Ppt modul 10

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    125

  • Download
    3

Transcript

1. SINGLE PHASE FULLY CONTROLLED RECTIFIER Nama : Yazid Khoirul Anwar Nim : 111910201102 Tugas : Elektronika Daya - Bab.10 2. Sekilas Tentang Penyearah Fase Tunggal Terkendali  Penyearah fase tunggal terkendali secara ekstensif digunakandi sejumlah daya elektronik berbasis konverter. penyearah ini digunakan untuk menyediakan sumber tegangan dc, dan diproses lebih lanjut untuk mendapatkan output dc atau ac yang diatur.  Kerugian dari penyearah ini antara lain adalah ketidakmampuannya untuk mengontrol tegangan dc output / besarnya saat ini ketika parameter tegangan dan beban masukan ac tetap. Penyearah ini membiarkan listrik mengalir dari sisi ac ke sisi dc saja. Kedua kerugian adalah akibat langsung menggunakan dioda dalam konverter ini yang dapat memblokir tegangan hanya dalam satu arah. 3. Beban Resistif 4.  Gambar diatas adalah sirkuit diagram sirkuit dari fase tunggal rectifier dikontrolsepenuhnya halfwave yang memasok beban murni resistif.  Pada ωt = 0 ketika tegangan suplai input menjadi positif thyristor T maju menjadibias. Namun, tidak seperti dioda, itu tidak mengubah ON sampai pulsa gerbang diterapkan di ωt = α. Selama periode 0 < ωt ≤ α, thyristor blok tegangan suplai dan beban tegangan sisa nol seperti yang ditunjukkan pada gambar 10.1(b). Akibatnya, tidak ada beban arus mengalir selama jangka waktu tersebut. Segera setelah gerbang pulsa diterapkan tiristor di ωt = α ternyata ON.  Tegangan thyristor runtuh hampir nol dan tegangan suplai penuh muncul di seluruh beban. Dari titik ini dan seterusnya tegangan load berikut tegangan suplai. Beban yang murni resistif beban saat ini sebanding dengan tegangan load. Pada ωt = π sebagai pasokan tegangan melewati negatif akan nol menyeberangi tegangan load dan karenanya arus beban menjadi nol dan mencoba untuk berbalik arah.  Dalam proses thyristor mengalami pemulihan terbalik dan mulai memblokir tegangan suplai negatif. Karena itu, arus beban dan tegangan load tetap clamped nol sampai thyristor dipecat lagi di ωt = 2π + α. 5. Resistif-induktif beban  Diagram sirkuit fase tunggal yang dikontrol penuh jembatankonverter. Ini adalah salah satu sirkuit converter paling populer dan banyak digunakan dalam kontrol kecepatan mesin terpisah dc. Memang, beban R–L–E ditunjukkan dalam angka ini mungkin mewakili setara sirkuit listrik secara terpisah dc motor. 6. Single phase fully controlled bridge converter 7.  Gambar (a) sudah jelas bahwa untuk setiap arus mengalir padathyristor setidaknya satu dari puncak grup (T1, T3) dan satu thyristor dari bawah beban kelompok (T2, T4) harus beroperasi. Bisa juga dikatakan bahwa T1T3 maupun T2T4 dapat beroperasi secara bersamaan  Gambar (b) menunjukkan tegangan perangkat yang berbeda dan tegangan dc output selama setiap mode konduksi ini. Hal ini untuk dicatat bahwa setiap kali T1 dan T2 beroperasi, tegangan T3 dan T4 menjadi –vi. Oleh karena itu T3 dan T4 bisa fired hanya ketika vi adalah negatif yaitu, lebih dari setengah siklus dari pasokan input tegangan negatif. 8. Operasi di mode kontinyu  Seperti telah dijelaskan sebelumnya dalammodus operasi i0 konduksi terus menerus tidak pernah menjadi nol, oleh karena itu, baik T1T2 atauT3T4 tetap beroperasi.  Pada gambar 10.4 tegangan komponen R dan L beban negatif di wilayah π - θ ≤ ωt ≤ π + α. Oleh karena itu I0 terus menurun sampai sepasang baru thyristor ditempatkan pada ωt = π + α. Sekarang jika nilai R, L dan E yang sedemikian rupa sehingga I0 menjadi nol sebelum ωt = π + α konduksi menjadi terputus-putus. Jelas kemudian, pada perbatasan antara konduksi kontinyu dan terputus-putus nilai minimum I0 yang terjadi pada ωt = α dan ωt = π + α akan menjadi nol. 9. MODE OPERASI INVERTER  Ekspresi untuk rata-rata tegangan dc dari fase tunggalconverter dikontrol sepenuhnya dalam mode konduksi kontinyu, Hal ini dapat ditafsirkan sebagai sisi beban memberikan kekuasaan kembali ke sisi ac dan converter dalam hal ini beroperasi sebagai garis commutated sumber inverter arus. Jadi dapat untuk disimpulkan bahwa rangkaian konverter yang sama dapat dioperasikan sebagai inverter dengan hanya meningkatkan α luar π / 2.