PPT ensefalitis 2

  • View
    57

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of PPT ensefalitis 2

  • ENCEPHALITIS

  • PendahuluanENSEFALITISOnset akutSimptomatik cepat progresifKesehatan anak sebelumnya menjadi lemahKausa, terapi dan prognosis tidak diketahui pastiReview secara khusus mengenai Ensefalitis dalam kaitan dengan imunologi anak

  • Kesulitan pertama : mengembangkan definisi secara praktikalSel infiltrat yang meradang dari jaringan otakSecara praktikal : jarang mendapatkan jaringan otak kecuali penderita meninggalDiagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat; pemeriksaan fisik; laboratorium; pencitraan.Review : ensefalitis sebagai suatu disfungsi SSP yang akut dengan gambaran inflamasi otak pada laboratorium atau radiografi.Disfungsi otak : kejang, kelainan neurologik fokal, perubahan status mental.

  • Kesulitan kedua : menentukan agen infeksi secara signifikan yang ditemukan diluar SSPBanyak laporan kasus serial : mengidentifikasi patogen ensefalitis dengan serologi atau kultur diluar SSPBeberapa kondisi infeksi dan non infeksi menunjukkan simptomatik serupa ensefalitis, seperti neoplasma, penyakit autoimun, vaskulitis, stroke, dan reaksi obat.

  • PATOGENESISDua bentuk infeksi berhubungan dengan ensefalitis: primer dan post atau parainfeksiEnsefalitis primer invasi SSP secara langsung oleh agen penyakit, gray matter sering menjadi target.Ensefalitis post infeksi atau parainfeksi tidak disebabkan secara langsung pada SSP, efek neurologi yang timbul sesuai dengan respon imun, sering mengenai white matter.

  • Ensefalitis PrimerPatogenesis belum jelasOrganisme penyebab harus masuk ke dalam SSP melalui aliran darah SSP, melalui:1. infeksi sel endotelial2. transport sel endotelialEnsefalitis sebagai komplikasi viremia jarang, karena agen harus melewati sawar darah otak.Mekanisme alternatif oleh virus herpes simplek, rabies, virus polio melalui transport retrograde dalam neuron Tanda dan Gejala neurologi cedera neuron secara langsung, respon inflamasi host, atau keduanya.Histologi : inflamasi perivaskuler, gliosis, edema serebri.

  • Ensefalitis Post infeksiTerjadi beberapa hari minggu setelah onsetDapat dipicu oleh infeksi saluran pernapasan ringanpatogen penyebab ensefalitis post infeksi tidak terdeteksi pada SSP dihipotesiskan karena respons imun aberans terhadap antigen otak (mielin berbasis protein). Demielinisasi lanjutan menyebabkan disfungsi SSP fokal atau global.Ensefalitis postinfeksius = ensefalomielitis diseminata (ADEM).

  • Epidemiologi Epidemiologi ensefalitis sulit dilakukan sedikit studi berbasis populasi, ada banyak patogen yang mungkin, dan kebanyakan kasus tidak dilaporkan terhadap instansi kesehatan. Beberapa patogen ensefalitis1. ensefalitis yang disebabkan oleh nyamuk dan tick memiliki distribusi geografis dan musiman berkaitan dengan vector serangganya. 2. ensefalitis West Nile virus (WNV) terjadi selama musim nyamuk dan lebih sering dan berat pada orang tua3. ensefalitis yang disebabkan oleh enterovirus, virus influenza, dan virus varisela memiliki puncak musiman.4. ensefalitis HSV tidak bervariasi baik musiman maupun geografis. Ensefalitis ini sering didiagnosis dengan ensefalitis sporadic.5. mayoritas ensefalitis tidak memiliki agen penyebab yang diketahui.Data National Hospital Discharge Survey 7,3 kasus/100.000/tahun; 200.000 rawat inap dan 1400 kematian. Anak usia < 1 tahun (13.7 kasus /100,000 per tahun) Dewasa usia > 65 tahun( (10.6 kasus/100,000 per tahun) memiliki insidensi tertinggi.

  • Penyebab Penyebab ensefalitis anak berubah dalam 30 tahun dengan adanya vaksinpatogen baru teridentifikasi dan metode lab terbaru optimalisasi pengobatan dan prognosis ensefalitis Beberapa diantara penyebab ensefalitis tidak jelas (tabel 1).

  • National Hospital Dischargepenyebab ensefalitis 60% tidak diketahui. Herpesvirus, varisela, dan arbovirus merupakan penyebab virus yang dilaporkan paling sering (tabel 2)Penyebabnya diklasifikasikan dengan possible, probable, atau confirmed.Diagnosis probable dan confirmed pada 13% kasus; penyebab possible 12% tambahan(table 3). Patogen viral yang paling pasti atau mungkin adalah HSV, enterovirus, dan Epstein-Barr virus (EBV). Beberapa faktor risiko untuk beberapa patogen ensefalitis ditampilkan pada tabel 4.

