of 60 /60
ﺣﺣKepaniteraan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Rumah Sakit Jiwa Islam-Klender 2015 Presentasi Kasus Putri Indah Permata 1102009228 Pembimbing: dr. Prasila Darwin ,spKJ GANGGUAN BIPOLAR I

presentasi kasus

Embed Size (px)

DESCRIPTION

preskas

Citation preview

Page 1: presentasi kasus

بسماهللالرحمنالرحيم

Kepaniteraan Klinik Stase Ilmu Kesehatan Jiwa

Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Rumah Sakit Jiwa Islam-Klender

2015

Presentasi Kasus

Putri Indah Permata

1102009228

Pembimbing:

dr. Prasila Darwin ,spKJ

GANGGUAN BIPOLAR I

Page 2: presentasi kasus

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. SL Jenis Kelamin : Perempuan Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Juli 1962 Usia : 52 tahun Agama : Islam Alamat : Pulo Gebang, Jakarta Suku Bangsa : Padang Pendidikan terakhir : D3 Status pernikahan : Menikah Pekerjaan : Tidak Bekerja Tanggal masuk RSIJK : 24 November 2014 Jam Masuk RSIJK : 07.00 WIB Tempat wawancara : Ruang perawatan RSIJ Klender

Page 3: presentasi kasus

RIWAYAT PSIKIATRIK Autoanamnesis :

Diambil pada tanggal : 15 Januari 2015 pukul 10.00 WIB di Bangsal RSIJ Klender.16 Januari 2015 pukul 10.00 WIB di Bangsal RSIJ Klender.

19 Januari 2015 pukul 13.00 WIB di Bangsal RSIJ Klender.

Alloanamnesis :

Diambil pada tanggal :

18 Januari 2015 Pukul 12.00 WIB

Diperoleh data dari : Adik pasien Nama (inisial) : Ny.B Pendidikan terakhir : S1 Pekerjaan : Pegawai Swasta Hubungan dengan pasien : Adik

Page 4: presentasi kasus

• Pasien mudah marah• Pasien banyak bicara• Pasien kurang tidur

Keluhan Utama

Keluhan Tambahan

Pasien dibawa ke Rumah Sakit Islam Jiwa Klender oleh adik dan ipar nya karena mengamuk di rumahnya pada beberapa jam sebelum masuk rumah sakit.

Page 5: presentasi kasus

• Menurut Autoanamnesa, pasien dibawa ke RS Islam Jiwa Klender

karena sehabis memarahi pembantu rumah tangga di rumahnya pada

beberapa jam sebelum masuk rumah sakit. Pembantu rumah

tangganya bernama Ny.I. Hal tersebut pasien lakukan karena Ny.I

meminta tolong mengambilkan pisau. Menurut pasien, Ny.I juga

berlaku tidak sopan kepada dirinya. Menurut pasien, Ny.I sering

membicarakan dirinya kepada tetangga di sekitar rumahnya. Oleh

karena itu, pasien memarahi Ny.I dengan perkataan-perkataan kasar

dan hampir memukul nya.

• .

Riwayat Gangguan Sekarang

Page 6: presentasi kasus

• Pasien merasa bahwa semua tetangga nya takut kepada

dirinya karena pasien merasa dirinya paling kuat. Pasien

pernah pergi keluar rumah tanpa busana karena tidak

diberikan rokok. Pasien biasanya merokok 4 - 5 bungkus

sehari.

• Beberapa bulan yang lalu, pasien juga masuk perawatan di

RS Islam Jiwa Klender karena pasien mengamuk ke

tetangga nya yang menurut pasien mencela dirinya.

• Adanya keluhan mendengar bisikan atau suara yang tidak

ada sumber nya, disangkal oleh pasien. Keluhan melihat

sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh orang lain juga disangkal.

Ada niatan ingin bunuh diri disangkal.

Page 7: presentasi kasus

• Pada Alloanamnesa dengan adik pasien, pasien dibawa ke RS

Islam Jiwa Klender karena mengamuk di rumahnya. Pasien

mengamuk dengan memarah-marahi pembantu rumah tangga

nya dan hampir memukul nya. Menurut adiknya, pasien sudah

ada keluhan banyak bicara sejak 4 hari sebelum masuk rumah

sakit. Isi dari pembicaraan pasien juga berpindah-pindah topik.

