut.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Ayat (3) . . .

  • - 6 -

    Ayat (3)

    Cukup jelas.

    Pasal 8

    Ayat (1)

    Huruf a

    Keterpaduan dan keterkaitan antarkegiatan budi dayamengandung pengertian bahwa kawasan budi daya yangdikembangkan bersifat saling menunjang satu sama lain,sehingga dapat mewujudkan sinergi dalam meningkatkankesejahteraan masyarakat.

    Agar keterpaduan dan keterkaitan antarkegiatan budi dayadapat diwujudkan, diperlukan integrasi rencanapengembangan, sinkronisasi program, dan koordinasi dalampelaksanaan pembangunan di antara para pemangkukepentingan.

    Huruf b

    Cukup jelas.

    Ayat (2)

    Huruf a

    Kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis nasionaladalah kawasan yang menjadi tempat kegiatanperekonomian yang memberikan kontribusi besar terhadapperekonomian nasional dan/atau menjadi tempat kegiatanpengolahan sumber daya strategis seperti kawasanpertambangan dan pengolahan migas, radioaktif, atau logammulia.

    Huruf b

    Kegiatan budi daya unggulan merupakan kegiatan yangmenjadi penggerak utama perekonomian kawasan danwilayah sekitarnya. Agar kegiatan budi daya unggulan dapatberkembang dengan baik, perlu dikembangkan prasaranadan sarana pendukung seperti jaringan jalan, air bersih,jaringan listrik, dan telekomunikasi yang dapat mendorongpertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan di kawasansekitarnya.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Huruf d . . .

  • - 7 -

    Huruf d

    Strategi mengembangkan dan mempertahankan kawasanbudi daya pertanian pangan dilaksanakan, antara lain,dengan mempertahankan lahan sawah beririgasi teknis dikawasan yang menjadi sentra produksi pangan nasional.

    Huruf e

    Cukup jelas.

    Huruf f

    Pengembangan kegiatan pengelolaan sumber daya kelautandi ALKI, ZEE Indonesia, dan/atau landas kontinendidasarkan pada hak berdaulat atas sumber daya alam yangterkandung di dalamnya berdasarkan Konvensi PerserikatanBangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut Internasional. Hakuntuk memanfaatkan sumber daya alam di ALKI, ZEEIndonesia, dan/atau landas kontinen merupakan suatu halyang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaanpembangunan, dari perencanaan hingga pengendalianpemanfaatannya.

    Ayat (3)

    Yang dimaksud dengan daya dukung lingkungan adalahkemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupanmanusia dan makhluk hidup lain yang ada di dalamnya.

    Yang dimaksud dengan daya tampung lingkungan adalahkemampuan lingkungan untuk menampung/menyerap zat,energi, dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkanke dalamnya.

    Huruf a

    Potensi kejadian bencana dan potensi kerugian akibatbencana termasuk pula ancaman terhadap jiwa manusia.

    Huruf b

    Yang dimaksud dengan pemanfaatan ruang secara vertikaladalah pemanfaatan ruang secara tegak lurus baik di ataspermukaan tanah maupun di dalam bumi dengan batasgeometri tertentu yang disesuaikan dengan kondisi geografisdaerah.

    Yang dimaksud dengan pemanfaatan ruang secara kompakadalah pemanfaatan ruang yang mengintegrasikan jaringanprasarana dan sarana dengan kawasan permukiman, yangbertujuan untuk:

    a. mewujudkan . . .

  • - 8 -

    a. mewujudkan efisiensi dalam pemanfaatan lahan; dan

    b. meminimalisasi pergerakan manusia.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Huruf d

    Pembatasan perkembangan kawasan terbangun di kawasanperkotaan serta mempertahankan fungsi kawasan perdesaandi sekitarnya dimaksudkan untuk menjaga keseimbanganpembangunan perkotaan-perdesaan.

    Huruf e

    Cukup jelas.

    Pasal 9

    Ayat (1)

    Huruf a

    Cukup jelas.

    Huruf b

    Cukup jelas.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Huruf d

    Cukup jelas.

    Huruf e

    Cukup jelas.

