38
PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI DAN INTEGRITAS KULIT PADA LANSIA Kelompok 5 Arie Puji Lestari Helen Winata Lulu Akilah Ririn Septiani Sopi Puji Astuti

PPT Gerontik

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: PPT Gerontik

PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI DAN

INTEGRITAS KULIT PADA LANSIA

Kelompok 5

Arie Puji Lestari

Helen Winata

Lulu Akilah

Ririn Septiani

Sopi Puji Astuti

Page 2: PPT Gerontik

1.Menjabarkan konsep kebersihan diri pada lansia.

2.Menjabarkan konsep penuaan terkait integritas kulit.

3.Menjabarkan konsep penuaan terkait sistem penglihatan.

4.Menjabarkan Asuhan Keperawatan terkait Kasus Nenek X.

Tujuan Presentasi

Page 3: PPT Gerontik

Kebersihan Diri

Penuaan Terkait Sistem Integumen

Penuaan Terkait Sistem Penglihatan

OUTLINE

Page 4: PPT Gerontik

Kebersihan Diri

Suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan

kesehatan diri seseorang untuk kesejahteraan fisik dan mental

(Potter & Perry, 2005)

Tujuan : - Meningkatkan kenyamanan,

keamanan, dan kesehatan individu.- Meminimalkan risiko lansia terhadap

kemungkinan terjangkitnya suatu penyakit.

- Mewujudkan kesehatan diri.- Berpenampilan menarik, rapi, wangi.

Page 5: PPT Gerontik

Jenis Kebersihan Diri

Kebersihan Mulut dan Gigi

Kebersihan Mata dan Telinga

Kebersihan Kulit

Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku

Kebersihan Rambut

Kebersihan Berpakaian

Page 6: PPT Gerontik

Kebersihan Mulut dan Gigi

Mayoritas lansia mengalami gigi tanggal yang menyebabkan banyak lansia kurang menjaga kebersihan mulut

Perkembangan fisiologi mulut pada lansia → Gigi yang menjadi rapuh, lebih kering, dan berwarna lebih gelap

Perkembangan fisiologi mulut pada lansia → Gigi yang menjadi rapuh, lebih kering, dan berwarna lebih gelap

Gigi menjadi patah setelah bertahun-tahun digosok, gusi kehilangan vaskularitas dan elastisitas jaringan → menyebabkan gigi palsu kurang pas

Kebiasaan makan sering berubah dan malnutrisi → masalah → terjadi penurunan sensitivitas rasa

Page 7: PPT Gerontik

Kebersihan Mulut dan Gigi

Kebersihan mulut dan gigi harus tetap dijaga dengan menyikat gigi dan kumur secaara teratur

Menyikat gigi bertujuan untuk menghilangkan plak yang dapat menyebabkan gigi berlubang (caries) dan menyebabkan sakit gigi

Lansia sudah ompong bagi yang masih aktif dan masih masih mempunyai gigi agak lengkap dapat menyikat giginya → 2 kali dalam sehari, pagi bangun tidur dan malam sebelum tidur

Bagi lansia yang menggunakan gigi palsu dapat dipelihara seperti berikut:

• Gigi palsu dikeluarkan dari mulut mennggunakan kain bersih atau saputangan yang bersih.

• Gigi palsu kemudian disikat perlahan lahan dibawah air mengalir sampai bersih. Bila perlu dapat digunakan pasta gigi.

• Pada waktu tidur, gigi palsu tidak perlu dipakai dan direndam di dalam air bersih

Page 8: PPT Gerontik

Kebersihan Mata dan Telinga

Terkait dengan kesehatan mata, gangguan yang paling sering dialami oleh lansia adalah katarak.

Elastisitas lensa mata pada lansia berkurang akibatnya tulisan kecil terlihat kabur pada jarak normal, sedangkan pada jarak jauh akan terlihat terang.

