PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

  • View
    239

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    1/23

    OLEH : NURUL EMMA NURDINA

    20080310193

    PROGRAM KEPANITERAAN KLINIK

    BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM RS JOGJA

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    2/23

    Kortikosteroid dikenal sebagai obat dewa karenadapat menyembuhkan berbagai penyakit yangringan hingga berat dengan cepat.

    Obat ini merupakan obat yang sangat banyak dan

    luas dipakai dalam dunia kedokteran terutamagolongan glukokortikoid.

    Pengobatan kortikosteroid, terutama denganjangka panjang, menimbulkan banyak efek yang

    tidak diinginkan maka sebelum memulaipengobatan harus dipertimbangkan untung danruginya terlebih dahulu.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    3/23

    Hormon adrenokortikal alami adalah molekulsteroid yang disintesis oleh korteks adrenal.

    Berasal dari kolesterol dengan struktur utamasiklopentanoperhidrofenantren dan hasilakhir berupa aldosteron dan kortisol (21atom C). Selain kortikosteroid juga dihasilkanandrogen lemah (19 atom C).

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    4/23

    Istilah kortikosteroid sebenarnya mengacubaik kepada glukokortikoid danmineralokortikoid namun dalampenggunaannya diklinis lebih banyak

    mengacu pada glukokortikoid saja.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    5/23

    Dalam korteks adrenal kortikosteroid tidakdisimpan sehingga harus disintesis terusmenerus.

    Bila biosintesis berhenti, jumlah yang tersediadalam kelenjar adrenal tidak akan cukupuntuk memenuhi kebutuhan normal.

    Oleh karena itu kecepatan biosintesisnya

    disesuaikan dengan kecepatan sekresinya.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    6/23

    Glukokortikoid utama adalah kortisol yang

    dilepas disirkulasi dibawah pengaruh ACTH. Kortisol disekresikan 10-20mg/hari.

    Kecepatan sekresi berubah oleh irama

    sirkadian pulsasi ireguler ACTH yangpuncaknya pada dini hari dan sesudahmakan serta dipengaruhi oleh cahaya.

    Diplasma kortisol terikat oleh

    Corticosteroid Binding globulin (CBG). 75% terikat globulin, 20% bentuk bebas, 5%

    terikat lemah pada albumin.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    7/23

    1. Mekanisme Kerja Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi

    kecepatan sintesis protein. Molekul hormonmemasuki sel melewati membran plasma secara

    difusi pasif. Hormon ini hanya bereaksi dengan reseptor protein

    spesifik di jaringan target dengan membentukkompleks reseptor steroid dan menghasilkansintesis protein spesifik.

    Induksi sintesis protein ini yang akanmengahasilkan efek fisiologi steroid.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    8/23

    2. Efek Fisiologi Konsekuensi metabolisme utama dari

    sekresi/pemberian glukortikoid disebabkan olehkerja langsung hormon ini didalam sel. Efek permisif : kortikosteroid diperlukan supaya

    terjadi efek dari hormon lain misalnya responotot vaskular dan otot bronkus terhadapkatekolamin akan berkurang pada keadaaantanpa adanya kortisol.

    Respon lipolitik sel lemak terhadap katekolamin,ACTH dan hormon pertumbuhan melemah tanpaadanya glukokortikoid.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    9/23

    3. Efek Metabolisme Glukokortikoid mempunyai efek penting yang

    berhubungan dengan dosis terhadapmetabolisme KH, protein, dan lemak.

    Glukokortikoid meningkatkan penimbunanglikogen dan produksi glukosa dari protein.Peningkatan kadar glukosa serum merangsangproduksi insulin. Glukokortikoid menghambat ambilan glukosa

    oleh sel lemak yang menyebabkan lipolisis. Peningkatan insulin akan merangsang lipogenesis meningkatkan penimbunan lemak.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    10/23

    4. Efek Katabolik Glukokortikoid mempunyai efek katabolik padajaringan limfoid, jaringan ikat, otot, lemak, dankulit.

    Dalam jumlah suprafisiologik menyebabkanpengurangan massa otot dan kelelahan.

    Efek katabolik pada tulang menyebabkanosteoporosis pada sindrom cushing.

    Pada anak-anak dalam jumlah berlebih dapatmenngurangi pertumbuhan

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    11/23

    5. Efek Anti-inflamasi dan Immunosupresi Glukokortikoid mempunyai kapasitas mengurangi

    peradangan dengan cepat yang disebabkan olehefek hebat terhadap konsentrasi, distribusi, dan

    fungsi leukosit perifer serta penghambatan aktifitasfosfolipase A2.

    Menghambat fungsi makrofag dan jaringanmakrofag sehingga respon terhadap Ag danmitogen

    Mengurangi sintesis prostagalndin dan leukotrien.