    Huruf f

    Yang dimaksud dengan ramsar adalah lahan basahsebagaimana ditetapkan dalam Konvensi Ramsar, 2 Februari1971 (Convention on Wetlands of International ImportantEspecially as Waterfowl Habitat).

    Huruf g

    Cukup jelas.

    Ayat (2)

    Cukup jelas.

    Ayat (3)

    Cukup jelas.

    Ayat (4) . . .

  • - 9 -

    Ayat (4)

    Huruf a

    Cukup jelas.

    Huruf b

    Upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dilakukanantara lain dengan mengembangkan mekanisme insentif danmenyederhanakan prosedur perizinan untuk meningkatkanminat dan realisasi investasi.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Huruf d

    Cukup jelas.

    Huruf e

    Cukup jelas.

    Huruf f

    Cukup jelas.

    Ayat (5)

    Huruf a

    Yang dimaksud dengan kegiatan penunjang adalahkegiatan yang turut menunjang atau mendukungterselenggaranya suatu kegiatan atau kegiatan utama yangmemanfaatkan sumber daya alam dan/atau teknologistrategis.

    Yang dimaksud dengan kegiatan turunan adalah kegiatanyang memanfaatkan hasil atau produk dari kegiatan utamasebagai input produksinya.

    Huruf b

    Cukup jelas.

    Huruf c

    Cukup jelas.

    Ayat (6)

    Cukup jelas.

    Ayat (7)

    Cukup jelas.

    Ayat (8)

    Cukup jelas.

    Pasal 10 . . .

  • - 10 -

    Pasal 10

    Ayat (1)

    Yang dimaksud dengan rencana struktur ruang adalahgambaran struktur ruang yang dikehendaki untuk dicapai padaakhir tahun rencana, yang mencakup struktur ruang yang adadan yang akan dikembangkan.

    Ayat (2)

    Cukup jelas.

    Pasal 11

    Ayat (1)

    Pusat perkotaan disusun secara berhierarki menurut fungsi danbesarannya sehingga pengembangan sistem perkotaan nasionalyang meliputi penetapan fungsi kota dan hubungan hierarkisnyaberdasarkan penilaian kondisi sekarang dan antisipasiperkembangan di masa yang akan datang sehingga terwujudpelayanan prasarana dan sarana yang efektif dan efisien, yangpersebarannya disesuaikan dengan jenis dan tingkat kebutuhanyang ada.

    Pengembangan pusat perkotaan nasional dilakukan secaraselaras, saling memperkuat, dan serasi dalam ruang wilayahnasional sehingga membentuk satu sistem yang menunjangpertumbuhan dan penyebaran berbagai usaha dan/atau kegiatandalam ruang wilayah nasional.

    Pengembangan pusat perkotaan nasional diserasikan dengansistem jaringan transportasi, sistem jaringan prasarana dansarana, dan memperhatikan peruntukan ruang kawasan budidaya di wilayah sekitarnya, baik yang ada sekarang maupunyang direncanakan sehingga pengembangannya dapatmeningkatkan kualitas pemanfaatan ruang yang ada.

    Dalam pusat perkotaan nasional dikembangkan kawasan untukpeningkatan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan pelestarianlingkungan hidup secara harmonis, serta jaringan prasarana dansarana pelayanan penduduk yang sesuai dengan kebutuhan danmenunjang fungsi pusat perkotaan dalam wilayah nasional.

    Sebagai pusat pelayanan perkembangan kegiatan budi daya, baikdalam wilayahnya maupun wilayah sekitarnya, pusat perkotaannasional mempunyai fungsi:

    a. ekonomi . . .

  • - 11 -

    a. ekonomi, yaitu sebagai pusat produksi dan pengolahanbarang;

    b. jasa perekonomian, yaitu sebagai pusat pelayanan kegiatankeuangan/bank, dan/atau sebagai pusat koleksi dandistribusi barang, dan/atau sebagai pusat simpultransportasi, pemerintahan, yaitu sebagai pusat jasapelayanan pemerintah; dan

    c. jasa sosial, yaitu sebag...

Recommended

View more >