Pasien juga kurang tidur pada malam hari. Sepanjang malam

biasanya pasien hanya merokok dan bernyanyi-nyanyi dengan

suara yang keras. Sepanjang hari pasien merokok kira-kira bisa

sampai 4-5 bungkus rokok. Jika pasien tidak dituruti kemauan

merokoknya, pasien akan marah-marah dan pergi keluar rumah

tidak memakai baju.

Page 8: presentasi kasus

• Menurut adik pasien, Sebelum dibawa ke RSIJK pasien

merasa bahwa pembantu rumah tangga nya tidak

sopan kepada dirinya, pasien juga merasa bahwa

semua tetangga nya takut terhadap dirinya karena

pasien merupakan “seorang jagoan” menurut dirinya.

Pasien juga mudah marah jika ada sesuatu hal yang

tidak sesuai dengan kemauannya.

Page 9: presentasi kasus

Riwayat Gangguan Sebelumnya

Psikiatrik

Menurut Ny. B sebagai adik pasien, pasien sudah mengalami

keluhan sering mengamuk, berbicara banyak, membanting barang

dirumah, yang disertai dengan kurangnya tidur sejak pertengahan

tahun 1990. Awalnya pada pertengahan tahun 1990, pasien

mengamuk, lalu pasien di rawat di RS Swasta dan di rujuk untuk

ke Psikiater di RS Dharmawangsa. Di RS Dharmawangsa pasien

dirawat selama ±1 Bulan. Menurut keluarga pasien pada awal

tahun 1990, sebelum mengamuk, pasien sering menyendiri

dikamar semenjak usaha toko materialnya mengalami masalah.

Page 10: presentasi kasus

• Kemudian pasien dipulangkan dikarenakan keadaannya

stabil. Namun, dalam beberapa bulan, pasien mengamuk

kembali. Lalu pasien dibawa ke pengobatan alternative

selama 2 tahun. Selama 2 tahun tersebut pasien terkadang

masih sering mengamuk. Lalu pada tahun 1992, ketika

keluhan pasien muncul kembali, pasien dibawa ke RS Islam

Jiwa Klender. Dan semenjak saat itu, pasien melakukan

rawat jalan di RS Islam Jiwa Klender. Rata-rata dalam

setahun pasien bisa keluar masuk sebanyak 2-3 kali di rawat

di RS Islam Jiwa Klender. Lama perawatan biasanya kurang

dari satu bulan.

Page 11: presentasi kasus

• Semenjak tahun 1992 tersebut pasien rutin kontrol namun pasien tidak rutin taat meminum obat. Keluarga pasien harus memarahi pasien dahulu, baru pasien mau makan obat. Pasien tinggal dirumahnya sendiri dan anaknya tinggal bersama Ny.B semenjak suami pasien dirawat di RS. Rumah Ny.B bersebelahan dengan rumahnya, sehingga pasien jarang di kontrol oleh adiknya.

• Menurut Ny. B, pasien biasanya banyak bicara dalam dua bulan sekali dan berlangsung selama 1-2 minggu.

Page 12: presentasi kasus

Medik

• Pasien tidak pernah menderita penyakit medis lain seperti

kelainan bawaan sejak lahir, kejang, penyakit jantung dan

trauma kepala.

Penggunaan Zat

• Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah minum alkohol

dan mengkonsumsi obat-obatan Narkotika.

Page 13: presentasi kasus

KRONOLOGIS PERJALANAN PENYAKIT

Page 14: presentasi kasus

Riwayat Hidup

•Pasien lahir cukup bulan dengan riwayat persalinan normal,spontan. •Pasien ditolong oleh paraji didekat rumah.•Pasien merupakan anak tiga dari tujuh bersaudara yang lahir dari pernikahan yang sah.•Untuk riwayat prenatal tidak dapat digali.

Pasien diasuh oleh orang tua pasien.

