Presentasi Referat Psikiatri_Sofina

  • View
    9

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Presentasi Referat Psikiatri_Sofina

Contohnya pada demensia Alzheimer dimanadilakukan penilaian terhadap sindroma gangguan kognitif ringan/ mild cognitive impairment (MCI) syndrome . jika pasien MCI secara simultan

menunjukkan hasil pencitraan yang jelas danmarker biokimiawi, kekuatan prediktifnya meningkat secara signifikan.

Penilaian risiko dapat dilakukan pada FEPS dengan mengamati perubahan morfologis otak, mengamati gangguan dalam kecepatan

pemrosesan dan memori verbal, yang mana

FEPS

berubungan dengan dengan gejala risiko psikosis, serta lebih sering ditemukan dan lebih berat pada kasus-kasus dengan transisi lanjutan menuju skizofrenia dan psikosis lainnya.

Stratifikasi RisikoMenggunakan

Suatu model klinis dikembangkan berdasarkan persamaan regresi Cox yang

Suatu prosedur model risiko yang disusun dengan baik

Tidak menyebabkan hilangnya sensitivitas.

indeks prognosis/

prognosis indices(PI) untuk staging klinis multivariate dengan

meliputi enamvariabel

stratifikasi risiko

Berapa tahun yang ditempuh untuk pendidikan

Skor Positif SIPS Skor Pemikiran Aneh SIPS

Prediksi PsikosisGAF tertinggi dalam setahun terakhir Gangguan personal skizotipal SIPS Skor Gangguan Tdur SIPS

Pengenalan at risk mental state (ARMS)Revisi DSM yang saat ini sedang berjalan telah memicu perdebatan mengenai inklusi suatu gejala risiko psikosis dengan tujuan untuk memfasilitasi upaya pencegahannya

Beberapa peneliti awalnya tidak menyetujui proyek ini dan memberikan perhatian akan adanya kerugian aplikasi ARMS sebagai kriteria diagnosis. Mereka menekankan bahwa tingginya tingkat prediksi positif palsu dalam klinik spesialis

(60-70%) dapat meningkat hingga 90% pada klinikpasien rawat jalan

Pengenalan at risk mental state (ARMS)Perdebatan yang selama ini terjadi secara khusus berfokus pada validitas prediktif dari kriteria risiko / at risk criteria

Mengesampingkan temuan utama yang meliputi: individu yang memenuhi kriteria risiko bisa saja sudah mengalami gangguan mental dan fungsional multipel di saat mereka baru mencari pertolongan. Selain itu, pada individu tersebut juga bisa didapatkan defisit fisiologis

dan kognitif beragam selain perubahanmorfologi dan fungsi serebral

Pengenalan at risk mental state (ARMS)Mayoritas individu berisiko yang mencari pertolongan medis yang juga memenuhi kriteria umum DSM-IV untuk gangguan mental dan dianggap sakit perlu diberi penanganan medis.

Memasukkan suatu profil klinis ke dalam sistem diagnosis seperti digambarkan dalam kriteria risiko, bukan sebagai suatu gejala risiko prodromal untuk onset psikosis yang pertama, tetapi sebagai gangguan tersendiri

Pengenalan Diagnosis

Independen

Mempermudah akses terhadap

Mencegah stigmatisasi

layanan medisstandar

Kriteria DSM-5 dan ICD-11dapat menjadi kerangka yang tepat untuk diinklusikannya gejala-gejala ini.

Strategi Preventif Berorientasi Etiologi Suatu pendekatan preventif yang baru didasarkan pada konsep neuroproteksi dan penelitian yang menunjukkan adanya kehilangan progresif dari volume gray matter sebelum onset psikosis. Diantara berbagai substansi dengan kandungan neuroprotektif, penelitian menunjukkan kandungan tersebut terdapat pada asam lemak omega 3 dosis tinggi, glisin, dan litium dosis rendah.

Konsep

Substansi

Amminger et al., 2010 Woods et al., 2006

Tingkat transisi 12 minggu secara signifikan lebih rendah pada kelompok orang dewasa dengan UHR yang diberi terapi asam lemak omega 3 dibanding kelompok yang diberi plasebo dan efek ini bertahan hingga follow-up 6 bulan

Koagonis reseptor glisin dan N-methyl-d-aspartate dievaluasi pada 10 pasien dengan percobaan awal, dan terjadi perbaikan signifikan pada berbagai domain psikopatologi pasien

Berger et al., 2008

waktu relaksasi T2 hippocampus ditemukan berkurang secara signifikan pada kelompok penderita UHR yang diterapi litium dosis rendah dibandingkan dengan kelompok serupa yang mendapatkan terapi suportif standar. Hal ini menunjukkan adanya proteksi terhadap mikrostruktur hippocampus

Skizofrenia merupakan gangguan mental pertama dimana program prediksi dan preventif dari pengobatan medis modern diaplikasikan

Hasil yang didapatkan dari berbagai penelitian menjanjikan dan menguatkan harapan bahwa pada tahun-tahun mendatang akan didapatkan strategi preventif yang secara spesifik ditujukan untuk risiko sakit yang bersifat individual.

Untuk mencapai penurunan insidensi, penilaian risiko yang berorientasi pada gejala harus diperkaya dengan dasar faktor risiko neurobiologi dan psikososial, dan tindakan preventif yang diindikasikan harus dikembangkan lebih lanjut ke arah preventif selektif.

Membutuhkan pelaksanaan penelitian dengan sampel besar untuk prediksi dan preventif, dengan periode observasi yang secara signifikan lebih panjang.

Pada penelitian tersebut, kombinasi menjanjikan dari indikator risiko, yang dipilih untuk memaksimalkan nilai prediktif harus dievaluasi. Intervensi psikologis dan farmakologis harus dinilai secara jangka panjang. Selain itu, strategi preventif yang berorientasi etiologi pun harus diuji.

Untuk dapat merencanakan dan melaksanakan penelitian tersebut, memasukkan status mental subpsikotik ke dalam revisi selanjutnya dari sistem diagnosis yang akan datang akan sangat bermanfaat.