Kekeruhan (bayangan seperti awan) pada lensa tanpa nyeri akibat hidrasi

(penambahan cairan) lensa, denaturasi akibat kedua-duanya yang dapat

menyebabkan perubahan bayangan gambar dalam retina sehingga secara

berangsur-angsur penglihatan kabur dan akhirnya tidak dapat menerima

cahaya.

MATA

Katarak

Page 9: PPT Gerontik

• Cahaya yang terang ketika ingin membaca• Tidak dapat membedakan warna• Pandangan cenderung kabur dan gelap dan sensitif terhadap cahaya yang

terlalu terang (silau).

Manifestasi Klinis

Menjaga kebersihan mata sangatlah mudah tidak diperlukan perawatan yang khusus:• Pembersihan mata dapat dilakukan selama mandi dengan menggunakan

waslap pembersih yang dilembabkan kedalam air • Bersihkan mata dari arah ke luar ke dalam (bersihkan kotoran mata yang

menempel pada sudut kelopak mata

Page 10: PPT Gerontik

Kebersihan Mata dan Telinga

Proses penuaan seringkali membuat lansia mengalami gangguan pedengaran tuli

Telinga merupakan organ yang sangat berperan dalam ketajaman pendegaran

• Bersihakan telinga secara rutin yaitu satu kali setiap satu atau dua minggu dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan alat yang bersih dan aman.

• Daun telingan dibersihkan pada saat mandi kemundian dikeringkan dengan handuk atau kapas bersih.

• Tidak diperbolehkan menggunakan alat yang tajam seperti peniti untuk membersihkan serumen yang ada pada telinga

TELINGA

Lansia sering mengalami terganggu telinga → Terdapat substansi lilin atau benda asing berkumpul di kanal telinga, yang mengakibatkan inflamasi lokal atau nyeri yang dapat mempengaruhi pendengaran lansia

Cara Pembersihan

Page 11: PPT Gerontik

Kebersihan Kulit

Perawatan kulit pada lansia bertujuan untuk mempertahankan kesehatan kulit, pemenuhan kebutuhan diri, dan menghindari terpapar sinar matahari secara langsung

Secara struktural, kulit adalah suatu organ kompleks yang terdiri dari epidermis, dermis, dan subkutan.

Hal yang dikaitkan dengan penuaaan adalah perubahan yang terlihat pada kulit seperti atropi, keriput, dan kulit yang kendur.

Page 12: PPT Gerontik

Perubahan ini terjadi karena hubungan antara penuaan intrinsik (alami) dan penuaan ekstrinsik (lingkungan).

Kulit mampu untuk melakukan sensasi, melindungi tubuh dari cedera dan serangan tiba-tiba yang ditimbulkan dari lingkungan.

Kulit berperan dalam termoregulasi dan adaptasi terhadap lingkungan, serta berperan sebagai organ ekskresi, sekresi, absorpsi, dan akumulasi.

Page 13: PPT Gerontik

Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku

Tangan, kaki, dan kuku perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah infeksi, bau, dan cedera pada jaringan.

Lansia perlu membersihkan tangan dan kaki minimal dua kali dalam sehari atau setiap kotor.

Masalah yang terjadi pada kaki yang tidak dibersihkan:

• Infeksi jamur dan bakteri• Kallus atau kapalan yang disebabkan oleh iritasi kronis dan gesekan dari

alas kaki• corns → Disebabkan karena gesekan dan tekanan pada kulit dapat

mengakibatkan terganggunya kemampuan berjalan dan menggunakan alas kaki

Page 14: PPT Gerontik

Proses penuaan memberi perubahan pada kuku

Pertumbuhan kuku menjadi lebih lambat, permukaan tidak mengilat tetapi menjadi bergaris dan mudah pecah karena agak keropos.

Warnanya bisa berubahmenjadi kuning atau opaque.

Kuku bisa menjadi lembek terutama kuku kaki akan menjadi lebih tebal dan kaku serta sering ujung kuku kiri dan kanan menusuk masuk ke jaringan disekitarnya (ungus incarnatus).

