Click here to load reader

PRESENTASI REFERAT infertilitas

  • View
    108

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

obsgyn

Text of PRESENTASI REFERAT infertilitas

  • INFERTILITAS

    REFERATOleh:Gita Chandra Setyorini, S.Ked

    FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA2012

  • Pendahuluan

  • Latar BelakangInfertilitasKeterlambatan penanganan akan memperburuk prognosis infertilitas

  • Tinjauan Pustaka

  • Landasan Teori

  • Klasifikasi

  • (Cunningham, 2006; Ling and Duff, 2001)

  • Syarat pemeriksaan pasangan infertil( Wiknjosastro et al, 2005)

  • Pemeriksaan InfertilitasPemeriksaan Pada IstriFase 1:- Anamnesis :Usia, riwayat kehamilan, siklus haid, riwayat koitus, operasi, lifestyle- Pemeriksaan fisik: IMT, kelenjar tiroid, akne, galaktorea, pemeriksaan pelviks ( kelainan di vagina, serviks, uterus)-Penilaian ovulasi: suhu basal badan (SBB), pemeriksaan USG transvaginal, pemeriksaan hormon progesteron darah- Uji pasca senggama (UPS): 2-3 hari sebelum perkiraan ovulasi, getah serviks diambil 2-12 jam pasca senggama. UPS (+) bila paling sedikit ada 5 sperma/LPB(Bansal, 2004; Adiyono et al, 2005; Hadibroto, 2005)

  • Pemeriksaan pada istri2. Fase 2Pemeriksaan Histerosalphingografi (HSG) untuk mencari patensi tuba. Pasien tidak senggama minimal 2 hari sebelumnya. Cara pemeriksaan dg menyuntikkan larutan radioopaque melalui kanalis servikalis ke uterus dan tuba fallopi (Tulandi, 1999)

    3. Fase 3Laparoskopi menyuntikkan larutan metilen blue dan dilihat pelimpahannya ke dalam peritoneum (Adiyono et al, 2005; Hadibroto, 2005)

  • Pemeriksaan pada Suami

  • Pra analisis sperma

  • Analisis Sperma Normal

  • Metode Penanganan InfertilitasBerdasar analisis semen rutinInduksi OvulasiBerdasar etiologi/kausatif

  • Induksi OvulasiTerapi pada wanita

  • Terapi pada pria

    Berdasar Analisis Semen Rutin (Hestiantoro, 2009)a. Kelainan VolumeHipospermia penyebab:- stres pengobatan stress- retrogade ejaculation terapi obat dan pencucian sperma - endokrinopati testosteron- coitus terlalu sering kurangi frekuensi coitus- unexplained AIHHiperspermiapenyebab: abstinensia seksualis terlalu lama dan hipersekresi vesika seminalis.-Jika spermiogram normal terapi: tingkatkan frekuensi senggama- Jika spermiogram abnormal terapi: split ejaculate/withdrawal coitus/treated sperm in vitro

  • Terapi pada priab. Kelainan jumlahPolizoospermiaTerapi: peningkatan frekuensi coitus, AIH dengan treated spermatozoa, sperm washing2) OligozoospermiaTerapi dengan klomifen sitrat, Tamoxifen, Kombinasi HMG dan hCG, FSH dan hCG

    c. Abnormalitas kualitas spermatozoa (motilitas baik dan cukup, tapi morfologi normal < 50%)Terapi: - ATP, androgen dosis rendah, phospholipid esensial - Antibiotik, vitamin E+vitamin B, pentoksifilin - AIH dengan atau tanpa sperm treated (sperm washing dan sperm swim up) - Terapi hormonal FSH dan hCG

  • Terapi pada priaBerdasar etiologi/kausatifa. Etiologi yang tidak dapat diobati: Klinefelter syndrome, Cryptorchidism bilateral, Atrofi testis, Sertoli cell only syndrome, Agenesis vas deferensb. Etiologi yang dapat diobati1) Varikokel Terapi: vasoligasi vena spermatika interna sinistra dan embolisasi2) Infeksi kelenjar asesoris (infeksi prostat, vesika seminalis, epididimis)Terapi antibiotika (amoksisilin, doksisiklin, erithromisin)+roborantia (vitamin E, C, B kompleks)3) ImunologiTerapi kortikosteroid, AIH dengan treated sperm4) Endokrinopati- Jika FSH&LH meningkat, testosteron subnormal tidak perlu obat hormonal- Jika FSH meningkat, LH & testosteron normal terapi: AIH, hormonal tidak perlu- jika FSH, LH, testosteron rendah+ vol. Testis abnormal + konsistensi < padat terapi: gonadotropin (HCB+HMG) / testosteron

  • Teknologi Khusus dalam Penanganan InfertilitasBerdasar tempat peletakan spermaBerdasar asal spermaAIH (artificial insemination husband)

    AID( artificial insemination donor)

    Intrauterine inseminationIntracervical insemination

    ZIFT (Zygote intrafallopian transfer)

    FIVET (Fertilisasiinvitro embriotransfer)

    GIFT(Gamet intrafallopiantransfer)

  • Daftar PustakaAdiyono, W., Praptohardjo U., Moerjon, S. 2005. Laparoskopi dan Histeroskopi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Pp. 231-234.Arsyad, K.M. 1992. Tatacara Penanganan Infertilitas Pria. Jurnal Cermin Dunia Kedokteran No. 74, 1992.Bansal, K. 2004. Practical Approach to Infertility Management. New Delhi: Jaypee Brothers. Pp. 1-37Bobak, L.M., Lowdermilk, D.L., Jensen M.D., Perry, S.E. 2004. Maternal Nursing 4th ed. St. Louis, Missauri: Mosby Co.Hadibroto, B.R. 2005. Histeroskopi. Medan: Departemen Obstetri dan Ginekologi FK USU RS HAM-RSPM. Pp.1-16Hansotia, M., Desai S., Parihar M., 2002. Advance Infertility Management. New Delhi. Federation of Obstetric and Gynecological Societies of India. Pp. 82-85.Hestiantoro, Andon. 2009. Tatalaksana Pemeriksaan Dalam Infertilitas. Jurnal Cermin Dunia Kedokteran 170/ vol.36. No 41.Juli-Agustus 2009.Kuswondo, Gunawan. 2002. Analisis Semen pada Pasangan Infertil. Thesis. Semarang: Bagian/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro RSUP Dr. Kariadi.Olds, S.B., London, M.L., Ladewig, P.A. 1988. Maternal Newborn Nursing. Canada: Addison Wesley Publishing.Speroff, Fritz A.M.2005. Clinical Gynecology Endocrinology and Infertility. 7th Edition. Baltimore Maryland: Williams and Wilkins.pp 2013-56.Sugono,. 2008. Perbedaan Pengaruh Pemberian Clomiphene Citrate dan Letrozole terhadap Perkembangan Folikel serta Profil Hormonal pada Wanita dengan Unexplained Infertility. Thesis. Semarang: Bagian/SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro RSUP Dr. Kariadi.Wiknjosastro, Hanifa; Saifuddin, A. Bari dan Trijatmo Rachimhadhi. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

  • Alhamdulillah...

    Terima kasih...^_^

    Wassalamualaikum wr wb

    **