Untuk perjalanan tumbuh kembang tidak

dapat digali karena pasien tidak ingat

dan anak pasien tidak mengetahui.•Masa ini dilalui pasien dengan baik, pasien tumbuh seperti anak-anak seusianya. •Sehari-hari pasien selama di sekolah pergaulannya kurang baik dan dari semenjak pasien SD, kebanyakan temannya adalah laki-laki.

Untuk hubungan sosial pasien tidak memiliki banyak teman di lingkungan sekitarnya, karena menurut pasien, semua tetangga nya takut pada dirinya karena pasien emosional.

a. Riwayat pendidikan• Pasien mulai bersekolah SD pada umur 6

tahun, selalu naik kelas, tidak pernah mendapat peringkat dikelas.

• Pasien melanjutkan ke SMP, tidak pernah berprestasi di SMP.

• Pasien melanjutkan ke SMA, tidak berprestasi.

• Kuliah D3 di Jurusan Akademi Keperusahaan, lulus tepat waktu 3 tahun.

b. Riwayat Pekerjaan• Pasien pernah bekerja, membuka usaha

toko material di dekat rumahnya, namun tidak berlangsung lama.

c. Riwayat Pernikahan• Menikah satu kali, dengan seorang laki-

laki yang bernama Tn.L dan dikaruniai satu orang anak yang bernama An.F yang saat ini berusia 14 tahun.

• Saat menikah pasien berusia 35 tahun dan suaminya berusia 36 tahun. .

d. Riwayat Agama• Pasien beragama islam.• Sejak kecil diajarkan oleh orang tuanya untuk mengaji dan melakukan shalat wajib. • Pasien jarang melakukan sholat 5 waktu secara rutin.

e. Riwayat Psikoseksual• Riwayat gangguan psikoseksual (-), seks bebas (-).• Pertama kali pacaran saat SMA dengan teman SMA nya, berpacaran 4x dan setelah putus pasien bertengkar dengan semua mantan pacarnya.

f. Riwayat Aktivitas Sosial• Mempunyai dua sahabat dari semenjak kuliah. • Tidak pernah berbaur dengan tetangga nya di lingkungan rumah, karena menurut pasien, semua tetangga nya takut dengan dirinya. • Tidak pernah bergabung dalam organisasi apapun baik di lingkungan sekolah dan di lingkungan rumah.

g. Riwayat Hukum• Pelanggaran hukum yang berat (-).• Berurusan dengan aparat penegak hukum (-)• Terlibat dalam proses peradilan yang terkait dengan hukum (-)

h. Riwayat Keluarga• Pasien tinggal dirumah sendiri namun rumahnya bersebelahan bersama salah satu rumah adik perempuan (Ny. B), Sedangkan anak pasien tinggal dirumah Ny. B.

Page 15: presentasi kasus

SKEMA KELUARGA

Page 16: presentasi kasus

SITUASI KEHIDUPAN SEKARANG

• Pasien tinggal sendiri sedangkan anaknya tinggal bersama adik pasien

(Ny.B).

• Suami pasien sedang dirawat di Rumah Sakit Mental di Bogor.

Persepsi Pasien Terhadap Diri dan Kehidupannya

• Pasien tidak menyadari bahwa dirinya memiliki penyakit jiwa dan sadar

berada di rumah sakit islam jiwa klender karena pasien ingin menenangkan

diri saja.

Page 17: presentasi kasus

Persepsi keluarga terhadap diri pasien

• Keluarga pasien menyadari bahwa pasien mengalami gangguan jiwa.

Namun tidak memantau setiap hari kepatuhan pasien makan obat.

Impian, Fantasi dan nilai-nilai

• Impian : Pasien ingin anaknya sukses.

• Fantasi : Pasien ingin menjadi artis.

• Nilai-nilai : Jika pasien menemukan dompet dijalan,

pasien akan mengembalikan uang nya.

 

•.

Page 18: presentasi kasus

Status Mental(dilakukan pada tanggal 17 Januari 2015)

Deskripsi Umum

Penampilan

Pasien seorang perempuan berpenampilan cenderung lebih muda daripada umurnya,

postur nya tegak, saat di wawancara pasien menggunakan baju merah berbahan kaos

dengan celana pendek bermotif loreng-loreng hijau. Rambut diurai tidak disisir rapih.