Pengguntingan dilakukansetelah kuku direndam dalam air hangat selama 5-10 menit karena pemanasanmembuat kuku menjadi lembek dan mudah digunting

Page 15: PPT Gerontik

Perawatannya:

Menjaga kebersihan kuku tangan

• Mencuci kaki setiap hari atau menggunakan air hangat untuk membantu melembabkan.

• Gunakan pelembab setelah direndam. • Usahakan untuk berjalan menggunakan alas kaki yang nymana, tertutup, tidak

sempit, dan meminimalkan risiko jatuh.

• Memotong kuku sekali dalam seminggu atau saat panjang menggunakan gunting kuku dan setelah itu dihaluskan atau dikikir

• Merendam tangan di dalam air hangat selama satu sampai dua menit• Menyikat kuku yang kotor dengan sikat tangan dan sabun• Bilas dengan air hangat dan mengeringkan dengan handuk

Menjaga kebersihan kuku kaki

• Memotong kuku kaki setelah mandi pada saat kuku lunak• Merendam kuku setelah dipotong selama 20 sampai 30 menit• Memijat kaki setelah kuku dipotong dengan lembut dan menggunakan lotion

Page 16: PPT Gerontik

Kebersihan Rambut

Rambut → Bagian dari tubuh yang memiliki fungsi sebagai proteksi serta pengatur suhu, melalui rambut perubahan status kesehatan diri dapat diidentifikasi.

Rambut itu berlemak dan kotoran debu mudah melekat pada rambut. Lemak dan kotoran pada rambut membusuk dalam waktu 24 jam → Harus mencuci rambut dankulit kepala atau keramas setiap kali kita mandi

Kerontokan rambut sering terjadi pada lanjut usia

Pada lansia, rambut di permukaan badan dan ekstrimitas lambat laun menghilang.

Rambut membutuhkan perawatan yang baik dan teratur, terutama pada wanita.

Agar tidak mengalami banyak kerontokan, → kurangnya sanitasi atau adanya infeksi jamur yang lazim disebut ketombe

Rata-rata 50-100 helai rambut dapar rontok dalam masa sehari → rambut sebaik-baiknya perlu dicuci dengan shampoo yang mengandung anti-ketombe yang cocok & Cuci rambut sebaiknya dilakukan tiap 2 atau 3 hari dan minimal sekali seminggu

Page 17: PPT Gerontik

Kebersihan Berpakaian

Pakaian banyak menyerap keringat, lemak dan kotoran yang dikeluarkan badan → Akan berbau busuk dan memuakkan.

Pakaian yang rapi, bersih, dan cocok dengan lansia dapat memberikan kepercayaan diri bagi yang mengenakannya.

Saat tidur hendaknya lansia mengenakan pakaian yang khusus untuk tidur dan bukannya pakaian yang sudah dikenakan sehari-hari yang sudah kotor.

Page 18: PPT Gerontik

Faktor yang mempengaruhi praktik menjaga kebersihan diri

Citra Tubuh

Praktik Sosial

Status sosioekonomi

Pengetahuan

Pilihan pribadi

Variabel Kebudayaan

Page 19: PPT Gerontik

Gangguan yang sering terjadi pada lansia terkait

pemenuhan kebersihan diri

Banyaknya gigi yang tanggal pada lansia

Gangguan penglihatan berupa katarak

Adanya gangguan pendengaran

Penuaan pada kulit: atropi , keriput dan kulit yang kendur

Page 20: PPT Gerontik

Penuaan normal pada kulit lansia

Startum korneum

Epidermis

Dermis

Subkutis

Bagian tambahan kulit: rambut, kuku, korpus pacini, korpus Meissner, kelenjar keringat dan kelenjar sebasea

Page 21: PPT Gerontik

Perubahan jaringan pada kulit

Perubahan Pada Epidermis

Perubahan Konsekuensi Kulit

Waktu penggantian sel meningkat Waktu penyembuhan luka lambat

Penurunan melanosit Perlindungan dari sinar ultraviolet kurang

Penurunan sel Langerhans Respons terhadap pemeriksaan kulit berkurang

Pendataran rete ridges Kulit mudah terpisah, mengalami kerusakan

Kerusakan nukleus keratinosit Kecenderungan ke arah pertumbuhan abnormal seperti keratosis seboroik dan lesi kulit papilomatosa (akrokordon)

