8
PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) KEPERAWATAN HEMATEMESIS MELENA 1. Pengertian (Definisi) Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran feses atau tinja yang berwarna hitam seperti teh yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran cerna bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara darah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapatberwarna seperti kpi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal (Nettina, 2001). 2. Masalah Keperawatan Mual dan muntah darah, nafsu makan menurun BAB warna hitam seperti petis Tanda-tanda anemia (pucat, kelemahan, keletihan) Syncope (penurunan kesadaran) , bingung, halusinasi, koma Diaphoresis, akral dingin, ujung jari- jari pucat Syok disertai takikardi dan hipotensi Nyeri perut, kembung Sesak nafas, hipoksia 3. Diagnosa Keperawatan 1. Defisit volume cairan b.d kekurangan darah akut 2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang 1

PPK HM

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ppk

Citation preview

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)KEPERAWATAN

HEMATEMESIS MELENA

1. Pengertian (Definisi)Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran feses atau tinja yang berwarna hitam seperti teh yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran cerna bagian atas. Warna hematemesis tergantung pada lamanya hubungan atau kontak antara darah dengan asam lambung dan besar kecilnya perdarahan, sehingga dapatberwarna seperti kpi atau kemerah-merahan dan bergumpal-gumpal (Nettina, 2001).

2. Masalah KeperawatanMual dan muntah darah, nafsu makan menurun BAB warna hitam seperti petisTanda-tanda anemia (pucat, kelemahan, keletihan)Syncope (penurunan kesadaran) , bingung, halusinasi, komaDiaphoresis, akral dingin, ujung jari-jari pucatSyok disertai takikardi dan hipotensi Nyeri perut, kembung Sesak nafas, hipoksia

3. Diagnosa Keperawatan1. Defisit volume cairan b.d kekurangan darah akut2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat3. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer 4. Nyeri akut b.d agen cedera kimia

4. Intervensi Keperawatan1. Observasi tanda-tanda vital2. Monitor hasil lab dan observasi tanda-tanda perdarahan3. Berikan oksigen , monitor respirasi dan status oksigen 4. Monitor input dan output Kaji dan catat kualitas,lokasi dan durasi nyeri, Anjurkan pasien untuk istirahat dan menggunakan teknik relaksasi saat nyeri, Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi5. Kolaborasi : pemberian cairan intravena sesuai terapi, Kaji turgor kulit, membrane mukosa, capillary refill6. Pasang urin kateter jika diperlukan7. Puasakan dahulu, bila sudah stabil, berikan makanan porsi kecil tapi sering. Kolaborasikan dengan ahli gizi dan dokter mengenai diet dan pemberian obat anti emetik 8. Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti NGT sehingga intake cairan yang adekuat tetap dipertahankan, melakukan gastric lavage maupun dekompresi9. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekensi, kualitas dan faktor presipitasi10. Ajarkan teknik non farmakologi (nafas dalam, relaksasi, distraksi)11. Kolabrasi dalam pemberian analgesik12. Berikan informasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab penyakit dan tujuan dari tindakan yang dilakukan13. Bantu pasien BAB di tempat tidur14. Kelola pemberian produk darah secara aman

5. Observasi1 Pemeriksaan darah lengkap 2 Pemeriksaan kimia darah3 Pemeriksaan fungsi hati 4 Pemeriksaan ureum creatinin5 Foto rontgen atau USG hati

6. Evaluasi1. Pasien tampak rileks2. Tidak ada tanda-tanda perdarahan lanjut3. Turgor kulit dan membrane mukosa baik4. Mual berkurang dan nafsu makan meningkat5. Paham tentang penyakit dan prosedur tindakan yang akan dilakukan

7. Informasi & Edukasi1. Tingkatkan istirahat 2. Pasien dipuasakan dahulu 3. Edukasi mengenai penyakit hematemesis melena dan tindakan yang akan dilakukan

8. Discharge Planning1. Rawat inap2. Rawat intensif3. Rujuk4. Pulang

9. Nasehat pulang/ Instruksi kontrol1. Menjaga pola makan dan istirahat yang cukup 2. Obat diminum secara teratur3. Kondisi darurat yang mengharuskan segera ke RS

10. PrognosisBaik/sembuh Buruk Tidak tentu/ragu-ragu

11. Penelaah Kritis1. SpPD penyakit dalam

12. IndikatorKondisi stabil, keadaan tidak tentu/ragu-ragu: rawat inapTidak terjadi kegawatan, kondisi stabil, baik/sembuh: pulangKondisi stabil, buruk: rawat intensifKondisi stabil, buruk, tidak ada fasilitas: rujuk

13. Kepustakaan1. Nettina, Sandra. 2001. Pedoman Praktik Keperawatan Edisi 4.Jakarta:EGC2. NIC & NOC

2