Memakai sandal berwarna coklat. Wajah memakai riasan wajah. Pasien nampak

santai dan bersemangat saat diwawancara.

Perilaku dan aktivitas motorik

Pasien tampak tenang di hadapan pewawancara, tidak ada kegelisahan selama

wawancara. Pasien menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemeriksa dengan

spontan.

Page 19: presentasi kasus

Sikap terhadap pemeriksa

Sikap pasien cukup kooperatif dalam wawancara, dan kontak mata antara pasien dan pewawancara cukup baik.

Bicara

Irama : Teratur.

Kecepatan : Cepat.

Volume : Normal.

Artikulasi : Jelas

Page 20: presentasi kasus

Mood, Afek dan Keserasian• Mood : Hipertim• Afek : Luas• Keserasian : Serasi

Gangguan Persepsi1. Halusinasi• Auditorik : Tidak ada• Visual : Tidak ada• Taktil : Tidak ada• Olfaktori : Tidak ada• Gustatorik : Tidak ada2. Ilusi : Tidak ada3. Depersonalisasi : Tidak ada4. Derealisasi : Tidak ada

Page 21: presentasi kasus

Pikiran 1. Proses Pikir• Produktifitas : Kaya Ide• Kontuinitas

– Blocking : Tidak Ada– Asosiasi Longar : Tidak Ada– Inkoheren : Tidak Ada– Flight of Idea : Ada ( selama wawancara,

pasien berpindah-pindah topik).– Sirkumstansia : Tidak Ada– Tangensial : Tidak Ada– Neologisme : Tidak Ada– Word Salad : Tidak Ada– Hendaya Berbahasa : Tidak Ada

Page 22: presentasi kasus

2. Isi Pikir • Produktivitas : Kaya Ide

Waham- Waham Kebesaran : Ada- Waham Bizzare : Tidak ada- Waham Kejar : Tidak ada- Waham Referensi : Tidak ada- Waham Dikendalikan

• Thought withdrawal : Tidak ada• Thought insertion : Tidak ada• Thought broadcast : Tidak ada• Thought control : Tidak ada

- Waham nihilistik : Tidak ada

Page 23: presentasi kasus

Fungsi Kesadaran dan Kognitif

1. Kesadaran : Compos mentis

2. Orientasi : Baik

– Waktu baik (Pasien dapat menyebutkan hari di wawancara hari apa,

bulan apa, tahun berapa, jam serta dapat membedakan antara siang dan

malam)

– Tempat baik (Pasien mengetahui bahwa dirinya berada di RS Jiwa

Klender, dan pasien mengetahui jalan pulang ke rumahnya. Pasien juga

mengetahui kamar bangsalnya, kamar perawat dan kamar mandi)

– Orang baik (Pasien mengetahui bahwa pemeriksa adalah dokter

muda, dan mampu menyebut orang yang ditunjuk, seperti suster, serta

pasien sekitarnya)

Page 24: presentasi kasus

3. Daya ingat.

• Daya ingat segera baik (pasien dapat menyebutkan 3 benda yang

pewawancara ajukan).

• Daya ingat yang pendek baik (pasien dapat mengingat menu sarapan

tadi pagi).

• Daya ingat jangka panjang baik (pasien dapat mengingat tempat

sekolah pasien ketika TK sampai SMA).

4. Konsentrasi dan Perhatian: Tidak baik (Pasien hanya dapat menjawab

benar 1 nilai, 100-7)

Page 25: presentasi kasus

5. Kemampuan membaca dan menulis: Baik ( pasien dapat menulis dan

melaksanakan kata-kata seperti PEJAMKAN MATA ANDA).

6. Visuospasial: Baik (Pasien dapat menggambar bangunan segi lima yang

bersinggungan).

7. Pikiran abstrak: Baik ( pasien dapat mengartikan “Tangan Panjang”).

8. Kemampuan informasi dan intelegensi: Baik (Pasien mengetahui Presiden

dan Wakil Presiden RI saat ini).

9. Kemampuan Mengendalikan Impuls: Masih baik ( dilihat perilaku pasien

selama wawancara)

Page 26: presentasi kasus

10. Daya Nilai dan Tilikan

- Daya nilai sosial : Baik (mengenal beberapa nama perawat dan

pasien di Bangsal RSIJK dan mengetahui siapa pemeriksa).