    Menyebabkan vasokontriksi dengan manghambataktivitas kinin, endotoksin bakteri, dan histamin.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    12/23

    5. Efek Lainnya Pada sistem saraf, insufisiensi adrenal menyebabkanperlambatan irama alfa EEG.

    Dalam dosis besar glukokortikoid meningkatkanproduksi asam dan pepsin dalam lambung shg

    menyebabkan ulkus peptikum. Memudahkan absorpsi lemak dan mengantagonis efek

    vitamin D terhadap absorpsi kalsium. Meningkatkan jumlah trombosit dan eritrosit. Tanpa kortisol dalam jumlah fisiologi, ginjal tidak bisa

    mengekskresikan air Efek perkembangan janin Glukokortikoid

    merangsang produksi bahan aktif pada permukaanparu yang dibutuhkan untuk respirasi.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    13/23

    Pemberian hati-hati pada penderita :1. Penderita ulkus peptikum

    2. Penyakit jantung atau hipertensi dengan gagaljantung

    3. Infeksi4. Psikosis

    5. Diabetes

    6. Osteoporosis

    7. Glaukoma8. Infeksi herpes simpleks

    9. Alergi kandungan obat

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    14/23

    1. Penetapan dosis efektif denganmenggunakan trial and error evaluasi sesuai perubahan penyakit

    2. Suatu dosis tunggal kortikosteroidumunya tidak berbahaya.

    3. Penggunaan jangka pendek(beberapa hari) tanpa KI spesifik

    dan dosis kecil tidak berbahaya

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    15/23

    4. Bila pengobatan diperpanjang melebihi dosissubstitusi ES dan efek letal meningkat

    5. Kortikosteroid hanya digunakan sebagaiterapi paliatif dengan mengambil efek anti-inflamasinya (kecuali pd insufisiensiadrenal).

    6. Penghentian pengobatan tiba-tiba pada

    terapi jangka panjang dengan dosis besar,mempunyai resiko insufisiensi adrenal yanghebat dan dapat mengancam jiwa pasien.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    16/23

    Terapi ini bertujuan memperbaiki kekuranganakibat insufisiensi sekresi korteks adrenalakibat gangguan fungsi atau struktur adrenalsendiri (insufisiensi primer) atau hipofisis

    (insufisiensi sekunder). Contoh : Penyakit adison, hiperplasia adrenal

    kongenital, sindrom cushing, aldosteronisme.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    17/23

    Dasar pemakaian disini adalah efek anti-

    inflamasinya dan kemampuannya menekanreaksi imun (immunosupresi).

    Contoh :

    Penyempurnaan fungsi parufetus

    Asma bronchial dan penyakitsaluran napas

    Artriris Penyakit alergiPenyakit ginjal Penyakit mataPenyakit kolagen Penyakit heparPenyakit hematogen KeganasanSyok Trauma

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    18/23

    Pemberian obat ini perlu mempertimbangkankeseriusan penyakit, jumlah obat untukmendapatkan efek yang diharapkan, danlamanya terapi.

    Pada beberapa penyakit, jumlah yangdiperlukan untuk mempertahankan efekterapi yang diinginkan kurang daripada dosisyang diperlukan untuk mendapat efek awal

    Dosis terendah yang mungkin memberikanefek seharusnya ditentukan denganpengurangan dosis secara bertahap.

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    19/23

    Preparat parenteral yang diabsorpsi perlahanatau dosis kecil tapi sering dibutuhkan untukmempertahankan kadar kortikosteroid plasmayang meningkat kontinu untuk menekan ACTH.

    Pada pengobatan peradangan dan alergi jumlahtotal sama yang diberikan dalam beberapa dosislebih efektif daripada dosis kecil atau parenteral.

    Bila diperlukan dosis besar dalam waktu

    lama,bisa memakai sistem selang sehari(altemate day)

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    20/23

    1. Insufisiensi adrenal akut/krisis adrenal2. Habitus cushing

    3. Hiperglikemia dan glikosuria

    4. Penurunan absorpsi kalsium intestinal5. Keseimbangan nitrogen negatif

    6. Mudah terkena infeksi

    7. Tukak peptik

    8. Osteoporosis

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    21/23

    9. Miopatik10. Psikosis

    11. Hiperkoagubilitas darah

    12. Pertumbuhan terhambat13. Glaukoma

    14. Peningkatan tekanan darah

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    22/23

    Prinsip utama dalam pengurangan dosis adalahdosis dikurangi secara bertahap denganpedoman tetap efektif menekan aktifitas penyakitdan tidak menyebabkan insufisiensi korteksadrenal.

    Penurunan dosis secara bertahap ini pentingterutama pada penggunaan kosrtikosteroidsistemik selama lebih dari 6 bulan.

    Dosis diturunkan sebesar 25% tiap 1 minggu, bila

    sudah tercapai dosis terkecil yang masih efektif,dilanjutkan pemberian dosis tunggal pagi harisecara altemate day therapy (ADT).

  • 7/30/2019 PRESENTASI REFERAT Penggunaan Kortikosteroid

    23/23

    SEKIAN . . .

    TERIMAKASIH