of 37 /37
PERALATAN DAN TEKNIS ANALISIS LABORATORIUM PENGAMBILAN, PREPARASI DAN PENYIMPANAN SAMPEL Oleh : Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

preparasi, pengambilan sampel

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Preparasi pengambilan sampel

Text of preparasi, pengambilan sampel

  • PERALATAN DAN TEKNIS ANALISIS LABORATORIUM

    PENGAMBILAN, PREPARASI DAN PENYIMPANAN SAMPEL

    Oleh :

    Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS

    FAKULTAS PETERNAKAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

  • 8 KLAS BAHAN PAKAN INTERNASIONAL

    HIJAUAN KERING DAN JERAMIPASTURE, HIJAUAN SEGARSILASE BUKAN SILASE BIJI-BIJIAN, KACANG-KACANGAN DAN UMBI-UMBIANSUMBER ENERGI : PK < 20 %

    SK < 18 %

    NDF < 35 %

    SUMBER PROTEIN : PK 20 %SUMBER MINERALSUMBER VITAMINADITIF

    ANALISIS PROKSIMAT KLAS BAHAN TDN

  • PENGAMBILAN SAMPEL / SAMPLING

    Sampel analisis diangkut dari tempat asal dan disimpan tetap seperti aslinya

    Sampel ditangani dengan baik terutama yang mudah rusak : >> air, silase, vit A

  • PENGAMBILAN SAMPEL

    REPRESENTATIF

    (PROPORSIONAL)

    ACAK

    DIKERINGKAN

    T 60-700C

    RESPIRASI SEL

    TANAMAN

    BERHENTI

    FERMENTASI

    MIKROBA

    BK > 88 %

    DIPOTONG 3-5 CM

    DIKEMAS

    LABEL

    LAB

  • TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

    HIJAUAN KERING/ JERAMI/ HAY:

    PRESS/BALED CORING TUBE atau PISAU TAJAM 1,5 KG

    BALES : 1-10 DIAMBIL DARI 10 BALES

    > 10 DIAMBIL DARI 10 BALES

    TIDAK DIPRESS SAMPLING

    ACAK REPRESENTATIF

  • 2. HIJAUAN SEGAR

    DILAPANG/KEBUN RUMPUT

    ACAK10 TEMPAT YANG

    DAPAT DISENGUT TERNAK

    SUB SAMPLE

    DIPOTONG 3-5 CM

    TIMBANG 1,5-2,0 KG

    KANTONG PLASTIK

    TUTUP RAPAT

    DIKANDANG SAMPLE ACAK:

    10 TEMPAT

  • 3. BIJI-BIJIAN DAN BUNGKIL DIDALAM KARUNG

    SAMPLING

    KARUNG HORIZONTAL

    MASUKKAN ALAT

    SECARA DIAGONAL

    DARI 10 KARUNG

    -. ALAT PIPA UJUNG BENGKOK ACAK

    -. 10 TEMPAT

    6 KARUNG 1 TUSUKAN

    4 KARUNG 5 TUSUKAN

    DICAMPUR + DIKOMPOSIT

    SUBSAMPLE

    CONING + QUARTENING METHOD

    1 KG PLASTIK LAB

  • BAHAN PAKAN TEPUNG YANG DITUMPUK

    ACAK

    10 LOKASI

    SUB SAMPLE

    CONING & QUARTENING

    METHOD

    I KG

    PLASTIK LAB

  • 5. SAMPEL BIOLOGIS

    urin, darah, jaringan, cairan rumen, semenPrinsip sampling = sampel pakanCara:

    - Menginaktifkan jaringan dengan zat

    preservatif segera setelah sampling

    - Segera dimasukkan frezer

    - Penanganan anti koagulan untuk darah

    (EDTA) atau sitrat

    - Urin ditambah HCl atau asam sulfat

    - Feses: ditambah formaldehid atau toluen

    - Cairan rumen : ditambah Asam Fosfat

  • 6. SILASE

    Sampling 2 kg : - dari silo

    - waktu feeding

    Sampling sebelum dan sesudah jadi silase Penanganan sama dengan hijauanSetelah sampai lab. sampel masuk oven 60C atau masuk Freeze Dryer

    (untuk analisis VFA, Vit A, karoten)

  • Fungsi pengeringan

    Mencegah fermentasi mikrobaMenghentikan respirasi tanamanPengeringan pada suhu 60 - 70C apabila akan dianalisa lebih lanjut Misal : analisa protein, lemak, asam aminoBila hanya analisis BK, dipanaskan pada oven suhu 105C
  • Pengambilan sampel feses