- Uji daya nilai : Baik (Pasien mengembalikan dompet).

- Penilaian realita : Terganggu saat ini

11. Tilikan

- Derajat I : Pasien merasa dirinya tidak sakit.

12. Taraf Dapat Dipercaya

- Dapat dipercaya

Page 27: presentasi kasus

PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Internus

1. Kesadaran : Compos Mentis

2. Tekanan darah : 130/80 mmHg

3. Nadi : 96 /menit

4. Suhu : Afebris

5. Tinggi Badan : 168 cm

6. Berat badan : 88 kg

B. Status Neurologis

1. GCS : 15 (E4, V5, M6)

2. Mata

• Gerakan : Baik ke segala arah

• Bentuk pupil : Bulat, isokor

• Rangsang cahaya langsung : +/+

3. Motorik

• Tonus : Baik

• Turgor : Baik

• Kekuatan :Baik

• Koordinator : Baik

• Refleks : Baik

Page 28: presentasi kasus

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Kesadaran : Compos MentisMood : HipertimAfek : LuasKeserasian : SerasiGangguan Proses Pikir : Kaya ide. (Flight of idea)Gangguan Isi Pikir : Waham KebesaranFungsi Kognisi : Kurang konsentrasi Visuospasial BaikDaya Nilai realita : Terganggu Saat IniTilikan : ITaraf Dapat Dipercaya : Dapat Dipercaya

Page 29: presentasi kasus

EVALUASI MULTIAKSIAL

• Aksis I : F31.2. Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Manik

dengan gejala Psikotik.

• Aksis II : Tidak didapatkan adanya diagnosis.

• Aksis III :Tidak didapatkan adanya diagnosis.

• Aksis IV :Masalah dengan keluarga.

• Aksis V : GAF 70-61 (Beberapa gejala ringan dan

menetap, disabilitas ringan dalam fungsi,secara umum masih

baik).

Page 30: presentasi kasus

DIAGNOSA

F31.2. Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Manik

dengan gejala Psikotik.

Page 31: presentasi kasus

DAFTAR MASALAH

1. Organobiologik : Tidak ada masalah genetik.

2. Psikologik : gangguan proses pikir yaitu flight of idea

dengan produktivitas kaya ide .

Gangguan isi pikir yaitu waham kebesaran

3. Lingkungan dan sosial : Pasien tidak tinggal bersama

keluarganya yang sehat. Jika tidak diingatkan pasien tidak

patuh minum obat. Pasien juga kurang mampu dalam

perawatan diri secara mandiri.

Page 32: presentasi kasus

RENCANA TERAPI

1. Rawat Inap

2. Psikoterapi

- Suportif

- Reedukatif

- Rekonstruktif

3. Farmakoterapi- Natrium divalproat 1 x 500 mg.- Risperidon 2 x 2 mg.

Page 33: presentasi kasus

PROGNOSIS

PROGNOSISQuo ad vitam : dubia ad bonamQuo ad functionam : dubia ad bonamQuo ad sanationam : dubia ad malam

Page 34: presentasi kasus
Page 35: presentasi kasus

Tinjauan Pustaka

GANGGUAN BIPOLAR I

Page 36: presentasi kasus

Definisi :

Gangguan mood yang kronis dan berat yang ditandai dengan episode mania, hipomania, campuran dan depresi.

Page 37: presentasi kasus

Epidemiologi

• Gangguan bipolar adalah gangguan yang lebih jarang dibandingkan dengan gangguan depresif berat.

• Prevalensi gangguan bipolar di Indonesia hanya sekitar 2%.

• Laki-laki dan wanita sama besar. • Onset dari masa anak-anak (usia 5-6 tahun)

sampai 50 tahun atau lebih. Rata-rata usia usia 30 tahun.

• Mengenai semua ras.

