9
KEBUDAYAAN MARITIM Kelompok : 7 Andi Agustrianto ST.Nurul Azizah Evi Angriani Riska Mauliddiyah Nurul Annisa putri Riski Sari Mardawati

pp sistek

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga bermanfaat

Citation preview

Page 1: pp sistek

 KEBUDAYAAN MARITIM

Kelompok : 7

Andi Agustrianto

ST.Nurul Azizah

Evi Angriani

Riska Mauliddiyah

Nurul Annisa putri

Riski Sari

Mardawati

Page 2: pp sistek

Konsep Kebudayaan Maritim Kebudayaan menurut koentjaraningrat (1998),ialah sistem –

sistem ide, tindakan, dan karya manusia dalam rangka berkehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia melalui proses belajar.

Mengacu pada konsep kebudayaan yang dikemukakan sebelumnya, maka kebudayaan bahari dipahami sebagai “sistem – sistem ideasional,kognitif, tindakan dan sarana prasarana yang digunakan oleh masyarakat pendukungnya dalam rangka pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam dan merekayasa jasa – jasa lingkungan laut bagi kehidupannya” konsep budaya maritim tersebut mengenai semua bidang aktivitas pelayaran, perikanan, pertambangan, industri pariwisata, pemukiman, pengawasan dan pengamanan wilayah,pendidikan dan penelitian,seni dan olahraga dan lain-lain.

Page 3: pp sistek

Unsur – unsur kebudayaan maritimKebudayaan bahari terdiri dari unsur-unsur yang

saling terkait membentuk satu kesatuan menyeluruh. Unsur – unsur tersebut berupa :

a. Sitem ideasional

b. Bahasa

c. Kelompok/organisasi

d. Ekonomi teknologi

e. Seni

f. Religi yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya dan jasa – jasa laut.

Page 4: pp sistek

a. Sistem ideasional

Dalam sistem ideasional berhubungan dengan

• ide/gagasan

•sistem pengetahuan

• sitem nilai

• dan sistem norma/aturan.

Page 5: pp sistek

b. Bahasa

Bahasa yang digunakan masyarakat maritim banyak berbeda dengan yang digunakan masyarakat di darat meskipun berasal dari suku bangsa yang sama. Perbedaan itu bukan dari segi bahasa/tata bahasa tetapi dalam hal pemaknaan kata – kata yang di ucapkan sahari – hari mengenai unsur – unsur dan gejala – gejala alam fisik dan flora-fauna yang dimanfaatkan lingkungan sosial untuk bergaul dan bekerjasama serta sektor kerja dan teknologi yang diterapkan.

segmen – segmen masyarakat pelayar, nelayan, petambang, pekerja industri pariwisata, marinir, peneliti, pemerhati lingkungan dan lain – lain. Di samping itu mengucapkan kata – kata yang kaya mengenai lingkungan alam, dunia sosial, serta teknologi kebaharian dengan pemaknaan yang sama.

Page 6: pp sistek

c. Organisasi sosial

Dalam masyarakat maritim, kelompok kerja/organisasi sosial yang merupakan salah satu unsur universal kebudayaan dibuthkan secara mutlak,bahan melebihi masyarakat petani,peternak,pemburu dan lain – lain. Bagi masyarakat nelayan dan pelayar dalam semua tingkat peradaban menurut badan etnogarfi kelompok kerja/organisasi sosial itu mempunyai multi fungsi yang kompleks.

Page 7: pp sistek

d. Seni kebaharian

kebudayaan maritim juga tidak luput dari unsur kesenian, terutama seni arsitektur/konstruksi kapal/perahu dan layar, ukir, dan gambar dengan motif – motif dan warna cet, lagu dan musik. Perahu jawa dan bali, india, dan cina banyak dicirikan dengan ukiran dan gambar binatang dengan kombinasi warna cet. Ukirn dan gambar tersebut selain berfungsi seni juga memuat makna akan gagasan dunia dan keyakinan religius.

Page 8: pp sistek

e. Sistem religi

Pada esensinya unsur religi dari suatu kebudayaan berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan manusia akan hubungan atau kesatuannya dengan tuhan yang maha esa. Pada kebanyankan kelompok dan komunitas nelayan dan pelayar didunia, agama lebih difungsikan dalam urusan duniawi yang pragmatis daripada pemungsiannya secara ideal atau esensialnya.

Page 9: pp sistek

TERIMA KASIH