Page 22: PPT Gerontik

Perubahan Pada Dermis

Perubahan Konsekuensi Klinis

Penurunan elastisitas Meningkatnya kekuatan, kurang melentur di bawah tekanan

Kolagen kurang terorganisir Kelemahan, hilangnya turgor

Vaskularitas berkurang Pucat, hilangnya termoregulasi

Penurunan unsur-unsur sel makrofag, fibroblast, dan sel batang

Respons imun yang lemah

Page 23: PPT Gerontik

Perubahan Pada Subkutan

Perubahan Konsekuensi Klinis

Resorpsi lemak tubuh Peningkatan risiko

hipertermia

Redistribusi kembali lemak

tubuh dan ekstremitas ke

abdomen

Peningkatan risiko cedera,

perubahan citra tubuh

Page 24: PPT Gerontik

Perubahan Dalam Bagian Tambahan Pada Kulit

Perubahan Konsekuensi Klinis

Hilangnya melanosit Rambut beruban

Hilangnya folikel rambut Penipisan rambut pada kepala

Perubahan jenis dan distribusi rambut

Pria: Rambut wajah berkurang tetapi rambut di dalam telinga dan hidung meningkatWanita: Rambut wajah pada bibir atas dan dagu

Pertumbuhan kuku berkurang Kuku yang lunak, rapuh, dan kurang berkilau

Penurunan korpus Meissner Penurunan sensasi raba

Penurunan korpus pacini Penurunan sensasi tekan

Penurunan kelenjar keringat Kulit kering, penurunan termoregulasi

Penurunan kelenjar apokrin Penurunan bau badan

Page 25: PPT Gerontik

Penurunan folikel rambut pada lansia

Page 26: PPT Gerontik

Perubahan Normal Sistem IntegumenAkibat Penuaan

Perubahan Normal Terkait Usia Implikasi Klinis

Waktu perbaikan sel epidermal lebih lambat

Kulit mudah rusak dan lecet

Penurunan area kontak antara epidermis dan dermis

Penyembuhan luka lebih lambat

Penipisan lapisan dermal Penutupan dan penyembuhan luka buruk

Penurunan vaskularitas Termoregulasi berkurang, penurunan absorpsi agens topical

Penurunan jumlah korpus Meissner dan korpus pacini

Penurunan sensasi sentuhan dan tekanan dengan peningkatan risiko terhadap cedera

Penurunan jumlah dan kemampuan fungsional kelenjar keringat

Penurunan termoregulasi

Page 27: PPT Gerontik

Faktor risiko terjadinya gangguan pada integritas

kulit (Miller, 2004),

Pengaruh genetik

Gaya hidup

Radiasi/ultraviolet

Kebiasaan kebersihan diri

Keterbatasan fisik

Page 28: PPT Gerontik

Jenis-jenis gangguan integritas kulit pada

lansia (Ebersole, 2005)

Photoaging / dhermatolisis

Pruritus

Neoplasia

Kulit kering

Keratosis

Ulkus dekubitus

Page 29: PPT Gerontik

Photoaging/ dhermatolisis

Kulit terpajan sinar ultraviolet

Peningkatan variabilitas pada

kepadatan melanosit

Penampilan berbintik-bintik pada wajah ,

leher, lengan dan tangan

Kerusakan kulit

Page 30: PPT Gerontik

Ulkus Dekubitus

Stadium 1Ulserasi terbatas pada epidermis & dermis dengan eritema pada kulit

Stadium 2Ulserasi mengenai dermis, epidermis dan meluas ke jaringan adiposa

terlihat eritema dan indurasi. Dapat sembuh dalam 10-15 hari.