Page 38: presentasi kasus

Etiologi

FAKTOR BIOLOGIS

• Kelainan metabolit Amin Biogenik

• Faktor neurokimia lain

• Regulasi Neuroendokrin

FAKTOR GENETIK

FAKTOR PSIKOSOSIAL

Page 39: presentasi kasus
Page 40: presentasi kasus

EPISODE MANIK

Paling sedikit satu minggu ( bisa kurang, bila dirawat ) pasien mengalami mood yang elasi, ekspansif, atau iritabel. Pasien memiliki, secara menetap, tiga atau lebih gejala berikut (empat atau lebih bila hanya mood iritabel) yaitu:

• Grandiositas atau percaya diri berlebihan

• Berkurangnya kebutuhan tidur

• Cepat dan banyaknya pembicaraan

• Lompatan gagasan atau pikiran berlomba

• Perhatian mudah teralih

• Peningkatan energi dan hiperaktivitas psikomotor

• Meningkatnya aktivitas bertujuan (social, seksual, pekerjaan dan sekolah)

• Tindakan-tindakan sembrono (ngebut, boros, investasi tanpa perhitungan yang matang).

Page 41: presentasi kasus

EPISODE HIPOMANIKPaling sedikit empat hari, secara menetap, pasien mengalami peningkatan mood, ekspansif atau iritabel yang ringan, paling sedikit terjadi gejala (empat gejala bila mood iritabel) yaitu:

• Grandiositas atau meningkatnya kepercayaan diri

• Berkurangnya kebutuhan tidur

• Meningkatnya pembicaraan

• Lompat gagasan atau pemikiran berlomba

• Perhatian mudah teralih

• Meningkatnya aktifitas atau agitasi psikomotor

• Pikiran menjadi lebih tajam

• Daya nilai berkurang

Tidak ada gambaran psikotik (halusinasi, waham, atau perilaku atau pembicaraan aneh) tidak membutuhkan hospitalisasi dan tidak mengganggu fungsi personal, sosial, dan pekerjaan.

Page 42: presentasi kasus

EPISODE DEPRESI MAYORPaling sedikit dua minggu pasien mengalami lebih dari empat simptom atau tanda yaitu :

• Mood depresif atau hilangnya minat atau rasa senang

• Menurun atau meningkatnya berat badan atau nafsu makan

• Sulit atau banyak tidur

• Agitasi atau retardasi psikomotor

• Kelelahan atau berkurangnya tenaga

• Menurunnya harga diri

• Ide-ide tentang rasa bersalah, ragu-ragu dan menurunnya konsentrasi

• Pesimis

• Pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri (dengan atau tanpa rencana) atau tindakan bunuh diri.

• Gejala-gejala diatas menyebabkan penderitaan atau mengganggunya fungsi personal, sosial, pekerjaan.

Page 43: presentasi kasus

EPISODE CAMPURAN

• Memenuhi kriteria episode manik dan episode mayor ( kecuali durasi )

hampir setiap hari selama paling sedikit satu minggu.

• Gangguan mood cukup berat hingga menyebabkan hendaya nyata dalam

fungi pekerjan atau aktivitas sosial yang niasa dilakukan atau hubungan

dengan orang lain, atau memerlukan perawatan untuk mencegah melukai

diri sendiri atau orang lain atau terdapat gambaran psikotik.

• Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung penggunaan

zat atau kondisi umum.

Page 44: presentasi kasus

DIAGNOSIS AFEKTIF BIPOLAR( PPDGJ III)

F31 Gangguan Afek bipolar

F31.0 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Hipomanik

F31.1 Gangguan afektif Bipolar, Episode kini Manik Tanpa Gejala Psikotik

F31.2 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik dengan gejala psikotik

F31.3 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Depresif Ringan atau Sedang

F31.4 Gangguan afektif bipolar, Episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik

F31.5 Gangguan afektif bipolar, Episode Kini Depresif Berat dengan Gejala Psikotik

F31.6 Gangguan Afektif Bipolar, episode kini Campuran

F31.7 Gangguan Afektif Bipolar, kini dalam Remisi

F31.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya

F31.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT.

Page 45: presentasi kasus

DIAGNOSIS BIPOLAR I( DSM-IV)

• Gangguan mood bipolar I, episode manik tunggal

• Gangguan mood bipolar I, episode manik saat ini

• Gangguan mood bipolar I, episode campuran saat ini

• Gangguan mood bipolar I, episode hipomanik saat ini

• Gangguan mood bipolar I, episode depresi saat ini

• Gangguan mood bipolar I, episode Yang tidak dapat

diklasifikasikan saat ini

Page 46: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode manik tunggal

A. Hanya mengalami satu kali episode manik dan tidak ada riwayat depresi mayor sebelumnya.

B. Tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, skizoafektif, Gangguan waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

C. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum.

D. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam social, pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya.

Page 47: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode manik saat ini

A. Saat ini dalam episode manik.

B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu kali episode manik, depresi, atau campuran.

C. Episode mood pada kriteria A dan B bukan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

D. Gejala-gejala tidak disebabkan oleh efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum.

E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan dan aspek fungsi penting lainnya.

Page 48: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode campuran saat ini

A. Saat ini dalam episode campuran.

B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik, depresi atau campuran.

C. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizifreniform, Gangguan waham, atau Gangguan psikotik yang tidak diklasifikasikan.

D. Gejala-gejala tidak disebabkan efek oleh fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum.

E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Page 49: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode hipomanik saat ini

A. Saat ini dalam episode hipomanik.

B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran.

C. Gejala mood menyebabkan penderita yang secara klinik cukup bermakna atau hendaya sosial, pekerjaan atau aspek fungsi penting lainnya

D. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

Page 50: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode depresi saat iniA. Saat ini dalam episode depresi mayor.

B. Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami episode manik dan campuran.

C. Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, dan dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan.

D. Gejala-gejala tidak disebabkan efek fisiologik langsung zat atau kondisi medik umum.

E. Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Page 51: presentasi kasus

Gangguan mood bipolar I, episode Yang tidak dapat diklasifikasikan saat ini

• Kriteria, kecuali durasi, saat ini, memenuhi kriteria untuk manik, hipomanik, campuran atau episode depresi.

• Sebelumnya, paling sedikit, pernah mengalami satu episode manik atau campuran.

• Episode mood pada kriteria A dan B tidak dapat dikategorikan sebagai skizoafektif dan tidak bertumpang tindih dengan skizofrenia, skizofreniform, Gangguan waham, atau dengan Gangguan psikotik yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat lain.

• Gejala mood menyebabkan penderitaan yang secara klinik cukup bermakna atau menimbulkan hendaya dalam sosial, pekerjaan, atau aspek fungsi penting lainnya.

Page 52: presentasi kasus

Diagnosis Banding

• Skizofrenia

• Skizoafektif

• Gangguan mood akibat medis atau zat

Page 53: presentasi kasus

Terapi

• Perawatan di rumah sakit

• Terapi psikososial

- Terapi kognitif

- Terapi interpersonal

- Terapi perilaku

- Terapi berorientasi psikoanalitis

- Terapi keluarga

Page 54: presentasi kasus

Farmakoterapi

Page 55: presentasi kasus
Page 56: presentasi kasus
Page 57: presentasi kasus
Page 58: presentasi kasus

Prognosis

Bipolar I memiliki prognosis yang kurang baik dibandingkan depresi mayor (40-50% kemungkinan mengalami episode manik kedua dalam 2 tahun episode pertama).

Page 59: presentasi kasus

Komplikasi

• Gangguan emosi

• Bunuh diri

• Masalah memori dan berfikir

• Efek perilaku dan emosional saat fase manik pada pasien

• Penyalahgunaan zat

Page 60: presentasi kasus

Daftar Pustaka

• American Psychiatry Assosiasion. Practice guideline for the treatment of patients with bipolar disorder. 2nd edition. 2002.

• Amir N. Gangguan mood bipolar: kriteria diagnostic dan tatalaksana dengan obat antipsikotik atipik. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2010.

• Elvira,Sylvia. Buku ajar psikiatri. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2010.

• Kaplan HI, Sadock BJ, Grebb JA. Kaplan-sadock sinopsis psikiatri: ilmu pengetahuan perilaku psikiatri klinis. Jilid satu. Jakarta: Binarupa Aksara; 2010.hlm.791-853.

• Konsesus Nasional Terapi Gangguan Bipolar. Panduan tatalaksana gangguan bipolar. Jakarta: Konsesus Nasional Terapi Gangguan Bipolar; 2010.