    Ekskresi feses ditampung setiap hari, ditimbangDiambil sampel 2 3 %, dikomposit selama 7 14 hariCara komposit:

    1. Basah/segar: ditambah toluen 10% 10 ml

    2. Kering: setiap hari sampel fese dimasukkan oven 60C (kering matahari) 15 24 jam, sampai periode koleksi selesai

  • Pengambilan sampel feses

    Setelah periode koleksi selesai, diambil sub sampel sekitar 1 kg kantong plastik, dibawa ke laboratoriumDi Lab digiling diameter 1 mm, disimpan, diberi lebel, siap dianalisis
  • PENGAMBILAN SAMPEL URIN

    Urin yang keluar ditampung dengan ember selama 24 jam (setiap hari)Ember penampung terlebih dulu ditambah asamsulfat 10% atau HCl 37%, sampai pH urin mencapai 2 - 2,5 untuk mengikat amoniaSetiap hari diambil sampel 5 10%, dikomposit sampai periode koleksi selesai (dalam botol)Diambil sub sampel 5 10%, lab, analisis N
  • SAMPLING METODE CONING DAN QUARTERING

    Sampel dibuat gununganDiratakanDabagi 4Diambil 2 bagian secara diagonal untuk sampel



  • Bahan palsuan/subalan

    Harus dihindari

    DITAMBAHKAN PADA

    PAKAN KOMERSIAL

    NILAI NUTRISI

  • ANALISIS DAN EVALUASI PAKAN

    KUALITAS BAHAN PAKAN

    FISIK

    MELIHAT KANDUNGAN

    FISIK

    < AKURAT

    CEPAT DAN MUDAH

    > AKURAT

    KHIMIKALIA

    KIMIAWI

    BIAYA DAN WAKTU >>

  • ANALISIS FISIK

    MAKROSKOPIS

    SAAT PEMBELIAN PAKAN

    MENDAPATKAN KUALITAS

    PAKAN YANG BAIK

    ADANYA PEMALSUAN BAHAN PALSUAN KONTAMINAN

    MIKROSKOP

    MIKROSKOPIS

    KONSENTRAT :

    HIJAUAN :

    UTUH/PECAH

    BK88 %

    BEBAS JAMUR

    WARNA

    RASIO BATANG/DAUN

    BEBAS JAMUR

    BAU, WARNA, BK

  • MIKROSKOP

    PENGENALAN KUALITATIF PENGENALAN BAHAN PAKAN BERDASARKAN SIFAT FISIK YANG KARAKTERISTIK WARNA, BENTUK, UKURAN PARTIKEL, TEKSTUR DIKETAHUI KEMURNIAN BAHAN STEREO MIKROSKOP (50X PEMBESARAN)PEMERIKSAAN KUANTITATIF TUJUAN MENGETAHUI ADA TIDAKNYA PEMALSUAN DILANJUTKAN BANYAKNYA BAHAN PALSUAN 2 CARA FAKTOR BAHAN + TEKNIK PEMISAHAN
  • ANALISIS KIMIA

    TUJUAN :

    1. MENGETAHUI KOMPOSISI KIMIA

    2. ZAT-ZAT ANTI NUTRISI

    MACAM :

    1. ANALISIS PROKSIMAT

    2. ANALISIS SERAT

    3. BOMB CALORIMETER

    4. CHROMATOGRAPHY

    5. SPECTOFOTOMETRY

    6. ANALISIS AA

  • ZAT MAKANAN = NUTRIEN










    Adalah : penyusun bahan pakan yang mempunyai komposisi kimia serupa yang dibutuhkan untuk hidup dan produksi, terdiri dari protein, karbohidrat, vitamin dan mineral serta air

    air

    BK

    bahan
    organik

    bahan
    an-organik

    Protein
    Lemak
    KH
    vitamin

    BETN
    SK

    BM

  • ANALISIS PROKSIMAT

    AIR/ bahan keringABU/MINERALEE/LKPK (N X 6,25)SKBETN :

    100-(AIR+ABU+EE+PK+SK)

  • Sederhana Menghasilkan analisis garis besarSemua Lab. MenggunakanDapat menghitung TDN

