Click here to load reader

Presentasi WBS Kelompok 6.pptx

  • View
    265

  • Download
    13

Embed Size (px)

Text of Presentasi WBS Kelompok 6.pptx

PowerPoint Presentation

KELOMPOK 6WORK BREAKDOWN STRUCTUREMendefinisikan pekerjaan yang dibutuhkan dalam proyek dan memecah-mecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang lebih manageable

GibrandaMuhammad AdnanOktaFebrinaIlham Khoirul I.#Contents301What is Project Integration Management1502Strategic Planning and Project Selection3003Developing A Project Management Plan5004Directing And Managing Project Work6005Monitoring and Controlling Project Work#Contents306Performing Integrated Change Control1507Closing Project Or Phase3008Using Software To Assist In Project Integration Management5009Conclusion#WelcomeINTRODUCTION TOWORK BREAKDOWN STRUCTURE#Work Breakdown Structure adalah analisis berorientasi hasil dari pekerjaan yang tercakup dalam proyek yang disebut dengan total ruang lingkup proyek. WBS ini merupakan dokumen fundamnetal dalam manajemen proyek karena menyediakan dasar untuk perencanaan dan mengelola jadawal, biaya dan perubahan-perubahan yang terjadi. WBS sering diwujudkan dalam bentuk diagram pohon aktivitas yang berorientasi tugas dan diorganisasi berdasarkan phase pekerjaan atau produk proyek. Jika diorganisasi berdasarkan produk disebut juga dengan Product Breakdown StructureWhat Is WBS ?#Sulit atau mudahnya membuat WBS tergantung pada pemahaman dan penguasaan manajer proyek terhadap proyek yang akan dikerjakan. Secara teknis, pembuatan WBS ini dapat dilakukan dengan menggunakan tool manajemen proyek seperti MS Project. Penggunaan tool ini juga sekaligus membantu untuk menyusun perencaan proyek yang lain, seperti penjadwalan, alokasi sumber daya dan sebagainyaCont.#Contoh WBS proyek Pembangunan Intranet

#Deskripsi dari WBS

#PendekatanWork Brekdown StructureWBS disusun berdasarkan panduan yang standar. Dimungkinkan antar organisasi satu dengan lainnya memiliki standar yang berbeda-bedaGuidelinesWBS disusun berdasarkan WBS pada proyek-proyek sejenis yang telah ada sebelumnyaAnalogiMenyusun WBS berangkat dari pekerjaan-pekerjaan besar kemudian di breakdown menjadi satuan-satuan pekerjaan yang rinciTop-DownLorem ipsum dolor sit amet, con sectetur adipiscing elit. Fusce diam tortor, mattis quis dapibus.Title sample hereMenyusun WBS berangkat dari daftar pekerjaan-pekerjaan rinci kemudian disatukan menjadi grup-grup atau kelompok pekerjaan-pekerjaan besarBottom-UpLorem ipsum dolor sit amet, con sectetur adipiscing elit. Fusce diam tortor, mattis quis dapibus.Title sample here#01SectionWhat is WBS ?#Struktur rincian kerja atau biasa disebut Work Breakdown Structure (WBS) merupakan tool yang berguna dalam mengembangkan rencana proyek dan sponsor ruang lingkup proyek dengan menentukan jadwal dan anggaranWhat Is WBS ?#WBS membagi sebuah proyek menjadi komponen-komponen unit kerja yang lebih teratur yang disebut sebagai paket kerja atau Work Packages. Paket kerja memberikan dasar logis dalam mendefinisikan kegiatan proyek dan menugaskan setiap sumber daya yang ada untuk melaksanakan setiap kegiatan di dalam proyek, sehingga semua pekerjaan proyek dapat teridentifikasi (Haugan, 2002). Paket kerja memungkinkan pengembangan sebuah rencana proyek, jadwal, anggaran dan kemudian dapat memantau kemajuan proyekWork Packages

#Salah satu dari sebagian besar pandangan tradisional dari WBS adalah adanya milestones. Milestones merupakan peristiwa penting atau prestasi yang menyediakan bukti bahwa penyampaian sebuah proyek telah selesai.Milestones juga dapat mengurangi risiko proyek. Melampaui sebuah milestones, terutama pada fase milestones, harus memberikan kesempatan untuk meninjau kemajuan proyek. Sumber daya tambahan harus dilakukan untuk memperoleh keberhasilan dalam menyelesaikan setiap milestones, sementara rencana dan langkah-langkah yang tepat harus diambil jika proyek tidak dapat memenuhi milestones-nyaDeliverables and Milestone#Dalam mengembangkan WBS terdapat beberapa versi aktivitas kerja. Hal tersebut tergantung pada sifat dan ukuran dari suatu proyek. Ketika mendefinisikan ruang lingkup, beberapa tools dan teknik diperkenalkan diantaranya Deliverables Definition Table (DDT) dan Deliverables Structure Chart (DSC) mengidentifikasi deliverable ruang lingkup yang harus disediakan oleh tim proyek. Gambar 6.2 menyediakan DSC yang di kembangkan dalam bab 5 terdepat dua deliverable yaitu merencanakan tes dan melaporkan hasil tes dan dikirimkan selama fase pengujian proyek.