Stadium 3Ulserasi meluas sampai ke lapisan lemak subkulit dan otot sudah mulai terganggudengan adanya edema dan inflamasi, infeksi akan

hilang struktur fibril. Biasanya sembuh dalam 3-8 minggu.

Stadium 4 Ulserasi dan nekrosis meluas mengenai fasia,otot serta sendi.

Dapat sembuh dalam 3-6 bulan.

Page 31: PPT Gerontik

TahapanDekubitus

Page 32: PPT Gerontik

Sensasi kulit yang iritatif dan

menimbulkan rangsangan

untuk menggaruk.

Pruritus Neoplasia

Pembentukan jaringan baru yang

abnormal dan tidak dapat

terkontrol oleh tubuh.

Kulit Kering

Didefinisikan untuk menggambarkan hilangnya atau

berkurangnya kadar kelembapan stratum

corneum (SC)

Page 33: PPT Gerontik

Perubahan penglihatanterkait penuaan

Defisit sensoris (misalnya, perubahan penglihatan) dapat merupakan bagian dari penyesuaian berkesinambungan yang datang dalam kehidupan usia lanjut

Page 34: PPT Gerontik

Perubahan Sistem Sensoris

(Penglihatan) Terkait UsiaImplikasi Klinis

Penurunan kemampuan

akomodasi

Kesukaran dalam membaca

huruf-huruf yang kecil

Konstriksi pupil senilis Penyempitan lapang pandang

Peningkatan kekeruhan lensa

dengan perubahan warna

menjadi menguning

Penglihatan yang kabur

Sensitivitas terhadap cahaya

Penurunan penglihatan pada

malam hari

Kesukaran dengan persepsi

kedalaman

Perubahan Pada Indera Penglihatan

Page 35: PPT Gerontik

Katarak

Perubahan warna (misalnya: menguning) & meningkatnya kekeruhan lensa kristal yang

terjadi dari waktu ke waktu dapat menimbulkan katarak (Chylack, 1994 dalam Stanley, 2002).

Page 36: PPT Gerontik

Tanda dan gejala katarak

a. Penglihatan yang kabur seperti terdapat suatu selaputb. Kesukaran dalam memfokuskan penglihatan dan

membaca.c. Sensitivitas terhadap cahayad. Gangguan dalam persepsi kedalamane. Perubahan dalam persepsi warna

Page 37: PPT Gerontik

Referensi• Carpenito, L.J. (1998). Diagnosa keperawatan aplikasi pada praktis klinis. Edisi 6. Jakarta : EGC,• Doenges, Marilyn E. (1999). Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan

pendokumentasian perawatan pasien. Edisi 3. Alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta: EGC.

• Ebersole, P., Hess, P., Touhy, T., Jett, K. (2005). Gerontological nursing & health aging. 2nd Ed. St. Louis: Mosby, Inc.

• Ham, J. Richard (2007). Primary care geriatrics: A case –based approach. USA: Mosby.• Meiner, Sue E. and A.G. Lueckenotte. (2006). Gerontologic nursing. 3rd ed. Missouri : Mosby

Elsevier.• Miller, C.A. (2004). Nursing for wellness in older adults: Theory and practice. 4th ed. Philadelphia:

Lippincott William & Wilkins.• Potter, P.A & Perry, A.G. (2005). Fundamentals of nursing: Concepts, process, and practice. 4th Ed.

St.Louis: Mosby Elsevier.• Roach, S. (2001). Introductory gerontological nursing. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins.• Stanley, S. & Beare, P. G. (2002). Gerontological nursing: A health promotion/protection approach.

2nd Ed. Philadelpia: F.A. Davis Company.• Touhy, Thresis., Jett, Kathleen. (2010). Ebersole and Hess’Gerontological Nursing Healthy Aging. 3rd

Edition. St.Louis: Mosby Elsevier.• Wilkinson. (2006). Buku saku diagnosa keperawatan dengan intervensi NIC dan kriteria hasil NOC.

Jakarta: EGC.

Page 38: PPT Gerontik

THANK YOU !