  • Gambaran klinis RiwayatManifestasi pertama ensefalitis demam & sakit kepala perubahan status mental ensefalitis akut fokal atau difus. Ensefalitis arbovirus kelainan otak difus, demam awal, muntah, mengantuk, dan koma. Ensefalitis HSV kelainan fokal dengan hemiparesis, kejang, atau defek saraf cranial. Progresifitas demam dan sakit kepala yang berat dalam hitungan jam sampai bulan.Kejang muncul saat perjalanan ensefalitis lanjut

  • Gambaran fisikEkstra SSP penyebab ensefalitis.Adenopati regional penyakit cat-scratch; herpangina atau penyakit tangan, kaki dan mulut infeksi enteroviral. Pemeriksaan neurologis kejang atau pemakaian obat antikejang.

  • Riwayat lengkap

    Spektrum perubahan klinis ensefalitis variasi luas & generalisasi tidak mungkin O.K penyebabnya tidak diketahui. Penyebab ensefalitis: penyakit cat-scratch & EBV perjalanan klinis singkat dengan kesembuhan totalHSV prognosis jangka panjang baik

  • Gambaran laboratorium

    Infeksi EnsefalitisKelainan LCS ringan sedang atau normal; jumlah WBC sering meningkat (0.05 sampai 0.2X103/mcL [0.05 - 0.2X109/L]) sering dominasi limfosit, Konsentrasi protein

  • Studi pencitraan dan pendukung lainnya

    Computed tomography (CT) scan tanpa kontras pada pasien dengan sindrom neurologis akut, tapi jarang hasilnya abnormal saat onset ensefalitisMagnetic resonance imaging (MRI) lebih sensitif perubahan akut ensefalitis.Electroencephalography (EEG) untuk penilaian awal, menilai aktifitas kejang dan melokalisir area ensefalitis.EEG lebih sensitif dibandingkan CT scan deteksi ensefalitis fokal

  • Pengobatan dan prognosis

    Pengobatan : tergantung penyebab Penyebab bakteria, jamur, dan parasit pengobatan infeksi sistemik. Ensefalitis infeksi asiklovir empiris untuk HSV dan obat antibakterial untuk meningitis sampai diketahui bakteri dan virus penyebab. Konsultasi dengan Neurolog dan ahli penyakit infeksi terhadap tersangka ensefalitis postinfeksius atau ensefalitis yang penyebabnya tidak diketahui untuk pemberian Ig intravena (IVIG), kortisteroid, atau modulator sistem imun lainnya.Prognosis tergantung beratnya penyebabRabies fatalEBV & penyakit cat-scratch perjalanan klinis jinak. Jika penyebabnya tidak diketahui-- ditunggu sampai perkembangan penyakit menjadi jelas.

  • Herpes Simplex VirusGambaran Klinis, laboratorik, dan radiologikHSV penyebab sering ensefalitis Trial prospektif asiklovir dan vidarabin pada tahun 1970an dan 1980an mendefinisikan presentasi dan riwayat ensefalitis HSVPresentasi Ensefalitis HSV demam, perubahan personal, disfungsi autonom, dan disfagia. Kebanyakan pasien kejang, sakit kepala, dan perubahan tingkat kesadaran. Ensefalitis HSV LCS dengan peningkatan hitung WBC (rerata, 0.1-103/mcL [0.1-109/L], predominan limfosit) dan sedikit peningkatan protein(rerata, 100 mg/dL), LCS terkadang normal. Studi CT dan MRI konsekuensi infeksi ini,sering ditemukan pada lobus temporal bilateral atau unilateral Tes diagnositik ensefalitis HSV DNA HSV dengan PCR pada LCS.

  • Herpes Simplex VirusPengobatan dan prognosisAsiklovir penurunan mortalitas dan morbiditas ensefalitis jangka panjang, 19%Rekomendasi Dosis asiklovir : 10 mg/kg intravena setiap 8 jam selama 2 sampai 3 minggiSebelum ada agen antivirus, kira kira 70% pasien ensefalitis HSV meninggalFollow up jangka panjang resipiens asiklovir yang bertahan, 38% normal, 9% gangguan sedang, dan 53% gangguan berat.Outcome yang lebih baik usia < 30 tahun, durasi lebih singkat dengan gejala sebelum permulaan pengobatan, dan skor Glasgow coma > 10 saat pasien datang.

  • Epstein-Barr VirusTemuan klinis, laboratories, dan radiografis.Ensefalitis EBV 1-3 minggu setelah onset sindrom mononucleosis infeksiusGejala dan tanda demam, perubahan status mental, sakit kepala, kejang, dan deficit fokal neurologisEBV ensefalitis, ataksia serebelum akut, hemiplegia akut, psikosis akut,sindrom Alice in Wonderland, gangguan gerak, sindrom batang otak, amnesia global sementara, stenosis akuaduktus akut, sindrom sekresi hormone antidiuretik yang tidak sesuai, sindrom Guillain-Barre , dan Bell palsy. LCS dan MRI bervariasi atau normal pada ensefalitis EBVEnsefalitis EBV deteksi DNA L