    Keuntungan

    Kerugian

    Tidak mencerminkan zat makanan secara individual

    Hasil kurang tepat SK + LK BETN

  • BOMB CALORIMETER ZAT MAKANAN DIBAKAR SEMPURNA CO2+H2O+GAS GEKANDUNGAN ENERGI

    1. DE

    2. ME

    3. NE

    NEm

    NEl

    NEg

    4. TDN

    ANALISIS ENERGI


  • ENERGI BRUTO

    (GROSS ENERGY : GE)

    ENERGI FECES

    (FE)

    ENERGI TERCERNA

    (DIGESTIBLE ENERGY : DE)

    ENERGI METABOLIS

    (METABOLIZABLE ENERGY: ME)

    ENERGI METHAN

    ENERGI URINE

    (UE)

    HEAT INCREMENT

    (HI)

    ENERGI NETO

    (NET ENERGY : NE)

    ENERGI UNTUK

    HIDUP POKOK

    (NEM)

    ENERGI UNTUK

    PRODUKSI

    (NEP)


    :


  • PENETAPAN NILAI ENERGI UNTUK SAPI DAN DOMBA

    Energi tercerna (DE)

    DE (kcal/kg) = GE (kcal/kg)x kecernaan GE

    DE (Mcal/kg)= TDN % x 0,04409

    Energi metabolisme (ME)ME (kcal/kg) = 0,82 x DE (kcal/kg)ME (Mcal/kg)= TDN % x 0,03615 dimana TDN dihitung dari persamaan

    TDN = Kecernaan BO in vitro (%) x 1,05

  • Energi netto (NE)

    a. NEM (Mcal/kg)

    = 1,115-0,8971ME+0,6507ME2 0,1029ME3+0,005725ME4

    b. NEG (Mcal/kg)

    = 3,178ME-0,8646ME2 +0,1275ME3+0,00678ME4- 3,325

    TOTAL DIGESTIBLE NUTRIEN (TDN)

    TDN (%)= (%DC x %PK)+(%DC x %SK)+(% DC x % BETN) + (% DC x % LK) (2,25)TDN (%)= 27,65 X ME (Mcal/kg)TDN (%)= DE (Mcal/kg) : 0,0449TDN (%)= KECERNAAN BO IN VITRO % X 1,05TDN DIHITUNG DARI PERSAMAAN REGRESI (HARRIS, 1997) BILA DIKETAHUI NILAI ANALISIS PROKSIMATNYA
  • ANALISIS SERAT (VAN SOEST)

    EVALUASI HIJAUAN

    DETERJEN

    ISI SEL LARUT

    DINDING SEL

    SELULOSA

    HEMISELULOSA

    LIGNIN

    SILIKA

  • CHROMATOGRAFI

    GC

    LC

    SEDERHANA

    HPLC

    KROMATIGRAFI KERTAS

    CROME LAPIS TIPIS

    KROMATOGRAFICAIR KINERJA TINGGI

  • APLIKASI GC

    ANALISA VFAANALISA ASAM LEMAKANALISA RESIDU PESTISIDA ANALISA ALKOHOLANALISA MINYAK ATSIRIANALISA FLAVORANALISA HIDROKARBONANALISA STEROIDANALISA POLUSI UDARAANALISA ASAM LAKTAT
  • APLIKASI HPLC

    ANALISA AAANALISA ASAM ORGANIKANALISA AFLATOKSINANALISA TANINANALISA MIMOSINANALISA VITAMINANALISA HCN
  • APLIKASI SPECTOFOTOMETRI

    MINERALVITAMINANTITRIPSINUREA DARAHDERIVAT PURIN
  • EVALUASI PAKAN

    IN VIVOIN SACCOIN VITRO
  • IN VIVO

    KECERNAAN NUTRIENRETENSI NKONSUMSI NUTRIENPALATABILITASSELEKTIFITASDERIVAT PURINSINTESIS PROTEIN MIKROBA

    KEUNTUNGAN

    KERUGIAN

  • IN SACCO

    DEGRADASI PROTEIN PADA MASING-MASING ALAT PENCERNAANKELARUTAN PROTEIN (RDP)LAJU DEGRADASILAJU ALIRAN PARTIKEL & CAIRANPROFIL AASINTESIS PROTEIN MIKROBA

    KEUNTUNGAN

    KERUGIAN

  • IN VITRO

    KECERNAAN NUTRIENMETABOLISME ZAT INTERMEDIERAKTIFITAS MIKROBA RUMENAKTIFITAS MIKROBA RUMENBIOENERGETIC FERMENTASI RUMENPENGGUNAAN NPN

    KEUNTUNGAN

    KERUGIAN

  • TERIMA KASIH

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com

    nmtunibraw yahoo.com