Developing WBS#Example

#

#2SectionProject Estimation0#Setelah kegiatan proyek telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah mengatur jadwal proyek dan dana untuk setiap kegiatan ini. Salah satu yang paling penting dan sulit dari kegiatan manajemen proyek yaitu memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Mulai dari sumber daya melakukan tugas, biaya yang terkait dengan sumber daya tertentu harus dialokasikan sebagai bagian dari waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebutIntro#Estimasi dengan menebak atau hanya memilih nomor dari luar bukan cara terbaik untuk mengatur jadwal dan anggaran proyek. Namun, banyak manajer proyek yang belum berpengalaman cenderung untuk memperkirakan, atau menebak perkiraan, dengan cepat dan mudah. Sebagai contoh, kita mungkin memperkirakan pengujian yang akan memakan waktu dua minggu. Mengapa dua minggu?Mengapa tidak tiga minggu? atau sepuluh minggu? Karena kita memilih nomor dari luar, kepercayaan dalam perkiraan ini akan sangat rendah. Anda mungkin juga memilih nomor yang rendah. Masalahnya adalah bahwa menebak perkiraan didasarkan pada perasaan dan bukan dari bukti kuatGuestimating#Teknik Delphi melibatkan beberapa ahli untuk mencapai persetujuan tentang topik atau isu tertentu. Meskipun teknik Delphi umumnya digunakan untuk kelompok pengambilan keputusan, itu dapat di jadikan alat yang berguna untuk memperkirakan kapan waktu dan biaya akibat tuntutan tambahanan usaha (Roetzheim dan Beasley 1998).

Delphi Technique#Time Boxing adalah teknik dimana kotak waktu dialokasikan untuk kegiatan tertentu . Alokasi ini berdasarkan pada kebutuhan dari pada hanya pada dugaan. Sebagai contoh, sebuah tim proyek mungkin memiliki dua (Dan hanya dua) minggu untuk membangun prototipe. Pada akhir dua minggu, bekerja pada prototipe berhenti, tanpa memperhatikan apakah prototipe 100 persen selesai atau tidak.

Time Boxing#Top-down estimating memperkirakan jadwal dan biaya seluruh proyek dalam hal berapa lama waktu yang harus ditentukan dan berapa banyak biaya yang harus di keluarkan. Top-down estimasi adalah kejadian yang sangat umum yang sering terjadi bahwa hasil yang dibuat oleh bagian manajemen (mis: kamu harus menyelesaikan proyek dalam waktu enam bulan dan menghabiskan tidak lebih dari $ 500.000!).

Top Down Estimating#Bottom-up estimasi melibatkan berbagi proyek untuk menjadi modul yang lebih kecil dan kemudian di gunakan langsung untuk memperkirakan waktu dan usaha di perjam, perminggu, atau per bulan untuk setiap modul. Struktur rincian kerja memberikan dasar untuk memperkirakan bottom-up karena semua tahapan dan kegiatan proyek didefinisikan. Manajer proyek, atau lebih baik bagi tim proyek, dapat memberikan waktu yang wajar untuk memperkirakan setiap kegiatan. Dalam jangka pendek , bottom-up dimulai untuk memperkirakan dengan mendaftar semua yang diperlukan tugas yang kemudian digunakan untuk jumlah upaya yang telah dilakukan. Total waktu dan biaya yang terkaitsetiap kegiatan memberikan target jadwal proyekdan anggaran. Meskipun bottom-up sangat mudah,namun permasalhannya masih sangat membinggungkan. (Brooks 1995).

Bottom Up Estimating#

#SectionSoftware Enginering Metric and Approach03#Rekayasa perangkat lunak berfokus pada proses, tools, dan metodeuntuk mengembangkan pendekatan kualitas untuk mengembangkan perangkat lunak (Pressman 2001). Metrik di sisi lain, memberikan dasar untuk rekayasa perangkat lunak dan mengacu pada berbagai pengukuran untuk obyektif mengevaluasi perangkat lunak komputer. Tantangan terbesar untuk memperkirakan proyek TI adalah memperkirakan waktu dan usahauntuk penyampaian terbesar dari sistem aplikasi proyek.Intro#Cont.Manajer proyek juga perlu memiliki kemampuan mengelola produk , bisnis, dan pengetahuan area knowledge untuk berhasil menjalankan proyek. Hal ini sering membantu manajer proyek TI memiliki pengalaman teknis atau setidaknya pengetahuan kerja dalam produk IT. #Alat pelaksanaan proyek dan teknik mengarahkan dan mengelola pekerjaan proyek yang akan membutuhkan alat dan teknik khusus pada beberapa manajemen proyek yang unik. Manajer proyek dapat menggunakan alat dan teknik khusus untuk melaksanakan proses eksekusi. Yang terdiri dari :Expert Judgement(Penilaian ahli): semua yang terlibat dalam pengerjaan proyek yang besar dan kompleks akan menghargai pentingnya penilaian ahli dalam pembuatan keputusan.Meeting : meeting sangat penting selama pelaksanaan proyek. Peretemuan tatap muka anatr individu atau kelompok via telpon maupun virtual meeting.Project management information system : banyak organisasi besar yang menggunakan sistem manajemen perusahaan yang dapat diakses melalui internet dan terkait dengan sistem lain, seperti sistem keuangan.

Project Execution Tools#4SectionMonitoring and Controling Project Work0#Kegiatan memonitor dan mengkontrol pekerjaan proyek meliputi pengumpulan, pengukuran, dan menyebarluaskan informasi. Hal ini juga melibatkan menilai pengukuran dan menganalisis tren untuk menentukan proses apa yang membutuhkan perbaikan. Melakukan koreksi untuk menyesuaikan kemajuan yang dicapai dengan project plan, output-nya berupa performance reports dan meng-update project plan.Intro#SectionPerforming Integrated ControlIntegrated Change Control meliputi Identfikasi, Evaluasi, dan perubahan pengelolaan melalui Project Life Cycle (PLC).

#Semua project yang mempunyai perubahan dan pengelolannya merupakan masalah pada manajemen proyek, khususnya pada proyek IT.